
***
Sudah beberapa hari, Alina hanya bisa menangis, dia menangis terus menerus karena merasa sakit hati melihat Barata dalam keadaan menyedihkan seperti saat lalu.
Ayahnya hanya bisa menemani dan mendapingi Alina, juga Lucas yang kadang datang sesekali, melihat Alina, Lucas sudah tahu jika sudah terlambat untuk merebut hatinya, tetapi dia tetap ingin menjadi seseorang yang memperdulikan Alina apapun yang terjadi.
Namun, Alina yang menyadari jika menangis tidak akan menyelesaikan masalah segera bangkit, dia mengusap air matanya, televisi yang ada di hadapannya menunjukkan wajah Eden yang tersenyum seolah dia adalah pria dermawan baik hati.
“Eden! Kau akan menerima balasan atas perbuatanmu, lihat saja! Akan kubalas kau, lihat saja berapa kali aku akan membalaskan rasa sakit suamiku!” ketus Alina dengan kemarahan yang sangat besar.
Kemarahan dan dendam ini jauh lebih besar jika dibandingkan kemarahannya saat lalu kepada Freya, kali ini Alina sungguh serius ingin balas dendam dan membuat Eden, paman suaminya itu hancur sebagaimana pamannya menghancurkan hati suaminya.
Alina langsung mematikan televisi, dia melangkah menuju ruangan kerja ayahnya, ayahnya harus bekerja dari rumah agar bisa menjaga putrinya, walau usahanya sudah semakin berkembang, dia tetap tidak bisa meninggalkan putrinya seperti sebelum sebelumnya.
Untung saja ada Lucas yang selalu memberikan bantuan di kala ada masalah, jadi Arkana merasa sangat terbantu sekarang ini.
“Putriku, apakah kau sudah baik-baik saja?” Arkana segera melepas kaca mata kerjanya dan melangkah cepat kearah putrinya.
“Ayah, aku ingin belajar hukum, aku ingin menjadi pengacara!”
Ucapan pertama setelah kesedihan yang membuat Arkana bingung beberapa hari ini, tetapi Arakan tidak melarang ucapan aneh putrinya ini, pasti ada sesuatu mengapa putrinya memutuskan hal itu.
Alina memang tidak menceritakan perihal masalah antara dirinya dan barata, jadi Arkana hanya menyimpulkan jika Alina dan suaminya itu telah memutuskan untuk berpisah.
Alina bertekad, dia akan serius kali ini, dia akan mendalami hukum dan pasal pasal agar dia bisa menjerat Eden yang menjadi kepala DPR itu, dia tahu pasti susah tetapi Alina yakin pasti dia bisa.
***
Hari itu juga Alina pergi ke luar negeri, Lucas yang ditugaskan ayahnya ke perusahaan cabang luar negeri ikut bersama Alina, dia juga ingin membantu Alina dan menjaganya, Alina merasa tidak keberatan, juga Lucas itu pintar mungkin Lucas bisa mengajari Alina beberapa hal.
“Lucas, apa kau tak apa pergi bersamaku, kau tahu kan hatiku milik siapa?” Alina menanyakan pada Lucas yang sering mengunjungi dirinya dan memastikan keadaan Alina agar tetap baik baik saja.
“Aku suka melakukan ini, juga aku sudah tahu jika pintu hatimu sudah tertutup rapat untukku, tapi tidak masalah sebelum aku benar benar menemukan seseorang untukku, aku ingin menjagamu selagi aku bisa,” jawab Lucas dengan senyuman khasnya yang tulus.
Alina tersenyum, dia melihat betapa baiknya lelaki ini, suatu saat dia pasti menemukan seseorang yang pantas bersanding dengannya.
***
Setelah Alina pergi ke luar negeri, berita heboh sedang menggemparkan pertelevisian dan surat kabar, CEO utama dari perusahaan Lewis telah mengalami stroke dan tidak bisa melakukan apapun, hanya putranya yang bernama falcon lah yang bisa melanjutkan kepemimpinan ayahnya, tetapi banyak yang meragukan falcon jadi mereka sangat meragukan kemajuan bisnis perusahaan Lewis kedepannya.
Tetapi saat itu pula seorang bintang yang baru bersinar, Eden Lewis datang seolah menjadi penyelamat, Eden adalah ketua DPR, DPR tidak bisa memimpin perusahaan tetapi dia bisa membantu dari layar belakang.
Yang artinya perusahaan Lewis seutuhnya akan berada di bawah kuasanya, dia tahu Falcon tidak memiliki minat untuk bisnis, dia yakin falcon akan sangat mudah untuk di kendalikan olehnya.