Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
14


She Luan juga tak luput terkejutnya. Sudah jelas ranah kaisar dewa tingkat satu saja tak bisa menghancurkannya apalagi Cao Zhen Xin yang ranah kultivasinya berada dua tingkat diatasnya.


"Apakah tuan muda tidak bercanda. " ucap She Luan.


"Ahhh buang wajah anehmu itu, aku memang ingin memiliki batu surgawi itu, mana mungkin aku mematok harga awal penawaran. " gerutu Cao Zhen Xin.


"Ba-baiklah tuan muda jika itu keinginanmu. " ucap She Luan.


"Apakah ada yang berani menaikan kelipatan dari lima ribu? " tanya She Mei tersenyum lebar.


Semua orang saling berpandangan, seakan akan ingin melihat siapa lagi yang gila mau menawar harga batu surgawi dengan harga tinggi. Selang beberapa menit keheningan terjadi, She Mei menghitung mundur untuk melakukan penutupan lelang batu Surgawi.


"Lima."


"Empat."


"Tiga."


"Dua."


"Satu." ucap She Mei.


"Baiklah lelang batu surgawi dimenangkan oleh ruang VIP nomor 3. Setelah lelang selesai harap tuan muda melakukan pembayaran. " ucap She Mei.


Cao Zhen Xin tertawa senang dihatinya, karena menurutnya Kultivator yang mengikuti lelang sungguh sangat bodoh.


"Apakah kamu tau fungsi batu surgawi. " tanya Cao Zhen Xin pada She Luan.


Sontak She Luan hanya menggelengkan kepalanya.


"Tidak tuan muda. Karena kakak Mei pernah mencoba mengolah batu itu untuk dicampurkan pada pembuatan senjata, namun tidak ada satupun orang yang dapat meleburkannya. " ucap She Luan.


"Tentu saja kalian tidak bisa menghancurkannya, karena batu itu mengandung energi kehidupan yang sangat besar, sehingga batu itu tidak dapat dihancurkan oleh sembarang orang. " ucap Cao Zhen Xin.


She Luan terkejut mendengar hal tersebut, karena dirinya tidak dapat merasakan aura yang keluar dari batu surgawi tersebut.


"Dan yang perlu kamu ketahui, itu bukanlah batu surgawi, namun batu kehidupan. " ucap Cao Zhen Xin membuat segel pelindung.


Swuuung! Segel telah aktif, setelah itu ia mengeluarkan satu batu surgawi yang pernah di beri oleh ayahnya.


"Ini batu surgawi, batu ini sangat cocok untuk dijadikan campuran bahan pembuatan senjata tingkat tinggi. " ucap Cao Zhen Xin sedikit berbohong.


Nyatanya batu surgawi bukan untuk membuat senjata tingkat tinggi, melainkan tingkat Dewa. Jika ia membeberkannya bisa bisa mereka akan mencari tahu siapa Cao Zhen Xin sebenarnya. She Luan tentu tidak bisa menghilangkan rasa terkejutnya.


"Sudahlah biasa saja raut wajahmu itu, karena aku memiliki banyak batu surgawi, jika kamu mau ambilah ini. " ucap Cao Zhen Xin.


Tentu She Luan hanya diam.


"Ambilah. " ucap lagi Cao Zhen Xin.


"Ta-tapi tuan...'"


"Panggil namaku saja, Zhen Xin. " ucap Cao Zhen Xin.


Dengan rasa senangnya, She Luan menerima batu tersebut.


"Terimakasih tu... Zhen. " ucap She Luan hampir saja salah.


Cao Zhen Xin mengangguk, setelah itu ia menghilangkan segel formasi. Mereka berdua mengikuti pelelangan kembali, hingga pelelangan berakhir keduanya kini berada diruangan She Mei untuk membayar batu surgawi.


"Kakak. " ucap She Luan tersenyum.


Wajah heran She Mei ia perlihatkan melihat adiknya tersenyum bahagia.


"Kenapa kamu terlihat sangat bahagia. " ucap She Mei heran.


"Apakah..." ucap lagi She Mei melirik Cao Yuan.


"Ad....dik kamu! " ucap She Mei seketika memegang kakinya.


She Luan langsung pergi dan kembali bertatapan dengan Cao Zhen Xin. Mata mereka bertemu hingga She Mei yang peka seketika berdehem.


"Ehem.." ucap She Mei.


"Ehh, senior maaf aku kesini hanya ingin membayar batu surgawi. " ucap Cao Zhen Xin.


She Mei mengeluarkan batu surgawi dengan cepat. Ia juga ragu memberikan harga sesuai dengan patokan harga Cao Zhen Xin.


"Tu-tuan muda...." ucap She Mei.


"Sudahlah, didalam Cincin ruang ini terdapat lima ribu keping emas." ucap Cao Zhen Xin cepat kemudian ia mengambil batu surgawi dan memasukannya kedalam Cincin ruangnya.


"Baiklah, harga ini telah sepakat. Oiya tuan muda, aku memiliki plat lelang senjata keluarga She. Dengan plat ini tuan muda mungkin tidak akan kesulitan jika mengalami masalah. " ucap She Mei.


Cao Zhen Xin ingin menolak, namun ia sendiri tidak punya pilihan saat tiba tiba She Mei menghilang dari tempatnya.


"Yasudah lah, ada gunanya juga jika aku menyimpan plat ini. " ucap Cao Zhen Xin yang membutuhkan identitas.


She Mei sebenarnya ingin lebih lama berbincang santai dengan Cao Zhen Xin, namun panggilan dari managernya membuat ia harus segera kembali ketempat rahasianya. Cao Zhen Xin sendiri kini telah keluar dari tempat pelelangan dan mencari penginapan. Karena hari ini ia ingin berkultivasi dengan menyerap batu surgawi yang ia menangkan dipelelangan.


***


"Paman She Yang." ucap She Mei memberi hormat pada She Yang.


"Meier, sepertinya kita sudah tidak bisa bersembunyi lagi. " ucap pasrah She Yang.


Sontak ucapan She Yang atau pamannya sendiri membuat She Mei mengerti kemana arah pembicaraannya.


"Maksud paman, tuan muda Tao ? " tanya She Mei.


She Yang mengangguk lemah.


"Apakah ada surat darinya? " tanya She Mei memendam rasa dendam pada Tao Li Yao.


She Yang memberikan isi surat tersebut pada She Mei. She Mei merebut surat tersebut dengan cepat dan langsung membaca isi surat itu. Swooooosh! Kertas yang berisi tulisan dari tangan Tao Li Yao tiba tiba terbakar.


"Argghhh! " ucap She Mei mengeluarkan ranah Kultivasinya di ranah dewa sejati tingkat tiga.


****


Cao Zhen Xin telah menemukan penginapan yang tidak terlalu mewah, karena ia sendiri ingin cepat berkultivasi menggunakan batu surgawi.


"Akhirnya aku bisa naik tingkat kembali, andai ayah memberikanku sumber dayanya, pasti aku sudah memiliki ranah kultivasi yang tinggi. " gerutu Cao Zhen Xin.


Namun petualangan kali ini atau pencarian kakaknya nyatanya memiliki manfaat yaitu ia dapat mencari sumber daya sendiri. Sehingga kini ia lebih bersemangat dalam mencari keberadaan kakaknya, maupun menjadi seorang yang disegani seperti ayahnya karena kekuatannya yang tidak bisa dianggap remeh.


"Teknik kultivasi dewa abadi. " ucap Cao Zhen Xin menggunakan teknik Kultivasinya.


Teknik kultivasi dewa abadi sama halnya dengan kultivasi naga surgawi milik Cao Yuan ayahnya. Namun yang membedakan teknik naga surgawi sudah ada dikitab Naga Surgawi, sehingga selain teknik kultivasi kitab Naga Surgawi memiliki banyak jurus dibandingkan dengan teknik yang sekarang dilakukan oleh Cao Zhen Xin.


Swuuuush! Batu surgawi perlahan bersinar kehijauan, setelah itu sinar tersebut perlahan memasuki dantian Cao Zhen Xin dengan kecepatan tak kasat mata.


****


Malam hari telah tiba, kini She Mei yang sedang bersama She Yang, She Luan dan orangnya berkumpul ditempat pelelangan.


"Luaner, kakak memintamu pergi dari sini secepatnya. " ucap She Mei.


"Kakak akuu.." ucap She Mei berusaha menolak keinginan kakaknya.


"Keluarga Tao sangatlah kuat, kita tidak mungkin bisa mengalahkannya, jadi aku harap kamu mengerti Luaner. " ucap She Mei sedih.