Pengantin Tuan Arogan

Pengantin Tuan Arogan
Sedikit demi sedikit rahasia mulai terkuak


***


Alina yang sangat bersemangat langsung segera bersiap-siap untuk pulang segera, hanya dalam waktu yang sebentar dia sudah mempersiapkan dirinya dan pergi ke rumah nya.


Dia tentu saja pergi dengan supir dan kendaraan yang sudah disediakan oleh Barata, bagaimanapun Barata tetap harus menjaga keamanan Alina.


Dengan jantung yang berdegup, kemarahan yang ditekan dan kesedihan membawa Alina pulang.


Ayahnya yang telah mati rasa setelah ditinggal istri pertamanya dan telah gagal menghidupkan kembali hatinya karena pernikahan kedua yang selalu dirahasiakan membuat ayah Alina seperti lupa segalanya.


Perusahaan yang ia bangun adalah perusahaan yang didedikasikan untuk istri pertamanya, cinta sejati ayahnya, karena itulah bagi ayah Alina, perusahaan itu sudah seperti hidupnya, dia seperti masih bersama istrinya jika perusahaan itu masih berdiri.


Jika diibaratkan, perusahaan yang dianggap sebagai pengganti kekosongan hati ayah Alina adalah satu-satunya yang menjaga kewarasan nya.


***


Alina pulang ke rumah dimana dia dibesarkan, tawa, kesedihan, tangisan, kemarahan semua ia lalui di rumah itu, Alina hanya meninggalkan rumahnya kurang lebih selama satu bulan tetapi rasanya seperti satu abad lamanya, dia tersenyum rindu melihat kenangan yang terbayang di setiap sudut rumah.


Dia melangkah ke ruangan favorit ibunya dahulu, ruangan penuh tanaman dan bunga yang masih dirawat indah sampai sekarang.


"Ayah,"


Alina memanggil ayahnya yang sedang duduk sendiri termenung, mengenakan jas terbaiknya seperti hendak pergi makan malam dengan seseorang yang terkasih.


Tetapi mata ayahnya kosong, seperti ada yang hilang dari sana.


"Ayah, Alina pulang," Alina memanggil ayahnya lagi, lalu ayahnya sedikit terkejut dan tersenyum.


"Putri ayah sudah pulang, bagaimana bulan madumu?" dengan mata yang tetap sedih walau tersenyum, ayahnya bertanya seperti itu.


Ayahnya sungguh tidak tahu jika Alina telah menderita disana, jika Alina telah dituduh, jika Alina telah hampir mati berkali-kali disana, ayahnya sama sekali tidak tahu.


Setelah pernikahan mendadak Alina, ayahnya langsung kembali ke perusahaan nya, seperti tidak merasakan apapun, hampa.


"Alina menderita ayah,"


"Alina di siksa,"


"Alina dituduh,"


"Alina menangis dan hampir bunuh diri,"


"Alina tertekan batin,"


"Alina butuh ayah,"


Semua teriakan pilu itu hanya terdengar dalam hati yang bisu, Alina tidak bisa mengungkapkan hal itu, mulutnya serasa bisu.


Alina ingin berteriak dan menceritakan semuanya, seperti seorang anak kepada ayahnya, tetapi jika diceritakan maka ayahnya akan terluka untuk kesekian kalinya.


Apalagi setelah Alina terlihat oleh ayahnya, ayahnya langsung bercerita kebaikan Barata yang sudah seperti dewa karena telah menolong perusahaan ayahnya dari keterpurukan dan kebangkrutan.


Bagaimana mungkin Alina mampu menghancurkan kebahagiaan kecil ayahnya itu. Jadi Alina hanya diam, tidak ingin membagikan luka hati kepada seseorang yang telah merasakan yang lebih sakit.


***


Seperti biasa, seperti tahun-tahun sebelumnya mereka akan memperingati hari kematian ibu Alina dengan berjiarah ke makam dan setelah itu makan bersama.


Alina dan ayahnya tidak banyak berbicara, memang sudah terbiasa seperti itu, sejak ibu Alina meninggal, ayahnya memang semakin jauh dan seperti tenggelam dalam larutan kesedihan.


Tetapi semua ini sudah cukup bagi Alina, pulang ke rumah dan melihat ayahnya sehat sudah cukup baginya, rencana meminta tolong dan menceritakan rasa sakitnya ia urungkan.


Setelah makan bersama sunyi itu usai, ayahnya langsung pergi lagi ke ruangan favorit ibunya seperti berbincang tetapi dengan kenangan yang tertinggal.


Alina tidak bisa apa-apa, saat ayahnya sudah pergi ke ruangan itu, Alina kembali menyusuri rumah yang ia rindukan, lumayan besar tetapi masih sederhana.


Dia ingin kembali ke kamarnya, tetapi saat hendak ke kamarnya dia melewati kamar Freya yang selama ini tidak pernah ia masuki, dia menjaga privasi adik tirinya itu dan sangat menghargai Freya. Tetapi itu dulu, sebelum Alina tahu betapa kejam mulut Freya menghancurkan dirinya.


Alina dengan tekad bulatnya memasuki kamar Freya, semuanya masih sama, saat polisi pertama kali datang untuk memeriksa kamar Freya mereka melaporkan tidak menemukan apapun.


Di kamar itu semuanya masih tertata rapih, beberapa poster idola masih menempel di dinding kamarnya, seperti kamar anak perempuan biasanya, memang kamar Freya terlihat cantik dengan cat pink muda dan putih.


Alina membuka laci, lemari, memeriksa bawah tempat tidur, tetapi semuanya tidak menunjukkan apapun, tidak ada hal yang mencurigakan.


Dia menyerah karena sudah mencari dalam waktu yang lama tetapi tidak menemukan apapun, sampai saat matanya tertuju pada sebuah poster besar sedikit tebal milik idola terkenal saat ini.


Dia melihat poster itu dan melihat jika poster itu lebih menonjol dari yang lain, Alina mendekati dan benar saja poster besar idola itu hanyalah sebuah poster untuk menutupi apa yang ada di belakang nya.


Saat Alina mencopot poster besar itu, betapa terkejut nya ia saat melihat foto-foto yang tertempel dan tulisan yang ada disana.


Alina menutup mulutnya karena syok, tubuhnya bergetar dan dia bergidik merinding melihat itu semua.


Foto-foto itu adalah foto-foto lelaki yang selama ini diceritakan oleh Alina, jika Alina bercerita tentang seorang pria yang menyukai Alina maka adik tirinya itu akan menempel foto pria itu dan menuliskan notes di foto itu jika Freya akan merebut hati lelaki itu dan membuatnya tergila-gila pada Freya.


Dari beberapa foto, foto yang paling banyak adalah foto Barata Lewis, setiap foto memperlihatkan notes yang berbeda.


Adapun beberapa isi notes nya:


"Hari pertama, ternyata pria bernama Barata sangat tampan dan kaya, dia tipe ku, dia berbeda kelas dari lelaki yang lain, tapi dia tidak bisa didekati bagaimana mungkin Alina bisa membuat dia suka?"


"Hari ke lima, dia bahkan melihat aku seperti sampah, tetapi saat aku bilang aku adik Alina, matanya langsung berbinar! SIAL! AKU BENCI NAMA ALINA!"


"Hari ke sepuluh, dia mulai mendekati aku untuk bisa bertemu Alina, akan aku gagal kan!"


"Bulan kesatu, aku mencuri ponsel Alina, aku mengirimkan Barata pesan-pesan nakal yang aku buat seolah-olah Alina berkirim pesan dengan banyak lelaki, hahah, menyenangkan!"


"Bulan kedua, Alina sangat cuek bersikap seperti drama queen, dia bahkan tidak sadar aku mencuri ponselnya dan masih mengira dia salah letak, bodoh! dia lebih memilih meminta belikan ponsel baru pada ayah!"


"Bulan ketiga, Barata sangat tampan, seperti nya aku jatuh cinta, dia harus menjadi milikku!"


"Bulan keempat, Aku menyarankan pada Barata untuk menyatakan cinta pada Alina melalui pesan, aku bilang jika Alina tidak suka diucapkan secara langsung, tidak kusangka Barata melakukan nya, jadi aku langsung menolaknya menggunakan ponsel yang aku curi dengan mengatakan Alina berkencan dengan Lucas, oh ya, Lucas adalah teman Barata. hahaha aku senang sekali,"


Begitu lah notes yang tertulis dibawah foto-foto Barata yang sudah tidak terhitung jumlahnya, sampai saat Freya menuliskan jika Barata membayangkan Freya menjadi Alina makanya Barata bisa menerima Freya.


Semua notes itu menuliskan bagaimana perjalanan Freya menghasut dan merebut Barata seperti sebuah obsesi.


Masih banyak notes yang lain, tetapi hanya berakhir di notes jika Freya sudah benar-benar cinta pada Barata.


***


Alina yang seperti dikhianati berkali-kali tersungkur, dia ingin berteriak dan marah tetapi tidak ada tempat untuk nya berteriak.


Ketulusannya dan rasa sayang nya pada adiknya itu seperti telah dilukai sangat parah oleh Freya.


***


Author, capek aku, pengennya ga nulis novel yang ada misterinya atau teka teki nya, TETAP AJA nulis kek gitu, pengen istirahat buat novel ringan tetap aja berakhir di teka teki yang membuat kepalaku pusing.


Sama guys kalian bacanya pusing, aku buatnya pusing, aku kayaknya bener2 harus belajar keras buat kerangka cerita sama editor aku nih, biar bisa buat novel ringan gituu 😭


Maap curhat dikit yaa, semoga kalian mengerti bagaimana capeknya diriku. Btw makasih juga udah baca novel yg tidak seberapa ini. 🥺