
Fokusnya dalam penyerapan Qi ternyata terasa sangat sulit, karena masalah yang akan ia hadapi dengan jelas bukan perkara yang mudah. Apalagi mengetahui siapa Pangeran Kegelapan, namun Cao Yuan belum mengetahui tentang ranah kultivasi milik Pangeran Kegelapan telah ditekan hingga Kaisar Dewa satu.
"Arghh! aku harus fokus. " gumam Cao Yuan kemudian melanjutkan pengumpulan energi Qinya.
Dan perlahan semua pikiran yang kacau telah ia hilangkan, hingga tak terasa ia telah mengumpulkan energi Qi sebanyak seratus ribu lingkaran Qi. Waktu yang perlu ia gunakan pun sudah tujuh hari dimana turnamen sedang berlangsung.
****
Di Benua Tinggi.
Luo Luo, Niu dan Shen Huo An berhasil menemukan dua saudaranya yang lain, mereka memiliki nama Jingyin dan Xing.
"Apakah kalian tidak mengetahui keberadaan Jaoyang? Serta keberadaan Jaoying? " tanya Shen Huo An pada Jingyin dan Xing.
Jingyin dan Xing memiliki sifat yang pendiam, dan berbicara jika mereka inginkan sehingga kini mereka berdua hanya menggelengkan kepalanya.
"Baiklah lebih baik kita berpencar, karena kita telah melewati batas waktu yang ditentukan oleh tuan muda. Segeralah cari keberadaan mereka dengan aura yang kalian rasakan, aku akan memberikan waktu dua hari, jika dalam waktu dua hari masih belum ketemu, lebih baik kita segera kembali ke Benua Tengah. " ucap Shen Huo An khawatir terhadap Cao Yuan.
Mereka ber empat menganggukan kepalanya sebagai tanda setuju. Swuuush! Swuuush! mereka berlima akhirnya berpencar sesuai dengan persetujuan mereka yang telah disepakati.
*****
Cao Yuan membuka matanya perlahan setelah mengumpulkan Qi selama sembilan hari, dimana kini tepatnya final dari turnamen akan dilaksanakan.
"Hemm, apakah aku terlambat. " gumam Cao Yuan.
Saat ia akan berdiri, tiba tiba Hao Shi berlari kearahnya.
"Tu-tuan muda gawat! " ucap Hao Shi.
Cao Yuan menaikan sebelah alisnya.
"Ada apa? "
"Aku merasakan banyaknya aura iblis yang menonton turnamen di hari akhir ini, dimana final akan dilaksanakan. " ucap Hao Shi serius.
Cao Yuan menghela napas sejenak kemudian Meilan tiba tiba muncul disamping Cao Yuan.
"Hormat pada tuan muda! " ucap Meilan.
Cao Yuan mengangguk, selang beberapa detik ia kembali memberi petunjuk pada mereka berdua dengan jelas.
"Meilan, Hao Shi jika adanya pertempuran ataupun lainnya aku meminta kalian untuk membawa kabur dan melindungi para peserta ataupun Kultivator lainnya." ucap Cao Yuan kemudian mengedarkan kekuatan jiwanya.
Deghhh! Jantung Cao Yuan berdebar sangat kencang setelah melakukan penyisiran menggunakan kekuatan jiwanya, Hao Shi, dan Meilan yang melihat wajah keterkejutannya sang majikan hanya bingung.
"Tuan muda? Apakah anda baik baik saja? " tanya Meilan.
Cao Yuan segera menatap mereka berdua dengan srius.
"Aku merasakan segel yang membelenggu pada Pangeran Kegelapan berada dikekaisaran ini, namun anehnya aku tidak tahu dimana pasti letak keberadaannya. " ucap Cao Yuan.
Swuuung! Tiba tiba cincin ruangnya bergetar. Cao Yuan memeriksa Cincin ruangnya dengan alis yang ia naikam sebelah.
"Bocah kamu dimana? Bukankah aku memintamu untuk hadir di acara turnamen? " ternyata pesan yang dikirimkan oleh Kultivator Tongkat Naga.
"Meilan, Hao Shi, sekarang mulailah pekerjaan kalian, dan aku juga berharap misi Niu bersama saudaranya akan cepat terselesaikan. " ucap Cao Yuan.
Mereka berdua mengangguk dan kemudian membuka jendela yang terdapat di kamar VIP sewaan Cao Yuan. Swuuush! Swuuush! Keduanya keluar dari ruang VIP melewati jendela dan melompat keatap bangunan satu ke atap yang lain.
"Ayah, ibu semoga langit berpihak padaku. " ucap dalam hati Cao Yuan kemudian ikut melesat menuju tempat turnamen berlangsung.
Sesampainya ditempat yang ramai akan penonton disebuah tempat yang sangat luas, Cao Yuan menghentikan langkahnya.
"Ini....." gumam Cao Yuan merasakan ribuan Iblis yang menyamar sebagai prajurit bahkan penonton pun juga banyak.
Bughhh! Tiba tiba sosok kakek tua berjanggut putih menabrak tubuh Cao Yuan.
"Tu-tuan muda mohon maaf! " ucap sang kakek tua tersebut sambil memberi hormat.
"Ehhh kek, tidak usah terlalu formal sebegitunya. " ucap Cao Yuan kemudian menggenggam tangan kakek tua tersebut dengan lembut.
"Anak muda ini sepertinya bukan pasukan para Iblis yang sedang menyamar. " ucap Kakek tua dalam hati kemudian tersenyum lembut pada Cao Yuan.
"Anak muda, lebih baik kamu keluar saja dari kekaisaran ini. " ucap kakek tua tersebut kemudian menghilang dari pandangan.
Cao Yuan terkejut mendengar pesan kakek tua tersebut, apalagi kini ia tak merasakan aura keberadaan kakek tersebut.
"Siapa kakek tua itu. " gumam Cao Yuan tak mengikuti perintah kakek tua dan ia kini tengah berjalan mencari tempat duduk untuk menonton pertandingan final.
"Hemm sepertinya ada yang mengawasiku. " gumam Cao Yuan yang merasakan sepasang mata mengawasinya dari jauh.
*****
Di langit yang sangat jauh, sosok kakek tua berbaju hitam yang memiliki aura kegelapan yang sangat mengerikan sedang mengawasi Cao Yuan.
"Heemm, jika aku boleh melanggar aturan langit, sudah kubunuh manusia calon penerus Dewa Naga yang akan menghentikan sosok penerusku kelak. " ucap sosok tersebut sambil mengepalkan tangannya erat.
Sosok tersebut juga tengah bersiap membuat perisai yang akan menutupi kekaisaran Meiga dengan kekuatan kecilnya. Sebuah segel ia peragakan, dan tiba tiba segel yang rumit ia dorong hingga melesat kearah Benua Tengah tepatnya di atas langit kekaisaran Meiga.
****
Cao Yuan tiba tiba merasa firasat buruk, namun dirinya tak ingin terlarut dalam ketakutannya, melainkan ia mencoba menghibur diri dengan menonton pertandingan final.
Sosok pemuda dan pemudi yang kini tengah bertarung diatas panggung masih melancarkan serangan terkuat mereka. Mereka berdua peserta final yang kini tengah memperebutkan juara pertama, ditengah tengah semangat merewka dalam memperebutkan juara, mereka tak sadar bahwa mereka akan dijadikan sebuah tumbal untuk membuka segel yang membelenggu Pangeran Kegelapan.
Acara turnamen yang dihadiri lebih dari puluhan ribu orang kini saling memberi dukungan kepada dua pihak yang sedang memperebutkan juara turnamen. Namun Cao Yuan kini merasakan adanya segel formasi yang mengurung mereka semua dari langit.
"Ohh tidak! " gumam Cao Yuan yang mengedarkan kekuatan jiwanya namun terdapat penghalang yang mengurung seluruh kota kekaisaran Meiga.
Baaaaams! Dhuaaar! ledakan keras dari area pertandingan membuat Cao Yuan tidak bisa fokus untuk mengetahui siapa yang telah membuat perisai tersebut.
****
Didalam istana, sosok kultivator Tongkat Naga duduk di singgasana kekaisaran.
"Hormat pada tuan Tana, perisai yang diciptakan oleh sosok misterius telah muncul, dan saatnya kita melakukan tugas yang diberikannya. " ucap seorang Jendral kekaisaran Meiga.
Kultivator Tongkat Naga atau Tana mengangguk dan kemudian memberikan perintahnya.
"Sekarang mulailah rencana kita, karena aku juga mendapat laporan dari Hu Dao( Kaisar Meiga yang asli) bahwa pemuda yang memiliki darah emas juga telah hadir di area turnamen. " ucap Tana.
Sang jendral kemudian keluar dan memulai rencana mereka, sedangkan Tana atau kakek yang pernah menjadi lawan Cao Yuan tersenyum penuh kemenangan.
"Hahahahaha! Hari ini aku akan menjadi kultivator yang terkuat di Benua Ini, aku harap sosok misterius itu mau menepati janjinya apalagi aku telah membawa seorang yang spesial untuk tumbal pembukaan segel Pangeran Kegelapan. " ucap Tana senang.
****
Pertempuran final berada di ujung akhir atau dua peserta mulai akan mengeluarkan jurus pamungkas mereka masing masing.
"Pedang mengguncang semesta! "
" Segel dewa api bersatu!"
Dua jurus akan berbenturan, namun tiba tiba getaran aneh muncul dari langit, getaran yang sangat dahsyat itu membuat para penonton segera berlarian kesana kemari.
Dhuaaaar! Kembang api pun tiba tiba muncul di siang hari itu, Cao Yuan seketika waspada dan mengirim pesan pada Meilan dan Hao Shi.
"Sekarang! " ucap Cao Yuan mengirim pesan pada mereka berdua.
Dua peserta yang akan mengeluarkan jurus pamungkas mereka segera mengurungkan niat mereka dengan perasaan yang campur aduk, karena mereka tidak mengerti kondisi yang kini mereka alami.
Getaran itu perlahan reda dengan seiringnya kembang api yang juga tidak terdengar, namun sebuah portal berwarna kehitaman muncul dari langit yang membuat semua orang waspada.
"Bunuh mereka semua! " tiba tiba suara menggema dari Kaisar Hu Dao.
Swuuung! Udara sekitar langsung tertutup oleh aura pembunuhan dari para prajurit serta para Iblis yang menyamar sebagai Kultivator biasa atau penonton menyebar kesegala penjuru kekaisaran Meiga.
"Kita dijebak! "
"Cepat kabur! "
Banyak sekali teriakan para penonton dan para peserta serta ketua sekte yang panik.
Tiba tiba pembunuhan masal terjadi, dimana para murid dan tetua sekte tumbang tiba tiba akibat penonton disebelah mereka menghunuskan pedangnya kearah mereka secara tiba tiba.
Cao Yuan yang juga salah satu target namun kewaspadaannya selalu ia persiapkan dengan cepat menghindari pedang yang akan menusuk jantungnya.
Roaaaaaarh! Cao Yuan menggunakan aumannya untuk menghentikan pertempuran, dan benar saja seketika pertempuran berhenti, namun semua orang tidak menurunkan waspada mereka terhadap para prajurit hingga penonton yang mengeluarkan aura pembunuh kearah mereka.
"Perlu kalian ingat! Kita telah dijebak, dan saat ini tidak ada jalan keluar selain membunuh mereka semua! " teriak Cao Yuan menggema kesegala penjuru arah.
****
Sosok kakek tua berbaju hitam yang mengawasi kekacauan tersebut tersenyum melihat kekacauan sudah dimulai.
"Saatnya kau terlahir kembali penerusku." ucap sosok tersebut.