Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
3


"Aku sungguh kagum dengan jaman yang telah berubah ini, bagaimana bisa seorang yang memiliki ranah Surga puncak dapat mengimbangi serangan kekuatan Kaisar Dewa." ucap sang Phoenix dengan suara wanitanya.


"Cepat kembalikan kendali tubuh Lier! atau.." ucap Cao Yuan akan mengancam Phoenix yang mengendalikan Lylia.


"Hahaha atau apa? seharusnya kau lebih hormat pada leluhur Phoenix yang agung ini. " ucap sombong sang Phoenix.


Cao Yuan menggerutu dalam hatinya, namun kini tatapannya menjadi sangat dingin mendengar kesombongan yang diucapkan oleh leluhur Agung yang merasuki tubuh Lylia tersebut.


"Yang agung ya! aku akan memperlihatkan mu seorang Hewan Suci yang agung. " ucap Cao Yuan kemudian mengeluarkan semua aura Naganya.


Swuuuung! Tubuh Cao Yuan yang memiliki wujud Naga bergetar hebat, bahkan tubuhnya dari kepala hingga ekor kini muncul energi petir yang bergerak gerak.


"A..au..rr.aa! Dewa Naga! " ucap Phoenix tersebut terbata bata.


Karena dalam tahta kekuatan darah tentu saja darah Naga adalah darah terkuat dari darah lainnya atau tingkatan darah tertinggi.


"Apakah kamu masih mau bertarung? " ucap Cao Yuan sinis.


Sedangkan sang Phoenix hanya terdiam dan tubuhnya masih bergetar hebat akibat aura yang masih ia rasakan menerpa tubuhnya.


"Walaupun ras kami dibawah rasmu, bukan bearti kami mau mengalah denganmu! " ucap sang Phoenix memberanikan diri.


"Huh! apakah kau tak sadar tubuh siapa yang kau gunakan. " ucap Cao Yuan bertambah dingin.


"..." hanya diam sang Phoenix yang tak bisa membalas pertanyaan Cao Yuan.


"Hahahaha! lalu untuk apa darah Naga ikut campur dengan urusan ras Phoenix! " ucap Lylia yang dikendalikan.


"Untuk apa? bodoh! dia adalah kekasihku! apapun yang terjadi, apapun masalahnya aku pasti akan ikut campur urusannya. " ucap Cao Yuan.


"..." sang Phoenix sungguh tak mampu berdebat lagi dengan pemuda yang telah menjadi naga tersebut. Karena disetiap perdebatannya Cao Yuan mampu membalikan faktanya.


"Plesetan dengan ucapanmu! " ucap sang Phoenix kemudian mengedarkan seluruh kekuatannya di Kaisar Dewa.


"Gawat! " ucap dalam hati Cao Yuan.


Seketika perisai buatan Niu dan Luo Luo retak, bahkan perlahan terlihat lubang yang kecil yang kini perlahan membesar dan Baaaams! perisai yang menutupi mereka berdua hancur, Niu dan Luo Luo yang sedang memperkuat perisai buatan mereka tiba tiba terpental kebelakang sejauh dua puluh meter.


"Akhh! " pekik mereka berdua langsung menyeimbangkan tubuhnya.


"Niu, Luo Luo! bantulah Hao Shi dan Meilan untuk memindahkan para warga keluar dari kota. Aku akan menahannya setelah kalian menyelesaikan tugas, segeralah kemari! " ucap Cao Yuan yang kemudian disetujui mereka berdua.


Melihat kepergian dua bawahannya, Cao Yuan memfokuskan tatapannya pada sang Phoenix yang hanya melihat kepergian Niu dan Luo Luo.


"Hahahaha! tak kusangka Energi Langit dan Bumi yang kecil ini ada dua orang yang sudah layak menjadi seorang Dewa. " ucap sang Phoenix.


"Cih. " hanya itu saja yang keluar dari mulut Cao Yuan dan kemudian dirinya merasa banyak sekali aura Kultivator yang mendekat kearah kota tersebut.


"Apakah pertarungan ini akan menjadi berita yang menggemparkan Benua ini. " ucap Cao Yuan dalam hati, dia hanya berharap Lylia dapat segera mengendalikan tubuhnya.


Setelah melakukan perbincangan, kedua Hewan Suci tersebut saling melesat, namun tiba tiba sebuah aura Kaisar Dewa entah berantah dari mana datangnya memisahkan keduanya.


Swuuush! Swuuush! Baaaams! Dhuaaar!


"Berhenti! " teriak tiba tiba pria yang memakai topeng emas.


Cao Yuan seketika terkesima dengan keberanian pria tersebut, namun dirinya merasa seperti mengenal sosok tersebut.


"Siapa kamu! " ucap sinis sang Phoenix.


"Hormat pada tuan muda! " ucap sosok tersebut.


Cao Yuan terdiam dan mengukur ranah kultivasi pria tersebut, walaupun tidak dapat merasakannya Cao Yuan paham betul bahwa pria didepannya adalah seorang Dewa ataupun bawahan para Dewa.


"Aku tidak peduli dia penerus ataupun Dewa Naga! ras Phoenix tidak akan pernah tunduk dengan Ras Naga! " ucap Phoenix tersebut dengan nada tinggi.


"Hahaha hebat hebat, leluhur Mei Chong Feng. " ucap pria tersebut, dan kini tiba tiba membuat sang Phoenix terkejut setengah mati, karena pria yang memakai topeng mengenal namanya.


Perlahan tapi pasti, sang Phoenix berubah menjadi Lylia, selang beberapa detik, Mei Chong Feng tiba tiba menatap tajam pria yang memakai topeng.


"Siapa namamu? " tanya Mei Chong Feng.


"Aku? Shen Huo An. " ucap sosok tersebut.


"Shen Huo An? " ucap dalam hati Cao Yuan yang malah tak mengenal sama sekali nama tersebut.


"Huh! aku tidak mengenalmu sama sekali, tapi karena kamu telah mengganggu pertarungan ku dengan pemuda tersebut, maka kalian berdua akan aku binasakan. " ucap sang Mei Chong Feng yang mengendalikan tubuh Lylia.


"Chong Feng! Chong Feng! kau sungguh Naif! " ucap Shen Huo An santai.


Cao Yuan hanya diam dan mendengarkan perdebatan keduanya, namun dirinya menebak bahwa pria tersebut adalah saudara Niu dan Luo Luo.


Swuush! Swuush! Swuuush! tiba tiba Niu, Luo Luo, serta Meilan muncul disamping Cao Yuan.


"Kakak pertama! " ucap Niu dan Luo Luo terkejut, karena mereka tidak merasakan aura kehadiran Shen Huo An.


Cao Yuan terperangah melihat Niu dan Luo Luo menyebut Shen Huo An dengan sebutan kakak pertama, karena tebakannya tentang identitas pria tersebut sangat tepat.


"Hahaha adik! aku tak sengaja merasakan darah Naga emas dan Aura Naga yang kental sehingga aku hanya penasaran siapa yang memilikinya. Apalagi merasakan tiga orang yang memiliki ranah Kaisar Dewa. " ucap Shen Huo An dan menatap Cao Yuan dengan hormat.


"Berani mengalihkan perhatianku! " ucap Lylia marah.


Cao Yuan hanya tersenyum, namun senyumnya seketika hilang saat melihat Mei Chong Feng yang mengendalikan tubuh Cao Yuan menghilang dari kehampaan.


"Niu belakangmu! " teriak Cao Yuan.


Baaaams! Niu yang tak siap menghindar tiba tiba terpental lalu menubruk tubuh Luo Luo yang langsung meluncur deras kearah tanah.


"Chong Feng! " ucap Shen Huo An geram.


"Berhenti menyebut namaku! " ucap geram Mei Chong Feng.


Swuuush! Swuuush! dua Kultivator tersebut menghilang dan muncul diatas langit lebih tinggi lagi. Keduanya kini memulai serangan mereka. Cao Yuan juga kini telah menginjakkan kakinya di atas tanah untuk membantu Niu serta Luo Luo membantu menyembuhkan luka mereka.


Swuuush! Swuuush! Meilan mengikuti Cao Yuan dengan wajah lesu, sedangkan Hao Shi muncul setelah membawa para warga menjauh dari kota.


"Tuan muda tugas telah selesai! " ucap Hao Shi.


Cao Yuan mengangguk lalu kemudian menatap Meilan yang sepertinya gelisah.


"Kenapa raut wajahmu terlihat sangat gelisah? " tanya Cao Yuan.


"Tu-tuan muda! Ji-jika yang mengendalikan nyonya muda adalah Mei Chong Feng leluhurku, maka..." ucap Meilan terhenti setelah mendengar ledakan yang sangat keras menyapu kota tersebut.


Baaams! Dhuaaar!