Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
.


"Tapi jika dengan ranah kultivasinya yang ditekan sekarang apakah kalian mampu melumpuhkannya? " tanya Cao Yuan serius.


Niu dan Luo Luo saling berpandangan, karena mereka takut bahwa Ras Phoenix tersebut menekan kekuatannya sendiri, bukan ditekan oleh kekuatan Kaisar Dewa Puncak.


"Tuan muda! tapi kami takut bahwa Ras Phoenix tersebut menekan kekuatannya sendiri bukan disegel oleh seorang yang memiliki ranah Kaisar Dewa Puncak. " ucap Niu memperjelas.


Cao Yuan mengangguk, dia paham betul resikonya jika ia salah mengambil langkah.


"Bagaimana cara aku mengetahui keberadaannya jika aku tak bisa melihatnya secara langsung. " ucap Cao Yuan.


Seketika Luo Luo yang sedikit paham tentang ilmu master formasi mengambil sebuah daun dan sebuah Qi kecil yang dialiri kedaun tersebut langsung ia lemparkan kearah tanah kosong didepan mereka.


Swuuush! Baaaams! ledakan terdengar saat daun tersebut membentur perisai transparan. Cao Yuan yang melihat itu seketika tersenyum.


"Terimakasih Luo Luo. " ucap Cao Yuan kemudian membuat sebuah segel dari tangannya.


Segel yang rumit Cao Yuan perlihatkan, gerakan tangannya yang cepat juga membuat orang biasa yang melihat hanya melihat bayangan tangannya saja.


Swuuush! Swuung!


Tiba tiba muncul sebuah segel formasi berwarna keemasan berbentuk bintang didepan Cao Yuan.


"Hyaaaaat! " teriak Cao Yuan kemudian mendorong segel tersebut.


Swuuush! Baaaams! segel tersebut meluncur deras kearah area kosong yang jika dilihat dengan mata Dewa maka terdapat seekor Phoenix yang terkurung. Tiba tiba saat ledakan muncul sebuah perisai berwarna kehitaman dengan jelas, bahkan Cao Yuan kini dapat melihat seekor Phoenix yang tengah terkurung didalam perisai berwarna kehitaman tersebut.


"Sangat indah! " gumam Cao Yuan melihat keindahan bulu Phoenix yang berwarna biru kemerahan.


Namun sedikit rasa penasarannya melihat sang Phoenix yang sepertinya tertidur didalam kurungan tersebut. Cao Yuan yang penasaran segera mendekati kurungan tersebut, namun tiba tiba langkahnya dihentikan oleh Niu.


"Tu-tuan muda maaf! untuk menghindari resiko yang tidak diinginkan lebih baik kita memindahkan kurungan tersebut ke Dunia Jiwa. " ucap Niu.


Cao Yuan yang sebenarnya hanya ingin melihat Ras Phoenix akhirnya tersenyum.


"Jadi jika didalam Dunia kita bisa mengalahkannya jika dia memberontak? " tanya Cao Yuan.


Niu dan Luo Luo mengangguk, Cao Yuan tiba tiba merasa bersemangat, namun dirinya tak mengetahui cara memasukan segel yang sekaligus terdapat Phoenix didalam segel kedalam Dunia Jiwanya.


"Tapi bagaimana caranya? " tanya Cao Yuan lagi.


"Karena ranah kultivasi tuan muda masih rendah, kami akan membantu tuan muda memasukannya. " ucap Niu seketika membuat sebuah perisai yang mengurung area mereka sejauh satu kilometer.


"Kakak keenam! anda bantu tuan muda memasukan Phoenix tersebut kedalam Dunia Jiwa. Sedangkan aku akan mendorongnya dari belakang. " ucap Niu lagi.


Luo Luo setuju dan kemudian mereka bertiga melakukan ide yang dimiliki oleh Niu.


"Sekarang tuan muda! " ucap Niu.


Swuuush! sebuah portal dimensi Dunia Jiwa terbuka lebar setelah Niu memberi kodenya.


"Kakak keenam tarik! tuan muda lindungi segel yang mengekangnya! " ucap Niu lagi.


Seketika mereka bertiga melakukan rencana mereka dengan baik, bahkan Niu sendiri mulai mendorong segel yang dibuat Cao Yuan kearah gerbang Dunia Jiwa. Walaupun ranah kultivasi mereka tergolong tinggi, namun tidak bearti mereka bertiga dapat memindahkan sebuah segel formasi dari tempat segel tersebut dibuat.


Keringat mulai membasahi tubuh mereka bertiga, saat mereka mulai menarik dan mendorong segel hitam yang dibaluti segel buatan Cao Yuan kedalam dunia Jiwa. Perlahan tapi pasti, setiap inci segel yang mengurung ras Phoenix tersebut kini mulai bergerak kearah gerbang Dunia Jiwa.


"Tuan muda! langkah terakhir. " ucap Niu kemudian menyiapkan energi Qinya dialirkan ke tangan kanan serta kirinya untuk membuat satu pukulan ke segel yang mengekang Phoniex itu.


Baaaamss! Swuuush! tiba tiba saat Niu sudah melancarkan pukulannya segel yang membawa Phoniex kearah dunia jiwa kini berhasil.


"Akhirny! " ucap Cao Yuan sedikit merasa lelah.


"Tuan Muda! aku dan Luo Luo akan menjaga Phoenix tersebut didalam Dunia jiwa. " ucap Niu dan Luo Luo kemudian memasuki dunia Jiwa.


Entah mengapa, perasannya kini merasa sangat senang melihat usahanya berhasil.


"Apa yang membuatku terlalu senang. " gumam Cao Yuan kemudian menutup dunia Jiwanya.


Swuuush! setelah itu Cao Yuan tiba tiba menghilang dari pijakannya melesat kesalah satu dahan pohon yang menjulang tinggi di dekat hutan tersebut.


Swuuush! Swuuush! dua orang memiliki ranah Dewa satu muncul ditempat Cao Yuan tadi.


"Dimana Phoenix yang penguasa tangkap. " tanya salah satu pria tersebut panik tak melihat sang phoniex yang seharusnya ada didepan mereka.


Pria paruh baya yang disebelahnya juga terlihat kebingungan. Sedangkan Cao Yuan sendiri menaikan alisnya saat melihat kehadiran dua pria paruh baya yang sepertinya penjaga dari Phoenix yang tersegel tersebut. Namun dirinya tiba tiba terkejut saat merasakan aura yang sangat agung, namun aura tersebut tak seagung milik ayahnya.


"Gawat! auara apa ini! " gumam Cao Yuan kemudian langsung menggunakan ilmu meringankan tubuhnya menjauh dari tempat persembunyiannya.


Tiba tiba terdapat portal dimensi yang muncul dilangit tepatnya diatas dua pria paruh baya yang sepertinya penjaga keamanan sang Phoenix.


"Pe-penguasa! " ucap mereka berdua tubuhnya bergetar.


Sedangkan Cao Yuan terus menjauh dari tempat tersebut, karena dia tahu walaupun dia bersembunyi dibalik tanahpun akan diketahui oleh sosok yang memiliki aura agung tersebut.


"Setidaknya mungkin kekuatannya setingkat dengan ranah kultivasi ayahku atau Niu dan Luo Luo namun bisa lebih. " ucap Cao Yuan terus melesat menggunakan kecepatan puncaknya.


Sedangkan diportal dimensi yang muncul tiba tiba muncul seorang pria paruh baya yang memiliki aura yang agung kini sedang menatap dua bawahannya yang ditugaskan untuk menjaga sang Phoenix yang ia tangkap .


"Ho-hormat sang Penguasa! " ucap pria paruh baya yang tiba tiba berlutut setelah melihat siapa yang muncul dari dalam portal dimensi.


Sang pria paruh baya tersebut tidak menanggapi pria yang memberi hormat tersebut, namun dia kini menatap tajam melihat hilangnya sang Phoenix tangkapannya.


"Arghh! siapa yang mengetahui keberadaan tangkapan Phoenixku! katakan! " ucap pria tersebut menggema, bahkan tanah dihutan tersebut hingga di Dunia kecil peri bergetar.


"Ka-kaami tidak tahu penguasa! " ucap mereka berdua kompak.


Seketika pria yang disebut penguasa tersebut menatap sebuah bekas jejak aura.


"Emmm, tidak kusangka ada seorang Dewa yang hidup di Benua Tengah. " gumam pria tersebut sedikit terkejut kemudian menatap kedua bawahannya dengan tajam.


"Kalian berdua! carilah orang yang telah mencuri Phoenixku! jika tidak kalian temukan, maka kalian akan merasakan amarahku. " ucap pria tersebut.


"Ta-tapii" ucap salah satu pria yang tidak mengetahui siapa yang telah mencuri Phoenix tersebut.


Pria yang disebut penguasa tersebut kemudian membuat sebuah bola kehitaman yang muncul dari tangannya.


Swuuush! Swuuush! bola kehitaman yang kecil trrsebut kini memasuki dahi dua pria yang masih berlutut.


"Ingatlah! cari keberadaannya! laporkan padaku jika kalian tidak mampu menangkapnya. " ucap sosok pria tersebut yang dipanggil penguasa.