Pengantin Tuan Arogan

Pengantin Tuan Arogan
Hadiah paling hebat!


***


Ayah Alina yang baru saja menemukan fakta mengerikan mengenai pernikahan putrinya sampai jatuh pingsan, dia mengingat saat lalu sepertinya Alina sudah ingin mengatakannya tetapi Alina mengurungkan niatnya karena lebih peduli kepada sakit hatinya yang berlarut-larut itu.


Untuk sekali seumur hidup dia merasa telah menjadi ayah yang gagal, saat ia pingsan dia berada di kantor jadi dia langsung dilarikan ke rumah sakit, dia sudah siuman tetapi wajahnya yang pucat namun penuh kemarahan terlihat sangat jelas, setelah sekian tahun dia akhirnya membuka matanya, dia menyalahkan dirinya atas penderitaan yang terjadi pada putrinya.


Dia menatap lurus dengan tatapan tajam, Lucas yang juga saat itu sedang ada di kantor ayah Alina ikut menjaga ayah Alina sampai siuman.


“Nak Lucas, mau kah kau membantuku,” seru Arkana pada Lucas yang masih setia menunggunya di dalam ruangan.


“Saya akan bantu sebisa mungkin Paman Arkana,” jawab Lucas belum tahu apa yang membuat ayah Alina ini terlihat murka, bagaimanapun bukti yang dikirim oleh Soya dikirim melalui email jadi hanya Arkana yang mengetahui isinya.


“Istriku pasti sangat kecewa padaku karena telah menelantarkan putri kami begitu saja, sebelum aku bertemu lagi dengannya di alam sana, aku ingin meninggalkan perusahaan atas nama ibunya ini kepadanya, disaat yang sama aku juga tidak ingin perusahaan ku ini hancur, aku akan mengembalikan semua dana investasi yang di tanam oleh Barata pada perusahaan ini, perusahaanku sudah mulai stabil jadi mungkin dana investasi yang aku butuhkan tidak akan banyak, jadi ….”


Lucas yang memang niatan awalnya mau melakukan hal itu langsung menyetujui bahkan sebelum Arkana, ayah Alina menyelesaikan ucapannya.


“Akan saya lakukan Paman, tapi sebelum itu bolehkah saya tahu sebenarnya apa yang terjadi?” sahut Lucas lagi ingin mengetahui perubahan mendadak ayah Alina ini.


Arkana terdiam sejenak, merasa ini adalah urusan keluarga yang harus ditutupi membuatnya enggan untuk menceritakan apa yang baru saja ia lihat.


“Maaf Nak Lucas, tetapi aku tidak bisa mengatakannya, tetapi mulai hari ini aku akan memulangkan putriku, aku akan melepaskan penderitaannya, tidak seharusnya ia menderita karena ayahnya yang bodoh ini!” balas Arkana segera bangkit dari kasur pasien.


Wajah pucat dan tubuhnya yang lemas tidak lagi ia hiraukan, memang semenjak kematian istri pertamanya satu-satunya wanita yang ia cintai, Arkana telah kehilangan semangat hidup, hal itu memperburuk kesehatannya, tetapi dalam hal ini dia tidak akan tinggal diam, dia akan meenuntut keadilan bagi putrinya, setidaknya sebelum ajal menjemputnya, dia harus menjadi ayah yang membanggakan untuk putrinya itu.


Tanpa buang waktu lagi Arkana segera menghubungi divisi keuangan agar segera mencetak semua uang dengan nominal yang diinvestasikan oleh Barata dalam sebuah cek, agar ia bisa datang ke perusahaan Barata memulang kan uang itu dan membawa putrinya pulang.


Dia tidak akan pernah memaafkan lelaki itu, sebagai ayah melihat putrinya di siksa merupakan sebuah neraka yang nyata, dia memang tidak bisa balas dendam tetapi setidaknya dia bisa memisahkan putrinya dan Barata.


***


Disaat yang sama di perusahaan Barata,


Tasya yang malu dan marah langsung pergi dari perusahaan Barata, dia akan mengadu kepada ibu Barata dan bersumpah akan mempermalukan Alina seperti yang ia terima hari ini, “Aku tidak rela, oleh wanita rendahan itu aku dipermalukan, beraninya dia bermanja dengan Barata tepat di hadapan ku! Nyonya Lorren sudah mengatakan padaku jika hanya aku yang pantas bersanding dengan Barata!” ketus Tasya menangis pergi ke kediaman keluarga Lewis untuk segera mengadu.


Sedangkan Alina dan Barata sedang menuju aula gedung, wajah Alina sedari tadi masih masam, dia tidak suka pada gadis itu tetapi dia juga tidak ingin menunjukkan jelas ketidaksukaannya, nanti Barata akan semakin percaya diri melewati langit nantinya, dan itu akan merepotkan Alina tentunya.


“Tuan,” Ben segera menunduk hormat melihat Tuannya sudah datang bersama istrinya, semua karyawan yang sudah berkumpul yang tadinya ricuh menjadi tentram setelah melihat Bos mereka sudah datang dan masih bersama wanita cantik tadi.


Bersama dengan naiknya Barata ke podium aula bersama Alina, semua karyawan yang sudah hadir segera berdiri menyambut mereka.


Mereka tetap sedikit tegang tidak ada satupun di antara mereka yang tahu Barata akan mengatakan ataupun mengumumkan hal apa.


Kemudian saat menganggukkan wajahnya semua karyawan tadi berdiri kembali duduk dengan sangat rapih.


Alina sedikit bingung namun tegang disaat yang bersamaan melihat kejadian itu. "Apakah ini karyawan kantoran? kenapa mereka seperti Tentara dalam menyambut komandannya? ah iya aku lupa, Bos mereka seorang Barata, ckck, pasti mereka sudah melalui hal hal yang berat!"


gumam Alina langsung merasa iba pada semua karyawan Barata yang terlihat tegang namun tertib itu.


Barata berdiri dengan tegap dan gagah, lalu ia mulai berbicara "Kalian pasti terkejut kenapa aku mengumpulkan kalian disini hari ini, jadi sebagai karyawan yang telah setia kepadaku selama ini, aku akan memberikan penghargaan kepada kalian semua," seru Barata dengan senyuman bangga dan lantang.


Semua karyawan yang mendengar itu tentunya semakin syok, tetapi mereka tidak berani membisik ke samping atau teman mereka karena takut mengubah mood bagus Bos mereka.


Tetapi mereka sangat penasaran, hadiah apa yang akan diberikan oleh Bos mereka ini sampai harus repot repot mengumpulkan mereka di aula seperti ini.


"Ternyata setidaknya Bos sadar jika dia telah menekan batin karyawannya, apakah Bos benar-benar akan menghadiahkan hadiah mahal?" gumam Ben mengespektasikan sesuatu yang besar.


"Jadi, aku akan memberitahu kalian jika aku sudah menikah, dan ini adalah istriku, wanita paling cantik dalam hidupku, aku yakin kabar ini adalah hadiah paling berharga di dunia!"


Sembari mengangkat tangannya dan menunjukkan genggaman tangannya di tangan istrinya, Barata sungguh dengan bangga dan lantang mengatakan hal itu.


Semuanya tentu saja terkejut, ekspektasi mereka tentang hadiah mahal runtuh begitu saja, tetapi pantang bagi mereka untuk tidak memberikan senyuman merekah dan tepuk tangan, mereka harus melakukan itu jika tidak ingin dipecat.


"Haha, terimakasih hadiahnya Bos," seru para karyawan Barata sembari tepuk tangan meriah.


Mendapatkan respon meriah itu tentu saja membuat Barata semakin bangga dan senang, dia tersenyum cerah dan Mengangguk-angguk seolah bangga menunjukkan kecantikan istrinya.


Bersambung ....


***


Jangan lupa berikan dukungannya dengan cara like dan komen yaa terimakasih