Pengantin Tuan Arogan

Pengantin Tuan Arogan
Dicubit setan?


***


Pagi hari di mansion Barata,


Setelah malam itu, tanpa sadar Barata tertidur di sisi Alina, menyilangkan tangannya di tubuh Alina agar Alina merasa aman dan tidak menangis secara tiba-tiba lagi.


Barata hanya memakai piyama tidur pagi itu, karena tadi malam saat ia mandi, Alina tiba-tiba menangis lagi lalu meringkuk di sudut tempat tidur.


Barata harus begadang semalaman sampai Alina merasa tenang dan tidur kembali.


"Ahh, kenapa tubuhku serasa berat sekali?" gumam Alina masih belum membuka matanya, pagi itu dia merasa tubuhnya berat dan seperti ditindih oleh sesuatu.


Dengan pelan dan hendak meregangkan tubuhnya, Alina menyadari jika seseorang sedang mendekap nya dan saat ia melihat ke samping dia melihat Barata sedang memeluknya erat sekali.


"Oh tidak, kenapa adegan menjadi seperti ini! tidak mungkin, kenapa dia memeluk aku? dan memberikan semua selimut padaku dan dia tidak mengenakan selimut sedikit pun? dia bersikap seperti lelaki bertanggung jawab, aku tidak akan terjebak!" gumam Alina yang tadinya hendak berteriak mengurungkan niatnya.


Dia ingin pelan-pelan menyingkir dari dekapan Barata.


Dengan pelan sekali Alina mencoba mengangkat tangan Barata dari atas tubuhnya.


Tetapi ....


Barata kembali mengeratkan tangannya di pinggang Alina.


"Diamlah, aku masih sangat lelah karena kecengengan mu semalaman, tunggu beberapa menit lagi baru bangun," ucap Barata dengan suara sedikit parau, khas suara saat baru bangun tidur, dia masih memejamkan matanya dan tetap mendekap istrinya.


"Cih, mau sok baik ya? sial! sudah terlambat, kau tidak ingat dengan kesadisan mu apa?" geram Alina dalam hatinya.


Dia langsung terdiam menatap langit langit kamar, dia kemudian melihat kearah Barata yang tidak mengenakan selimut, semua selimut di lilitkan di tubuh Alina.


Mungkin penampakan Alina sudah terlihat seperti kepompong sekarang, rasanya sedikit sempit namun hangat.


Alina terkejut dan matannya membelalak, dia harus sedikit mendongak untuk melihat tanda biru itu.


"Apakah dia di cubit setan? makanya banyak tanda biru? apakah setan memihak ku? mereka membalaskan dendam untuk aku? huaaa, terimakasih atas cubitan setannya," gumam Alina dengan mata yang berbinar binar.


Dia masih percaya dengan hal itu, walau ada penjelasan ilmiah tentang tanda biru yang secara tiba-tiba di tubuh, tetap saja penjelasan mistis lebih melekat dan lebih dipercaya.


Alina tidak sadar, jika sebenarnya tanda biru itu diakibatkan oleh pukulan pukulannya tadi malam saat bermimpi buruk.


"CK! sudah ku bilang diam dulu, kenapa kau sangat susah di atur?" ketus Barata merasa Alina masih grasak grusuk disaat dia masih mengantuk.


Lalu ia sadar jika Alina memperhatikan tanda biru di tubuh nya dengan wajah yang cengar cengir, Barata langsung memicingkan matanya.


"Kau senang? kau memberikan banyak tanda padaku tadi malam, kau sangat sangat agresif sayang, aku mau kau melakukan nya lagi," bisik Barata mendekat ke wajah Alina.


Dengan mata yang tajam, senyuman nakal yang menyeringai, nafas hangat yang terasa sekali karena wajah mereka terlalu dekat satu sama lain.


Ketampanan Barata semakin terlihat saat ia baru bangun tidur, wajah kusutnya malah menunjukkan jika memang Barata terlahir tampan bahkan sebelum mengenakan apapun.


"AP ... APA? aku tidak percaya, tidak mungkin aku melakukan hal itu, kau berbohong!" ketus Alina geleng-geleng kepala. Dia tidak akan percaya, dia pasti dibohongi oleh Barata, begitulah pikiran Alina.


"Jadi menurut mu siapa yang berani memberikan tanda biru di tubuh ku kecuali kau? hmm?" tanya Barata lagi, kini semakin dekat.


Semakin Alina menjauh dan mendorong maka semakin bersemangat Barata menarik Alina dan mendekat.


"Ada!"


"Siapa?!" tanya Barata menunggu jawaban Alina.


"Se ... setan! ka ... kau pasti di cubit setan!" seru Alina dengan dahinya yang mengernyit dan ekspresi wajahnya yang serius.