TUMBAL PANTI JOMPO

TUMBAL PANTI JOMPO
BAB 70 AKIBAT WATAK SERAKAH!


Riko melangkah semakin dekat ke taman belakang, namun suara berisik dari ujung lorong menghentikan langkahnya. Riko membalikkan tubuhnya, ia memperhatikan dengan serius. Sekelebatan bayangan membuatnya tertegun, seperti nampak bayangan seseorang bersembunyi dibalik tembok. Dari arah lain, terlihat kuntilanak nek Siti melesat ke lorong gelap. Secara tak sengaja ia berpas-pasan dengan Riko yang sedang mengamati bayangan dibalik tembok. Keduanya saling bertatapan muka, nampak Riko sangat terkejut dengan membuka lebar mulutnya. Kakinya mendadak lemas tak bisa digerakkan, ia sampai jatuh berlutut di lantai dengan tubuh gemetaran. Sementara kuntilanak nek Siti hanya mengacuhkan nya, ia terbang ke atas pohon beringin yang ada di taman belakang. Tak lama setelah itu, sosok hantu kakek Bimo juga menampakkan wujudnya di hadapan Riko. Pemuda itu bergidik ngeri, lalu berusaha bangkit berdiri dan berjalan merayap ke kamarnya. Ia langsung menutup rapat pintu kamar, tanpa berani melihat keluar kembali.


Sementara Widia yang sedang bersembunyi di balik tembok merasakan hawa dingin di sekitarnya. Berkali-kali ia mengusap belakang lehernya. Namun setelah ia menolehkan kepala ke samping kiri, terlihat bayangan perempuan yang sudah bersiap memukul tengkuknya menggunakan kayu besar.


Bruuugh.


Widia jatuh terkapar di tanah. Dina tersenyum miring seraya mengusap peluh di keningnya. Ia berhasil terhasut dengan iming-iming yang Mariyati katakan, mengenai ilmu pelet dan awet muda. Sehingga Dina nekat mencelakai temannya sendiri. Ia sudah tau, jika Widia harus dipersembahkan supaya ia mendapat sesuatu yang diinginkan nya. Padahal Dina sendiri hanya dimanfaatkan oleh para manusia sesat, yang ingin mendapatkan apa yang mereka mau.


"Bagus Dina! Kau sudah membuktikan kesetiaan mu pada kami! Untuk awalannya saja, kami akan membuatmu bisa memikat dan memiliki Riko seutuhnya. Kau harus membuat Riko bertahan disini, sampai kami selesai membutuhkannya. Widia adalah tumbal pertamamu untuk mendapatkan apa yang kau mau, barulah setelah itu bayi yang kau lahirkan akan menyempurnakan setiap keinginan mu." Ucap Mariyati seraya berkacak pinggang.


Ternyata keberadaan Widia sempat diketahui oleh mbah Gito, yang secara tak sengaja melihat bayangan nya dari lubang bawah pintu. Lalu ia menugaskan Dina untuk mencegat Widia, karena mereka takut jika Widia benar-benar nekat melarikan diri. Mereka sudah lelah dengan drama hipnotis, terlebih lagi lusa sudah memasuki hari ulang tahun nek Windu. Jadi Mariyati tak ingin berbasa-basi lagi, ia hanya akan menumbalkan Widia untuk kelangsungan hidup lansia yang dirawatnya, belum lagi organ tubuh Widia juga akan menambah kecantikannya. Dina hanya diperalat karena memiliki perangai yang buruk, sehingga ia mudah diperdaya.


"Kembalilah ke kamarmu, selepas jam tujuh nanti. Katakan pada Riko, jika Widia nekat melarikan diri sendirian. Buatlah Riko percaya dengan ucapanmu, setelah itu kau akan mendapatkan imbalan. Tengah malam nanti, mbah Gito akan ke kamarmu untuk melakukan ritual penyempurnaan. Kau harus menuruti ucapannya, jika kau ingin mendapatkan ilmu awet muda. Aku hanya bisa memberi ilmu pelet, sisanya kau harus membayar sendiri pada mbah Gito." Pungkas Mariyati sebelum membawa Widia pergi.


Mariyati membawa gerobak dorong, yang ia gunakan untuk mengangkut Widia ke ruangan nya. Sementara mbah Gito masih berdiri di depan Dina dengan tersenyum licik.


"Membayar? Bukankah aku sudah membantu kalian mendapatkan Widia? Kenapa aku harus membayar sesuatu untuk mendapatkan apa yang ku mau?" Tanya Dina dengan mengaitkan kedua alis mata.


"Tak ada yang gratis di dunia ini! Setiap kau menginginkan sesuatu harus ada harga yang kau bayar!" Jawab mbah Gito seraya berjalan memutari tubuh Dina.


"Maksudnya apa mbah?" Imbuh Dina penasaran.


Mbah Gito berjalan mendekatinya, ia membisikkan sesuatu ke telinga Dina. Nampak raut wajah perempuan itu berubah pucat. Ia membulatkan kedua mata dengan menelan ludahnya kasar.


"Ta tapi mbah, bukannya saya sudah rela memberikan bayi ini ketika lahir nantinya. Kenapa saya harus melakukan sesuatu lagi?"


Dina menundukkan kepala seraya mengepalkan kedua tangannya. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya, ia terlihat gelisah setelah mendengar ucapan mbah Gito.


"Jika kau ingin kesempurnaan, hanya itulah caranya. Tanpa bantuan langsung dariku, tumbal darimu tak akan sempurna. Kau hanya akan mendapatkan ilmu yang biasa-biasa saja. Kecantikan mu hanya akan bertahan selama beberapa tahun saja, tak seperti Mariyati yang memiliki kecantikan yang hampir abadi!" Jelas mbah Gito seraya membalikkan tubuhnya.


"Tunggu dulu mbah! Bisakah memberikan saya waktu untuk berpikir terlebih dahulu?"


"Untuk apa kau berpikir lagi Dina? Apa yang akan ku berikan nantinya, bisa membuatmu melakukan segalanya. Apa kau yakin untuk berpikir kembali?"


Dina hanya tertunduk diam. Ia gelisah untuk mengambil keputusan. Setengah dirinya tak mau menerima permintaan lelaki tua itu, namun sebagian dirinya juga ingin mendapatkan ilmu awet muda dan kecantikan yang abadi.


"Baiklah, ku berikan waktu sampai jam dua belas tengah malam nanti. Gunakan kain ini, jika kau setuju dengan syarat yang ku berikan!" Jelas mbah Gito seraya menyerahkan kain jarik parang pada Dina.


Dina menerima pemberian kain jarik itu dengan wajah bimbang. Ia menghembuskan nafas panjang, lalu mengusap peluh yang membanjiri wajahnya.


"Apa yang harus gue lakukan sekarang? Gue udah terlanjur setengah jalan. Gue udah buat Widia masuk ke dalam jebakan tumbal. Masak iya gue harus mundur karena syarat satu ini?" Batin Dina di dalam hatinya.


Dari kejauhan, nampak kuntilanak nek Siti tersenyum puas. Ia bahagia melihat Dina terjebak dengan permainan para manusia sesat itu. Setidaknya Dina mendapatkan ganjaran, atas perilakunya pada Sintia waktu itu. Melihat senyum bahagia kuntilanak nek Siti, nampaknya sundel bolong nek Dijah tak suka. Ia merasa kalah dan tak terima. Mungkinkah sundel bolong nek Dijah akan membantu cicitnya. Dan apakah yang akan dilakukan Dina, untuk membayar mbah Gito? Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.