
"Baiklah cepat masuk. " ucap prajurit tersebut cuek.
Cao Yuan tak memperdulikannya, dengan tenang ia melangkahkan kakinya memasuki kedalam kota dewa itu. Terlihat situasi kota Dewa sama persis dengan situasi kota, kerajaan atau kekaisaran di benua rendah, tengah dan tinggi. Hanya saja terdapat perbedaan pada ranah kultivasi mereka. Cao Yuan melihat warga kota dewa memiliki ranah kultivasi paling rendah di tingkat kaisar dewa satu. Dengan tampilannya menggunakan Niu ia yakin tidak ada satupun dewa atau bawahan para dewa mengenalnya.
Cao Yuan tak melupakan tugasnya, sehingga ia terus berkeliling seluruh kota, kekuatan jiwanya ia pun edarkan kesegala arah untuk melihat semua kekuatan dikota Dewa tersebut. Hingga terakhir berkeliling, Cao Yuan menghentikan didepan gerbang istana kota Dewa tersebut.
"Sangat ketat sekali. " gumam Cao Yuan, karena ia telah berkeliling melihat banyaknya para prajurit yang berkeliling kesana kemari.
"Hehehe, namun melihat tatanan kota dewa ini rencanaku sepertinya berjalan lebih lancar. " gumam Cao Yuan kemudian menghilang dari kehampaan dan muncul diluar kota bagian timur.
Swuuuung! Swuuuush! Perisai ilusi ia buat, sekibasan tangannya ratusan pasukan abadi muncul dengan memberikan hormat mereka.
"Ingatlah, jika giok ini terpecah kalian mulai memborbardir serangan jarak jauh kearah kota. " ucap Cao Yuan memberikan giok berwarna hijau yang sama diberikan oleh sang Naga hitam.
"Baik Dewa Naga! " ucap mereka semua hormat.
Cao Yuan mengangguk dan kemudian menghilang, lalu muncul di selatan kota dewa. Ia pun sama membuat beberapa mantra ilusi, setelah itu ratusan pasukan abadi muncul, Cao Yuan juga memberikan batu hijau yang sama dan memberikan arahan pada mereka. kota dewa bagian barat pun sama ia mengeluarkan ratusan pasukan abadi. Dan yang terakhir arah Utara, dimana ia mengeluarkan Tetua Lu Ye dan ribuan pasukan, ia memberikan batu giok yang sama pada mereka, hingga semuanya telah jelas. Cao Yuan muncul diatas langit kota dewa, ia juga masih menghilangkan aura keberadaannya, sehingga prajurit atau bawahan para dewa yang ditugaskan berjaga jaga di area kota tidak akan merasakan kehadiran Cao Yuan.
Swuuuung! Perisai transparan muncul setelah ia membuat segel tangan. Setelah itu ia mengibaskan tangannya mengeluarkan Hao Shi, Kaisar Langit, Dewi Lianhua, Guo Jing, Shen Huo An dan lainnya.
"Ayah, ibu, semuanya aku akan memancing para dewa untuk keluar dari kediaman mereka, setelah mereka berada dihadapan kita, segera aktifkan perisai yang telah ku buat. " ucap Cao Yuan.
"Baiklah, hati hati anakku. " ucap Kaisar Langit.
Cao Yuan mengangguk, dan kemudian menatap kota dewa berdiri dengan tatapan tajam.
"Hari ini akan menjadi sejarah yang akan dikenang oleh semua dewa. " ucap Cao Yuan dingin dan turun lebih rendah diatas kota.
Swuuuuush! Swuuuuush! Baaaaamss! Dhuaaaar! Cao Yuan mengibaskan tangannya, tapak ilahi muncul dari atas langit dan menghantam bangunan dibawahnya. Hal tersebut benar benar memancing keributan, para bawahan Dewa keluar dari kediaman, atau toko bahkan penginapan dikota dewa tersebut.
"Kita diserang! " ucap salah satu orang berhenti menatap satu pemuda yang menatap mereka semua dengan tenang.
Gooooong! Gooooong! Goooong! Tiga kali bunyi lonceng menggema kesuluruh sudut kota dewa. Yang diartikan bahwa adanya serangan yang dapat membahayakan kota. Cao Yuan tak berhenti disitu saja, ia mulai kembali mengibaskan tangannya dan mengeluar tapak Ilahinya.
Swuuuush! Swuuuush! Baaaams! Dhuaaar! Ledakan terus terjadi, puluhan orang yang terkena telapak Ilahi tersebut meledak menjadi kabut darah. Swuuuush! Pasukan prajurit dewa melayang didepan Cao Yuan.
"Siapa kamu? " ucap komandan prajurit, karena terlihat bajunya yang berbeda dari prajurit lainnya.
"Cao Yuan. " ucap Cao Yuan kembali mengibaskan tangannya.
Prajurit dewa didepannya seketika menghindari serangan tiba tiba tersebut. Mereka yang tak sigap menghindari meledak menjadi kabut darah, Shen Huo An, Kaisar Langit, dan lainnya masih menatap tenang aksi Cao Yuan dari langit yang lebih tinggi.
Swuuuush! Melihat pemuda didepan mereka langsung menyerang, mereka menarik pedang mereka dari sarung pedang mereka. Serangan mulai mengarah pada Cao Yuan, namun mereka semua bukan tandingan Cao Yuan sehingga semua serangan meleset.
Dhuaaar! Dhuaaaar! Ledakan terus terjadi, Swuuuung! Langit bergetar, dengan suara ledakan dari arah istana. Baaamss! Dhuaaar! Istana meledak dengan kemunculannya kesebelas Dewa lama atau dewa utama.
Cao Yuan bukannya takut, ia malah memberikan senyum manisnya. Swuuush! Kesebelas Dewa muncul dihadapan Cao Yuan.
"Hai kaisar busuk, aku kesini untuk mengambil nyawamu itu. " ucap Cao Yuan memprovokasi.
"Arghhhh! Serang! " ucap Xao Li melesat diikuti kesepuluh dewa lainnya kearah Cao Yuan. Namun Cao Yuan menghilang dari kehampaan dan muncul diatas langit lebih tinggi.
Melihat hal tersebut mereka mengikuti Cao Yuan, hingga tiba tiba mereka merasakan firasat buruk.
Kraaaack! " Serang! Aktifkan perisai. " ucap Cao Yuan memberikan kode.
Swuuuung! Swuuuuush! Kaisar Langit, Shen Huo An dan lainnya muncul dibelakang Cao Yuan. Para dewa langsung melotot melihat kedatangan mereka, terkejut, bingung dan pastinya merasa aneh, karena orang yang ada dibelakang Cao Yuan memiliki kekuatan yang setara dengan mereka.
"Xao Li. " ucap Kaisar Langit yang kini melangkahkan kakinya kesamping Cao Yuan.
****
Prajurit kota yang terkesima dengan kemarahan Xao Li, dan kemunculannya Kaisar Langit lama atau Cao Lian tiba tiba panik saat ledakan dan serangan jarak jauh memborbardir dari segala arah kota.
****
Melihat batu giok berwarna hijau pecah, pasukan sekte Abadi dan juga Hewan Suci mulai memborbardir ledakan dan membuat getaran diarea dalam perisai, para prajurit dan bawahan Dewa tidak bisa berbuat apapun, karena mereka sendiri tidak siap menerima serangan mendadak tersebut.
****
"Ca-cao Lian. " ucap kesepuluh dewa ketakutan.
"Hahaha karena kalian telah berkhianat, maka aku membawakan pengganti kalian, karena kini kalian akan tewas. " ucap Cao Lian tertawa.
Swuuuung! Langit bergetar dengan kemunculannya dua aura kegelapan ditingkat kaisar dewa puncak lima. Mereka adalah Fusen dan juga kaisar kegelapan.
"Guru! " ucap mereka semua kearah Fusen.
"Hei kakek tua, tak menyangka kau ingin ikut campur lagi. " provokasi Cao Yuan.
Fusen hanya diam, sedangkan kedua belas muridnya atau para dewa lama menggertakan gigi mereka.
"Aneh. " ucap Cao Yuan dalam hati.
"Aiiish! Lama sekali, kita ini bukan ingin reunian, serang! " ucap Cao Yuan.
Swuuuush! Swuuuush! Mereka melesat sesuai lawan mereka sendiri, seperti Niu yang menjadi seorang dewa pengawas, melawan dewa pengawas yang lama. Kecuali Lylia, Shen Huo An dan Dewi Lianhua yang menyerang dewa pedang, dan lainnya. Cao Yuan mencari tempat lain yang diikuti oleh Fusen yang aneh dan Kaisar Kegelapan, sedangkan Xao Li melawan Cao Lian.
"Nah kita bertempur disini saja. " ucap Cao Yuan.