
***
Setelah selesai makan pagi, saatnya bagi Barata untuk pergi ke kantor, tetapi sedari tadi tangannya mengepal dan dia terlihat sangat jengkel, ciuman pagi dan pelukan yang harus ia terima seolah tidak akan terjadi karena kemarahan Alina dan keberadaan ayah mertuanya.
“Sial! ciuman dan pelukan milikku! Tidak mau, aku harus tetap mendapatkannya!’ geram Barata mengundur waktu pergi ken kantor untuk mendapatkan keinginannya itu.
“Aku ingin bertemu Freya, aku ingin memastikan dia mendapat ganjarannya, tetapi bukan kau yang berikan, aku ingin dia dihukum oleh hukum yang berlaku di negara ini!” seru Alina hendak mengantar suaminya ke depan mobil agar Barata pergi ke kantor.
Barata sedikit terkejut mendengar hal itu, dia terdiam sejenak, dia tidak suka dan ingin Freya tetap dikurung dan mendapatkan hukuman yang setimpal menurutnya.
“Kau tidak berencana memaafkannya kan? Jika kau mau menemuinya dengan tujuan melepaskannya maka aku tidak akan setuju! Dan juga kenapa ayahmu selalu mengikuti kita sedari tadi! Bikin kesal saja, aku mau ciumanku!” geram Barata kesal sekali tetapi tidak terlalu kuat agar Arkana yang mengawasi itu tidak mendengar.
Alina langsung memicing melihat suaminya, “Kenapa sih pikiranmu hanya berisi hal itu saja! Aku tidak akan memaafkannya, tidak akan pernah, aku melakukannya agar suamiku tidak menjadi kriminal, kau mau aku menjadi istri seorang kriminal? Jadi tenang saja, aku juga akan memastikan dia mendapatkan hukumannya!” seru Alina sedikit membuang mukanya kearah berlawanan dari Barata.
Dia tidak ingin Barata berbesar kepala karena sebenarnya Alina melakukan ini hanya untuk membersihkan nama suaminya.
“Deg … Deg … Deg!”
“Sayang, kau selalu saja membangunkan monster dalam diriku, kau selalu membuatku jantungan dan gairahku pun memuncak, dasar wanita penggoda, saat ayahmu disini kau malah menggodaku! Wanita jahat! Kau menyiksaku!’ ketus Barata dengan wajahnya yang memerah dan tangan di kepal karena ingin sekali mencium Alina sekarang, waktu ini juga.
Barata segera melihat ke belakang memeriksa ayah Alina, dan saat Barata menoleh ke belakang Arkana langsung pura-pura bermain dengan taman yang ada di samping jalanan menuju lobby mansion.
“Dasar tua bangka, pengganggu hubungan asmara ku dengan istriku! Akan kubuat kau cepat kembali, akan ku tunjukkan aku pantas mendapatkan istriku! Lihat saja!” geram Barata seperti ada ledakan api dalam dirinya.
Seperti sebuah ledakan semangat untuk membuktikan kepada ayah Alina jika dirinya pantas menjadi suami Alina, dan bahwa dirinya tidak akan pernah membuat Alina menderita.
“Cih, mesum, sudahlah kau ….” Belum sempat Alina menjawab pertanyaan Barata, Barata segera menarik tangan istrinya masuk kedalam mobil.
“Apa yang kau lakukan?” seru Alina sudah duduk di pangkaun Barata di dalam mobil.
“Jalankan mobil sampai ke pagar, dan hidupkan penghalang ini!” seru barata pada supirnya agar melajukan mobil dan menutup penghalang atau penyekat pemisah antara supir dan dirinya.
Saat mobil sudah melaju dan penyekat sudah tertutup penuh, Barata langsung memeluk istrinya.
“Akhirnya pelukan pagiku, aku tidak pernah membayangkan memeluk istriku akan sangat sulit!” seru barata membuat Alina masih terkejut dengan semua ini.
“Sayang, aku akan pulang dari kantor dengan cepat, Ben akan memandu kau dan ayah mertua ke tempat Freya, setelah itu kita butuh berbicara serius, aku tidak akan bisa bertahan lama jika ayah mertua terus terusan mengawasi kita dari dekat!” ucap Barata benar-benar serius, seolah ini adalah misi kelas tinggi yang harus ia selesaikan.
“Baiklah baiklah, cepatlah turunkan aku, pasti ayah mengira kau sedang menculik aku,” balas Alina menyerah dengan suaminya yang sungguh tidak sabaran dan arogan.
Tetapi mau bagaimana lagi, inilah sifat asli Barata.
“Baiklah, aku sudah memelukmu dan mendapatkan pelukan pagiku, sekarang tinggal ciuman pagi, cepat berikan padaku,” ketus Barata masih mengeratkan tangannya di tubuh istrinya dan sekarang wajahnya mendekat.
“Jangan bilang sedari tadi wajahnya yang gugup dan tampak merah seperti marah karena memikirkan ciuman ini? wah wah kemesuman lelaki ini berada di taraf yang berbeda!” gumam Alina sungguh tidak menyangka Barata benar-benar memikirkan rutunitas pelukan dan ciuman sebelum pergi ke kantor dengan sangat serius seperti ini.
“Cepat, ayahmu sudah mengejar kita,” seru barata menuntut.
“Baiklah … baiklah,” seru Alina pelan dan mencium suami nya ini dan Barata memeluk istrinya semakin erat.
Setelah beberapa saat …
“Baiklah sayang, aku sudah mendapatkan energiku kembali, nanti jangan menangis terlalu banyak ya, setiap tetes air matamu akan membuatku semakin marah kepada Freya dan semakin aku marah maka mungkin aku benar-benar akan melenyapkannya!’ bisik Barata mengecup bibir mungil istrinya lagi.
Setelah itu mobil Barata kembali ke lobby mansion, dan saat itu mereka melewati mobil Arkana yang sungguh benar-benar hendak mengejar Barata dan Alina.
“Dasar ternyata aku dikerjai anak itu!” geram Arkana kembali lagi.
Setelah Barata sudah pergi, Alina masih menunggu ayahnya agar kembali.
“Apa yang kalian lakukan? Apakah dia melukaimu?” tanya Arkana langsung menanyai Alina dengan pertanyaan pertanyaannya.
“Ayah, dia tidak pernah melukai aku, percayalah padaku ya,” balas Alina mencoba berbicara dengan baik lagi dengan ayahnya.
***
Jangan lupa komentar membangun nya ya. Terimakasih