Pengantin Tuan Arogan

Pengantin Tuan Arogan
Menggoda Barata?


***


Bagaikan menyiram bensin ke dalam kobaran api, menggoda Barata adalah sesuatu yang sebenarnya tidak harus dilakukan Alina, bagaimanapun Barata berbeda dari orang biasanya, dia memiliki gairah yang sangat besar, dia bisa bertahan begitu lama dan akan membuat Alina merasa sangat lelah.


“Sepertinya aku akan merasakan kelelahan yang mematikan, kenapa sih tadi aku mau saja menciumnya, ini salah bibirku dan tubuhku, tubuhku seolah bukan milikku lagi! aduh, sepertinya sudah sangat mustahil untuk menghentikan kebuasan dia ini!” gumam Alina sudah tidak bisa bergerak bebas.


Saat mereka sampai di dalam mobil pun Barata memeluk istrinya ini erat sekali, tidak mau lepas dan nafasnya sudah sedikit panas dan berat.


Disaat Barata dan Alina telah pulang disaat itulah Arkana, ayah Alina datang ke perusahaan Barata untuk menyelesaikan urusan mereka dan membawa putrinya kembali.


Kedua orang ini tidak ada yang tahu masalah apa yang sedang menantinya di depan.


Disaat yang bersamaan,


Dikediaman keluarga Lewis,


Mirna, yang dulu adalah seorang pelayan yang menjaga ketiga putra Chaterine Lorren, seperti yang dilihat oleh Barata saat lalu, penampilan Mirna sudah tidak lagi seperti seorang pelayan melainkan seperti seorang wanita sosialita berkasta tinggi, mengenakan pakaian bermerek dan mahal.


Hati Chaterine Lorren selalu panas melihat tingkahnya yang selalu terlihat di rumah, tetapi dia hanya diam untuk menjaga martabat dan dia ingin menunjukkan betapa beda kelasnya dan wanita itu.


Mirna selalu bersikap sangat baik kepada Falcon, dia sangat lembut dan melakukan apa saja untuk membantu falcon, Falcon merasa tidak keberatan karena memang sedari dulu Bibi Mirna sudah merawatnya dan kedua saudaranya sejak kecil.


Perubahan penampilan Mirna juga tidak dia curigai sama sekali, dia mengira mungkin Mirna sudah naik jabatan dan sudah menjadi kepala para pelayan karena itulah kenapa penampilannya sudah tidak seperti pelayan biasa.


Namun Mirna tetap sama, dia selalu berusaha membantu bahkan melindungi Falcon, bahkan saat dulu saat kakak tertuanya dan adiknya, Barata Lewis liburan ke vila dekat danau, Mirna lah yang tidak sengaja membawa Falcon dan membuat Falcon tidak bisa ikut liburan hari itu.


Falcon sudah terlalu sibuk dengan ekspektasi ayahnya, walau dia tidak terlalu suka dalam mengurus prusahaan tetapi dia tidak mau merusak harapan ayahnya dalam meneruskan perusahaan, apalagi sekarang Barata sudah mendirikan perusahaan nya sendiri, pasti Barata tidak akan mau meneruskan perusahaan ayahnya ini.


“Tuan Falcon, jangan terlalu memaksakan diri anda, anda bisa istirahat jika anda mau, saya akan mencoba berbicara dengan ayah anda,” seru Mirna sembari membawakan kopi ke ruangan pribadi Falcon.


Falcon sedang mengerjakan sesuatu di dalam ruangan pribadinya, dia tidak ke kantor hari ini karena hari ini adalah ulangtahun ibunya, dia akan tetap di rumah dan setelah selesai menyelesaiakan pekerjaannya dia akan memberikan kejutan untuk ibunya tercinta, walau dia diabaikan tetapi falcon tetap menyayangi ibunya, perubahan ibunya menjadi semakin dingin dan keras kepala adalah semenjak tragedi puluhan tahun silam saat kakak tertuanya tenggelam dan Barata terpaksa di kucilkan.


Setelah mendengar ucapan Mirna, Falcon merasa sedikit terusik, biasanya dia tidak akan mengambil pusing dengan apapun yang dikatakan oleh pengasuhnya ini tetapi kali ini sepertinya Mirna telah salah bicara dan melewati batas.


“Kenapa Bibi harus berbicara dengan ayahku? Bibi tidak memiliki kualifikasi untuk menyampaikan keluhanku kepada ayah kecuali ibuku,” seru Falcon mengingatkan Mirna agar jangan asal bicara mengenai ayah atau ibunya.


“Emm,” wajah Mirna menjadi merah dan tubuhnya bergetar, terlihat tangannya mengepal seolah menahan berbagai emosi dalam dirinya.


Namun saat ia membalikkan tubuhnya, ekspresi wajahnya langsung berubah, wajahnya merah sekali seperti menahan kemarahan yang sangat besar.


Sedangkan Tasya yang dengan beraninya memeluk Barata karena terbawa perasaan dan suasan, dia kena makian dan dia merasa harga dirinya telah terluka, dia langsung pergi ke kediaman keluarga Lewis, dia akan mengadu kepada ibu Barata mengenai perlakuan Barata hari ini.


Namun setelah bercerita panjang lebar, Chaterine hanya terdiam sebentar, lalu ia memanndang lurus ke hadapannya, sungguh Chaterine walaupun sudah tua tetapi kharisma dan pembawaannya sangat anggun namun angkuh disaat yang bersamaan membuat siapapun yang berada di dekatnya akan otomatis takut dan segan.


“Gadis bodoh, seharusnya kau duduk manis saja dan jangan terlalu terburu-buru, kau hanya perlu diam dan menarik perhatian Barata denga anggun bukan dengan paksaan,” jawaban yang sangat menusuk namun juga benar.


Tasya terlalu terburu-buru dan malah menghancurkan segalanya.


“Lalu bagaimana ini Nyonya? Saya tidak ingin kehilangan Barata, ini semua karena wanita yang ada di sisinya itu, cara dia tadi melihatku dengan sangat rendah melukai harga diriku, aku tidak rela,” seru Tasya masih menangis namun sudah tidak sekencang yang tadi.


Chaterine masih bersikap biasa saja, bahasa tubuhnya sangat anggun sangat berbeda dari Tasya Henskin.


“Urus lah urusan mu sendiri, aku hanya memberikanmu jalan bukan memberikanmu semua yang kau inginkan, jika kau merasa pantas berada di sisi putraku maka buktikanlah dan lakukan dengan caramu sendiri,”


Jawab Chaterine merasa Tasya ini terlalu manja dan sombong untuk ukuran anak orang kaya apalagi seorang pengusaha, jika tasya bukan putri dari keluarga Henskin mungkin sudah sedari awal Chaterine menyingkirkannya.


Mendengar itu hati Tasya semakin terbakar, dia tidak mendapatkan solusi apapun dari Ibu Barata, dia masih merasa terhina, dia merasa tidak seharusnya putri kaya sepertinya direndahkan seperti tadi.


Entah kenapa dia semakin marah, dia tidak ingin kalah, dan dia akan sungguh melakukan dengan caranya kali ini.


“Aku tidak akan kalah!” geramnya masih terbayang-bayang bagaimana tatapan kebencian Alina tadi melihat kearahnya.


Tasya akan menunjukkan pada Alina jika walaupun Barata adalah suaminya sekarang tetapi belum tentu pemenangnya adalah Alina.


Tasya masih yakin jika yang menyukai Barata lebih dulu adalah dirinya, dia tidak akan menyerah, walau dia sudah ditolak mentah-mentah oleh Barata tetatapi dia masih memiliki jalan yang lain.


(Duh bener bener ya si Tasya nih kayaknya jelmaan pelakor jaman now, udah tau beristri tapi masih dikejar! zzz)


***


Eh guys btw kalian ada lihat promo atau pengumuman mengenai crazy up di noveltoon ga? kalau ga ada berarti aku akan kecewa banget sih, udah kesekian kali dong kecewakan nih sama nih sistem :) gimana dong, istilahnya kayak nyuruh mobil jalan cepat tapi ga dikasih bensin. 🙃