Cinta Diujung Waktu

Cinta Diujung Waktu
Ch 4. Hari Yang Menyebalkan


Keesokan harinya, seperti yang telah di janjikan. Ero pagi-pagi sekali sudah datang di rumah Ratna.


"Assalamualaikum," Ero mengucap salam berdiri di depan pintu.


"Waallaikumsalam. Eh, Mbak Ero. Yuk, masuk dulu. Mbak Ratna masih di kamarnya, kalau mau masuk saja ke atas," sahut Frida yang memakai seragam abu-abu dengan tersenyum.


"Ya sudah, aku langsung ke atas saja," sahut Ero langsung berjalan menaiki tangga menuju kamar sahabatnya.


Tok tok tok


"Masuk saja Frid, gak dikunci kok!" teriak Ratna dari dalam.


Pintu terbuka lebar dan Ero duduk di kasur dengan mengomel pada sahabatnya karena mengira dirinya adalah Frida.


"Buruan kalau berdandan. Lama amat sih di depan kaca?" celetuk Ero duduk di kasur.


"Eh, Ro. Kukira adikku Frida, gak taunya muka emak-emak yang datang!" canda Ratna dengan tertawa lebar di depan cermin.


"Idih, yang bener aja kalau ngomong. Muka cantik begini, dibilang muka emak-emak!" protes Ero langsung bangun dari kasur menghampiri Ratna lalu menggeser tubuhnya untuk melihat wajahnya yang cantik paripurna.


Ratna hanya menggelengkan kepala akan tingkah sahabatnya itu dan langsung mengambil tas di meja belajarnya.


"Sudah, kaca itu nanti pecah kalau dilihatin melulu. Ayo, buruan! Kamu sudah sarapan belum Ro?" tanya Ratna memandang Ero yang duduk di meja riasnya.


"Belum Rat. Lagian kesempatan juga aku datang ke rumahmu numpang makan gratis," jawab Ero enteng selesai memberi lipstik pada bibirnya yang kurang warna.


"Dasar emak-emak."


Keduanya keluar kamar dan berjalan menuruni tangga untuk sarapan bersama di meja makan.


"Kebetulan ada Nak Ero. Yuk sarapan bareng," ajak Bu Yuli tersenyum melihat Ero datang.


"Iya Tan. Maaf ya, Ero datang pagi-pagi begini ganggu," sahut Ero duduk di sebelah Ratna.


"Tante malah seneng ada Nak Ero, jadi lebih rame suasananya," ucap Bu Yuli tersenyum seraya meletakkan piring suaminya yang telah terisi nasi dan lauk.


"Jangan sungkan untuk main-main kerumah ini Nak Ero," timpal Pak Adam menatap ke arah sahabat anaknya.


"Iya Om dan Tante," jawab Ero menganggukkan kepala.


Kemudian mereka sarapan bersama dengan tenang. Sesekali mengobrol kecil untuk mengurai rasa canggung.


Selesai sarapan, Ratna, Ero dan Frida berpamitan kepada orang tua mencium tangan bergantian.


Kakak beradik masuk ke mobil Ero dan melambaikan tangan pada suami istri yang berdiri menatap ketiganya.


"Gak nyangka Yah, anak-anak kita sudah mulai beranjak dewasa," kata Yuli bersandar di bahu suaminya yang tegap menatap mobil yang keluar halaman rumah mereka.


"Iya sayang, semoga Ratna dan Frida mendapatkan jodoh yang bisa membahagiakan mereka," ujar Adam membelai rambut istrinya.


"Aamiin."


Adam pun segera masuk ke dalam bersama istri tercinta. "Ayah berangkat dulu ya sayang," Adam mencium kening Yuli lalu memeluknya saat akan berangkat kerja.


"Iya Ayah, hati-hati di jalan," jawab Yuli tersenyum membalas pelukan suaminya hangat.


*


Saat berjalan beberapa langkah, suara yang familiar terdengar menyapa Ratna.


"Hai cewek, urusan kita belum kelar ya? Kemarin kamu main kabur saja setelah menabrak mobilku!" suara bariton lelaki itu berdiri di belakang Ratna dan Ero.


Keduanya pun menoleh ke belakang untuk melihat siapa lelaki itu. Ratna terkejut saat melihat cowok itu tetap mengejarnya dan memaksa untuk mengganti rugi mobil miliknya.


"Ro. Ini nih cowok yang kuceritakan semalam," bisik Ratna di dekat telinga Ero.


"Oh, jadi ini cowok belagu yang meminta uang ganti rugi pada sahabatku tanpa belas kasihan!" seru Ero menatap tajam pada lelaki di depannya.


"Kamu siapa? Jangan ikut campur urusanku sama dia ya?" Gilang berucap seraya menunjuk pada Ratna yang juga menatapnya.


"Apa salahnya meminta ganti rugi padanya. Dia yang menabrak mobilku secara tiba-tiba," imbuh Gilang tak mau kalah bila urusannya belum kelar.


"Aku! Gak penting untuk memberitahu siapa diriku. Yang perlu kamu tahu, jauhi temanku dan jangan ganggu dia!" seloroh Ero membela temannya.


"Hanya lecet kecil saja, kenapa harus di permasalahkan sih? Apa kamu gak malu berhadapan dengan cewek kayak gini!" tegas Ero sebisa mungkin ber argumen dengan cowok angkuh di depannya.


"Aku gak takut sama kamu. Pokoknya, aku gak peduli! Dia harus ganti rugi mobilku titik! kekeh Gilang menatap tajam kedua cewek itu bergantian.


Keduanya pun berdebat panjang sampai beberapa mahasiswa mengelilingi mereka bertiga di area parkir kampus.


Ratna tak mampu bila harus berdebat panjang dengan cowok yang baru di kenalnya itu. Dia hanya bisa terdiam di samping Ero, apalagi posisinya berada di area kampus. Hal ini tentu akan membuat malu harga dirinya di mata teman-temannya.


Namun, bagi Ero hal ini adalah hal yang tak bisa di biarkan begitu saja. Banyak para mahasiswa menyaksikan perdebatan antara Ero dan juga Gilang yang suka seenaknya terhadap siapa pun. Tidak peduli cewek atau cowok, lelaki itu akan berbuat hal semaunya tanpa ada yang berani membantah lelaki itu.


Tak lama, beberapa teman Ratna dan juga Gilang datang menghampiri mereka untuk melihat perdebatan itu.


"Stop, stop, stop! Kalian gak malu apa, berdebat di area kampus kayak gini? Kayak anak kecil saja!" bentak Ocha pada kedua orang itu.


"Dia tuh yang memulai! Ajarin temanmu itu untuk sopan santun!" ketus Gilang menjawab dengan menunjuk wajah Ero dengan kesal.


"Apa kamu lihat-lihat!" bentak Ero balik tak mau kalah bila harus berdebat dengan cowok arogan seperti Gilang.


"HENTIKAN!" Ocha meminta tegas pada kedua orang itu untuk berhenti berdebat dan keduanya langsung terdiam.


Beberapa orang yang melihat sikap Gilang berbisik-bisik pada teman yang lain dan sangat menyayangkan akan sikapnya yang sombong dan suka seenaknya.


"Sudah Lang, hentikan. Banyak yang melihat ke arahmu," kata Naufal memegang tangan Gilang sahabatnya.


"Tapi Fal, urusanku dengan cewek itu belum selesai," ujar Gilang menatap Ratna dengan mata melotot.


"Apa lagi lihat-lihat!" ucap Ratna dengan mulut tanpa suara juga melotot ke arah Gilang.


"Sudah Lang, ikhlasin saja kenapa? Hanya masalah kecil saja, kok jadi begini?" heran Naufal pada sahabatnya yang keras kepala itu.


"Tuh lihat Fal! Gadis itu baru saja melotot ke arahku," keluh Gilang mengadu pada Naufal.


Naufal pun menarik tangan Gilang untuk pergi dari area parkir kampus. Lalu, beberapa mahasiswa yang lain pun buyar ketika pertengkaran berakhir.


"Sebenarnya ada apa sih Rat, Ero? Kenapa Ero bertengkar dengan cowok itu? Sudah tahu dia cowok belagu dan sombong masih saja di ladeni," Ocha menanyakan perihal pertengakaran tadi.


"Ini hari yang menyebalkan buatku."


Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, rate dan gift ya. No boom like. Happy Reading 🥰