
Semua yang tertidur dimeja kini terbangun setelah mendengar suara Cao Yuan yang sedikit meninggi, Cao Yuan memang sedikit marah akibat Jaoyang yang menyiapkan satu kamar padanya, sehingga Cao Yuan dan Lylia yang mabuk tidur seranjang itupun karena keduanya mabuk.
"...." Semuanya hanya bisa diam.
"Huh sudahlah, Jaoyang apakah sekte kalian sudah pernah berinteraksi dengan para Kultivator atau sekte yang ada di Benua Tengah? " tanya Cao Yuan kemudian duduk ditempat duduk yang kosong.
"Para muridku semuanya tidak diperbolehkan berinteraksi dengan Kultivator maupun sekte lainnya, karena sekte kami sekte tertutup, setiap tugas yang kami berikan itupun cukup berbahaya. " ucap Jaoyang.
Cao Yuan mengangguk, sekarang ia paham kenapa saat peperangan melawan Pangeran Kegelapan murid sekte milik Jaoyang tidak diikut sertakan.
"Jadi apa tugas mereka disekte ini? " tanya Cao Yuan penasaran.
"Saat ini aku belum memberikan tugas untuk mereka, namun yang pasti murid sekteku semuanya bisa disebut pelindung Benua Tengah, karena mereka selalu ditugaskan untuk membasmi para iblis yang mulai merajalela. Cara kerja kami pun sangat rahasia, sehingga para warga bahkan ketua sekte tidak mengenal sekte kami. " ucap Jaoyang.
Cao Yuan mengangguk, dan kemudian ia memiliki satu pertanyaan yang membuat Jaoyang terdiam.
"Apakah kau mengenal sekte Shijing? " tanya Cao Yuan.
"...." Jaoyang hanya diam.
Niu yang dari tadi mendengarkan seketika membuka mulutnya setelah melihat Jaoyang hanya diam seperti patung.
"Jaoyang kake bodoh! Apakah kau tuli." ucap Niu.
"Ehh.. Se-sekte Shijing aku tidak hanya mengenalnya, bahkan aku juga memiliki rencana untuk menyerangnya, apakah ada masalah tuan muda? " tanya Jaoyang cepat.
"Apa alasanmu menyerang sekte itu? " tanya Cao Yuan.
Jaoyang menjelaskan panjang lebar dengan jelas, yang pasti yang dijelaskan olehnya bukanlah hal yang baik sehingga Cao Yuan tiba tiba menatap semua bawahannya dengan serius.
"Berapa besar kekuatan sekte mereka? " tanya Cao Yuan.
"Tu-tuan muda murid kami masih berada disana menurut penjelasan mereka sekte Shijing memiliki seratus ribu alam master, hingga tiga ribu kultivator surga, satu juta Kultivator lainnya masih berada dibawah alam master. Ketua sekte saat ini masih belum diketahui ranah Kultivasinya karena murid kami belum pernah bertemu dengannya. " ucap Jaoyang namun tiba tiba ia memikirkan sesuatu.
"Sepertinya ada hal ragu yang ingin kau sampaikan?" tanya Cao Yuan sambil menaikan alisnya.
Jaoyang menatap Jaoying dengan perasaan bingung bagaimana menjelaskan pelindung sekte Shijing yang menurutnya tidak masuk diakal.
"Katakanlah. " ucap Cao Yuan singkat.
"Tu-tuan muda mereka memiliki pelindung hewan iblis yang sangat banyak, bahkan kekuatan tertinggi dari pelindung tersebut berada di Kaisar Dewa lima sehingga kami belum menyerang mereka hingga saat ini, karena muridku masih belum memastikan keberadaan hewan iblis tersebut. " ucap Jaoyang.
Cao Yuan mengangguk, namun rasa penasarannya tentang sekte Shijing sangatlah tinggi membuat ia ingin segera mengetahui kebenaran tersebut.
"Tapi apakah saat ini muridmu pernah bertemu dengan hewan iblis berkekuatan kaisar Dewa? " tanya Cao Yuan.
Jaoyang dan Jaoying kembali bertatap tatapan, helaan nafas keluar dari keduanya.
"Tuan muda sampai saat ini murid kami belum bertemu dengan hewan iblis berkekuatan kaisar Dewa namun katanya terdapat sebuah altar kuno dan mereka sering melihat para hewan iblis yang keluar masuk altar tersebut, namun mereka hanya memiliki ranah kultivasi master." ucap Jaoyang kembali.
Cao Yuan kembali mengangguk, tak bisa dipungkiri dengan kekuatan Jaoyang yang berada di ranah Kaisar Dewa lima memang dapat meluluh lantakan sekte tersebut, namun mengenai keberadaan hewan pelindung serta ketua sekte yang belum diketahui keberadaannya membuat Jaoyang berpikir dua kali sebelum menyerang.
"Karena kalian telah berkumpul dan pastinya ini sesuatu yang sangat mengejutkan bagiku mengenai sekte Shijing ini, yang harus kalian ketahui aku telah berjanji akan membasmi sekte Shijing sampai keakarnya. Jadi hari ini aku memutuskan untuk menyerang sekte Shijing. " ucap Cao Yuan.
Bawahan Cao Yuan seketika berdiri dan kemudian memberikan hormat.
"Baik tuan muda! Kami akan mengikuti anda! " uca mereka.
Cao Yuan tersenyum, dan kemudian menatap Jaoyang kembali. Kini Cao Yuan membahas tentang sekte Abadi sekte milik Jaoyang dan Jaoying bangun, karena ia sendiri sedikit tertarik untuk mengangkat murid sekte untuk dijadikan pasukannya.
"Apakah mereka memiliki keluarga? " tanya Cao Yuan.
"Tuan muda murid kami semuanya yatim piatu. " ucap Jaoyang kembali menjelaskan.
Cao Yuan kagum dengan pikiran Jaoyang yang membangun kekuatan sekte, entah dari pengangkatan murid ataupun pemberian sumber daya yang mereka cari sendiri sehingga kekuatan sekte mereka setidaknya dapat bersaing dengan sekte Shijing walaupun jumlah mereka kalah. Tapi tidak memungkiri sekte Abadi kalah dalam segi kekuatan.
"Apakah tuan muda menginginkan muridku? " ucap Jaoyang.
Jaoyang dan Jaoying tersenyum lebar, terutamanya Jaoyang yang kini sepertinya akan meledek Niu.
"Niu jelek lihatlah setidaknya aku yang berguna bagi tuan muda. " ucap Jaoyang menjulurkan lidahnya.
Sedangkan Meilan, Hao Shi dan lainnya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat keduanya yang akan kembali berdebat.
"Dari pada kita mendengarkan mereka berdua berdebat lebih baik kita mengikuti tuan muda. " ucap Shen Huo An yang disetujui lainnya.
Melihat mereka semua pergi, Niu melotot kearah Jaoyang yang masih mengejek dengan lidah yang ia keluarkan.
"Apakah kau tidak sadar, wajahmu itu sangatlah buruk. "gerutu Niu langsung pergi tanpa ingin berdebat lebih lama.
Cao Yuan kini menatap para anggota murid sekte Abadi milik Jaoyang, sedikit kagum melihat mereka semua berlatih tanpa bimbingan, walaupun banyak celah yang diperlihatkan namun tidak bisa dipungkiri mereka dapat belajar sendiri tanpa arahan dari Jaoyang.
Deeeng! Deeeng! Deeeng! Tiba tiba lonceng menggema keseluruh penjuru dunia kecil sekte Abadi, para murid yang kini sedang berkultivasi maupun berlatih segera melesat kearah tempat berkumpulnya para murid. Cao Yuan tersenyum melihat kekompakan mereka.
"Heem aku jadi rindu dengan sekte milik ayah angkat ku. " gumam Cao Yuan.
Tak lama setelah lonceng berbunyi tiga kali, kini para murid telah berkumpul sepenuhnya. Aura yang dikeluarkan oleh mereka pun terlihat berbeda dari Kultivator lainnya.
"Jaoyang memang hebat dalam pemilihan para murid. " ucap kagum Cao Yuan.
Karena ia dapat merasakan ranah kultivasi mereka yang terendah berada ditingkat Alam itupun hanya puluhan. Setelah Ribuan murid berkumpul, Jaoyang dan Jaoying muncul didepan mereka semua.
"Ada apa kita dikumpulkan seperti ini? Apakah ada hal yang sangat penting. " ucap mereka kebingungan.
Jaoyang menatap mereka semua dengan hangat.
"Wahai murid muridku semuanya, mungkin kalian sudah ada yang mengetahui majikanku ataupun tuanku. Ada beberapa hal yang terkait dengan beliau sehingga aku selaku ketua sekte mengumpulkan kalian semua disini. " ucap Jaoyang dengan wibawa kepemimpinannya sendiri.
Semua murid saling berpandangan sejenak, rasa penasaran yang tinggi meliputi pikiran serta hati mereka. Swuuush! Swuuush! Swuuush! Cao Yuan dan lainnya muncul disamping Jaoyang serta Jaoying.
"Jaoyang, biarkan aku yang mengungkapkan tujuannya. " ucap Cao Yuan maju.
Melihat pemuda tampan yang maju membuat murid wanita sekte Abadi berteriak histeris.
"Calon suamiku..."
"Ohh langit aku rasa aku tidak menyesal menjadi murid sekte ini melihat pemuda yang sangat tampan itu. "
"Aku padamu pria tampan. " banyak sekali ucapan para wanita yang terdengar.
Cao Yuan hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengart itu. Swuuush! Lylia muncul dan kemudian menatap para murid wanita dengan tajam. Para murid wanita yang ditatap dengan tajam seketika menelan ludah mereka.
"Lier. " ucap Cao Yuan menenangkan Lylia yang sepertinya cemburu.
"Apakah kalian tau apa maksud kalian dikumpulkan seperti ini? " tanya Cao Yuan dengan Qinya membuat semua murid mendengar suaranya.
Semua murid saling berpandangan sejenak dan tak lama gelengan kepala dari para murid terlihat.
"Diantara kalian siapa yang menyukai berpetualang? " tanya Cao Yuan.
Seketika semua murid mengangkat tangan mereka, bahkan tidak ada yang tidak mengangkat tangan mereka.
"Bagus, mulai saat ini kalian tentukan nasib kalian ikut berpetualang denganku atau kalian ingin menjalani hidup kalian sendiri sesuai keinginan kalian. " ucap Cao Yuan.
Seketika semua murid saling berpandangan, dan tak lama mereka menatap Jaoyang dengan bingung. Ling Ling yang memang murid kesayangan Jaoyang segera mengangkat tangan.
"Apa jawabnmu Ling Ling? " tanya Cao Yuan.
"Aku siap mengikuti Tuan muda berpetualang. " uca Ling Ling tulus.
Cao Yuan tersenyum mendengar hal tersebut, namun semua murid hanya bisa menatap Ling Ling seakan akan mereka ingin mengetahui alasan Ling Ling mengikuti pemuda yang entah siapa, namun melihat Jaoyang yang sangat hormat pada pemuda tampan itu membuat mereka tak berani membuka suara yang tidak perlu.