Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Peperangan melawan sekte Shijing 1


Deggh! jantung roh naga emas berdetak kencang setelah mendengar pengakuan pemuda didepannya.


"Tapi... bukankah aura milikmu adalah aura yang hanya di miliki Dewa Naga? " ucap roh naga.


Cao Yuan kemudian menjelaskan beberapa cerita tentang kematian Dewa Naga, dan sang roh naga mengerti. Namun tetap saja bagi roh Naga jika kekuatannya lebih tinggi dari Cao Yuan tetap saja tak akan mampu membunuhnya, karena Cao Yuan memiliki aura Naga yang membuatnya tak bisa bergerak jika ia menyerang Cao Yuan.


Setelah perbincangan kecil Cao Yuan akhirnya keluar dari dalam tempat roh naga bersemayam di pedang Naga Langit, pedang Naga Langit juga menjelaskan dulunya pemilik pedang tersebut adalah Kultivator dari benua tinggi atau atas. Dan dia turun ke Benua Bawah karena ingin mengasingkan diri, namun karena merasa kesepian pemilik pedang Naga Langit mendirikan sebuah sekte Pedang Naga Langit.


Karena telah mengerti asal usul sektenya dan siapa pendirinya Cao Yuan kemudian ingin memasukan pedang tersebut kedalam Cincin ruang, namun sang naga menolak, karena ia ingin melihat kembali dunia luar dan meminta Cao Yuan untuk membawanya di belakang punggungnya.


Urusan semua telah selesai, Cao Yuan kemudian memegang giok jiwa yang ia berikan pada Cheng An.


Kraaakkk! Cao Yuan memecahkannya.


"Aku tunggu Cheng An datang kesekteku, apakah dia sangat terkejut melihat konspirasi ku. " ucap Cao Yuan.


Setelah itu ia segera menyerap semua energi langit dan bumi untuk memperkokoh pondasi ranah Kultivasinya, namun tak hanya energi langit dan bumi saja yang terserap, energi petir yang melindungi segel pelindung pun ikut terserap kedalam tubuh Cao Yuan.


***


Di kediaman Cheng An.


"Yuaner! " teriak Cheng An yang melihat giok jiwa milik Cao Yuan hancur.


Sedikit rasa bersalahnya karena menugaskan Cao Yuan untuk membuat onar di area sekte Pedang Naga Langit. Amarahnya tiba tiba memuncak dan memecahkan apa yang ada didepannya.


Setelah itu Cheng An menuju keaula sekte untuk memberi perintah pada tetua dan murid untuk menyerang Sekte Pedang Naga Langit.


"Apakah benar ketua Cheng An ingin melakukan penyerangan melawan sekte Pedang Naga Langit? " tanya salah satu murid yang kini tengah dikumpulkan dihalaman sekte.


Cheng An yang sudah terlalap oleh api amarah membuatnya tak bisa berpikir jernih, dan tanpa ia sadari ternyata semua itu telah direncanakan oleh Cao Yuan muridnya sendiri.


Para murid dan tetua yang diberikan tugas untuk menyerang sekte dengan sigap dan rasa semangat yang tinggi menyetujui keputusan Cheng An, karena dengan mereka berani menyerang serta menghancurkan sekte lain maka sekte Shijing benar benar tak bisa disentuh atau di provokasi oleh sekte lainnya. Bisa jadi sebagai peringatan bagi sekte lainnya.


Sore itu para tetua, hingga murid langsung bergegas bersiap siap menuju sekte Pedang Naga Langit. Setelah melakukan persiapan dan membawa senjata mereka masing masing, mereka semua memutuskan untuk langsung menuju sekte Pedang Naga Langit.


Para warga yang melihat rombongan besar sekte Shijing tak berani keluar dari rumah, dan terlihat wajah mereka penasaran sekaligus heran melihat sekte Shijing yang sepertinya akan melakukan pembantaian kembali, namun yang membuat para warga sangat penasaran adalah anggota serta tetua yang ikut dalam rombongan tersebut bisa dikatakan satu juta pasukan yang terdiri dari para murid serta tetua yang dipimpin langsung oleh Cheng An sendiri.


Berita sekte Shijing yang menuju arah timur dengan membawa pasukan yang besar, terdengar hingga ke kerajaan kota Shao Ming. Raja Shao yang menugaskan beberapa jendral serta mata matanya untuk mencari tahu apa alasan sekte Shijing menuju timur terus terusan khawatir, karena kini ia menduga sekte Shijing akan berperang melawan sekte Pedang Naga Langit.


"Yang Mulia! apakah kita akan membantu sekte milik Yuaner? " ucap Jendral Liong.


Raja Shao terdiam, dia sendiri tak bisa berbuat banyak, karena sekte Shijing juga bisa menyerang kerajaannya jika ia melibatkan diri. Di tengah tengah kerisauan, Su Yue menghampiri ayahnya dan bertanya tentang masalah antar dua sekte tersebut. Namun ayahnya hanya bingung menjawab pertanyaan Su Yue.


Berita tentang rombongan sekte Shijing menuju sekte Pedang Naga Langit benar benar telah meluas secara cepat ke berbagai kalangan hingga penjuru Benua Rendah, bahkan sekte lainnya pun tak berani ikut campur jika yang bergerak adalah sekte Shijing.


Berita tersebut juga telah sampai di telinga para anggota sekte Pedang Naga Langit, semua tetua hingga murid panik, apalagi Guo Jing, Chi Yue, dan tetua Lu Ye yang tak tahu keberadaan Cao Yuan.


Cao Yuan sendiri kini masih tenang menyerap energi langit dan bumi, kenaikan tingkat membuat dia benar benar merasa sangat senang. Dia sendiri sudah tau, mungkin Cheng An tiga atau empat hari telah datang ke sektenya dan pastinya peperangan antar sekte akan terjadi, namun nyatanya Cao Yuan masih tenang menyempurnakan pondasi jiwanya.


Dua hari telah berlalu, rombongan sekte Shijing telah sampai di kota Api, sedangkan para murid hingga tetua sekte Pedang Naga Langit tengah berkumpul untuk membahas rencana mereka, akankah menyerah atau melawan.


Ada dua pihak yang menyatakan pendapat yang berbeda, dan tetua Lu Ye sebagai pengganti Cao Yuan jika pergi, meminta para murid serta tetua untuk tetap bertahan, karena Cao Yuan pasti akan segera muncul.


Namun kini hari telah berganti kembali, dan suara hentakan kaki hingga hutan yang dekat di sekte Pedang Naga Langit bergetar. Murid dan tetua sekte Pedang Naga Langit juga telah bersiap siap untuk berperang walaupun ketidak adanya ketua sekte mereka.


Swuuuushh! Baaaamsss! ledakan serangan pertama dari Cheng An membuat semua anggota sekte Pedang Naga Langit menjadi panik, namun tetua Lu Ye beserta tetua lainnya mencoba menenangkan mereka dan berada di barisan terdepan untuk memimpin sektenya.


Perlahan tapi pasti, satu juta pasukan sekte Shijing kini telah berbaris didepan para anggota sekte Pedang Naga Langit, tetua Lu Ye kini sedikit ciut ketika melihat pasukan lawan lebih banyak dan unggul dari segi kekuatan ataupun jumlah.


"Gawat! " gumam tetua Lu Ye memikirkan rencana.


Setelah para murid sekte Shijing telah berhenti seratus meter didepan pasukan sekte Pedang Naga Langit, Cheng An yang wajahnya sudah merah karena terus menahan amarahnya maju untuk berbicara pada pemimpin sekte Pedang Naga Langit.


"Siapa pemimpin kalian! " ucap Cheng An dengan nada tinggi.


Lu Ye dengan cepat menatap tajam dan menjawab pertanyaan Cheng An.


"Aku!" ucap tetua Lu Ye memberanikan diri.


"Kamu? hahaha baguslah! dan aku ingin menanyakan siapa yang telah membunuh murid kesayanganku! " ucap Cheng An menatap tajam tetua Lu Ye.


Tetua Lu Ye langsung berpura pura.


"Mana aku tahu! " ucap tetua Lu Ye.


"Hemm... ternyata sekte Pedang Naga Langit tak berani jujur terhadap sekte terkuat nomor satu di Benua Rendah. " ucap Cheng An.


Tetua Lu Ye masih tetap tenang, tapi dia dan semua tetua serta muridnya masih meningkatkan kewaspadaan mereka.


"Mengakulah! atau aku akan menghancurkan dan membantai sekte kalian. Dalam hitungan ke tiga jika tidak ada yang maju kedepan maka tetua serta muridku akan melakukan penyerangan. " ucap Cheng An.


Para murid saling berpandangan, berharap salah satu teman mereka ada yang mengaku, namun berbeda dengan para tetua yang sudah mengerti rencana Cao Yuan. Namun mereka kini tengah diliputi rasa kekhawatiran yang tinggi.


"Satu."


"Dua! " ucap Cheng An sambil menatap semua murid yang ada hingga para tetua.


"Tiga! "


"Baiklah jika tidak ada yang mau mengaku, Serang!!!!" teriak Cheng An menggema.


Dengan segera pasukan sekte Shijing melesat kearah pasukan sekte Pedang Naga Langit, pertempuran pun tak bisa dihindari, kini korban mulai berjatuhan satu demi satu.