
Menikahlah Denganku
Raina kemudian menceritakan peristiwa yang menimpanya saat pesta reuni di akhir pekan sebulan yang lalu. Ia sangat mabuk dan merasa dirinya tidak sadarkan diri, ketika ada seseorang membawanya ke dalam kamar hotel. Ia tidak tahu apa yang terjadi hingga keesokan harinya saat ia bangun, mendapati dirinya dalam keadaan berantakan dan tidak perawan lagi.
Bukan hanya sekali, ia mengalaminya beberapa kali, sebab ia terkurung dalam kamar itu dan pria bertopeng melakukannya sampai puas. Ia tak berdaya. Setelah sepekan kemudian, barulah ia dilepaskan.
Raina merasa pernah melihat pria itu saat ia sedang di club dengan teman-temannya, dan laki-laki yang melakukannya itu selalu memakai topeng.
“Kupikir kau sudah mengarang cerita,” kata Harlan sambil memalingkan muka, ia mendorong kursi rodanya sendiri menghadap ke jendela besar yang ada di ruangan kerja.
“Tidak Harlan! Aku, aku sungguh-sungguh!” Raina berlari di hadapan Harlan dengan putus asa dan berlutut sambil menangis.
“Atas dasar apa aku harus melakukan tanggung jawab konyol itu denganmu?”
“Harlan, selama ini aku dikenal sebagai kekasihmu, kau tidak pernah menolakku selama ini, kan? Aku mencintaimu dan hanya aku satu-satunya wanita yang dekat denganmu, bukan? Sayang, kau tidak mungkin menolak, ini hanya pura-pura ... pernikahan di atas kertas, untuk menyelamatkan bayiku!”
“Kalau begitu gugurkan saja!”
“Tidak! Harlan, aku tidak mau menjadi seorang pembunuh!”
“Kalau kau tidak mau, aku bisa melakukannya untukmu! Aku akan menghubungi dokter terbaik dan kau bisa baik-baik saja setelah itu, jangan khawatir dan aku akan menanggung semua biayanya, mudah, kan?” Harlan berkata sambil menyeringai.
“Harlan kau sungguh terlalu! Dan, kau tega padaku? Apa yang akan dikatakan media nanti kalau mereka melihat aku keluar masuk dari ruang operasi kandungan?”
“Sudah kubilang, kau tidak perlu khawatir aku akan menjaga kerahasiaan ini dari media ataupun dari siapa pun juga!”
“Aku pikir ini pertolongan yang tidak sulit, apa susahnya menikahiku? Aku mencintaimu, aku sudah berbuat banyak untukmu dan kau tidak menghargaiku sama sekali?”
Harlan tidak mengomentari kali ini ia diam.
“Harlan, setelah pernikahan, aku akan pergi dan tidak akan membebanimu lagi dengan apa pun juga!” Saat berkata Raina menyembunyikan senyum liciknya.
Harlan berdecak kesal sambil melihat Raina dingin. CK!
“Siapa yang bisa menjaminnya? Lagi pula, aku tidak pernah meminta kau melakukan segala sesuatu untukku!”
Hingga detik ini Raina kemudian tersadar jika Harlan memang benar-benar tidak peduli padanya. Ia menyesal telah melakukan rencana konyol, dengan sengaja hamil oleh mantan kekasihnya di masa lalu. Saat memiliki rencana, ia yakin dengan memohon dan kehamilannya, Harlan punya sedikit kasih sayang hingga mau menikah walau hanya di atas kertas. Padahal, setelah mereka benar-benar menikah nanti, Raina tidak akan pernah melepaskan pria itu untuk selamanya.
Raina keluar dari kamar kerja Harlan, sambil mengusap air matanya dengan putus asa. Ia tidak bisa melakukan hal lain untuk membuat kekasihnya berpihak. Tidak mungkin memaksa untuk meneruskan rencana.
Ia bisa mati kalau memaksa pria itu, karena dahulu, Raina pernah membuka seluruh pakaiannya di depan Harlan, dengan maksud menggoda pria itu, tapi justru ia dimarahi.
Harlan kemudian mengajarkan kebaikan tentang bagaimana caranya menjaga harkat dan martabat wanita yang elegan di kalangan orang pada strata sosial tertinggi seperti dirinya.
Raina tiba di halaman parkir, saat ia mendongak ke atas balkon dan melihat Maisara sedang duduk di sana. Ia tahu, gadis itu memakai kemeja Harlan karena ia pernah melihat Herlan memakai kemeja biru dengan garis putih itu, saat bekerja.
Maisara pun melihat pun melihat Raina yang berdiri di halaman sedang menatapnya dengan penuh amarah.
Lalu, Harlan muncul tak lama setelah itu, dengan kursi roda yang didorong oleh pengawal. Ia hendak memasuki mobilnya, setelah memberi beberapa pesan pada Hara.
Pada kesempatan itu Raina memeluk dan mencium Harlan dengan mesra. Lalu, ia pergi menaiki mobilnya sendiri, dengan tersenyum puas. Ia yakin pasti Maisara melihat perbuatannya.
Harlan menoleh ke atas di mana Maisara melihatnya dari atas balkon dengan tatapan kesal. Gadis itu cemberut. Harapan membalas tatapannya dengan ekspresi wajah yang rumit, sebelum memasuki mobilnya kembali.
Walaupun Maisara tahu Harlan tidak membalas ciuman Raina dan hanya diam saja, tapi tetap saja ia tidak suka.
Saat itu Maisara berpikir jika Harlan sudah selingkuh. Bagaimana mungkin pria yang sudah memiliki istri mencium wanita lain di hadapan istrinya. Ia pun menganggap Harlan laki-laki murahan.
Maisara memperlihatkan sikap kesal dengan berdiri sambil mengentakkan kaki, dan melempar makanan di piringnya ke bawah. Tentu saja hal itu dilihat oleh Harlan, tapi laki-laki itu tidak mengatakan apa-apa dan pergi begitu saja.
$$$$$$$$$$$
Beberapa hari kemudian, Maisara melihat di media sosial ada sebuah akun yang menayangkan foto buku pernikahan, di dalamnya tertulis dengan sangat jelas nama Harlan dan Raina. Sebenarnya tidak ada caption yang cukup,. untuk menjelaskan kejadian dari foto itu, tetapi sudah bisa membuat banyak orang salah paham.
Jadi, hanya karena ini dia mengurungku agar dia bebas menikahi wanita lain setelah menikah denganku, apa Nyonya Wendy tahu perbuatan anaknya? Terserah!
Maisarah tertegun, dan perasaan yang muncul setelah itu adalah, ia membenci Harlan, serta enggan berjumpa lagi dengan pria itu.
Bagaimana ia bisa menikahi wanita lain padahal Ia masih resmi menjadi istrinya?
Tiba-tiba Maisara merasa mual dan ingin muntah. Itu hal yang jarang sekali ia alami selama masa kehamilannya.
❤️❤️❤️❤️