Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Berlatih


Cao Yuan terdiam seribu bahasa, walaupun mereka berkomunikasi, namun setiap ucapan para Buddha adalah pencerahan bagi Cao Yuan.


" Jadi tugas kebaikan menghentikan kejahatan yang membuat kekacauan dan penyesatan? " ucap Cao Yuan.


"Benar Yuaner, mungkin kalian tahu kami bertigalah yang menciptakan alam semesta ini, karena itu kami tidak akan menghancurkan apa yang kami ciptakan, hanya saja ancaman terbesar kalian adalah salah satu teman kami. Kami memang bisa membunuhnya, namun kami telah memiliki janji bahwa kami tidak akan membunuh siapapun apalagi ciptaan kami bersama. " ucap Hao Xiang menimpal.


Semua orang terdiam kecuali para pasukan sekte Abadi yang memulai kultivasi mereka.


"Kalian harus mengetahui, semua kekacauan yang ada dialam dewa, dialam fana itu akibat Fusen teman lama kami, namun kalian tenang saja saat ini ranah kultivasinya sama dengan Cao Lian, namun kalian harus berhati hati, karena ia memiliki sesuatu yang unik yang tidak bisa dimiliki oleh kalian. " ucap Shu Lai.


Cao Yuan dan semuanya mengangguk setelah para Buddha memberikan arahan serta beberapa nasehat, setelah itu para Budhha menghilang dari kehampaan.


Selang beberapa menit melihat kepergian para Budha Lylia menatap Kaisar Langit dan Dewi Lianhua yang menatap lembut padanya. Cao Yuan yang masih meresapi ucapan tiga Buddha hanya bisa terdiam.


"Yuaner kenapa calon istrimu tidak dikenalkan pada ayah. " ucap Kaisar Langit membuat Lylia dan Cao Yuan terkejut.


"Ehhh ayah mertua, ibu mertua maafkan aku yang tidak mengenal kalian. " ucap Lylia memberi hormat.


Kaisar Langit dan Dewi Lianhua tersenyum kearah Lylia.


"Sudahlah karena kamu sebentar lagi akan menjadi anakku juga, maka tidak perlu terlalu formal padaku. " ucap Kaisar Langit dan disetujui Dewi Lianhua.


Melihat kedua orang tua Cao Yuan menerima kehadirannya, hati Lylia sangat gembira dan terharu. Seketika air matanya menetes, Cao Yuan yang melihat Lylia menangis segera memeluk tubuhnya dengan erat. Berbeda dengan Kaisar Langit dan Dewi Lianhua yang kebingungan, mereka berdua kini saling bertatap tatapan seakan akan menanyakan penyebabnya.


"Ibu, ayah, mungkin Lier terharu karena kalian dapat menerima keberadaannya. " ucap Cao Yuan sedikit peka.


Kaisar Langit dan Dewi Lianhua akhirnya mengerti setelah itu ia menghampiri Lylia. Seketika Lylia melepas pelukannya dan menatap dua orang tua Cao Yuan dengan hangat.


"Terimakasih ibu m..." ucap Lylia terpotong.


"Ibu dan ayah saja. " ucap Dewi Lianhua langsung memeluk Lylia dengan hangat.


Setelah itu mereka segera membahas hal yang perlu mereka kerjakan mengenai tugas yang diberikan oleh para Budhha.


"Seperti yang Budha tugaskan, sekarang kalian masuklah kedalam pintu yang akan melatih kalian menjadi sosok dewa pengganti dewa lama yang akan kita perangi nanti." ucap Kaisar Langit.


"Baik! " jawab semua bawahan Cao Yuan kemudian memilih sebelas pintu sesuai keinginan hati mereka.


Tersisa satu pintu yang belum dibuka yaitu ketrakhir pintu yang akan dimasuki oleh Lylia.


"Lier karena sesuai perintah Dewi Kwan In, maka kamu segeralah berlatih untuk menggantikan posisi Dewi Phoenix yang telah kosong. " ucap Dewi Lianhua melepas pelukan Lylia.


"Baik ibu. " jawab Lylia kemudian menatap Cao Yuan yang sejak tadi hanya diam saja.


"Yuaner. " ucap Lylia kemudian kembali memeluk tubuh Cao Yuan.


"Lier, berlatihlah dengan keras setelah keluar dari pelatihan mu maka aku akan menikahimu segera. " ucap Cao Yuan membuat wajah Lylia memerah.


Kaisar Langit dan Dewi Lianhua hanya diam mendengarkan perbincangan keduanya, hingga mereka berdua telah melepas rindu, Lylia segera memasuki pintu ke dua belas yang disediakan oleh para Budha. Selang beberapa menit Cao Yuan menghela napas sejenak, seakan akan beban yang dipikulnya sangat berat.


"Anakku ini sudah takdir, lebih baik kamu meningkatkan ranah kultivasimu sampai di Kaisar Dewa Puncak. " ucap Kaisar Langit.


Dewi Lianhua pun setuju apa yang dikatakan oleh suaminya, hingga perbincangan kecil terjadi diantara mereka bertiga. Tentunya yang diperbincangkan mereka bertiga untuk melepas rindu dari keluarga kecil yang pernah terpisah selama puluhan tahun.


Dialam Iblis.


"Aishh untung ayah tidak terlambat menyelamatkanmu, jika ranah kultivasimu sama seperti dulu mungkin ayah tidak akan memunculkan diri. " gerutu Kaisar Kegelapan.


Pangeran Kegelapan hanya bisa tersenyum kecut.


"Ayah aku rasa aku akan menjadi rival pemuda yang pernah mengalahkanku. " ucap Pangeran Kegelapan yang terlihat khawatir.


Melihat wajah anaknya khawatir, Kaisar Kegelapan hanya bisa menggelengkan kepalanya. Karena ia tahu anaknya sangatlah haus akan kekuasaan dan juga jika mengetahui seorang yang dapat mengalahkannya ia akan melakukan cara apapun untuk membunuh orang tersebut.


"Anakku yang perlu kamu ketahui dia adalah anak dari Kaisar Langit. " ucap Kaisar Kegelapan membuat Pangeran Kegelapan terkejut setengah mati.


"Haiss sudahlah ayah akan kembali berkultivasi ditempat biasa yang tidak dapat diketahui oleh siapapun, selama berkultivasi aku harap kamu tidak akan membuat kekacauan dialam fana. " ucap Kaisar Kegelapan kemudian menghilang.


Pangeran Kegelapan hanya bisa diam melihat kepergian ayahnya.


"Ayah andai kekuatanku kembali. " gumam Pangeran Kegelapan yang memiliki keinginan menjadi penguasa diseluruh alam.


***


Puas telah berbincang bincang, Cao Yuan kemudian meminta izin pada kedua orang tuanya untuk berlatih atau meningkatkan ranah Kultivasinya.


"Baiklah jika ada hal yang ingin ayah bantu maka temui ayah dan ibu kedalam istana. " ucap Kaisar Langit.


Cao Yuan mengangguk, kemudian setelah itu ia menatap sekitarnya terlihat pasukan sekte Abadi sedang fokus berkultivasi menyerap ribuan hingga jutaan kelopak teratai, sedangkan bawahannya semua telah memasuki pintu yang entah dirinya tidak tahu apa fungsinya.


"Saatnya berlatih. " ucap Cao Yuan menatap batu naga berbentuk hati, namun ada perasaan yang tak asing ketika ia menggenggam batu tersebut.


Karena penasaran, Cao Yuan segera bersila dan mencoba menyerap energi yang ada di batu tersebut. Namun tiba tiba dirinya terkejut saat melihat rohnya terbawa kesuatu tempat.


"Dimana ini..." ucap Cao Yuan.


Ditengah tengah kebingungannya, tiba tiba sosok naga dengan panjang seratus meter berwarna keemasan muncul didepan Cao Yuan. Sedikit rasa kagum muncul dihatinya.


"Siapa anda? " tanya Cao Yuan cepat.


"Hemm muridku sudah berani tidak sopan padaku ternyata. " ucap Naga besar tersebut.


Deggh! Jantung Cao Yuan berhenti berdetak mendengar ucapan sang naga. Namun terdengar jelas suaranya memang suara gurunya.


"Gu-guru! " ucap Cao Yuan bersujud tiga kali didepan sang naga.


"Maafkan muridmu yang tidak sopan. " ucap Cao Yuan.


Sang Naga yang besar memiliki warna keemasan kemudian merubah bentuknya menjadi seorang pria paruh baya yang dikenal Cao Yuan.


"Yuaner ternyata aku sangat terkejut setelah mengenal siapa identitas dirimu, dan tentu saja aku juga tidak menyangka dengan usiamu yang muda kamu telah mencapai ranah Kaisar Dewa lima. " ucap Dewa Naga.


"Yuaner tidak berani menerima pujian guru. Karena semua ini berkat guru. " ucap Cao Yuan merendah.


"Hahaha aku memang tidak salah memilih penerus, teruslah rendah diri jadilah kuat tanpa merugikan orang lain. Namun yang harus kamu ketahui, semua yang kau raih adalah usahamu jadi kamu tidak perlu sebegitunya pada guru." ucap Dewa Naga.