Cinta Diujung Waktu

Cinta Diujung Waktu
Bab 69


Mereka Dulu Pernah


“Jangan bunuh aku! Harlan ...! Tolong, maafkan aku, Harlan! Aku mengakui kesalahanku!” Roni berteriak kembali dengan suara keras penuh dengan ketakutan dan penyesalan. Ia takut kalau Hansen benar-benar melenyapkannya dan Nela.


Roni menyesal telah menerima tawaran Hansen untuk minum tadi malam, ia tidak ingat apa-apa setelah menerima segelas anggur dari laki-laki itu. Sesaat sebelum pingsan, ia mengira rasa pusing yang hebat dikepala adalah, akibat dirinya mabuk. Namun sekarang ia tahu, minuman itu sudah dicampur dengan sesuatu.


“Apa kau punya masalah dengan Harlan?” tanya Hansen penasaran.


Saat mendengar pertanyaan itu Roni berpikir keras, apakah ia harus jujur mengatakan masalah yang sebenarnya tentang dirinya, Maisara dan Nela atau tidak.


Seketika Roni berada dalam dilema, apabila ia bercerita maka akan berimbas pada dirinya juga, karena ia tidak tahu apa yang akan dilakukan Hansen setelah mengetahui masalah itu.


Akibat terburuknya apabila Hansen jika kemudian memanfaatkan Maisara demi memeras Harlan. Kemungkinan pria itu akan lebih marah padanya.


Biar bagaimanapun juga Roni pernah dekat dan menyayangi Maisara, mereka pernah menjalin hubungan sebagai kekasih, hingga ia tidak tega jika terjadi sesuatu padanya. Setelah mengalami beberapa hal akhir-akhir ini ia hanya berharap jika semuanya baik-baik saja, termasuk apa yang dialami Maisara di tempat yang baru.


“Tidak ada, aku hanya melakukan pekerjaan yang ia berikan, tetapi aku merusak kepercayaannya!” kata Roni, ia berkilah untuk menutupi masalah sebenarnya.


Sementara itu Nela yang masih terikat di samping Roni, pun bersyukur ketika pria itu tidak mengatakan hal yang sebenarnya. Masalah dirinya, Roni dan Maisara, tidak harus diketahui oleh laki-laki asing itu, karena Nella memiliki kekhawatiran yang sama. Ia takut kalau tindakan Hansen akan lebih buruk setelah mengetahuinya.


Hansen menyeringai, saat memaklumi sikap Harlan yang tidak peduli pada sepupunya itu. Pantas saja, karena ia pernah kecewa. Di lain sisi ia sedikit aneh, dengan Harlan yang sudah terlihat begitu gagah, seperti tidak pernah mendapatkan luka atau kelumpuhan sedikit pun.


Namun, ia memaklumi karena kecanggihan teknologi kesehatan yang membuat mantan bos-nya itu pulih lebih cepat. Kalau orang biasa, yang mengalami kecelakaan demikian hebat, bisa dipastikan tak bernyawa lagi.


Tiba-tiba ia bergidik, dan bertekad untuk tidak berurusan lagi, dengan pria seperti Harlan.


“Pergilah! Kalian tidak berguna!” kata Hansen, sambil menarik ikatan tali di tangan Roni, “Aku menyesal sudah susah payah mengikat kalian tapi Harlan sama sekali tidak mau menceraikan Raina!”


Setelah itu Hansan pergi begitu saja.


Roni mencebik, sambil melihat punggung Hansen yang mulai menjauh. Ia juga kesal dengannya. Pria itu mencintai dan ingin memiliki Raina tapi orang lain yang menjadi sasarannya untuk memeras Harlan.


Sebenarnya, ia sebagai saudara, sempat heran dan ragu dengan rumor yang beredar tentang pernikahan kedua Harlan dengan Raina, sebab ia tidak pernah melihat wanita itu di kediaman keluarga Mahespati dan diakui sebagai istri kedua.


Semua orang dalam ruangan itu, tidak mengetahui perkembangan informasi perceraian Raina dan Harlan. Namun, masing-masing keluarga sudah tidak peduli, sementara Raina pun enggan mengumumkan perceraian anaknya dengan CEO Mahespati Industries itu.


Roni sudah selesai membuka semua ikatan di tubuhnya, lalu ia melepaskan ikatan yang ada di tubuh Nela satu persatu. Wajahnya terlihat pucat, bibirnya tersenyum masam dan gerakan tangannya lemah serta gemetar, sebab sejak kemarin mereka belum minum ataupun makan sesuatu.


“Pulanglah, atau kau bisa pergi ke mana pun untuk sementara waktu. Suasana di sekitarku akan selalu bersinggungan dengan Harlan. Jadi, kau bisa tenang kalau suasana sudah benar-benar aman!” katanya.


“Sebenarnya, siapa dia?”


“Hansen? Dulu mereka berteman dengan baik, dia mencintai Raina tapi wanita itu menyukai sepupuku! Itu sedikit rumit .. setelah tahu kalau Harlan mengabaikan Raina Ia membuat Harlan hampir mati dengan kecelakaan mobil!”


“Jadi, orang itu yang sudah membuat Tuan Harlan lumpuh?”


Nella berpikir dengan cepat kalau Ia memang harus segera pergi dari Kota Askanawa demi keselamatannya sendiri, karena mereka belum merasa aman sampai Hansen mendapatkan keinginannya.


“Jadi, kemungkinan Hansen akan terus memeras Tuan Harlan sampai ia berhasil mendapatkan Reina?


“Ya. Mungkin saja!”


“Apa kau memikirkan hal yang sama denganku, kalau Tuan Harlan itu baik? Buktinya dia tidak melakukan apa pun pada Hansen!”


Roni diam, ia tidak suka orang yang ia cintai memuji laki-laki lain di hadapannya. Sementara menurut Roni, Harlan tidak melakukan apa-apa pada orang yang sudah mengikatnya itu, bukan karena kebaikannya, tetapi karena ia sudah tidak peduli.


“Sudah ayo kita pergi!”


Dua orang itu pergi dari rumah kecil sederhana yang sengaja di sewa Hansen, untuk menyekap mereka.


Dunia indah bagi sebagian orang, kecil bagi sebagian orang dan tidak adil bagi sebagian orang lainnya. Termasuk peristiwa kecelakaan Harlan yang dilakukan oleh sahabatnya sendiri hanya karena wanita yang ia cintai. Ini sebuah ironi.


Harlan tidak akan membalas dendam selama Hansan tidak menyentuh Maisara.


Jadi, ia melenggang dengan tenang saat keluar dari rumah yang digunakan untuk menyekap sepupunya. Ia yakin, mantan pegawainya tidak akan berbuat macam-macam lagi kali ini.


Kedok Hansen sudah terbongkar, tetapi ia masih diberi kesempatan oleh Harlan, mengingat mereka dahulu adalah teman baik, dan Hansen termasuk orang yang berjasa kepada perusahaannya.


Apalagi ia sudah mengancam dengan keras, tapi kalau temannya itu masih mengulangi perbuatan yang sama, maka ia akan memaksanya untuk membusuk di penjara.


Kali ini Harlan tidak akan lengah lagi terhadap pria itu. Ia akan selalu menggunakan sopir dan pengawal ke mana pun ia pergi. Bukannya takut atau pengecut, tapi ia harus melindungi dirinya sendiri, demi melindungi banyak orang. Perusahaannya pun menaungi ribuan pegawai dan juga ada orang-orang di sekitar yang membutuhkan uluran tangannya. Termasuk orang yang ia cintai—ibu dan istrinya.


Kalau ia tidak melindungi dirinya sendiri dengan baik, bagaimana ia bisa menyelindung orang-orang yang ada di sekitarnya, itulah alasannya.


Harlan menemui Fedi dan Lepi, serta beberapa staf ahli lainnya di ruang rapat terbatas, di salah satu gedung milik Mahespati Industries. Ia akan membicarakan pesanan yang datang lebih cepat, padahal baru sehari mereka merilis produksi barunya.


Harlan sudah mendapatkan semua informasi ketika berada di perjalanan tadi, asisten menjelaskannya secara rinci sebelum mereka tiba di gedung. Jadi, ketika sudah berkumpul di sana dan presdir berada di antara mereka, Harlan tinggal mengambil keputusan dan yang lain menyepakatinya.


“Jadi, Tuan! Pengingat pengiriman ke distrik barat cukup memakan waktu dan biaya, aku akan menaikkan harga ataupun kita bisa meminta ongkos kirimnya sebanyak dua persen, “ kata ahli keuangan.


Beberapa kepala divisi seperti bagian pemasaran, produksi, promosi dan bahan baku, pun menyetujui usulan itu. Mereka semua memahami jika mengangkut 50 mesin cetak yang cukup besar, tidak bisa dianggap remeh. Semuanya membutuhkan kehati-hatian, dan menjaga kepercayaan konsumen itu yang paling penting! Pengiriman yang memiliki keselamatan paling tinggi hingga barang bisa sampai tanpa cacat sedikit pun.


“Kenaikan harga dan ongkos kirim 2% itu terlalu mahal, karena barang kita sudah memiliki standar kalangan menengah ke atas, harganya sudah cukup pantas! Khusus untuk Hansen Foundation, aku memberi mereka diskon 30 persen dan gratiskan ongkos kirim untuk mereka!”


Jawaban presdir sungguh mencengangkan, membuat mereka yang ada di ruangan itu saling melempar pandangan. Bahkan, kepala pemasaran sampai memijit pelipisnya, karena ia tiba-tiba pusing. bagaimana mungkin memberi potongan harga untuk 50 produk, dengan masing-masing harga 30 persen, itu sama saja Harlan ingin memberikan hadiah kepada Hansan.


Mendengar ucapan Harlan, seketika Fedi bergumam, “Kenapa dia bilang akan memberi potongan harga, padahal bilang saja terus terang ... kalau separuh dari mesin itu diberikan secara cuma-cuma!”


❤️❤️❤️