Cinta Diujung Waktu

Cinta Diujung Waktu
Bab 93


Aku Juga Mencintaimu


“Terima kasih itu tidak gratis, kau harus membayarnya!” kata Harlan sambil mencolek hidung Maisara.


“Apa maksudmu?” tanya wanita itu, tapi Harlan tidak menjawab pertanyaan istrinya, melainkan membawa Maisara ke luar.


“Ayo! Kita pulang sekarang!”


“Nanti dulu!”


“Apa lagi?”


“Aku belum selesai dengan penyelenggara!”


Maisara seketika melepaskan pegangan tangan Harlan pada pergelangannya. Ia melangkah cepat ke arah Lana dan seorang wanita lain yang tengah berbincang-bincang.


“Mari, Nona Maihay, silakan ke ruangan saya!”


Maisara dan Lana berjalan mengikuti wanita yang menjadi penanggung jawab acara, sesampainya di sana, ia menandatangani berita acara serta surat pernyataan bahwa kerja sama sudah selesai.


“Ini bingkisan dari pihak sponsor, dan kami berharap Nona bisa bekerja sama lagi dengan pihak kamu lain waktu,” kata wanita itu sambil menyerahkan sebuah bingkisan.


“Tidak! Seharusnya saya yang berterima kasih dalam hal ini, karena atas kerja sama kita, komik saya bisa terjual cukup banyak!”


“Kami pun seperti itu, kalau bukan karena akan mendapatkan hadiah komik Anda, mungkin produk kami juga tidak akan terjual sebanyak ini, terima kasih sekali lagi.”


“Sama-sama kalau begitu.”


Mereka kemudian berjabat tangan, setelah itu barulah Maisara kembali menemui suaminya. Harlan langsung menggandeng tangan Maisara begitu istrinya mendekat. Tidak satu kata pun yang keluar dari mulutnya, sebagai bentuk perhatian.


“Kamu tadi ke sini naik mobilmu, jadi, kita pergi bawa mobil sendiri-sendiri saja!” kata Maisara sambil menggoyangkan kunci mobilnya.


Harlan diam saja dan ia terus mengikuti langkah Maisara tanpa melepaskan genggaman tangannya. Ia baru melepaskannya saat Maisara sudah berada di samping mobilnya.


“Sini, biar aku yang bawa mobilnya!” kata Harlan seraya mengulurkan tangan, meminta kunci mobil dari Maisara.


Wanita itu hampir menyerahkan kunci mobilnya, saat ia mendengar seseorang berteriak memanggil nama dan berlari ke arahnya.


“Mai!” Seru orang itu.


“Caca?” seru Maisara.


Ketiga orang itu sambil bertukar pandangan. Harlan kini tahu ternyata Caca tidak takut padanya dan ia sadar semua karena pengaruh Maisara.


Maisara merasa nasib baik tidak berpihak pada Caca, karena sekarang dipertemukan lagi dengan Harlan orang yang membencinya.


Sementara Caca merasa bingung karena dihadapkan pada senasib yang seperti ini lagi ia tidak menyangka jika orang laki-laki yang dilihatnya dari belakang itu adalah Harlan orang yang dihindarinya.


Namun, tiba-tiba anak itu berpikir cerdas bahwa, selama dunia masih berputar, mereka tidak bisa menutup segala kemungkinan akan bertemu, lagi dan lagi di belahan bumi mana pun mereka berada.


“Hallo Pak Harlan! Maaf takdir mempertemukan kita kembali di sini, saya tidak tahu kalau laki-laki yang bersama Maihay adalah Anda, maaf kalau kedatangan saya mengganggu ...!” kata Caca sambil menundukkan kepala setelah ia berhasil mengatasi rasa keterkejutannya.


Meskipun berusaha tenang, ia tetap saja ketakutan di depan pria itu. Seluruh tubuhnya tetap gemetar dan keringat dingin keluar dari telapak tangannya.


Caca tidak pernah berkata pada siapa pun tentang traumanya, yang masih saja menjadi mimpi buruk sampai sekarang. Kengerian suasana saat terjadi kecelakaan, terkadang masih ia rasakan. Ia ingin hal itu akan segera berakhir.


Mendengar tidak ada jawaban apa pun dari Maisara ataupun Harlan Gadis itu kembali bicara, “ Maafkan aku May! Aku hanya ingin berbicara sebentar denganmu, dan ibuku ingin memberikan sesuatu untukmu!”


“Oh! Di mana Ibumu?”


“Itu, di sana!” Caca menjawab sambil menunjuk ke suatu arah.


“Baiklah, pergilah dulu, aku akan menyusulmu nanti!” kata Maisara, ia ingin berbicara sebentar dengan Harlan.


Setelah Caca pergi, Maisara menoleh pada Harlan dan menghadapkan tubuh mereka hingga berdekatan.


“Harlan, bukankah semalam kamu bilang kalau mencintaiku bukan?”


Harlan mengangguk tapi wajahnya tetap masih masam, perubahan wajah itu terjadi sejak melihat Caca.


“Aku juga ingin bilang, kalau aku juga mencintaimu, bolehkah sekarang aku minta sesuatu?”


Harlan diam saat memikirkan permintaan apa yang akan diajukan oleh Maisara, sebab ia pernah mengajukan permintaan waktu itu, dan sang istri bilang kalau menginginkan dirinya hamil. Seandainya benar, ia pikir sekarang wanita itu pun akan mengajukan permintaan yang aneh-aneh seperti sebelumnya. Oleh karena itu ia bersiap mendengar permintaan yang terburuk sekali pun.


“Kamu mau bilang apa?” tanyanya.


“Maafkanlah anak itu!"


❤️❤️❤️❤️