
Cao Yuan terus melesat untuk menuju arah kota Shao Ming, dan tiba tiba ia melihat sebuah kota yang lumayan besar yang bernama kota Taichi.
Di depan gerbang kota tersebut terpampang sebuah patung yang sepertinya orang kota tersebut mengagumi seni bela diri Taichi.
Cao Yuan yang sedikit tertarik ingin memasuki kota tersebut. Namun tiba tiba suara Niu terdengar dipikirannya.
"Tuan muda! kami segera menyusul anda. " ucap Niu.
"Niu, jika kalian menemukan kota Taichi, aku berada di kota tersebut, aku rasa dua Jendral membawa tawanannya di kota ini. " ucap Cao Yuan dipikiran Niu.
"Baik tuan muda! " jawab Niu.
Setelah itu Cao Yuan kemudian memasuki kota Taichi dengan tenang, walaupun dia diberhentikan oleh penjaga gerbang.
"Tuan Muda! silahkan perlihatkan identitas anda! " ucap Penjaga tersebut sambil menatap jubah Cao Yuan yang menggunakan jubah Naga yang terlihat mewah.
Dengan tenang Cao Yuan menggunakan plat identitas Sekte Pedang Naga Langit. Penjaga yang memeriksa plat secara teliti membuat Cao Yuan sedikit heran.
"Maaf tuan, sepertinya penjagaan gerbang kota ini sangat ketat? " tanya Cao Yuan.
Penjaga gerbang kemudian menatap pemuda yang menggunakan Plat sekte Pedang Naga Langit.
"Tuan Muda, kini Jendral kerajaan sedang membawa dua tawanan, sehingga ia meminta untuk memperketat penjagaan. " ucap Penjaga gerbang ramah.
"Silahkan tuan muda! " ucap lagi penjaga gerbang sambil memberikan Plat sekte milik Cao Yuan.
Setelah itu Cao Yuan memasuki kota tersebut. Sedikit rasa kagum melihat kota Taichi yang terlihat ramai dan damai. Terlihat banyak para prajurit kota yang berlalu lalang untuk menjaga dua tawanan kerajaan.
Cao Yuan kini menuju sebuah resto untuk mengisi perutnya yang dari kemarin belum ia isi.
Sesampainya disebuah resto mewah, Cao Yuan sedikit mendesah pelan, karena keramaian diresto itu sungguh membuatnya tak nyaman sama sekali.
"Pelayan, apakah ada ruang VIP atau ruang khusus? " ucap Cao Yuan menghampiri pelayan yangberjaga.
"Ada tuan muda! " ucap pelayan sambil memperhatikan jubah Cao Yuan yang terlihat mewah.
Setelah itu ia dibawa oleh pelayan tersebut menuju ruang VIP. Ruang VIP di resto itu ternyata memiliki ruang yang terpisah dengan ruang VIP lainnya.
Sesampainya Cao Yuan memesan beberapa makanan terbaik di resto tersebut, sang pelayan dengan cepat kembali ke ruang kerjanya atau dapur untuk menyiapkan pesanan Cao Yuan.
"Tuan muda! kami diberhentikan oleh penjaga gerbang karena kami tak memiliki identitas. "tiba tiba suara Niu kembali terdengar.
Cao Yuan kembali menepuk jidatnya akibat ia lupa untuk menunggu Niu serta Luo Luo dan Hao Shi.
"Hehehe tunggu Niu! " ucap Cao Yuan dipikiran Niu.
Setelah itu ia segera turun dari ruang VIP untuk ke tempat pelayan agar pesanannya segera disiapkan.
"Pelayan! aku ingin menemui seseorang, pesananku siapkan saja diruanganku." ucap Cao Yuan langsung keluar dari resto tersebut.
Dengan tenang ia terus menuju gerbang kota untuk menemui bawahannya. Sesampainya.
"Penjaga gerbang! mereka adalah temanku, maafkan saya jika lupa tidak memberitahu anda." ucap Cao Yuan sambil mengeluarkan Plat sekte Pedang Naga Langit.
Penjaga gerbang pun dengan sigap meminta maaf pada Cao Yuan. Karena di lihat dari jubahnya sendiri para penjaga gerbang tersebut sudah tau bahwa Cao Yuan bukanlah warga biasa, bisa jadi bangsawan atau anak dari petinggi dan tetua sekte.
Luo Luo yang dari tadi adu mulut dengan penjaga gerbang langsung menjitak kepalanya.
"Sudah dibilang ngeyel! " ucap Luo Luo kesal.
Niu dan Hao Shi hanya menahan tawanya, pasalnya dari tadi Luo Luo lah yang menjelaskan identitas mereka tanpa bukti. Pasalnya Cao Yuan sendiri tidak memberikan mereka Plat sekte, sehingga adu mulut Luo Luo melawan penjaga gerbang pun tak terelakan.
Hingga tiba tiba suara kuda yang sangat cepat dari arah depan mereka hampir menabrak Cao Yuan.
Cao Yuan dengan santainya menghindar, namun tiba tiba penunggang kuda tersebut turun dan langsung mencaci maki Cao Yuan.
"Bisakah minggir! apakah kau tak mengerti aku anak walikota Taichi! " ucap pemuda arogan tersebut.
Cao Yuan hanya diam dan menatap Niu, Luo Luo serta Hao Shi untuk melanjutkan perjalanan mereka, tanpa menghiraukan ucapan pemuda arogan tersebut.
Pemuda yang merasa tak dihiraukan segera mencaci maki Cao Yuan dan rombongannya kembali.
"Hei bodoh! apakah kau tak mendengar suaraku? Sampah! " ucap Pemuda tersebut kembali.
Para warga yang sedang beraktivitas segera melihat secara diam diam melihat anak walikota yang arogan kini terlihat sangat marah karena Cao Yuan tak memperdulikan ucapannya.
Luo Luo yang sebenarnya sudah geram ingin segera menampar pemuda tersebut, namun Cao Yuan menghentikan langkah Luo Luo dengan cara menarik tangannya.
"Tuan muda ini.... " ucap Luo Luo yang tak bisa berbuat apa apa.
"Sudahlah, biarkan saja! " ucap Cao Yuan.
Setelah itu mereka berempat segera melanjutkan perjalanan mereka, namun pemuda arogan sepertinya benar benar marah.
Swuuush! pemuda arogan itu melesat dengan ilmu meringankan tubuhnya. Pemuda itu ingin memberi pelajaran terhadap empat orang yang tidak memperdulikannya.
Cao Yuan yang merasa sebuah aura melesat kearahnya dengan cepat menghentikan langkahnya, setelah itu ia segera membalikan badannya dan menunggu pemuda yang arogan akan memberinya pelajaran. Setelah satu meter didepan Cao Yuan.
Plaak! Plaak! Plaaak! suara tamparan keras yang dilakukan Cao Yuan terdengar. Sehingga para warga membuka mulut mereka dengan huruf O.
"Pemuda yang tampan namun sepertinya dia sangat sial! "
"Kasian sekali dia berani memprovokasi anak dari walikota. "
Banyak sekali komentar dari para warga, sedangkan Niu, Luo Luo dan Hao Shi yang mendengar itu malah menjadi tersenyum.
Cao Yuan terus menampar pemuda arogan tersebut hingga gigi pemuda tersebut telah rontok dan wajahnya kini membengkak. Setelah puas Cao Yuan menatap pemuda tersebut.
"Sampah! " ucap Cao Yuan datar dan kembali melanjutkan perjalanannya menuju resto.
Setelah kejadian memalukan tersebut dengan cepat pemuda arogan yang bernama Thai Lu segera menaiki kudanya dan kembali ketempat ayahnya yang kini terdapat dua jendral kerajaan untuk melaporkan kejadian yang telah terjadi padanya.
Sesampainya diresto dan telah berada di ruangan VIP yang telah tersedia makanan pesanannya.
"Makanlah! setelah ini kita dapat melanjutkan kembali ke kerajaan Shao. " ucap Cao Yuan menatap semuanya.
"Baik tuan muda! " ucap mereka bertiga kompak.
****
Thai Lu yang sudah di kediamannya langsung disambut oleh ayahnya yang sedang menjamu dua jendral kerajaan.
"Wajahmu kenapa nak? " tanya Thai Hao menyatukan dua alisnya.
"Ayah, aku dipermalukan oleh seorang pemuda yang aku tak kenal. Dia dengan beraninya memprovokasi ku dan juga ayah yang sebagai walikota Taichi. " ucap Thai Lu sambil bercerita mengada ngada.
Dua Jendral kerajaan menjadi heran mendengar cerita anak dari walikota Taichi. Berbeda dengan Walikota tersebut yang kini tengah berkembang kempis hidungnya mendengar cerita anaknya yang mengarang cerita.
***Hp author tadi blank jadi baru bisa update,, nanti malem dua atau satu episode jika waktu author banyak.
Trimakasih telah membaca***