Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Memulai Rencana


"Maaf Lylia! apakah mereka orang tuamu. " ucap Cao Yuan.


"...." Lylia hanya diam, dirinya juga langsung menangis dan menghampiri dua mayat spasang kekasih yang telah tewas.


Cao Yuan yang tak tega melihat Lylia menangis segera menghampirinya untuk mencoba menenangkan hatinya.


"Lylia! dari pada kamu menangisi orang yang telah tiada, lebih baik kita menguburkannya serta memberikan doa. " ucap Cao Yuan terus menerus memberikan nasehat hingga Lylia sendiri kini tengah menatap lekat Cao Yuan dan memeluknya secara tiba tiba.


Cao Yuan yang tak siap tiba tiba wajahnya memerah dan salah tingkah.


"..." Cao Yuan hanya diam, namun sekarang membalas pelukan tersebut.


"Trimakasih! " ucap Lylia.


Mereka berdua akhirnya memakamkan orang tua Lylia disebuah pemakaman yang ada dikota tersebut. Setelah semuanya selesai, Cao Yuan membuat segel formasi dari tangannya menciptakan pelindung disekitar makam tersebut serta membuka Dunia Jiwanya.


Lylia bingung, dan sedikit takut dengan hal yang baru ia lihat, namun Cao Yuan menjelaskan bahwa dirinya tidak akan menyakitinya. Pada akhirnya Lylia menuruti keinginan Cao Yuan.


Swuuush! Lylia dan Cao Yuan hadir di istana yang terdapat di Dunia Jiwa.


"Hormat kami Tuan muda! " ucap Hao Shi, Luo Luo, Niu kompak.


Cao Yuan mengangguk dan menatap Lylia yang sedang kebingungan.


"Niu jelaskanlah Lylia agar mengerti, namun aku meminta kalian untuk menjaganya di Dunia Jiwa, perintahnya adalah perintahku juga! " ucap Cao Yuan tegas.


"Baik tuan muda! " ucap tiga bawahan kompak kembali.


"Luo Luo! ikuti aku. " ucap Cao Yuan.


Luo Luo akhirnya mengikuti Cao Yuan ke tempat sell tahanan yang terdapat di Dunia Jiwa.


Sesampainya Teylishan dan para murid anggota sekte trah kedua yang tersisa menatap kedatangan dua orang yang menghampiri mereka.


"Lepaskan Kami! " teriak Teylishan murka.


Cao Yuan yang marah melihat wajah Teylishan yang masih memakai wajahnya langsung menampar wajah Teylishan.


Plaaak! " diam! " ucap Cao Yuan marah.


Setelah itu Cao Yuan meminta penjelasan semua yang dilakukan oleh mereka, awalnya mereka pasti menolak, namun kehadiran Luo Luo wanita cantik namun mengerikan dalam bertindak membuat mereka mau memberitahu satu persatu. Hingga Cao Yuan memiliki kesimpulan bahwa Teylishan hanyalah sebagai alat oleh ayahnya.


Setelah puas mendapatkan jawaban apa yang dibutuhkan, Cao Yuan kemudian menarik tiga helai rambut Teylishan dan merubah wujudnya menjadi Teylishan.


Luo Luo yang kagum, serta semua anggota murid sekte trah kedua yang terkejut hanya diam melihat wajah Cao Yuan asli dapat merubah bentuknya.


Setelah itu Cao Yuan keluar dari Dunia jiwa dan menuju sekte trah kedua untuk membongkar rencana mereka. Dua jam melesat akhirnya Cao Yuan sampai ditempat sekte trah kedua berdiri, Cao Yuan yang menggunakan wajah Teylishan tak menemukan masalah yang bearti, namun kini bajunya telah ia lumuri dengan darah hewan buas yang ia bunuh untuk merencanakan rencananya.


"Hormat pada tuan muda! " ucap salah satu murid dan tetua yang melihat Cao Yuan melewati mereka.


Setelah itu Cao Yuan langsung mencari aula sekte untuk mengatakan tugasnya telah selesai.


Selang beberapa menit mencari dan akhirnya menemukan aula sekte, Cao Yuan langsung memasukinya.


"Anakku! apakah kau baik baik saja! " tanya Teyling melihat baju anaknya berlumuran darah.


"Ayah... aku... " ucap Cao Yuan berakting.


"Katakanlah! " ucap Teyling.


"Siapa yang berani menyerangmu! " ucap Teyling marah.


"Aku tidak tahu ayah! hanya saja ia sengaja melepaskan ku, namun pemimpin mereka memberi pesan bahwa tiga hari lagi kehancuran sekte milik ayah akan terjadi. " ucap Cao Yuan terlihat khawatir.


Semua tetua dan Teyling diam mendengarkan dengan baik.


Braakkk! Teyling menghancurkan meja didepannya setelah mendengar orang yang telah menyerang anaknya berani mengancam sektenya akan dihancurkan.


"Apakah kau tau siapa mereka? " tanya Teyling marah.


"Maaf ayah! Lishan tidak tau! " ucap Teylishan.


"Baiklah sekarang kamu istirahat lah dahulu! " ucap Teyling.


Cao Yuan mengangguk dan melirik tetua sekte trah pertama yang ia tahu berada di aula tersebut dengan heran.


"Pengkhianat. " ucap Cao Yuan dalam hati dan menuju kediaman Teyling.


Sesampainya dikamar milik Teylishan, Cao Yuan membuat sebuah segel formasi disetiap sudut ruangan. Serta ia menyuruh Niu untuk mencari tahu apa yang membuat tetua trah pertama berada disekte trah kedua. Niu mengangguk dan kemudian memejamkan matanya.


"Mata Dewa! " mata Niu langsung terbuka dan berubah menjadi keemasan.


Cao Yuan terkagum kagum, dan ingin menguasai teknik tersebut namun dirinya tahu Niu tengah berkonsentrasi.


Setelah dua jam memata matai dari kejauhan Niu memberikan penjelasannya.


"Tuan muda! tetua tersebut bukanlah tetua asli milik tuan muda! melainkan dia telah membunuh tetua trah pertama dan mematai sekte milik tuan muda! " ucap Niu masih memberi penjelasan.


Cao Yuan terdiam dan menahan amarahnya mendengar penjelasan Niu yang ternyata dari dulu ada tiga tetua yang telah terbunuh, dan tetua yang terbunuh tersebut digantikan oleh tetua sekte trah pertama yang ingin menguasai kekuatan penuh sektenya.


Setelah mengerti semuanya Cao Yuan kemudian memasukan Niu kedalam dunia jiwa, setelah itu dirinya kembali memulihkan Qinya karena dirinya telah menggunakan Ilmu meringankan tubuh secara terus menerus dan juga telah mengeluarkan beberapa teknik telapak Ilahi.


Satu hari telah mengumpulkan Cao Yuan kemudian keluar dari kediaman untuk memulai rencananya. Disetiap sudut Cao Yuan memasang mantra formasi yang siap digunakan ketika rencananya akan dilaksanakan. Hingga Cao Yuan sendiri kini telah selesai dengan rencananya kemudian menuju aula sekte untuk mendengarkan apa yang dibicarakan oleh tetua dan Teyling.


Sesampainya Teyling yang melihat anaknya menemuinya menjadi heran, karena baru kali ini tanpa diperintah Teylishan mau ikut bergabung dengan urusan sekte.


"Lishaner! ada apa yang membuatmu ingin bergabung dengan urusan sekte. " ucap Teyling heran.


"Emm ayah... kelak aku kan menjadi seorang ketua sekte sama seperti ayah, setidaknya kini aku ingin belajar bagaimana menjadi seorang ketua sekte yang baik. " ucap Cao Yuan tenang.


Teyling sangat terharu melihat anaknya mau ikut bergabung dalam pembicaraan sekte, karena ia tahu anaknya hanya gila dengan wanita, bahkan wanita yang diculik oleh anaknya telah dikumpulkan dipenjara untuk kegiatan malamnya.


Pembicaraan tersebut tak terasa sampai malam, Cao Yuan yang menyamar sebagai Teylishan hanya diam dan mendengarkan ddengan baik. Namun didalam diamnya dia itu sebenarnya sangat senang karena mengetahui rencana mereka semua.


"Hehehe! satu hari lagi kehancuran kalian akan terjadi, lihat saja nanti! " ucap Cao Yuan.


Pertemuan dibubarkan, Teyling yang melihat anaknya masih dengan baik mendengarkan pembicaraan sekte hingga pembicaraan berakhir sungguh terharu.


"Shaner! kemari! " panggil Teyling.


Cao Yuan yang ingin pergi segera menghampiri Teyling yang sepertinya ingin bertanya.


***


Author baru update karena revisi nama tokoh episode kemarin, Ayahnya Teyling anak nya Teylishan, dan karena besok sampe Minggu ppkm insyalloh author akan update tiga hingga empat episode.