
"Tuan....." ucap mereka semua seketika terhenti setelah melihat Cao Yuan mengangkat tangannya.
"Kini kalian bukanlah bawahanku, tak layak lagi kalian memanggilku dengan sebutan tuan muda, karena kalian kini seorang Dewa yang akan menggantikan peran Dewa lainnya. " ucap Cao Yuan.
Semua orang terkagum melihat kerendah dirian Cao Yuan.
"Sekarang kita segera berpencar dan lakukan yang terbaik untuk melindungi alam semesta ini dari kehancuran. " ucap Cao Yuan kemudian membagi tugas pada mantan bawahannya.
"Lylia dan pasukan sekte Abadi akan ikut bersamaku, setelah kalian selesai menyelesaikan tugas, kita kembali berkumpul ditempat ini. Pastikan tidak ada satupun iblis yang tertinggal. " ucap Cao Yuan.
"Ingatlah jangan lupa cari pimpinan para pasukan iblis, tangkap mereka, setelah itu bawa mereka kehadapanku."
"Baik! " ucap mereka semua kemudian menghilang dan berpencar kesegala penjuru arah.
Setelah itu Cao Yuan memasukan pasukan sekte Abadi kedalam dunia jiwa. Lylia yang sejak tadi menatap Cao Yuan tak bisa berkedip dengan perubahan pada wujud Cao Yuan.
"Gege matamu. " ucap Lylia sedikit takut menatap Cao Yuan.
Swuuuush! Lingkaran energi dibelakang bahu dan cahaya keemasan dimatanya langsung menghilang.
"Maafkan aku Lier telah membuatmu takut. " ucap Cao Yuan kemudian menatap para Kultivator yang tidak bisa berkedip melihat sepasang kekasih sedang berbincang santai.
Cao Yuan muncul dihadapan para Kultivator bersama Lylia, hal tersebut membuat para Kultivator segera berterimakasih.
"Terimakasih tuan..." sebelum menyelesaikan perkataannya Cao Yuan kembali mengangkat tangan.
"Sudahlah, apa yang aku lakukan ini sudah kewajiban ku, sekarang kalian harus tetap bersama, jika bisa kalian cari para iblis yang sedang menyerang kerajaan atau lainnya. Jika melihatnya kalian dapat memecahkan giok ini. " ucap Cao Yuan memberikan puluhan giok.
"Baik tuan muda! " ucap mereka semua menerima dengan senang hati.
Setelah itu Cao Yuan menghilang dari kehampaan bersama Lylia. Cao Yuan dan Lylia nyatanya muncul diatas gunung Fuji yang terlihat sangat indah pemandangannya.
"Lier, mungkin jika kita tidak melakukan tugas, kita dapat menikmati keindahan pemandangan ini. " ucap Cao Yuan.
"Gege, tenang saja Lier bersama Gege saja sudah merasa sangat senang. " ucap Lylia tersenyum hangat.
Cao Yuan mengangguk dan kemudian melesat kearah barat bersama Lylia. Cao Yuan menghentikan terbangnya bersama Lylia setelah berada dikerajaan Tao, kerajaan yang telah hancur akibat Cao Yuan menghancurkan kerajaan tersebut.
"Sepertinya setelah kehancuran tidak ada lagi yang mau membangun kerajaan Tao lagi. " ucap Cao Yuan kemudian melanjutkan perjalanannya kebarat.
Hingga tiba di sebuah kota besar yang sedang mempertahankan kota mereka dari serangan para iblis. Terlihat sudah banyak sekali korban dari Kultivator kota tersebut.
"Sungguh pertarungan tak seimbang. Lier mari bergerak. " ucap Cao Yuan kemudian menghilang dan muncul diatas mereka semua.
Kemunculan Cao Yuan membuat kedua belah pihak bertanya tanya atas kedatangannya satu pasang pemuda pemudi kini menatap pertempuran yang sudah pecah tersebut.
"Hai pemuda! Bantu kami mengalahkan para iblis bre*gsek ini! " ucap salah satu pemuda yang terlihat terluka parah.
"Dengarkan aku, kalian segera masuklah kekota, iblis ini biarkan aku yang mengurusnya. " ucap Cao Yuan kemudian melesat kesana kemari diikuti oleh Lylia yang telah menggenggam pedangnya.
Baaams! Dhuaaar! Jdaaaar! Ledakan kembali terdengar ketika pemuda pemudi membunuh para iblis seperti membunuh semut. Para iblis yang melihat teman mereka mati dengan mudah, seketika menjadi marah dan karena itu mereka segera melepaskan aura pembunuh yang sangat kental yang dimiliki mereka.
"Mau pamer aura? " ucap Cao Yuan langsung melepas aura Naganya menekan pergerakan mereka.
melihat pemuda dan pemudi yang sangat mudah membunuh para iblis, para Kultivator kini langsung memasuki dan menutup gerbang kota. Mereka awalnya tidak mempercayai bahwa satu pasang pemuda pemudi tersebut mampu mengalahkan para iblis. Namun melihat kenyataannya sang pemuda pemudi sangat mudah membunuh mereka membuat mereka segera mengikuti perintahnya.
Swuuuush! Jdaaaar! Jdaaar! Lylia dan Cao Yuan tak menyia nyiakan kesempatan emas tersebut karena para iblis tertekan auranya, sehingga Cao Yuan mengeluarkan tapak Ilahinya, sedangkan Lylia mengayunkan pedangnya dan membuat energi bekas ayunann pedang melesat kearah para iblis yang tidak bisa bergerak.
"Lepaskan auramu bocah! " suara menggema dengan aura alam dewa tiga menyebar kesegala penjuru.
Cao Yuan tak ingin tinggal diam, ia segera membuat segel tangan dan setelah itu munculah perisai keemasan yang menutupi kota atau melindungi kota tersebut. Aura dari tubuhnya pun menghilang, matanya menatap langit yang kini telah berdiri sosok iblis berwajah tiga dengan mata yang bersinar merah.
"Lier! Kamu habisi saja prajuritnya, biarkan dia urusanku. " ucap Cao Yuan menghilang dan muncul diatas langit.
Lylia kembali melanjutkan serangannya dan kini ia bergerak dengan anggunnya menebas dan memotong leher prajurit iblis yang ada didepannya, sedangkan Cao Yuan menatap iblis didepannya dengan tenang.
"Aku akui kekuatanmu sangat hebat, namun apakah kamu tahu siapa diriku. " ucap sang Iblis.
"Aku tidak perlu mengetahui identitas seorang iblis jelek sepertimu. " ucap Cao Yuan tersenyum mengejek.
"Kaauu!" Swuuuush! Sang iblis melesat dan mengayunkan pedang ditangannya kearah leher Cao Yuan.
Baaaams! Cao Yuan memblokir serangan pedang kearah lehernya dengan tangan kosong.
"Apakah mata pedang milik iblis tumpul seperti ini? " ejek Cao Yuan menggenggam erat pedang yang masih ditangannya.
"Bocah ke*arat! " ucap sang iblis berusaha menarik pedangnya agar terlepas dari genggaman pemuda tersebut.
Namun semakin ia menambahkan tenaga untuk menarik, ia merasakan tangan sang pemuda tersebut bagaikan sebuah pilar yang tidak bisa digeser, ataupun pedangnya seperti menjadi sangat berat.
"Arghhh! Lepaskan pedangku! " ucap sang Iblis marah lalu menarik pedangnya sekuat tenaganya.
"Baiklah! " ucap Cao Yuan melepas genggamannya kemudian membuat sang iblis terjungkal.
Tak ingin tinggal diam, dia segera melesat dan melancarkan tinjunya kearah wajah iblis berwajah tiga tersebut. Baaaams! Sang Iblis kembali terpental, saat ingin menyeimbangkan tubuhnya, sebuah tali emas terbuat dari Qi melilit tubuhnya.
"Arghhh! Lepaskan aku! " ucap sang Iblis.
"Bisakah tidak marah marah mulu? Lihatlah wajahmu itu sudah bertambah jelek. " ejek Cao Yuan mengibaskan tangannya dan memasukan kedalam dunia jiwa iblis tersebut.
Sesaat setelah itu ia segera melihat dibawahnya, terlihat Lylia terus membabi buta membunuh para pasukan iblis. Cao Yuan terus memantau Lylia dari jauh, sungguh ia tak menyangka Lylia yang baru berlatih selama satu tahun kini telah menjadi dewa. Rasa tidak percayanya selalu muncul, namun yang ia lihat semuanya adalah kenyataan.