Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
26. Naga Air


"Ibu, jaga She Luan untukku. " ucap Cao Zhen Xin tersenyum.


Jing Yin mengangguk tersenyum manis kearah Cao Zhen Xin yang menganggap anaknya Cao Yuan sebagai anaknya sendiri.


Swuuuuush! Tubuh Cao Zhen Xin lenyap dibarengi hilangnya gerbang dimensi, selang beberapa detik.


"Andai kamu adalah anak kandungku. " ucap lirih Jing Yin tanpa daya membayangkan dirinya bahagia bersama Cao Yuan.


Swuuuung! Cao Zhen Xin muncul tepat dimana ia berada waktu menyembuhkan She Luan, dan pada disaat itu ia serta She Luan harus menerima serangan kejutan yang mengandung racun.


"Lihat saja nanti, keluarga Tao kamu berurusan dengan orang yang tak pantas kamu sentuh. " gumam Cao Zhen Xin kemudian melesat kearah barat.


Roaaaaaaaarhhh! Groaaaaarhh! Disaat perjalanannya menuju pulau es, tiba tiba ia terhenti saat melihat pertarungannya dua hewan buas.


"Heemm.. " hanya itu saja yang keluar dari mulutnya, karena ia sendiri tak ingin ikut campur urusan mereka, sehingga Cao Zhen Xin kembali melanjutkan perjalanannya. Ia juga harus mencari jalan lain untuk menghindari dua hewan buas yang sedang bertarung tersebut.


Swuuuush! Tubuhnya berkelebat cepat kearah selatan lalu kembali bergerak kearah barat, ia tersadar akan sesuatu.


"Ahhhh lagi dan lagi, kenapa aku tidak menanyakan dimana letak pulau es." gerutu Cao Zhen Xin.


Karena ia tak tahu kemana arah yang harus ia tuju, ia memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya kearah barat. Dua jam perjalanan, tiba tiba ia terhenti setelah melihat banyaknya warga yang sedang menatap danau luas didepan mereka. Rasa penasaran membuatnya menghampiri dan menanyakan alasan keramaian tersebut.


"Maaf senior, kenapa keadaan disini sangat ramai? " tanya Cao Zhen Xin.


"Apakah kamu tidak tahu, hewan iblis penguasa danau ini tiba tiba menyerang kapal yang melewati danau, dan mereka semua penumpang kami yang ingin menyebrangi danau menuju ke Pulau Persik." ucap pria tersebut.


"Ternyata begitu, apakah kalian telah melaporkan pada pihak yang berwajib mengenai hal ini? " tanya Cao Zhen Xin.


"Tuan muda, entahlah sejak dulu kami melaporkan pada kekaisaran yang menguasai wilayah kami, namun sampai saat ini pihak mereka tidak pernah datang. " ucap keluh pria tersebut.


Cao Zhen Xin menganggukan kepalanya, tiba tiba ia teringat tujuannya.


"Maaf senior, apakah senior tau kemana arah pulau es berada? " ungkap Cao Zhen Xin.


Sontak sang pria terkejut dan menatap Cao Zhen Xin dengan penuh selidik. Kini Cao Zhen Xin yang menjadi heran dengan reaksi pria didepannya.


"Senior apa ada yang salah? " ungkap Cao Zhen Xin.


Dua alis menyatu diperlihatkan Cao Zhen Xin.


"Apa maksud senior? " tanya Cao Zhen Xin.


"Konon katanya seorang yang pergi kepulau es tak akan pernah kembali lagi, karena pulau es didiami oleh pertapa sakti yang sangat mengerikan tiada tanding. " ungkap pria tersebut.


"Senior terimakasih memberikan informasi itu, namun apakah senior mengetahui arah yang harus aku tempuh." ucap Cao Zhen Xin.


Pria paruh baya mengangguk, ia sendiri pernah mengantar beberapa pendekar berbaju hitam ke pulau es, sehingga kini ia menunjukan tempatnya.


"Tuan muda silahkan berlayar kearah selatan, hingga tuan muda lepas dari danau, tuan muda akan kembali melewati sungai......"


Groaaaaaarhhhh! Disaat ingin menjelaskan ucapannya, tiba tiba auman naga terdengar menggema yang membuat danau tersebut bergelombang.


"Naga air!! Lariiii! " teriak para warga ketakutan.


Sontak Cao Zhen Xin mengalihkan perhatiannya pada tengah danau, seekor naga besar dengan panjang lima puluh meter keluar dari air, matanya merah dengan aura dewa sejati tingkat tiga menyebar kesegala penjuru danau.


"Tu-tuan muda! Lebih baik kita berlindung! Aku takut sang naga akan kemari dan memburu kita. " ucap sang pria ketakutan.


Berbeda dengan ekpresi mereka, Cao Zhen Xin tidak memiliki rasa takutpun pada naga air didepannya.


"Kenapa aku harus takut, ayahku saja seorang Naga yang sangat kuat." ucap dalam hati Cao Zhen Xin.


Cao Zhen Xin yang ingin mengatakan sesuatu pada pria tadi menjadi terdiam setelah melihat pria tersebut pergi dengan rasa takut yang berlebihan.


"Huh! Naga jelek! Kamu mengganggu perjalananku saja. " ucap Cao Zhen Xin.


Swuuuush! Satu kali hentakan kaki, Cao Zhen Xin melayang mendekat kearah sang naga yang kini tubuhnya telah sepenuhnya keluar dari air dan menatap Cao Zhen Xin dengan buas.


****


Sory gaess belum bisa update lancar, juga lagi mikir ini cerita mau tak panjangin aja.