TUMBAL PANTI JOMPO

TUMBAL PANTI JOMPO
BAB 104 DIJAH SI KEMBANG DESA.


Nek Dijah berdecih lalu tersenyum miring. Ia mengatakan banyak hal yang menyakitkan di telinga Dina. Ia baru tau, jika ternyata Nek Dijah memiliki keturunan lain selain dirinya. Dan keluarga Hadiningrat yang disebutkan, tidak ada hubungannya dengan keluarga besarnya. Seakan tau dengan isi hatinya. Nek Dijah pun memberi penjelasan. Jika dulu setelah menikah dengan kakek buyutnya, Nek Dijah melakukan hubungan terlarang dengan anggota kelompok sesat yang ternyata adalah bagian dari kelompok yang dipimpin Mariyati. Karena itulah, masih ada keturunannya yang akan mengikuti jejaknya.


"Kakek buyut mu menelantarkan ku setelah mengetahui perselingkuhan ku. Semua keturunan dari kakek buyut mu tak ada yang mau merawat ku. Sampai akhirnya aku di buang di Panti Jompo. Tapi aku juga memiliki anak dari hasil hubungan ku di masa lalu. Anak durhaka yang tak mau menerima ku, karena aku telah membuangnya sejak kecil. Sumitro... Dia terlalu angkuh karena berhasil dalam hidupnya menjadi orang yang terpandang. Tapi aku masih mempunyai seorang anak wanita dari hasil hubungan gelapku dengan lelaki bernama Hadiningrat. Lihatlah betapa bahagianya kehidupan keturunan ku, yang mau mengikuti ajaran sesat ku!" Seru Nek Dijah mendongakkan kepala ke atas dengan bangga nya.


Memang sejak muda, Nek Dijah dikenal sebagai kembang desa. Wajahnya yang ayu dengan tubuh langsing dan berisi membuat nya digandrungi para lelaki. Dari hasil kesalahannya di masa lalu, ia dikaruniai seorang anak lelaki bernama Sumitro. Dan jika kalian ingat dengan cerita Wati yang memiliki suami bernama Pramono. Dia secara tidak langsung juga memiliki hubungan darah dengan Nek Dijah. Nanti cerita mengenai keluarga Sumitro akan ditulis di novel berbeda biar gak kecampur aduk. Oke? Dan buat yang gak tau cerita ini, bisa baca di novel penelusuran gaib rania.


Seorang wanita paruh baya berjalan mendekati Nek Dijah. Ia mengecup punggung tangan nya dengan hormat. Nek Dijah memperkenalkan wanita tersebut sebagai anaknya yang paling berbakti.


"Dia adalah satu-satunya keturunan ku dari keluarga Hadiningrat. Sementara yang lainnya adalah anggota kelompok yang sudah di anggap sebagai keluarga besar Hadiningrat. Karena berkat mereka semua, usaha Hadiningrat menjadi berkembang pesat. Apalagi setelah anakku menikahi Harto, kekayaan dan kejayaannya semakin bertambah. Karena itulah, aku pernah memberitahu mu, jika aku akan tetap mendapatkan persembahkan dari keturunan ku yang lainnya. Cucu dari Sumitro sudah menikah dan sedang mengandung. Kelak aku akan mendapatkan persembahkan dari seorang bayi yang masih suci. Itu akan membuat aura ku menjadi lebih segar. Dan mungkin saja aku bisa menjelma ke dalam raga gadis yang lebih muda. Seperti kau yang bertukar raga dengan Mariyati. Aku akan mengambil alih raga gadis lainnya, dan jiwa gadis itu akan terkatung-katung di antara dua alam. Mungkin aku akan menempati raga Sintia, dia cukup cantik dan cerdas. Karena dia bisa mengalahkan Mariyati dengan mudah. Tak seperti dirimu yang bodoh Dina!" Pungkas Nek Dijah dengan angkuhnya.


Wanita paruh baya itu meminta Nek Dijah kembali ke altar persembahan. Karena pernikahan cucunya yang bernama Restu Bahuwirya akan segera dilaksanakan. Nampak hadir juga mantan suami dari Melati, yang ternyata adalah ayah kandung dari mempelai wanita. Ia dalam keadaan tak sadar karena jiwa nya telah diikat mantra sihir. Warsito dulunya adalah bagian dari kelompok sesat yang dipimpin Mariyati juga. Bahkan lelaki itu adalah tangan kanan sang ratu yang mereka sembah. Warsito mendapatkan gelar yang disematkan pada namanya. Yaitu Mantri Keparak Tangan. Karena segala urusan harus melalui Warsito terlebih dahulu. Namun setelah kedua anak kembarnya lahir dari rahim Melati yang saat itu masih berstatus istrinya. Warsito memutuskan untuk bertaubat, karena ia tak ingin menyerahkan kedua anak kembarnya untuk keperluan ritual sesat kelompok itu. Warsito membawa anak kembarnya, yang bernama Ayu dan Mawardi. Setelah ia meninggalkan kelompok sesat itu, ia menjalani hidup barunya bersama wanita yang berasal dari sebuah desa di Jawa Tengah. Sementara Melati juga melanjutkan hidupnya dengan menikahi Harto, dan dikaruniai seorang anak bernama Restu Bahuwirya. Saat ini adalah acara pernikahan Rest dengan Putri. Seorang anak dari hasil hubungan Warsito dengan istri barunya. Karena sang Ratu menginginkan penerus yang layak, dari keturunan Warsito sebagai orang kepercayaan dan juga percampuran dari keturunan Hadiningrat. Akan menghasilkan penerus yang layak berdasarkan perhitungan neptu jawa.


"Ratu... Tolong lepaskan anak ku... Dia tak ada hubungannya dengan semua perbuatan ku di masa lalu. Biarlah aku yang menanggung semuanya, jangan ambil anakku lagi Ratu." Ucap Warsito tertunduk penuh kesedihan.


Seorang gadis muda berjalan ke hadapan sang Ratu, lalu duduk dengan menyilangkan kedua kakinya.


"Bukannya saya lancang Ratu... Kenapa anda masih memberikan kesempatan pada lelaki penghianat ini? Dia masih bebas hidup setelah meninggalkan keyakinannya pada mu." Pungkas Mariyati seraya menoleh ke arah Warsito.


Terlihat sang Ratu hanya menyunggingkan senyumnya. Ia memandang ke semua orang yang ada di hadapannya. Semua pengikut setianya, nampak bertanya-tanya kenapa ia mengampuni Warsito yang telah menghianati nya. Sedangkan seorang lelaki lain yang melakukan hal yang sama seperti Warsito akan segera dijadikan persembahan untuk tumbal selanjutnya. Seakan Ratu itu melindunginya Warsito dan tak segera mengakhiri hidupnya.


"Aku masih membutuhkan Warsito untuk mengendalikan anak perempuannya. Kelak Warsito sendiri yang akan membuat anaknya menjadi abdi setia ku. Jadi kalian tak perlu buru-buru untuk mengadili Warsito. Percayalah dengan penerawangan ku, karena kelak kalian juga akan menikmati hasilnya." Jelas sang Ratu dengan mengembangkan senyumnya.