
Ditengah rasa kegembiraannya dalam memperagakan gerakan Dua Puluh Naga diatas langit, Cao Yuan tiba tiba menghentikan gerakan ke lima belasnya, karena tiba tiba bulu kuduknya berdiri tanpa ia sendiri tau penyebabnya. Kaisar Langit serta Dewi Lianhua yang menikmati pola gerakan Cao Yuan tiba tiba menaikan alisnya.
"Ada apa kenapa anak kita tidak melanjutkan gerakannya? " tanya Dewi Lianhua.
"Entahlah. " ucap Kaisar Langit kemudian menghentakan kakinya dan muncul didepan Cao Yuan.
"Ayah. " ucap Cao Yuan memberi hormat.
"Anakku kenapa kamu menghentikan gerakan yang telah lama ayah tidak lihat? " tanya Kaisar Langit.
Cao Yuan kemudian turun bersama ayahnya tepatnya didepan Dewi Lianhua, kemudian Cao Yuan bercerita pada mereka apa yang ia rasakan. Dewi Lianhua dan Kaisar Langit yang mendengarkan cerita anak mereka menaikan sebelah alis mereka.
"Mungkin hanya perasaanmu saja. " ucap Dewi Lianhua mencoba menenangkan anaknya.
Swuuuung! Langit milik alam Budha bergetar dengan munculnya sosok Dewi Kwan In menatap mereka bertiga dengan lembut.
"Hormat pada Dewi Kwan In. " ucap mereka bertiga sambil memberikan hormatnya.
Dewi Kwan In tersenyum, setelah itu ia langsung mengatakan tujuannya.
"Lian, Lianhua, Yuan, apa yang kau rasakan benar akan terjadi, sebuah peristiwa yang besar akan segera datang, karena itu aku mengingatkan kalian bertiga. " ucap Dewi Kwan In.
"Dewi tapi apa masalah itu? " tanya Cao Yuan memberanikan diri.
Dewi Kwan In yang penuh kasih hanya tersenyum.
"Kalian akan mengetahuinya cepat atau lambat, namun kedatanganku kali ini atas kesepakatan dari Shu Lai dan Hao Xiang, kami berdua akan memberikan anugrah pada Cao Yuan, karena masalah yang akan terjadi hanya Cao Yuan yang akan menyelesaikannya. " ucap Dewi Kwan In.
Kaisar Langit, Dewi Lianhua dan Cao Yuan terdiam, walaupun penasaran namun mereka tidak berani kembali bertanya pada Dewi Kwan In, karena Dewi Kwan In tidak ingin memberi tahu masalah tersebut.
Swuuuung! Setelah itu Dewi Kwan In mengibaskan tangannya, pedang yang ada dipunggung Cao Yuan bergetar dan melayang membuat Cao Yuan penasaran apa yang dilakukan oleh Dewi Kwan In. Begitu juga dengan Kaisar Langit serta Dewi Lianhua.
Swuuuuush! Pedang yang memiliki ukiran naga tiba tiba bersinar cerah berwarna keemasan, setelah itu asap menutupi seluruh bagian pedang. Selang beberapa detik, naga berukuran dua puluh meter berwarna hijau sedikit memiliki warna keemasan disisiknya muncul dan langsung memberikan hormat pada Dewi Kwan In. Melihat itu Cao Yuan, Dewi Lianhua, Kaisar Langit tidak terkejut sama sekali, namun mereka penasaran apa yang akan dilakukan oleh Dewi Kwan In.
"Hormat pada Dewi! " ucap Taiye.
"Taiye hukumanmu telah berlalu, kini mengabdilah pada Cao Yuan, dan ingatlah jangan sesekali kamu berani mengkhianatinya apalagi berniat buruk padanya. " ucap Dewi Kwan In lembut namun dengan jelas setiap ucapannya terdapat ancaman tersendiri.
"Ba-baik Dewi! Hamba bersedia mengikuti ucapan sang Dewi. " ucap Taiye penuh hormat.
Dewi Kwan In mengangguk dan kemudian kembali mengibaskan tangannya, setelah itu Taiye berubah menjadi kalung berwarna keemasan dengan bandul naga yang sedikit memiliki aura agung.
"Cao Yuan, tentunya kamu sudah tau siapa naga tersebut, dan kini ia akan menjadi penjagamu ataupun untuk anakmu kelak. " ucap Dewi Kwan In kemudian merapal sebuah mantra.
"Ini pedang pemberian kami untuk Cao Yuan, gunakan pedang ini untuk membela kebenaran dan keadilan disemesta ini. " ucap Dewi Kwan In kemudian mengibaskan tangannya kearah kalung dan pedang kearah Cao Yuan.
"Terimakasih Dewi."
Cao Yuan menerima dengan baik pemberian Dewi Kwan In. Selang beberapa detik Dewi Kwan In kembali merapal sebuah mantra dengan cepat.
Swuungg! Langit kembali bergetar dengan munculnya formasi bintang, namun anehnya formasi bintang yang kini terlihat sedikit berbeda dengan formasi bintang dengan milik Kaisar Langit yang memang dulunya diberikan oleh tiga Buddha.
"Dewa Bintang, aku berikan formasi bintang ini padamu lagi namun formasi ini hanya bisa digunakan olehmu serta penerusmu kelak, dan formasi bintang yang lalu biarkan energinya seluruhnya masuk kedalam tubuh anakmu, karena lawan anakmu nanti bukanlah lawan yang bisa dikalahkan dengan kekuatannya. " ucap Dewi Kwan In.
Kaisar Langit tanpa berpikir panjang mengangguk, dan kemudian merapal mantra. Swuuung! Langit bergetar, dan formasi bintang milik kaisar langit muncul disamping formasi bintang milik Dewi Kwan In yang akan diberikan pada kaisar langit. Sesuai perintah sang Dewi, Kaisar Langit segera kembali merapal mantra, setelah itu ia melepaskan energi bintang dan mengarahkannya kearah tubuh Cao Yuan.
Dewi Kwan In dengan segera menjentikan jarinya dan sebuah pelindung menutupi keadaan sekitarnya Cao Yuan muncul. Sesaat setelah perisai muncul energi bintang segera memasuki tubuh Cao Yuan dengan kecepatan yang sangat cepat, karena Dewi Kwan In sendiri membantu Cao Yuan dalam penyerapan energi tersebut.
Rooooooaarhh! Auman Cao Yuan menggema didalam perisai yang dibuat sang Dewi Kwan In, Kaisar Langit dan Dewi Lianhua hanya bisa diam menunggu semua proses penyerapan energi bintang memasuki tubuh anaknya. Namun perasaan khawatir terlihat diwajah mereka berdua, karena mereka tentu tau sebesar apa energi bintang tersebut. Sambil membantu Cao Yuan menyerap kekuatan energi bintang, Dewi Kwan In menjelaskan pada Dewi Lianhua serta Kaisar Langit masalah yang ada di benua rendah, sehingga para Budha menyepakati keputusan bahwa mereka akan kembali membuat formasi bintang yang baru, sedangkan Formasi bintang yang lama akan digunakan oleh Cao Yuan untuk meningkatkan Kultivasinya. Karena dibantu sang Dewi dalam penyerapan energi bintang yang sangat besar, membuat Cao Yuan merasakan tanda tanda dirinya akan menerobos keranah kultivasi kaisar dewa puncak empat.
Rooooaaaarhhhh! Cao Yuan mengaum sangat keras didalam perisai, meskipun sebenarnya kesadarannya setengah ada setengah tiada karena energi bintang yang sangat besar terus merasuki tubuhnya secara mengerikan. Yang ditunggu tunggu akhirnya terjadi, Cao Yuan matanya bersinar terang, tadinya hanya bola matanya yang berwarna keemasan, kini matanya bercahaya keemasan dan membuat bola matanya tidak terlihat sama sekali.
Baaaaamsss! Ledakan dari dalam tubuh Cao Yuan terdengar yang diartikan Cao Yuan naik tingkat ketingkat kaisar dewa puncak empat. Energi formasi bintang tak berhenti sampai disitu saja, energi yang sangat besar terus saja memaksa masuk kedalam tubuhnya. Satu jam berlalu, Cao Yuan masih menyerap energi formasi bintang dengan sangat mengerikan. Tiba tiba tubuhnya kembali akan merasakan terobosan ketingkat puncak dimana hanya beberapa dewa saja yang memiliki ranah kultivasi tersebut.
Rooaoaaarrhh! Baaaamms! Akhirnya terobosan tingkat keranah kaisar dewa puncak lima terjadi, formasi bintang yang lama mulai redup namun masih dapat dirasakan bahwa formasi tersebut masih memiliki banyak sekali energi yang terkandung.
Cao Yuan yang telah naik tingkat melayang dengan sendirinya, setelah itu matanya yang sempat terpejam perlahan terbuka dengan mata yang masih bercahaya keemasan.
Dewi Kwan In, Kaisar Langit, dan Lianhua tersenyum melihat itu, rasa haru dari kedua orang tua yang melihat anaknya berhasil naik tingkat puncak kultivasi membuat mereka berdua meneteskan air mata.
****
Nanti dikira waktu author nulis gapunya paketan cuma cari sensi atau lainnya. Ini kebenarannya, dan kalian harus tau rumah author dan tmen yang author minta thetring rada jauh jadi nulisnya tersendat sendat karena lokasi yang sedikit jauh.
Kenapa ga dirumahnya langsung Thor?
"Karena lagi ada acara dirumahnya gituuu."
Woke terimakasih telah membaca, mungkin LSDN akan tamat sampai awal bulan depan, dan mumgkin bisa lebih cepat lagi. Author tetep nulis tapi diakun satunya yang Dewi Jia Li, dan saat ini baru tiga episode.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.