
Cao Yuan tidak terkejut sama sekali apalagi takut dengan pasukan hewan iblis yang memiliki ranah Kaisar Dewa. Namun kini perasaannya khawatir mengenai pasukannya sendiri karena dia merasakan banyaknya aura Kultivator dan hewan iblis yang terus keluar dari setiap sudut kerajaan Tao. Sehingga pasukan lawan terus bertambah, dan tentunya jika Cao Yuan tidak membagi tugas pada bawahannya bisa bisa kerugian pada pasukannya akan terus bertambah.
"Shen Huo An akan menemaniku menyerang tiga hewan iblis berkekuatan kaisar Dewa, sedangkan Niu dan lainnya bantulah pasukan kita!" ucap Cao Yuan.
"Baik tuan muda! " ucap mereka semua kompak, tak bisa dipungkiri karena setiap detik pasukan lawan semakin bertambah.
Swuuush! Niu dan lainnya langsung menghilang muncul membantu pasukan sekte Abadi.
"Pemuda apakah kau menyepelekan kekuatan kami? " ucap salah satu hewan Iblis berkekuatan kaisar dewa menatap Cao Yuan dengan buas.
"Heeemm." ucap Cao Yuan kemudian mengibaskan tangangannya, sebuah tangan raksasa dari langit meluncur deras kearah tiga hewan iblis berkekuatan kaisar dewa.
Baaaams! Baaams! Dhuaaar! Tiga hewan iblis berkekuatan kaisar dewa yang berwujud harimau hitam dapat menghindari serangan kejutan tersebut, namun tidak dengan pasukan mereka yang terkena hantaman tangan dari langit dan membuat pasukan tiga hewan pelindung meledak menjadi kabut darah. Melihat pasukannya banyak yang tewas harimau tersebut seketika mengaum sangat keras, bahkan aumannya mampu menggetarkan seisi kerajaan Tao.
Roooaaaarh! Salah satu dari mereka mengaum dan langsung melesat kearah Cao Yuan dengan kecepatan puncaknya, melihat itu seperkian detiknya Cao Yuan membuka mulutnya lebar lebar.
Groaaaaaarh! Auman naga yang lebih keras menggema seisi kerajaan bahkan guncangan hebat juga terasa bebarengan dengan suara naga yang dikeluarkan Cao Yuan. Harimau hitam yang melesat kearah Cao Yuan juga terkena imbasnya, harimau iblis terpental menabrak dua temannya.
"Argghh!" ucap sang Harimau kemudian berdiri dan menatap Cao Yuan dengan tajam.
Swuuush! Tiba tiba Cao Yuan menghilang dan muncul dibelakang tiga harimau hitam berkekuatan kaisar dewa.
Baaams! Dhuaaar! Dhuaaar! Cao Yuan langsung melancarkan tinjunya kearah tiga harimau hitam. Harimau hitam yang belum siap menerima serangan langsung terpental. Shen Huo An yang melihat majikannya mampu membuat luka tiga lawannya langsung menghilang dan menyerang hewan iblis disekitarnya.
"Apakah ini kekuatan hewan pelindung sekte Shijing yang ditakuti? " ucap Cao Yuan menatap tiga harimau yang kini terlihat meringis kesakitan.
Sebelum membalas ucapan Cao Yuan, tiba tiba dua puluh aura kaisar dewa muncul, langsung menyebar kesegala penjuru kerajaan Tao. Cao Yuan terdiam merasakan aura tersebut, tidak ada rasa takut yang ia rasakan namun rasa kagum muncul tiba tiba dihatinya.
"Ranah kaisar dewa sebanyak ini bagaimana mungkin. " ucap Cao Yuan dalam hati.
" Hahahahahahahahaa. " tawa yang menggema kesegala penjuru dengan aura pembunuhan yang sangat kental.
Seorang kakek tua dan sembilan belas hewan iblis lainnya menatap Cao Yuan dengan tajam. Apalagi melihat ketiga teman mereka dapat dikalahkan mudah oleh pemuda yang entah siapa walaupun baru terluka ringan.
"Hebat juga kau anak muda. " ucap kakek tua.
Cao Yuan mengalihkan perhatiannya ke kakek tua dengan santai.
"Terimakasih pujianmu, namun aku tidak membutuhkannya. " ucap Cao Yuan kemudian menarik pedang naga yang ada disarungnya.
Swuuung! Pedang tersebut bergetar dengan aura tingkat Dewa yang terpancar dari pedang tersebut. Cao Yuan kemudian mengaliri dua elemen berbeda miliknya ke pedang tingkat dewa miliknya.
"Mari kita seriuss. " ucap Cao Yuan menghilang lalu muncul di depan ketiga harimau hitam dengan mengayunkan pedang kearah leher mereka bertiga secara bergantian.
Kecepatan yang diperlihatkan Cao Yuan sungguh diluar dugaan mereka bertiga, apalagi kakek tua yang masih menatap Cao Yuan namun kini melihat pemuda tersebut telah menghilang lalu muncul didepan tiga hewan pelindungnya membuat dia tidak bisa melindungi mereka.
"Arghhhhh! Bunuh pemuda tersebut untukku! " teriak kakek tua terlihat marah besar.
Swuuuush! Swuuush! Kesembilan belas hewan pelindung lainnya langsung mengepung Cao Yuan. Masih dengan sikap tenangnya, Cao Yuan kemudian menatap kakek tua dengan tajam.
"Sepertinya aku merasakan bahwa kamu bukanlah orang sembarangan. " ucap Cao Yuan tanpa sopan santun.
"..." Kakek tua hanya bisa diam tanpa berkata kata.
"Bocah kau telah membunuh teman kami, saatnya kami membalas kematian teman kami." Ucap salah satu ular berkepala sembilan.
****
Niu dan lainnya yang bertarung dengan hewan iblis yang memiliki ranah kultivasi rendah telah membunuh ribuan hewan iblis maupun murid sekte Shijing dengan bringas. Melihat jumlah lawan telah menyamai jumlah pasukan milik majikan mereka, dengan segera mereka semua muncul disamping Cao Yuan yang dikepung oleh sembilan belas hewan iblis. Swuuuush! Swuuuush! Kemunculan mereka membuat para hewan iblis tambah bersiaga.
"Lawan kalian bukanlah aku! Tapi saudaraku semua. " ucap Cao Yuan kemudian menghilang.
Shen Huo An yang merasakan aura yang berbeda keluar dari tubuh kakek tua dengan segera mengirim pesan lewat telepatinya.
"Tuan muda sepertinya dia salah satu bawahan Dewa milik Xao Li. Berhati hatilah tuan muda. " ucap Shen Huo An.
Cao Yuan mengangguk setelah sampai didepan kakek tua.
" Apakah kau ingin melihat saudaraku serta aku membunuh semua hewan milikmu? " tanya Cao Yuan tenang.
"Sombong! " kakek tua kemudian melancarkan tinjunya kearah wajah Cao Yuan.
Namun sebelum sampai tepat diwajah pemuda lawannya, kakek tua kembali terkesima melihat kecepatan pemuda tersebut kembali.
"Siapa yang sombong? " tanya Cao Yuan mengayunkan pedangnya kearah punggung kakek tua.
"Cih! " decihan dari kakek tua sambil mengeluarkan tongkat berwarna kehitaman.
Baaaams! Ledakan terdengar saat pedang tingkat Dewa berbenturan dengan tongkat yang dikeluarkan kakek tua tersebut. Namun wajah keterkejutan sang kakek terlihat akibat dirinya terjatuh dari atas langit karena tidak kuat menahan tekanan serangan pedang pemuda didepannya.
"Sungguh kuat. " ucap kakek tua menyeimbangkan tubuhnya kemudian mengelap darah dibibirnya yang menetes.
Tidak bisa dipungkiri, saat berbenturan serangan awal sang kakek tua merasa sangat kebas, apalagi merasakan dua elemen yang berbeda masuk ketubuhnya, membuatnya terkena luka dalam yang lumayan parah.
"Namun kamu belum tahu siapa aku sebenarnya. " ucap sang kakek kembali lalu mengeluarkan seluruh kultivasi serta aura membunuh yang ia miliki.
Baaaams! Sang kakek tua berubah menjadi sosok pria berumur tiga puluh tahunan, dan terpancar aura kaisar dewa puncak yang dibarengi aura pembunuhan yang keluar dari tubuh sang kakek tua. Tanpa ingin membuang waktu, Cao Yuan melesat dan kembali mengayunkan pedangnya.Sang kakek tua juga tidak ingin tinggal diam, dengan keseriusannya ia memblokir setiap tebasan yang mengarah pada titik vitalnya. Bahkan tak segan ia harus bersalto kebelakang untuk menghindari serangan yang mengarah padanya. Namun yang tidak diketahui oleh kakek tua itu adalah Cao Yuan tidak menggunakan seluruh kecepatan, dan tidak mengaktifkan kartu trufnya yaitu darah emas yang ada ditubuhnya.
" Gerakan Dua Puluh Naga! " teriak Cao Yuan menambah kecepatan serta serangannya yang tidak bisa ia tebak membuat sang kakek mulai termundur perlahan.