
Kedua orang tua Cao Yuan saling berpandangan, setelah itu mereka berdua bersila dan mengeluarkan roh mereka.
Swuuush! Swuuuush! dua sinar yang merupakan kedua roh mereka melesat menuju langit dengan kecepatan cahaya. Niu dan Luo Luo yang merasakan dua aura yang sangat agung terhenti dan saling berpandangan.
"I..ni aura milik..." ucap Niu terhenti setelah melihat Kaisar Langit dan Dewi Lianhua berada tepat didepan mereka.
"H..o..rrm.aat ka-kami Kaisar Langit dan Permaisuri Langit! " ucap Niu dan Luo Luo terbata bata setelah melihat siapa yang menghentikan perjalanan mereka.
Kaisar Langit, serta Dewi Lianhua menaikan sebelah alis mereka melihat dua orang yang mereka kenali.
"Tujuh saudara Naga! tapi kemana yang lain? " ucap Kaisar Langit.
"Yang Mulia! kami hanya berdua sedangkan kelima saudara kami terpisah. " ucap mereka keduanya hormat.
Kaisar Langit dan Dewi Lianhua terdiam, dan karena mereka tahu saudara tujuh naga adalah bawahan Dewa Naga jadi mereka memutuskan untuk menyambut mereka dengan ramah.
"Ada hal apa yang membuat kalian berdua kealam milik Buddha? " tanya Kaisar Langit.
"Ehh itu.. kami mencari penerus Dewa Naga, karena kami berdua tak melihat roh ditubuh tuan muda sehingga kami mengikuti jejak roh milik tuan muda. " ucap Luo Luo jujur.
Kaisar Langit dan Dewi Lianhua mengangguk, dan kemudian menyuruh mereka untuk segera turun dari langit untuk melihat siapa yang mereka cari. Sesampainya.
Mulut dari Niu dan Luo Luo terbuka lebar melihat ranah kultivasi Cao Yuan yang sudah berada di Surga tingkat puncak atau lima. Melihat reaksi dari Niu dan Luo Luo, roh Kaisar Langit bersama Dewi Lianhua yang telah kembali ketubuh mereka kemudian menjelaskan semuanya. Bahkan identitas Cao Yuan yang sebenarnya.
"Dan untuk itulah, kami meminta kalian bertujuh untuk menjaga anakku dari serangan para Dewa yang ingin membunuhnya. Tugas ini memang sulit, namun ranah kultivasi para Dewa akan ditekan dialam Fana hingga Dewa tingkat tiga atau Dewa tingkat tinggi." ucap Kaisar Langit.
Niu dan Luo Luo kemudian berlutut.
"Kami akan menerima tugas tersebut, namun kami juga harus menemukan lima kakak saudara kami yang terpisah. " ucap Niu serta Luo Luo kompak.
Kaisar Langit mengangguk, dan kemudian kembali berbincang bincang santai. Selang beberapa menit, mereka berempat mengalihkan perhatian mereka saat Cao Yuan telah berhasil memperkokoh kekuatan jiwanya.
Roaaaar! Auman Cao Yuan menggema kesegala penjuru. Cao Yuan yang merasa sangat senang akibat ranah Kultivasinya yang naik tingkat secara ekstrem, kini memperagakan semua jurus milik kitab Dewa Naga dengan baik. Bahkan Dewi Lianhua, Kaisar Langit, serta Niu dan Luo Luo kini terdiam terkagum kagum melihat Cao Yuan mempraktekan jurus kitab Naga Surgawi dengan gerakan yang sempurna.
"Anakku sungguh berbakat! " ucap Kaisar langit dan disetujui oleh Niu, Luo Luo serta istrinya Dewi Lianhua.
Selang beberapa menit kekaguman mereka terhenti melihat Cao Yuan yang membuat segel tangan, dan sepertinya akan mengeluarkan jurus yang belum pernah ia pakai.
"Amarah Naga! " teriakan Cao Yuan yang disusul oleh lingkaran dimens, tiba tiba keluar ribuan sosok naga kecil yang melesat ke hutan yang ada di Dunia milik Budha tersebut. Kaisar Langit selaku Dewa yang merasa bertanggung jawab atas kerusakan yang akan terjadi di Dunia milik Buddha tersebut segera membuat perisai pelindung dengan Qinya. Agar membuat Naga kecil tidak menghantam Hutan didepan Cao Yuan.
Baamms! Baaaams! Baaaams! Baaams! ledakan hingga ribuan kali terdengar, bahkan tanah yang mereka pijaki pun ikut bergetar. Namun sayangnya serangan tersebut hanya mampu membentur perisai buatan Kaisar Langit yang sangat kokoh. Namun hal tersebut tak membuat Cao Yuan sedih, melainkan sebuah rasa bangga ketika dirinya mampu menguasai semua jurus yang terdapat didalam kitab Naga Surgawi.
"Mode naga! " gumam Cao Yuan.
"Hormat kami Tuan Muda Penerus Dewa Naga! " ucap mereka berdua.
Sedangkan kedua orang tua Cao Yuan hanya tersenyum dan bangga melihat anaknya sungguh mampu menguasai semua jurus yang ada didalam kitab buatan Dewa Naga.
"Anakku! sudahlah pamer pamernya! karena kini kamu harus memulai tugasmu! " ucap Kaisar Langit.
Dewi Lianhua pun mengangguk, Cao Yuan yang menggunakan mode Naga namun tidak mengetahui cara menghilangkan atau berubah kembali menjadi manusia kini bertanya pada mereka semua.
"Ayah, Ibu! Luo Luo! Niu! bagaimana caranya aku melepas mode ini! " ucap Suara Cao Yuan yang panik menggema.
Kedua orang tua, serta Niu dan Luo Luo membuka rahang mereka lebar lebar melihat Cao Yuan yang tak bisa merubah kembali ke bentuk semula atau berubah menjadi manusia. Swuuuush! Kaisar Langit segera mengibaskan tangannya dan membuat Cao Yuan kembali ke wujud manusianya.
"Huh! untunglah! terimakasih ayah. " ucap Cao Yuan kini tak panik dan berterima kasih pada ayahnya.
Kaisar Langit mengangguk, dan Kemudian Cao Yuan baru sadar Niu serta Luo Luo menjemput dirinya dialam milik salah satu Budha.
"Niu? Luo Luo? " ucap Cao Yuan terkejut.
Niu dan Luo Luo saling berpandangan, dan menghela napas sejenak.
"Tuan muda! kau tadi juga melihat kami berdua berada disamping Yang Mulia Kaisar Langit! kenapa anda baru sadar." ucap Luo Luo menggerutu.
Cao Yuan menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.
"Maaf Niu Luo Luo! aku merasa sangat senang sehingga aku tidak menyadarinya. " ucap Cao Yuan.
Setelah kebahagiaan muncul dihati masing masing, mereka berlima akhirnya berbincang bincang santai dan memasuki kembali istana yang terdapat di dunia tersebut. Tak berselang lama Kaisar Langit kembali memberi perintah pada mereka bertiga untuk menjalankan tugas mereka.
"Ingatlah Yuaner! berhati hatilah setiap mengambil langkah, jangan terlalu membuka identitasmu. Dan kalian berdua harus menjaga anakku dengan baik, jika tidak aku akan menghukum kalian. " ucap Kaisar Langit menatap tajam Niu dan Luo Luo yang kini gemetaran.
"Ba-baik Yang Mulia! " ucap Niu dan Luo Luo kompak.
Setelah itu Dewi Lianhua memeluk Cao Yuan dan memberikan beberapa nasehat kepada anak yang tidak ia rawat selama 16 tahun tersebut. Dengan hati yang berat, ia harus kembali melepaskan kepergian Cao Yuan untuk tugasnya.
"Sekarang Kalian semua kembalilah! " ucap Kaisar Langit seketika mengibaskan tangannya.
Swuuush! Swuuush! Swuuush! tiga roh mereka langsung menghilang dari kehampaan dan memasuki tubuh milik mereka masing masing.
Kaisar Langit dan Dewi Lianhua kini saling berpandangan.
"Semoga anak kita baik baik saja! dan aku pasti akan mengawasinya dari sini. " ucap Kaisar langit kepada istrinya.