
She Luan hanya menggelengkan kepalanya.
"Terkadang aku masih berpikiran untuk membalas perbuatan mereka, namun jika aku telah membalaskan dendamku dengan cara menghancurkan keluarga mereka, setelah itu apakah aku merasa senang? Tentu tidak bukan." ucap She Luan.
Cao Zhen Xin tersenyum mendengar hal tersebut, ia jelas memahami ucapan She Luan.
"Baguslah, tapi jika kamu memiliki ranah kultivasi tertinggi disaat itu juga, apakah kamu ingin membalaskan dendam mu kembali? " tanya dengan serius.
"Tidak jika mereka tidak merenggut kebahagiaanku kembali." ucap She Luan serius.
Cao Zhen Xin mengangguk, setelah itu ia teringat permintaan Bing Yinshi dan Zheng Lian untuk menghancurkan kekaisaran Bai.
"Gege kenapa kamu sepertinya memikirkan hal yang sulit untuk dilakukan? " ucap She Luan heran.
"Ahh tidak tidak hanya saja disaat aku meminta guru untuk menyembuhkanmu, ia memintaku untuk melakukan sesuatu yang sulit untuk kulakukan. " ucap Cao Zhen Xin menghela napas panjang.
"Apa itu. " jawab She Luan heran.
"Menghancurkan kekaisaran Bai. " ucap Cao Zhen Xin.
Sontak She Luan langsung terkejut setengah mati mendengar permintaan guru Cao Zhen Xin.
"Ta-tapi kekuatan mereka bahkan hampir menyamai dengan kekuatan sekte Pedang Langit. " ucap She Luan.
Karena menurutnya Cao Zhen Xin takan bisa menghancurkannya, karena tak mungkin satu melawan jutaan pasukan dan itupun belum ranah mereka yang berada ditingkat Dewa tingkat tinggi.
"Aku tau kamu khawatir padaku, namun percayalah aku masih meragukan permintaan guru, karena dari sifat baik mereka tak mungkin tega membiarkan aku membunuh mereka yang tak berdosa. " ucap Cao Zhen Xin.
"Benar Gege. " ucap She Luan.
Setelah itu mereka berdua menuju kerajaan tempat dimana Jing Yin, ibu angkat Cao Zhen Xin berada. Disebuah aula megah yang terdapat Jing Yin duduk manis diatas singgasaananya heran melihat anak angkatnya bersama She Luan mendatanginya.
"Hormat pada tuan muda. " ucap para petinggi kerajaan.
Sedikit terkejut, namun ia dapat menghilangkan raut wajah keterkejutannya dengan baik.
"Sial ternyata mereka semua mengerti bahwa aku anak angkat ibu Jing Yin. " gerutu dalam hati Cao Zhen Xin.
"Anakku apa ada hal yang penting sehingga kamu ingin menemui ku? " tanya Jing Yin heran.
"Maaf ibu, aku ingin segera kembali melanjutkan perjalananku, dan tentunya Zhen masih memiliki tugas yang belum terselesaikan. " ucap Cao Zhen Xin tanpa basa basi.
Sontak Jing Yin kaget dengan pernyataan hal tersebut.
"Apakah Cao Yuan menurunkannya kealam Fana karena memberikannya tugas. " gumam Jing Yin.
"Baiklah jika itu maumu, tapi biarkan ibu meminta beberapa....."
"Tidak perlu ibu, Zhen dan Luan pasti dapat menjaga diri dengan baik. " tolak ramah Cao Zhen Xin.
Helaan napas Jing Yin, dan setelah itu menatap serius Cao Zhen Xin bersama She Luan.
"Ingatlah untuk tetap waspada disetiap tindakanmu, dan karena Zhener menolak keinginan ibu, maka ibu berharap kamu mau menerima batu giok pemanggil pasukan kerajaan ini. " ucap Jing Yin menghampiri dan memberikan batu pemanggil pasukannya.
"Terimakasih ibu. " ucap Cao Zhen Xin menerimanya dengan senang hati.
Setelah berbincang sebentar, keduanya bersama Jing Yin dan petinggi kerajaan mengantar mereka kedepan istana kerajaan. Sesampainya.
"Ibu jaga kesehatan, semuanya Zhen pamit. " ucap Cao Zhen Xin menundukan kepalanya sebagai tanda hormatnya.
"Hati hati nak. " ucap Jing Yin.
Cao Zhen Xin mengangguk, setelah itu ia mengeluarkan pintu antar dimensi untuk melanjutkan perjalanannya. Cao Zhen Xin menatap ibu angkatnya sejenak, setelah itu mereka berdua memasuki pintu antar dimensi yang akan membawa mereka keBenua Tinggi.
Swuuuush! Lenyapnya pintu bersama Cao Zhen Xin dan She Luan. Mereka berdua berbincang sambil berjalan menuju titik putih dimana jalan keluar dari pintu antar dimensi tersebut.
"Ini sangat indah. " gumam She Luan yang melihat sekitarnya terlihat ribuan bintang.
"Benar, namun kita juga tidak bisa terlalu lama berada disini, karena disaat bintang sedikit redup maka akan terjadi badai ruang. " ucap Cao Zhen Xin menjelaskan.
"Apa itu badai ruang Gege? "
Swuuuush! Tubuh mereka muncul di langit Pulau Es, namun tiba tiba Cao Zhen Xin menaikan alisnya melihat puluhan orang yang seperti mencari sesuatu.
"Apakah guru tidak tinggal disini lagi? " gumam Cao Zhen Xin.
"Gege mereka sedang mencari apa? " ucap She Luan yang juga heran.
"Entahlah, namun aku rasa mereka sedang mencari sumber daya. " ucap Cao Zhen Xin.
"Ta-tao Bai. " ucap She Luan terkejut melihat adik Tao Li Yao.
Cao Zhen Xin menaikan alisnya karena heran dengan sikap She Luan.
"Gege dia adik sepupu Tao Li Yao yang kamu bunuh. " ucap She Luan.
Cao Zhen Xin kemudian mengangguk mengerti.
"Sekarang perasaanku sedang baik baik saja, jadi lebih baik kita menghindari hal yang tidak diinginkan. " ucap Cao Zhen Xin menggandeng She Luan.
Swuuuush! Tubuh mereka lenyap menghilang kearah barat. Karena Cao Zhen Xin harus menuju barat sesuai dengan permintaan Biksu Wangyan. Mereka berdua melayang sambil menatap keindahan Benua Tinggi dari langit.
"Luaner, apakah kamu pernah berkunjung ke sekte Cahaya Suci? " tanya Cao Zhen Xin.
"Belum Gege, aku dengar kekuatan sekte mereka terkuat pertama dialiran putih, apa Gege ada masalah? " tanya She Luan.
"Tidak ada masalah, namun Gege harus menepati janji Biksu Wangyan." jawab Cao Zhen Xin.
"Oh janji apakah itu Gege. " ucap She Luan heran.
Cao Zhen Xin kemudian menceritakan awal mula ia bertemu biksu Wangyan hingga biksu Wangyan memintanya untuk segera datang kettempat sektenya.
"Heemm apakah kamu lelah? " tanya Cao Zhen Xin berhenti melanjutkan ceritanya saat melihat She Luan meneteskan banyak keringat.
"Hehehe. " hanya tawa kecil yang keluar dari mulut She Luan.
"Segel Jiwa Es! " ucap Cao Zhen Xin.
Swuuuuung! Tubuhnya bergetar dan asap putih keluar dari tubuhnya, asap tersebut membesar dan berubah menjadi sosok naga putih yang memiliki hawa dingin.
Swuuuush! Tubuh mereka berdua menghilang lalu duduk diatas tubuh sang naga putih yang tak lain naga buatan Cao Zhen Xin.
"Wooaaaah! " ucap She Luan kagum dengan naga putih yang kini ia duduki.
"Gege kenapa kau tidak memberinya nama? " tanya She Luan.
"Benar juga katamu Luaner. " balas Cao Zhen Xin.
"Naga putih bagaiamana jika aku memberi nama Bing Long? " ucap Cao Zhen Xin.
Groaaaarh! Sang Naga yang lahir dari segel buatan Cao Zhen Xin kemudian mengaum, seakan akan ia sangat menyukai nama barunya tersebut.
"Baiklah aku tahu kamu pasti setuju, Bing Long saatnya kita menuju kebarat." ucap Cao Zhen Xin.
Swuuuuush! Bing Long melesat kearah barat dengan kecepatan Dewa Sejati tingkat tiga, karena kekuatan naga tersebut sama dengan kekuatan pemiliknya atau pembuat segel.
***
Fusen yang tadinya sangat baik pada Wangzy kini berubah drastis, entah apa yang membuatnya tiba tiba menjadi cerewet dan galak pada Wangzy.
"Zier! Kakek sudah katakan berapa kali! Jangan pernah dekat dengan para manusia kecuali tujuh jendral iblis yang bersekutu dengan kita! "
"Tapi kek! " ucap Wangzy yang ternyata mulai menyukai seorang wanita cantik.
"Zier! Kakek tidak ingin kamu dimanfaatkan oleh para manusia, ingatlah kita bangsa Iblis bangsa terkuat diseluruh alam semesta. Dan ingatlah lagi orang tuamu telah tewas oleh manusia yang kini telah menjadi dewa. " ucap Fusen tak ingin berdebat langsung pergi.
****
Mohon maaf gan kalo rada gimana di dua episode ini, aku ditinggal rabi cukk! Jyaaaannnnnnc.
Ya curhat lagi wkwkwk mantap.