
***
Namun setelah beberapa saat berpelukan, tiba-tiba Barata melepaskan Alina dan menunjukkan wajah kesal, “Jadi, selama ini kau sengaja meninggalkan aku, padahal sebenarnya kau bisa menemui aku sekali atau dua kali, dasar wanita berhati dingin, bahkan sampai membuatku berpikir kau sungguh sudah berpindah hati!’ ketus Barata menunjukkan dirinya lagi, dirinya yang memiliki mood yang selalu berubah ubah.
Alina hanya tersenyum kaku melihat itu, “Ternyata dia sama sekali tidak berubah,” gumam Alina dalam hatinya.
“Apakah kau tau artinya sayang?” bisik Barata sekarang sudah dekat sekali dengan wajah Alina, bahkan nafasnya sampai terasa panas saking dekatnya bibir Barata ke bibir Alina.
“Aku akan menghukum mu, kau meninggalkan aku selama dua tahun, membuatku kesepian jadi kau harus membayarnya mulai hari ini dan seterusnya,” bisik Barata segera mencium Alina dengan penuh kelembutan namun setelah itu jadi buas juga.
Barata sama sekali tidak bisa menahan dirinya jika menyangkut istrinya.
“Tu … Tunggu, kita kan baru bertemu, jangan langsung melakukan itu,” seru Alina malu malu, wajahnya itu sekarang sudah memerah.
“Ho? Kau malu? aku sudah melihat semuanya dahulu, sekarang aku sangat merindukan rasamu,” bisik Barata menggigit pelan telinga Alina membuatnya merinding seketika.
“Ke … kenapa kau selalu mengatakan hal memalukan seperti itu,” ketus Alina sangat malu, bagaimana Barata selalu menjadi barata yang selalu buas kepadanya.
“Panggil aku sayang, mulai hari ini panggil aku sayang,” bisik Barata sembari melucuti pakaian istrinya.
Alina melihat mata Barata dari dekat, lalu ia tersenyum, “Sa … sayang,” ucap Alina membuat Barata jantungan dan pipinya sekarang ikut memerah.
“Sayang, kau nakal sekali, menggodaku bahkan disaat seperti ini, ini semua salahmu!” ketus Barata langsung menggendong tubuh istrinya keatas ranjang.
Mereka berdua akhirnya melepaskan kerinduan mereka, tubuh mereka saling merespon dan kerinduan mereka bermekaran di segala tempat.
“Aku mencintaimu, harusnya ku katakan dulu, tetapi akan kukatakan sesering mungkin, aku sangat mencintaimu, istriku,” bisik Barata masih berolah raga panas dengan istrinya.
“Ah, kau mengatakan itu sekarang, di posisi ini, tidak tahu malu,” seru Alina pada suaminya.
“Sejak kapan aku harus malu dihadapan istriku, sayang, jangan pergi lagi ya, berjanjilah padaku,” ucap Barata lagi menghentikan aksinya sejenak.
“Aku berjanji, sayang,” balas Alina mencium suaminya dan tidak malu-malu lagi menunjukkan rasa sayangnya pada suaminya ini.
Tetapi itu menjadi boomerang bagi Alina, Barata menjadi terlalu bersemangat dan menghabisi tubuhnya seharian penuh, barata seolah tidak lelah, hanya Alina yang merasa kelelahan.
“Sayang, sebenarnya aku masih mau lagi, tapi kau sudah kelelahan, jadi aku berhenti sebentar dulu,” bisik Barata menyelimuti tubuh istrinya yang sudah kelelahan.
Barata kemudian memeluk istrinya dan mendekapnya erat sekali.
“Aku mencintaimu, jika kau berani meninggalkan aku lagi, aku akan membunuhmu!” ucapan yang sungguh menggambarkan Barata, penuh ancaman tetapi sebenarnya tidak seperti itu.
Alina hanya terkekeh sedikit, akhirnya ia bisa mengatakan jika sekarang hidupnya telah sempurna bersama suaminya, dua tahun perjuangan pagi sampai malam ternyata tidak sia-sia, setelah ini dia hanya harus memunculkan bukti yang sudah mereka dapat untuk menghancurkan Eden Lewis.
***
Wah, Barata emang nakal ya guys wkwkwk baru juga ketemu padahal.