Pengantin Tuan Arogan

Pengantin Tuan Arogan
Barata adalah pemicu namun juga penyembuh


***


Pagi itu merupakan pagi bersejarah di kantor Barata, untuk pertama kalinya selama karir mereka bekerja di perusahaan Barata, mereka melihat Bos mereka tersenyum dan bahkan wajahnya terlihat cerah, matanya tidak tajam dan menyeramkan, entah mengapa hal ini tidak membuat para karyawannya senang, melainkan takut, mereka lebih suka Barata Lewis seperti biasanya, perubahan Barata ini terlalu mendadak dan membuat mereka semakin takut.


Bukan hanya Ben saja terkejut sepertinya, seluruh karyawan Barata juga dibuat terkejut oleh perubahan atasan mereka.


“Apakah akan ada sesuatu yang besar datang? Kenapa Bos kita terlihat berbeda sekali? Apa benar itu Bos kita?”


“Aku juga tidak tahu, entah kenapa jantungku berdegup cepat sekali, apakah ada yang sama, tekanan rasa takut ini, senyuman cerianya terlihat seperti iblis, menyeramkan,”


“Sudahlah diam saja, jika tidak ingin kehilangan pekerjaan mu, sebaiknya kita ikuti saja mood Bos kita, kita masih membutuhkan gaji untuk tetap bertahan hidup,”


Para karyawannya sibuk bergosip, bagaimana perubahan atasan mereka ini terlalu mendadak, sebelumnya tiba-tiba membawa seorang wanita, dan sekarang tiba-tiba saja menjadi ceria dan senyuman ramahnya yang membuat bulu kuduk merinding.


Bahkan keadaan meeting yang biasanya akan mengerikan dan menegangkan sudah berubah hari ini.


Barata tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan nya, dia merasa telah menemukan seseorang yang tepat untuknya, membangun keluarga dan akan menjadikan keluarganya sebagai prioritas utamanya.


Dia tidak ingin mengulangi kesalahan yang dilakukan oleh orangtuanya, dia akan menjadi seseorang yang akan mengubah keadaannya, dengan tangannya sendiri, walau penyakitnya tidak akan bisa disembuhkan dia tidak peduli, selama Alina ada di sisinya maka itu sudah cukup baginya, para penghalang akan ia singkirkan, siapapun itu dan dengan cara apapun itu.


***


Di sisi lain, pengobatan Alina berjalan dengan baik, mungkin karena sebenarnya yang menimbulkan luka itu adalah Barata, dan sumber ketakutan nya adalah Barata.


Karena itulah pengobatannya berjalan dengan mulus, karena Barata telah berubah 180 derajat, entah karena apa, tetapi perubahan Barata juga membuat keadaan Alina membaik.


Alina tidak akan sembuh total dalam waktu dekat, tetapi setidaknya dia tidak bermimpi buruk atau bahkan keringat dingin jika melihat orang orang berkerumun, atau melihat dirinya, bisa dibilang Barata adalah pemicu namun juga yang menyembuhkan.


Keseharian Alina hanya ia lakukan begitu saja, dia masih takut pergi ke luar, dia lebih nyaman di mansion Barata, duduk di balkon kamar dan memandangi pemandangan dengan hamparan taman juga pepohonan, entah mengapa tempat paling menakutkan dan menyeramkan yang ia kira akan menjadi akhir hayatnya berubah menjadi tempat menenangkan dan kesembuhan baginya.


Itulah dunia dan takdir, tidak akan tahu apa yang direncanakan Yang Kuasa untuk kita, membalikkan ketakutan dan keadaan bisa dilakukan begitu cepat seperti yang dialami oleh Alina.


Namun keraguan di hati Alina tetap berkecamuk, dia merasa terlindungi namun disaat yang sama juga terancam berada di dekat Barata, entah mengapa dia mulai penasaran mengapa Barata bisa menjadi sangat arogan dan memiliki penyakit paranoid.


Alina berbicara sembari memejamkan matanya, angin menerpa rambutnya dan hatinya yang entah mengapa tenang, seolah badai baru sedang menanti dirinya, tetapi dia lebih matang dan telah mempersiapkan hatinya.


Karena harinya yang panjang, suara perutnya tidak terasa mengejutkan dirinya, “Ck, aku jadi sering lapar, jika diingat ingat, aku menjadi sangat rakus karena si arogan itu selalu menguras tenagaku,” ketus Alina memegangi perutnya yang sudah keroncongan.


Dia segera melangkah menuju bawah mansion, hendak mencari makanan untuk ia makan, para pelayan di mansion ini sudah dekat dengannya jadi tidak ada ketakutan sedikitpun ia rasakan sekarang.


Tetapi baru saja melangkah ke bawah, dia tertegun dan terkejut, rasa takut yang ia kira telah sembuh ternyata belum, seseorang yang sedikit mirip dengan Barata sedang ada di mansion Barata, semua pelayan nampaknya menunduk dan berbaris hormat menyambut lelaki itu.


Perawakannya tinggi, mirip Barata, tetapi yang ini wajahnya lebih lembut dan matanya lebih sayu, aura nya mirip sekali dengan Barata.


Alina menunjukkan bahasa tubuh yang tidak nyaman, dia berjalan mundur dan hendak berlari ke kamar Barata, sepertinya dia masih takut melihat orang baru.


Tetapi belum juga Alina melangkah berlari, lelaki itu memanggilnya.


“Tunggu, jangan pergi dulu, aku disini bukan untuk berbuat jahat, kau pasti wanita yang bersama dengan adikku, ada yang ingin aku bicarakan secara langsung denganmu,” seru lelaki itu segera menghentikan langkah kaki Alina.


***


Mulai malam ini akan update 3 episode ya sampai satu minggu kedepan.


Mohon ditunggu 🥰


Barata Lewis 🤭😎



Alina