
"Senior! " ucap Cao Zhen Xin sedikit meninggikan suaranya.
"Ehhh." ucap kompak keduanya.
Cao Zhen Xin juga akan tersadar akan ketidak normalannya yang sangat cepat dalam membentuk energi Api, entah ia sendiri tidak tahu apakah ia jenius.
"Ka-kamu sungguh diluar nalar. " ucap Bing Yinshi.
Tanpa rasa bersalah, Cao Zhen Xin menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal. Tanpa mereka sedari sepasang mata cantik juga melihat pelatihan Cao Zhen Xin, wajah keterkejutannya pun sama yang diperlihatkan oleh Bing Yinshi dan Zheng Lian.
"Ba-baiklah karena Zhen telah berhasil membentuk elemen api, maka aku hanya akan mengajarimu cara menggunakannya agar tidak melukai tubuhmu sendiri. " ucap Zheng Lian.
Cao Zhen Xin mengangguk dan setelah itu matanya kembali tertuju pada Zheng Lian.
"Kamu dapat menggunakan api dengan tingkat kepanasan sesuai dengan keinginanmu, dan yang perlu kamu ketahu api yang kamu bentuk adalah api ilahi, api tertinggi dari seluruh api yang ada dialam semesta. " ucap Zheng Lian.
Sontak kini wajah keterkejutan diperlihatkan oleh Cao Zhen Xin. Karena ia mengenal api ilahi, api yang hanya dimiliki oleh ayahnya.
"Kenapa raut wajahmu terlihat sangat terkejut. " tanya Zheng Lian mencoba melupakan kejeniusan Cao Zhen Xin yang diluar nalar
"Ehh aku hanya merasa sangat senang senior. " ucap Cao Zhen Xin beralasan.
Zheng Lian mengangguk dan kemudian mengeluarkan api merahnya dari telapak tangannya. Setelah itu ia melemparkan api tersebut kearah pohon yang telah tumbang diseratus meter didepannya.
Blaaaaar! Api yang melesat langsung membakar pohon tumbang tersebut. Perlahan tapi pasti pohon tersebut menjadi abu. Setelah itu ia kembali mengeluarkan apinya lagi dengan tingkat panas yang lebih mengerikan.
Swuuuuush! Blaaaaar! Api yang keluar dari telapak tangan kemudian kembali melesat kearah pohon lain, seketika pohon tersebut langsung menjadi abu karena tingkat panasnya lebih tinggi.
"Kontrolah kepanasan dengan energi Qimu, namun sebelum itu kamu harus mengetahui seberapa besar energi Qimu yang harus menekan api milikmu. " ucap Zheng Lian.
Cao Zhen Xin mengangguk, setelah itu ia mencoba mengeluarkan api dari telapak tangannya. Swuuuuush! Baaaaaamss! Namun percobaan pertama gagal, bukannya keluar dari telapak tangan, namun api Ilahi keluar dari seluruh tubuhnya. Swoooosh! Api tersebut kemudian menghilang setelah Cao Zhen Xin menekannya.
"Fokuskan api Ilahi kearah telapak tanganmu jika tak ingin api tersebut keluar dari seluruh tubuhmu. " ucap Zheng Lian.
Cao Zhen Xin tersenyum malu karena kegagalannya, setelah itu ia melakukan apa yang telah diucapkan oleh Zheng Lian.
Swuuuush! Api keluar dari telapak tangan Cao Zhen Xin setelah mencoba mempraktekannya, setelah itu ia melemparkannya kearah salah satu pohon.
Blaaaaar! Seketika pohon tersebut menjadi abu. Melihat hal tersebut, Zheng Lian meminta Cao Zhen Xin untuk mengurangi tingkat kepanasannya. Namun sayangnya beberapa kali percobaan selalu gagal, padahal ia sendiri sudah menekan tingkat panas api miliknya dengan menggunakan Qi. Terus mencoba hingga akhirnya Cao Zhen Xin tersadar akan sesuatu.
"Senior memanggil api milliku api terpanas, mungkin karena itu api tersebut selalu membuat pohon langsung menjadi abu. " ungkap Cao Zhen Xin.
Sontak Zheng Lian dan Bing Yinshi saling berpandangan, setelah itu mereka saling mengangguk.
"Zhen coba kamu lelehkan balok es yang aku buat, mungkin dari percobaan ini kami dapat mengetahuinya. " ucap Bing Yinshi mengibaskan tangannya dan mengeluarkan balok es sebesar satu meter. Hawa dingin terasa menyebar dengan munculnya balok es tersebut.
Cao Zhen Xin mengangguk, setelah itu ia mencoba menekan apinya hingga titik maksimal yang ia tekan.
Swoooosh! Api tersebut melesat kearah balok es, dan saat bersentuhan api tidak langsung padam, melainkan mencairkan balok es perlahan hingga mencair.
"Perlu satu menit untuk melelehkannya. " ucap kagum Bing Yinshi.
Begitu juga dengan Zheng Lian, padahql ia tahu Bing Yinshi membuat balok es dengan kekuatan sesuai ranah kultivasi yang asli tanpa ia kurangi atau tekan.
"Zhen sekali lagi, sekarang coba kau lelehkan lagi. " ucap Bing Yinshi mengeluarkan balok berukuran sama.
Swoooosh! Blaaaaar! Cao Zhen Xin mengurangi tekanan panas api Ilahinya, dan alhasil meleleh didetik ke tiga puluh.
"Yeee! Akhirnya aku berhasil. " ucap Cao Zhen Xin senang.
"Hahaha aku sungguh tak menyangka menemukan berlian yang sangat menyilaukan. " ucap Zheng Lian tertawa senang.
"Benar apa katamu, mungkin hanya dialah yang sangat jenius, tidak tidak lebih dari jenius." balas Bing Yinshi.
Cao Zhen Xin terdiam kemudian menatap es yang telah mencair menjadi air biasa dengan senyum yang terkembang dibibirnya.
"Senior bolehkan aku mencoba elemen es? " ucap Cao Zhen Xin.
Sontak Bing Yinshi dan Zheng Lian terkejut mendengar hal tersebut.
"Zhen seorang hanya dapat menggunakan satu elemen dan...."
"Senior apa salahnya mencoba. " ucap penuh harap Cao Zhen Xin.
"Huh baiklah. " ucap Zheng Lian menatap Bing Yinshi.
Mendengar hal tersebut Cao Zhen Xin matanya berbinar dan merasa sangat senang. Setelah itu kemudian Cao Zhen Xin diarahkan seperti awal yang diarahkan oleh Zheng Lian. Dan kini giliran Bing Yinshi mencoba menjadi guru Cao Zhen Xin.
"Elemen es sebenarnya elemen air yang kita rubah menjadi hawa dingin dan setelah itu elemen air tersebut akan menggumpal yang menyebabkan air tersebut membeku, dan di tahap ini kamu harus bisa membentuk elemen air." ucap Bing Yinshi memberikan arahan panjang lebar.
Setelah semuanya telah di berikan penjelasan, Cao Zhen Xin mencobanya. Awalnya ia dapat membentuk elemen air dengan waktu yang sama dengan pembentukan energi api atau elemen api, namun saat akan pembentukan atau perpindahan elemen air menjadi es, Cao Zhen Xin merasa sedikit kesusahan. Hingga di lima menit setelah mencobanya dan gagal. Tiba tiba hawa dingin menyebar kesekitar Cao Zhen Xin dan membekukan rumput yang ia pijaki.
Awalnya Bing Yinshi dan Zheng Lian kembali terkejut melihat Cao Zhen Xin berhasil membentuk elemen air, dan saat akan merubah kebentuk es mereka mengira akan gagal, namun dilima menit kedepan tiba tiba rahang mereka terbuka lebar, dan wajah keterkejutan tidak bisa mereka tutupi melihat Cao Zhen Xin berhasil merubah elemen air menjadi es.
"Be-benar benar monster." ucap Bing Yinshi.
Berhasil membentuk kembali elemen air saja sudah membuat mereka terkejut karena dua elemen telah berhasil dibentuk, namun saat itu juga nyatanya Cao Zhen Xin berhasil membentuk elemen es yang bisa dikatakan revolusi dari elemen air.
Perlahan matanya terbuka, ia merasa senang berhasil membentuk elemen es, dan kini diatas dantiannya terdapat tiga elemen berbeda dengan simbol warna yang berbeda dapat dilihat olehnya sendiri, karena rasa senang yang berlebihan ia melupakan bahwa energi es yang keluar dari tubuhnya masih menyebar kesegala penjuru, bahkan hawa dingin mulai meendekat ketempat kerajaan siluman milik ibu angkatnya.