
Panjang naga yang keluar dari segel buatan Cao Yuan memang hanya berukuran 2 meter, karena Cao Yuan sendiri hanya memberikan sedikit Qi pada segel tersebut.
Swuuuush! Naga kecil berukuran dua meter tersebut langsung melesat dengan kecepatan cahaya. Walikota serta semua orang yang ada dikota tersebut seketika membuat perisai yang kini menutup penuh kota mereka dengan perisai gabungan mereka.
Baaaams! Dhuuaaarrr! ledakan yang sangat dahsyat tak terelakan, akibat ledakan tersebut Cao Yuan terpental sejauh dua meter dari tempatnya. Namun tidak ada luka yang dialaminya, hanya saja ledakan dari satu jurus yang bertemu dengan perisai yang menutupi kota mampu membuatnya terpental.
Jauh berbeda dengan Walikota dan kelompoknya yang tiba tiba terpental, lalu darah segar dari bibir mereka menetes dengan parahnya. Nyatanya jurus yang dikeluarkan Cao Yuan mampu membuat perisai buatan mereka hancur berkeping keping, dan sisa daya hancur dari satu jurus dengan perisai gabungan membuat mereka terkena luka dalam.
"Arrgghh! siapa pemuda tersebut! jurusnya serta kekuatannya seharusnya sama dengan para prajurit di Alam Iblis atau Dunia Iblis! " ucap Walikota tersebut memegang dadanya yang mulai terasa sesak.
Cao Yuan yang telah menyeimbangkan tubuhnya tersenyum melihat serangannya hanya mampu menghancurkan perisai gabungan mereka, namun dia tidak berhenti disitu saja. Sebuah segel ia ciptakan kembali, namun segel tersebut berbeda dengan jurusnya.
"Cermin Duniawi! " teriak Cao Yuan kemudian ratusan segel lingkaran muncul.
"Sekarang apakah kalian mampu menahan serangan ku yang satu ini! " ucap Cao Yuan menggema kemudian ia mengibaskan tangannya.
Swuuush! Swuuush! Swuuuush! Ratusan telapak tangan dari langit muncul, namun saat memasuki ratusan segel Cermin Duniawi buatannya, tiba tiba saja ratusan telapak tangan atau teknik Ilahi yang di lancarkan Cao Yuan menjadi dua kali lipat lebih banyak dari sebelumnya. Kecepatannya pun tak kalah dengan jurus Amarah Naga milik Cao Yuan.
"Gawat! segera buat perisai! " ucap Walikota yang melihat ribuan telapak tangan mengarah pada tubuh mereka. Namun hal tersebut tidak akan terjadi, karena ribuan telapak tangan dari langit sudah berada didekat mereka.
Baaams! Dhuaaar! Dhuaaaar! Dhuaaar! ribuan ledakan mulai terdengar, ledakan tersebut juga membuat gempa bumi terasa, bahkan angin yang tadinya tenang kini menjadi mengamuk akibat daya kejut dari ribuan telapak tangan yang menerjang mereka semua.
"Hebat sekali! " ucap Shen Huo An yang melihat aksi Cao Yuan bagaikan seorang Dewa yang sedang marah besar.
Tidak hanya Shen Huo An, Meilan, Niu, Luo Luo, dan Hao Shi juga mengucapkan kata kata yang sama melihat Cao Yuan mengeluarkan ribuan telapak Ilahi yang dikombinasikan dengan segel formasi atau mantra formasi. Ledakan masih bersahutan, namun tidak ada suara jeritan Kultivator yang ada didalam kota tersebut, yang ada hanya suara ledakan akibat benturan telapak tangan yang membentur tanah. Selang beberapa menit, ledakan tidak kembali terdengar, dan aura kehidupan dikota Pamai juga telah mati, namun debu debu masih beterbangan mengelilingi kota tersebut. Cao Yuan masih mengamati debu debu yang mengelilingi seluruh kota Pamai itu, bahkan dia juga merasa sangat senang. Bagaimana tidak, sebenarnya Cao Yuan hanya iseng mengenai mantra atau segel formasi buatannya tadi.
"Tak kusangka, segel formasi buatanku ternyata berhasil digabungkan dengan jurus yang aku kuasai. " gumam Cao Yuan senang.
Angin yang masih mengamuk perlahan membawa kabur debu yang berterbangan di dalam kota, selang beberapa detik terlihat jelas keadaan kota Pamai yang bukan lagi dianggap sebagai kota. Kota yang tadinya ramai, yang memiliki bangunan bertingkat mewah kini hanya tersisa puing puingnya saja.
"Misiku selesai, dengan ini setidaknya akan mengurangi kejahatan yang dibuat oleh para iblis, namun aku juga belum tau jelas tentang rencana mereka. " gumam Cao Yuan kemudian turun mendekati bawahannya yang telah berkumpul disatu tempat.
"Tuan muda! " ucap mereka kompak.
Cao Yuan mengangguk dan tersenyum lembut kepada lima bawahannya.
"Sekarang kalian pulihkan diri, jangan lupa katakan pada Lier untuk berlatih kultivasi. " ucap Cao Yuan membuka dunia jiwa.
"Baik tuan muda! " ucap mereka berlima kembali kompak dan memasuki portal gerbang Dunia jiwa satu persatu.
"Ayah! aku kira tugasku mudah, namun tidak kusangka aku harus mencari akal penyebab dari datangnya para iblis ke alam manusia. " ucap Cao Yuan mendesah pelan.
Swuuush! Cao Yuan yang merasakan banyaknya aura Kultivator yang mendekat segera menghentakan kakinya dan kembali melayang diatas langit.
"Sepertinya aksiku akan kembali membuat gempar para Kultivator yang ada di Benua Tengah ini. " gumam Cao Yuan yang melihat banyaknya para Kultivator yang mulai berdatangan dari segala arah.
Saat hendak pergi, Cao Yuan kemudian menatap salah satu rombongan dengan senyum dibibirnya yang berkembang.
"Shijing! " ucap dingin Cao Yuan kemudian sebuah ide terlintas diotaknya.
Cao Yuan masih tetap tenang menatap rombongan sekte Shijing yang juga memeriksa kota Pamai dengan teliti.
"Tetua! sepertinya serangan ini dilakukan hanya oleh satu orang saja. " ucap salah satu murid sambil menunjuk banyaknya kawah yang berbentuk telapak tangan.
Tetua sekte Shijing hanya mengangguk, namun dirinya tak habis pikir, siapa yang dapat menghancurkan satu kota dengan waktu yang sangat cepat. Begitu juga dengan Kultivator yang berasal sekte lain ataupun Kultivator yang memang datang sendiri, mereka menebak nebak siapa pelaku dalang semua itu namun tidak ada yang tahu bahwa dalang yang menghancurkan kota Pamai berada dilangit sedang mengawasi mereka.
Melihat semua Kultivator masih menyisiri kota dengan mengecek semua bekas pertempuran maupun memunguti cincin ruang yang berserakan, serta sumber daya yang berasal dari toko yang ada di kota Pamai Cao Yuan menggerutu kesal.
"Ahh! andai kalian tidak datang lebih cepat, sudah kupastikan tidak ada harta yang tertinggal. " gerutu Cao Yuan.
Namun dirinya tidak sadar, bahwa dia kini masih melayang diatas langit. Dan energi Qinya juga hampir habis.
"Lebih baik aku memulihkan diri. " gumam Cao Yuan kemudian menjauh dari kotaa Pamai dan mencari sebuah tempat yang aman untuk tempatnya mengumpulkan energi Qi.
Selang beberapa menit masih melayang, Cao Yuan kemudian turun didepan air terjun dengan rasa penasaran yang tinggi.
"Air terjun ini sangat aneh. " gumam Cao Yuan.
Walaupun air terjun tersebut memang terlihat seperti air terjun yang bisa ditemukan ditempat yang lain, namun Cao Yuan penasaran dengan air terjun didepannya. Karena penasaran, dan dirinya juga tidak mengetahui hal apa yang membuatnya memiliki rasa penasaran yang tinggi, Cao Yuan melihat aliran air terjun tersebut dengan menajamkan penglihatannya.
"Tu-tunggu! ini mantra formasi! " ucap Cao Yuan sedikit heran.
"Tapi siapa yang memasang mantra ini, dan apa yang dilindungi? " ucap Cao Yuan sejak tadi berbicara sendiri.
Karena rasa penasaran masih menggerogoti pikirannya, Cao Yuan kemudian mengamati pola mantra formasi tersebut dengan teliti.
"Hehehe buat aku seorang ahli formasi, tidak mungkin kesulitan dalam menghancurkan mantra formasi buatan orang lain. " ucap Cao Yuan kemudian membuat pola formasi yang hampir sama dengan mantra formasi yang ia lihat.