Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Sekte Pedang Naga Langit trah kedua


Cao Yuan juga meminta kembali para murid yang mengalami luka ringan untuk mengumpulkan mayat anggota sekte Shijing serta merampas Cincin ruang yang dimiliki oleh sekte tersebut.


Raja Shao kagum dengan kinerja anggota sekte milik Cao Yuan yang cekatan, para prajurit raja Shao juga ikut membantu melakukan kegiatan itu.


Hingga satu hari telah berlalu, semuanya kembali ke halaman sekte yang dihadiri oleh semua anggota sekte Pedang Naga Langit, Raja Shao dan rombongannya pun masih berada di sekte tersebut dan kini tengah melihat Cao Yuan yang berpidato.


Dua jendral yang bersama raja Shao sungguh kagum dengan wibawa Cao Yuan, meskipun umurnya baru menginjak sebelas tahun, namun dirinya sudah dapat memimpin sebuah sekte yang besar dengan baik. Setelah pertemuan dibubarkan Cao Yuan beserta raja Shao, dua jendral, serta Su Yue, Guo Jing, Chi Yue, Liyan dan tetua lainnya kini menuju kediaman tetua Lu Ye karena sampai saat ini tetua Lu Ye masih tak sadarkan diri. Sesampainya, Cao Yuan memeriksa keadaan tetua Lu Ye.


"Emm lukanya masih bisa disembuhkan. " gumam Cao Yuan kemudian mengalirkan energi Qinya untuk membantu penyembuhan luka dalam yang didera oleh tetua Lu Ye.


Sepuluh menit berlalu, muka tetua Lu Ye yang tadinya pucat kini telah normal kembali. Karena Cao Yuan tak ingin mengganggu peristirahatan tetua Lu Ye, dia meminta semua tetua bahkan rombongan raja Shao untuk membubarkan diri.


Cao Yuan, Liyan, Guo Jing, Chi Yue serta dua jendral keraajan, , raja Shao dan putrinya Su Yue kini tengah berada di kediaman Cao Yuan.


"Yuaner! aku benar benar tidak mengerti kekuatanmu yang sungguh luar biasa itu. " ucap Raja Shao kagum dan juga memuji Cao Yuan.


Cao Yuan tersenyum.


"Yang Mulia! mungkin aku beruntung hanya karena menerima berkah kecil dari langit. " ucap Cao Yuan merendah.


Karena suasana bahagia tersebut, Cao Yuan beserta semua orang akhirnya makan bersama, canda kecil hingga tawa yang terdengar mengisi hati mereka yang tengah bahagia tersebut. Hingga raja Shao sendiri akan berpamitan untuk kembali ke kerajaannya.


"Jika itu keinginan Yang Mulia! maka Yuan tidak bisa melarang Yang Mulia! " ucap Cao Yuan.


Sedangkan raut wajah Su Yue langsung cemberut ketika ayahnya ingin segera kembali ke kerajaannya. Raja Shao yang melihat putrinya sepertinya kecewa dengan cepat memahami keinginan anaknya.


"Yuan er! aku memiliki sebuah permintaan! " ucap Raja Shao serius.


Cao Yuan menaikan sebelah alisnya karena heran.


"Katakanlah Yang Mulia! " ucap Cao Yuan.


Raja Shao kembali menatap putrinya dan kembali menatap Cao Yuan.


"Su Yue adalah anakku satu satunya, dia kini sangat giat berlatih bela diri, apakah kau ingin menjadikannya sebagai muridmu? " ucap Raja Shao serius.


Cao Yuan terdiam dan menatap Su Yue.


"Baiklah, jika itu keinginan Yang Mulia maka Yuan akan menuruti keinginan tersebut." ucap Cao Yuan.


Tiba tiba Su Yue langsung bersujud tiga kali didepan Cao Yuan yang membuat Cao Yuan sendiri salah tingkah.


"Tuan putri! anda tidak pantas berlutut di hadapanku hingga seperti itu.! " ucap Cao Yuan tegas.


Raja Shao hanya diam, dia sendiri merasa aneh dengan perkataan Cao Yuan, karena yang dilakukan anaknya sudah benar untuk menghormati gurunya tersebut.


"Guru terima kasih telah mengangkat ku sebagai murid! " ucap Su Yue seketika langsung berterimakasih.


Cao Yuan hanya menggaruk kepala belakangnya saja. Dan setelah itu pertemuan kembali dibubarkan, raja Shao juga meminta Cao Yuan untuk menjaga anaknya dengan baik, tanpa di minta Cao Yuan pasti akan menjaganya dengan baik.


Setelah kepergian Raja Shao, Su Yue masih canggung ketika berada satu ruangan dengan Chi Yue, Guo Jing dan Liyan.


"Yan er! ini adik juniormu, Tuan putri! ini Liyan kakak seniormu! " ucap Cao Yuan mengenalkan mereka berdua.


"Tuan putri dua sepasang kekasih muda yang ada didepanmu adalah kakak angkat serta kakak iparku! " ucap Cao Yuan.


Malam hari telah tiba. Tetua Lu Ye yang telah sadar dan juga kondisinya membaik menuju kediaman Cao Yuan.


Su Yue yang melihat salah satu tetua sekte memanggil Cao Yuan dengan sebutan guru heran, karena dari pengakuan Cao Yuan tadi hanya Liyan saja murid pertamanya. Namun Su Yue tidak berani menanyakannya.


Cao Yuan mengangguk, dan menatap tetua Lu Ye dengan hangat.


"Bagaimana kondisi paman? " tanya Cao Yuan.


"Terimakasih guru! berkat anda aku telah pulih sepenuhnya! " ucap tetua Lu Ye.


Cao Yuan kemudian mengajak tetua Lu Ye untuk makan malam. Setelah itu canda hingga tawa kembali mengisi keheningan makan malam tersebut. Tak terasa hari telah larut malam.


"Tuan putri! anda dapat menggunakan kamarku untuk tempat tidur anda! " ucap Cao Yuan.


Su Yue terdiam, dan merasa tak enak jika ia menggunakan kamar tidur milik gurunya. Namun Cao Yuan memberikan alasan yang dapat dipercayai oleh Su Yue.


Hari telah berganti kembali, tepatnya kini berita Cao Yuan sang kultivator cilik yang mampu mengalahkan dua ketua sekte Shijing yang terkenal hebat seantero benua rendah menyebar tanpa sepengetahuannya sendiri. Berita terus menyebar hingga ke empat kerajaan lainnya.


Di belakang kediaman Cao Yuan, Su Yue serta Liyan kini tengah berlatih bersama.


"Adik! pedangmu adalah jiwamu sendiri! jadi jangan ragu untuk menyerangku! " ucap Liyan memberikan arahan.


Su Yue akhirnya mengikuti perkataan Liyan, mereka berdua terus berlatih hingga tak sadar jika Cao Yuan diam diam melihat dua muridnya yang tengah berlatih bersama. Berita tentang kematian dua ketua sekte Shijing yang ditakuti juga telah sampai di sekte Pedang Naga Langit trah kedua.


Di aula sekte Pedang Naga Langit trah kedua.


"Cao Yuan? " ucap ketua Sekte bernama Teyling.


"Benar ketua! berita itu benar benar akurat tanpa diada ada! " ucap salah satu tetua.


"Jika begitu maka kita harus melihat sendiri keadaan sekte trah pertama untuk memastikan kebenarannya. " ucap Teyling.


Para tetua saling pandang karena dari berita yang menyebar terdapat penjelasan mengapa Cao Yuan berani melawan dua orang yang ditakuti di Benua Rendah.


"Tapi ketua! aku takut jika kita salah menyinggung dia! karena alasan sepele seperti itu membuatnya berani membantai sekte Shijing. " ucap tetua memperingatkan.


"Buat apa takut? mungkin saja berita itu dilebih lebihkan, hanya bocah cilik saja dari anak angkat Cia San Tong! " ucap Teyling percaya diri.


"Sudah sudah! tak usah kalian pikirkan! sekarang siapkan murid dan beberapa tetua untuk ikut denganku berkunjung ke sekte trah pertama! " ucap Teyling kemudian membubarkan pertemuan itu.


*****


Hari terus berlalu kegiatan didalam sekte Pedang Naga Langit kini sudah seperti biasa. Dimana para murid dan tetua saling melakukan tugas mereka, ada juga yang berkultivasi dan lain lain.


Penerimaan murid baru pun masih dibuka secara besar besaran, karena kemenangan sekte Pedang Naga Langit melawan sekte Shijing membuat penerimaan murid baru menjadi sangat antri.


"Guru! " ucap tetua Lu Ye yang kini tengah bersama Cao Yuan diarea terlarang sekte.


"Kenapa? " ucap Cao Yuan heran.


"Bukankah area terlarang ini tidak bisa dimasuki oleh siapapun? " ucap Tetua Lu Ye heran.


Cao Yuan kemudian menjelaskan kenapa area tersebut tidak dapat dimasuki oleh siapapun, karena adanya harta berharga sebuah pedang tingkat Dewa. Cao Yuan juga memperlihatkan pedang tersebut yang ada di punggungnya, tetua Lu Ye tak berhenti kagum, namun kini dia heran mengapa Cao Yuan membawa dirinya ketempat yang sepi ini.


"Aku membawamu kesini karena aku memiliki sebuah rencana membangun sebuah tempat terlarang sekte, hanya faksi Naga yang ada di tempat ini! karena faksi Naga emas sendiri memiliki tugas sebagai pelindung sekte. " ucap Cao Yuan menjelaskan semuanya.


Tetua Lu Ye kagum dengan pemikiran Cao Yuan yang akan menyembunyikan setengah kekuatan sektenya, karena dapat di pastikan saat seorang mengintai sektenya mereka hanya memiliki catatan setengah kekuatan sekte Pedang Naga Langit, dan kekuatan sebenarnya lebih tinggi dari dugaan mereka sehingga para sekte lain yang akan menyerang sektenya akan gagal akibat kesalahan mereka.