Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Meilan


Ledakan yang dahsyat itu sungguh membuat sekujur tubuh Cao Yuan terasa mati rasa.Untuk berdiri saja kini ia tak mampu. Berbeda dengan sang Phoenix, kini dia telah berhenti terbang kesana kemari dan melihat seorang pemuda tampan yang masih terbaring di bawah pohon Dewa, untungnya pohon yang ditabrak oleh Cao Yuan pohon Dewa, jika bukan pohon Dewa bisa bisa Cao Yuan akan terus terpental hingga satu kilometer walaupun tubuhnya harus menabrak pepohonan ataupun batu.


"Ehh. " ucap sang Phoenix kemudian melesat dengan cepat.


Tiba tiba swuuuush! setelah ia mendarat dengan mulus sang Phoenix berubah menjadi wanita yang sangat cantik, walaupun cantik namun kecantikannya tidak melebihi Lylia.


"Maafkan aku yang melupakanmu hehehe. " ucap sang Phoenix yang berubah menjadi wanita cantik.


Cao Yuan malah membuka lebar rahangnya ketika melihat wujud sang Phoenix.


"Kau juga bisa...." ucap Cao Yuan kemudian terhenti akibat sang Phoenix yang kini telah berlutut didepannya.


"Terima aku menjadi pelayan setiamu tuan muda... " ucap sang Phoenix.


Cao Yuan terdiam dan kemudian berusaha mengambil sejumlah Pill pereda sakit buatannya sendiri. Setelah itu ia segera memakan Pill tersebut dan selang beberapa menit, mati rasa serta rasa sakit yang didera tubuh Cao Yuan perlahan menghilang.


"Jadi pelayanku? " gumam Cao Yuan yang kemudian berpikir.


"Tak salah juga aku menambah pelayan, karena akupun butuh pasukan untuk menyelesaikan tugas ayahku. " ucap dalam hati Cao Yuan.


"Baiklah aku terima, namun aku tidak bisa melepas segel yang ada didantianmu untuk saat ini. Namun jika kamu berani berkhianat ataupun berusaha mencelakaiku maka. " ucap Cao Yuan terhenti dan mengeluarkan seluruh aura Naganya yang membuat sang Phoenix tersebut tiba tiba badannya gemetaran.


"Tu-tuan muda! aaa-ku bersumpah atas na-nama langit bahwa aku tidak akan berkhianat pada anda! " ucap sang Phoenix yang terbata bata.


Cao Yuan mengangguk, dan perlahan ia menghilangkan aura Naganya yang sangat mendominasi tersebut.


"Bangunlah! aku menerimamu. Dan aku juga saat ini memiliki tiga pelayan yang sedang menjalankan tugas di dunia nyata. " ucap Cao Yuan nadanya berubah menjadi ramah.


Sang Phoenix segera berdiri dan menatap wajah tampan Cao Yuan dengan tatapan berbeda.


"Tu-tuan muda! apakah anda.. " ucap sang Phoenix terpotong.


"Benar! aku penerus Dewa Naga! " ucap Cao Yuan membeberkan rahasianya.


Tiba tiba sang Phoenix kembali berlutut dan bersujud didepan Cao Yuan yang membuatnya salah tingkah.


"Apa yang kamu lakukan! cepat bangunlah aku tidak menyukai tingkahmu jika bersujud di depanku! " ucap Cao Yuan tegas.


Sang Phoenix segera mengikuti perintah Cao Yuan dan kemudian mengatakan alasannya.


"Tu-tuan muda! disaat tengah meditasi panjang saya mendapat sebuah gambaran tentang penerus sang Dewa Naga!" ucap sang Phoenix masih melanjutkan ceritanya.


Cao Yuan mengangguk angguk dan kemudian memiliki kesimpulan. Ras Phoenix yang bisa di katakan Hewan Suci atau Legenda yang memiliki kedudukan sama dengan Ras Naga nyatanya telah musnah dan tersisa Phoenix yang ada didepan Cao Yuan. Kejadian tersebut terjadi atas kematiannya Dewa Naga, dan juga Kaisar Langit serta Dewi Lianhua orang tua Cao Yuan. Para Dewa tiba tiba menyerang Ras Phoenix dan menyebabkan Dewi Phoenix dengan nama Meiying tewas. Dan phoenix didepan Cao Yuan bernama Meilan.


"Begitulah gambaran disaat aku meditasi selama puluhan tahun. " ucap Meilan dengan srius.


Cao Yuan mengangguk sebagai tanda mengerti dan karena dia telah mengenal Meilan apalagi dia telah menjadi bawahannya, Cao Yuan kini berusaha mendekatkan diri pada Meilan, bukan untuk menjadikannya sebagai kekasih ataupun lainnya. Cao Yuan memang tidak ingin membuat kedetakan bawahan dengannya menjadi langit dan bumi, Cao Yuan hanya ingin menganggap mereka sebagai sahabat walaupun status mereka adalah bawahannya.


"Baiklah! jika begitu Meilan bisa tinggal di Dunia Jiwa ini. " ucap Cao Yuan .


Cao Yuan yang ingin menghubungi Hao Shi, serta Niu dan Luo Luo dengan pesan giok tiba tiba pesan giok miliknya bergetar.


"Tuan muda! aku dan Lylia kini tengah diserang oleh pihak kota! dikarenakan anak sang walikota yang ingin membawa pergi Lylia namun dihentikan serta diberikan pelajaran olehku, sehingga walikota serta semua prajuritnya kini mengepung kami berdua" pesan giok Hao Shi.


Seketika Cao Yuan meremas giok pesan tersebut, Meilan yang melihat majikannya sepertinya marah besar segera menanyakan alasannya.


"Meilan! apakah kau ingin bersenang senang? " tanya Cao Yuan dingin.


"Ti-tidak tuan! " ucap Meilan yang belum mengerti maksud Cao Yuan.


Cao Yuan kemudian menggandeng tangan Meilan dan keluar dari dunia jiwa. Swuuush! Swuush! Cao Yuan dan Meilan keluar dari dunia jiwa.


"Ikutilah aku! " ucap Cao Yuan kemudian melewati jendela penginapan yang diikuti Meilan yang kini bingung dengan sikap majikannya.


Kini Cao Yuan tengah melesat atap satu keatap rumah lainnya dengan kecepatan puncak untuk mencari keberadaan Hao Shi, serta Lylia. Tak terasa suara pertempuran terdengar ditelinga Cao Yuan dan Meilan yang kini semakin mempercepat gerakan mereka. Hingga tiba tiba Cao Yuan menghentikan langkahnya didekat gerbang keluar masuk kota.


"Meilan! silahkan jika kau ingin bersenang senang. " ucap Cao Yuan dingin kemudian melesat zig zag serta mengibaskan tangannya.


Meilan dengan sigap juga melesat lalu menyerang para prajurit yang kini tengah mengepung seorang pasangan muda mudi pikirnya.


Swuuush! Swuush! Baaaamss! Baaams! ledakan tiba tiba membuat para prajurit kota mengalihkan perhatian mereka, bahkan seorang pria paruh baya dan pemuda yang menggunakan baju bangsawan pun juga sama.


"Siapa kalian! " ucap pria paruh baya yang menggunakan baju bangsawan.


Swuuush! Swuuush! Cao Yuan dan Meilan tiba tiba menghentikan langkahnya didepan pria tersebut setelah membunuh beberapa prajurit.


"Kami? hahaha lalu ada masalah apa kalian menganggu kekasihku dan temanku yang kini kalian ganggu. " ucap Cao Yuan dingin.


"Cihh! mana aku percaya bahwa wanita itu adalah kekasihmu. " ucap sang pemuda disamping pria paruh baya atau walikota.


Cao Yuan dengan tenang mengibaskan tangannya. Swuuush! baaaasm! tiba tiba pemuda tersebut terpental kebelakang dan menghancurkan tembok pembatas kota.


"Anaakku! " ucap sang walikota berlari menuju puing puing bangunan yang menindih anaknya.


Lylia terdiam menatap Cao Yuan dengan senang, bahkan dia kembali berlari dan ingin kembali memeluk Cao Yuan yang diikuti Hao Shi dibelakangnya. Mungkin Hao Shi bisa membunuh semua prajurit dan Jendral serta semua orang dikota tersebut, karena ranah Kultivasinya kini berada di Surga satu dan dikota tersebut tidak ada seorangpun yang memiliki ranah kultivasi Surga, namun akibat peringatan Cao Yuan membuat dia tidak berani membunuh orang sembarang. Sehingga dia mengabari majikannya sendiri. Meilan tiba tiba terkejut setengah mati setelah melihat Lylia yang sangat dengan wajah ibunya.