
Setelah berhasil membuka gerbang keabadian kedua, Cao Yuan kembali membuka matanya perlahan. Kini tubuhnya terasa sangat ringan bagaikan kapas.
"Ini..." ucap Cao Yuan senang.
"Yuaner, masih ada satu gerbang lagi yang harus kamu buka, setelah itu kamu benar benar akan mengalami perbedaan yang sangat jauh. " ucap Kaisar Langit dipikiran anaknya.
Cao Yuan kemudian menatap kedua orang tuanya yang menemaninya membuka pintu gerbang keabadian dengan hangat.
"Gerbang ketiga, apa yang harus aku lakukan ayah? " ucap Cao Yuan.
"Pejamkan matamu kembali, fokuskan rohmu untuk menuju tempat dantianmu, rasakan aura negative yang ada didantianmu setelah itu kalahkan jati diri gelapmu sendiri. " ucap Kaisar Langit dipikiran Cao Yuan.
Cao Yuan terdiam, mendengar penjelasan ayahnya yang tidak asing membuatnya berpikir, namun ia lupa hal yang berkaitan dengan dantiannya sendiri, sehingga ia mengikuti apa yang diperintahkan ayahnya. Swoooosh! Rohnya muncul diatas dantian, setelah itu ia menatap lautan dantiannya dengan tenang.
"Jati diri gelapku? " gumam Cao Yuan bingung.
Namun kebingungannya segera terjawab setelah melihat seorang yang menyerupai dirinya muncul.
"Bukankah kamu.." ucap Cao Yuan terhenti.
"Be-benar sebenarnya anda telah membuka seluruh gerbang keabadian ditubuhmu sendiri. " ucap sosok tersebut.
Cao Yuan terdiam, lalu menatap sambil memikirkan ucapan ayahnya. Iya kini memaknai seluruh kata kata yang diucapkan ayahnya hingga ia menatap tajam sosok yang menyerupai dirinya sendiri.
"Ayahku berkata aku harus membunuh sisi gelapku di dantianku sendiri, artinya..." ucap Cao Yuan terpotong.
"Ka-kalian salah beramsumsi dalam pembukaan gerbang ketiga keabadian. Ka-karena sebenarnya. " ucap Sosok tersebut gantian terpotong.
"Sebenarnya apa? Disaat aku lengah kau akan mengambil alih kesadaran ku kembali? " ucap Cao Yuan.
Sosok yang menyerupai wajah Cao Yuan menggelengkan kepalanya, apalagi melihat Cao Yuan mulai mengangkat tangannya, dan dari tangannya terlihat petir yang bergerak gerak membuat tubuhnya bergidik ngeri, karena ranah Kultivasinya berada di kaisar dewa sedangkan Cao Yuan sudah menginjak kaisar dewa puncak tiga.
"Tu-tuan tu-tunggu penjelasanku dahulu. " ucap sosok tersebut meyakinkan.
Cao Yuan terdiam dan kemudian menurunkan tangannya. Menatap sosok yang menyerupainya dengan tenang.
"Apa yang ingin kau katakan? Cepatlah aku tidak memiliki waktu yang banyak. " ucap Cao Yuan.
Sosok tersebut menghela napas sejenak, kemudian ia menghilang lalu muncul tepat didepan Cao Yuan sambil menggores telapak tangannya dengan kuku yang dialiri energinya sendiri.
Slaaaash! Darah menetes dari telapak tangan sosok tersebut, melihat itu Cao Yuan hanya bisa terdiam dan tidak mengerti apa yang sosok menyerupainya lakukan.
"Tu-tuan gabungkan kekuatan darah anda dengan darahku, agar sepenuhnya darah tuan muda adalah darah naga emas, karena darah tuan muda pada dasarnya masih menggunakan darah keturunan Ka...." ucap sosok tersebut berhenti saat Cao Yuan tanpa banyak mendengarkan ucapannya, ia malah langsung menggores telapak tangannya dengan kuku, lalu ia menggabungkan telapak tangannya dengan telapak tangan sosok yang menyerupainya.
Swooooooosh! Tubuh nyata Cao Yuan bersiinar terang dengan disertai fenomena langit mendung dan petir menyambar disegala penjuru alam milik Budhha. Nyatanya fenomena tersebut tidak hanya dialam Buddha, melainkan dialam fana serta alam Dewa pun mengalami fenomena yang sama.
Kaisar Langit seketika terkejut setengah mati melihat Cao Yuan berhasil membuka gerbang keabadian ke tiga hanya kurang dari tiga menit, dengan segera ia melindungi tubuh pasukan sekte Abadi dengan perisai buatannya, setelah itu ia dan istrinya segera mundur berada didepan istana dengan perasaan yang sulit digambarkan. Memang sejak Cao Yuan menginjak ranah kaisar dewa sudah bisa dianggap seorang dewa, namun jika ingin diakui oleh langit, maka Cao Yuan harus melewati tahap akhir yaitu menerima sambaran petir maha dahsyat untuk peresmian menjadi seorang dewa.
"Ada apa ini. " ucap Cao Yuan bingung.
Swooooooosh! Tiba tiba awan yang mendung berkumpul menjadi satu, dan petir yang bergerak gerak mulai mengganas dengan disertai suara gemuruh petir. Selang beberapa detik petir yang ada diawan mendung tiba tiba menyatu, lalu sinar berwarna keemasan membaluti petir tersebut dan.
Baaaaaamssss! Petir tersebut meluncur deras kearah tubuh Cao Yuan dengan kecepatan cahaya, setelah menabrak tubuh Cao Yuan petir tersebut membuat kawah besar tempat dimana Cao Yuan duduk, namun anehnya Cao Yuan tidak merasa sakit sama sekali ditubuhnya setelah menerima sambaran petir tersebut, ia merasa ada aneh dengan dirinya.
"Selamat Yuaner! " ucap Kaisar Langit muncul dihadapan Cao Yuan bersama Dewi Lianhua.
"...." Cao Yuan terdiam seribu bahasa.
"Anakku ayah dan ibu tidak menyangka kamu berhasil melewati seluruh ujian langit, dan karena itu kamu telah resmi menjadi seorang Dewa Naga yang baru. " ucap Dewi Lianhua kemudian tersenyum lembut.
Cao Yuan mengangguk dan kemudian saat tubuhnya akan berdiri, ia baru merasakan keanehan pada dirinya, yaitu munculnya pusaran energi yang sangat besar dibelakang tubuhnya yang berbentuk lingkaran, pedang tingkat Dewa dipunggungnya pun terlihat sangat elegan dengan aura naga yang ikut menyelimuti pedang tersebut.
"Inii.." ucap Cao Yuan kemudian melesat terbang diatas langit sambil menggerakkan tubuhnya yang sangat ringan, gerakan dua puluh naga yang ada didalam kitab Naga Surgawi pun ia segera perlihatkan pada kedua orang tuanya.
Kedua orang tua Cao Yuan hanya bisa tersenyum melihat kebahagiaan anak mereka. Namun hal tersebut hanya akan terjadi sesaat saja, karena sebuah ancaman besar akan menghampiri mereka.
****
Satu tahun lebih Cao Yuan meningkatkan Kultivasinya, begitu juga dengan Pangeran Kegelapan yang berlatih ilmu baru dengan Fusen, selama satu tahun pangeran kegelapan berhasil menguasai teknik penghapusan yang bahkan semua sihir, ataupun bentuk segala serangan yang menggunakan Qi akan lenyap jika ia menggunakannya. Namun tidak dengan ranah kultivasinya yang masih berada diranah kaisar dewa tingkat lima.
"Terimakasih guru! " ucap Pangeran Kegelapan setelah berhasil menguasai teknik atau ilmu baru.
Fusen tersenyum melihat muridnya sangat berbakat, walaupun sempat gagal tapi pada akhirnya pangeran kegelapan dapat menguasai teknik penghapusan miliknya dengan sempurna.
"Kamu jangan terlalu bangga dengan ilmu tersebut, karena kamu harus membuka segel yang ada didantianmu dahulu sehingga kekuatanmu nanti tidak akan dapat dikalahkan oleh para Dewa bodoh itu. " ucap Fusen bangga.
Pangeran Kegelapan terdiam sejenak, rasa hormatnya bertambah pada sosok Fusen, karena dahulu saat ia tersegel Fusenlah yang nyatanya membawanya ke Benua Tengah. Sehingga kini ia percaya hanya Fusenlah yang tau cara melepas segel yang mengekang dantianmu.
"Guru tapi bagaimana caranya agar aku bisa melepas segel yang ada didantianku? " tanya Pangeran Kegelapan.
Fusen mengangguk, setelah itu ia membuat segel tangan dengan cepat. Swuuuung! Segel tersebut bergetar, setelah itu Fusen menggigit jarinya dan mengoleskan darahnya kearah segel buatannya.
Swuuuung! Segel kembali bergetar, namun anehnya tiba tiba segel tersebut melesat kearah pusar bagian perut Pangeran Kegelapan.
"Apa ini guru? " tanya Pangeran Kegelapan.
"Itu segel yang dapat melepas segel yang membelenggu dantianmu, namun kamu memerlukan banyak energi manusia untuk mengaktifkan segel buatanku. "
"Sudahlah kedepannya aku serahkan padamu, dan setelah ini aku akan bermeditasi panjang. " ucap Fusen menghilang dari kehampaan.
Pangeran Kegelapan hanya diam menatap pergi gurunya, karena ia sendiri tidak bisa menghentikan kepergian gurunya. Namun senyum terkembang didibirnya setelah selang beberapa menit kepergian gurunya.
"Cao Yuan aku akan membalas kekalahan ku saat itu. " ucap Pangeran Kegelapan.