
Karena rasa penasarannya yang tinggi, membuat ia mencoba terus melangkahkan kakinya kedalam Goa tersebut. Hingga tiba tiba matanya bersinar saat melihat banyak sekali tanaman langka, serta sumber daya yang menumpuk di Goa tersebut.
"Aneh.. Niu apakah kamu tau kenapa disini banyak tanaman langka, hingga sumber daya yang menggunung ini? " tanya Cao Yuan.
"Entahlah tuan, aku sendiri masih menebak nebak goa ini. " ucap Niu .
Swuuush! Cao Yuan membuka pintu dunia jiwanya dan Niu pun masih menggunakan wujud pria berumur tiga puluh tahunan keluar dari dalam dunia jiwa.
Niu yang juga merasa aneh sekaligus penasaran membuatnya meraba raba dinding Goa, ia mencoba mencari sesuatu yang mungkin dapat memecahkan pertanyaan majikannya.
Tak berbeda dengan Cao Yuan, ia juga tengah meraba raba dinding didepannya. Tak mungkin tanamaan langka yang tumbuh subur itu dapat hidup didalam goa.
Tiba tiba saja Cao Yuan tak sengaja menginjak sebuah batu yang membuat goa menjadi bergetar.
Niu yang terkejut membalikan tubuhnya, dan ternyata Cao Yuan telah menemukan sebuah ruangan lagi, tapi Niu yang memiliki firasat buruk dengan cepat melesat kedepan Cao Yuan.
Swuush! Swuuush! Swuuus! firasat Niu ternyata benar, terbukanya ruangan yang disusul oleh ratusan anak panah pun melesat kearahnya. Dengan sigap ia membuat perisai untuk melindungi dirinya dan Cao Yuan.
"Terimakasih Niu. " ucap Cao Yuan menghela napas, jika tidak ada Niu mungkin nyawanya tak tertolong.
Niu hanya mengangguk saja, ia kemudian menatap tajam ruangan tersebut. Ruangan yang gelap membuat ia ragu untuk memasukinya.
Swuuush! Cao Yuan dengan hati hati mendahului Niu dengan Api Ilahi ditelapak tangannya untuk menerangi ruangan itu.
"Tetap waspada Tuan muda! " ucap Niu sambil menajamkan pendengaran dan mengedarkan kekuatan jiwanya, karena ia sedikit merasakan aura yang ia kenali tapi ia lupa siapa yang memiliki aura itu.
Cao Yuan hanya mengangguk saja, ia juga mengedarkan kekuatan jiwanya untuk merasakan aura yang juga ia rasakan, tentunya yang ia rasakan sedikit ngeri.
Tiba tiba saja obor didalam ruangan itu nyala, dan munculnya sosok cahaya berwarna kehitaman. Cao Yuan yang terkejut langsung mundur, sedangkan Niu sendiri malah terdiam tanpa bergerak maupun menyerang.
"Kakak ke enam! " tiba tiba Niu langsung berlutut setelah mengenali siapa sosok cahaya kehitaman.
Cahaya kehitaman yang juga mengenali Niu langsung merubah wujudnya menjadi sosok wanita cantik, tapi bibirnya terlihat berwarna sangat hitam yang membuat kecantikannya dibarengi dengan kengerian tersendiri.
"Adik ke tujuh! " ucap wanita cantik itu langsung menghampiri adiknya dengan air mata yang tiba tiba menetes dari matanya.
"..." Cao Yuan hanya diam tanpa melakukan apapun, karena ia sendiri tak mengerti situasi tersebut yang tiba tiba Niu mengenali sosok itu dan langsung berlutut.
"Akhirnya kita bertemu lagi Niu! " ucap Luo Luo.
"Siapa dia? " ucap Luo Luo yang melihat bocah cilik yang diam tak bergerak sama sekali, ia juga memberi tatapan yang tajam membuat Cao Yuan bergidik ngeri.
"D..i..a .. penerus Dewa Naga! " ucap Niu kemudian tiba tiba terdiam.
"Apa yang kamu katakan? bukankah Dewa Naga masih hidup? dan kenapa kamu terlihat sedih seperti ini? " tanya Luo Luo sedikit geram pada Dewa Naga yang telah membuat tujuh saudaranya terpencar keberbagai Dunia.
Niu langsung menceritakan awal bertemunya dengan Cao Yuan, ia juga menceritakan pertemuannya dengan Roh Dewa Naga. Tak hanya itu saja, ia juga menjelaskan kenapa Dewa Naga membuat mereka semua terpisah.
"..." Luo Luo hanya diam mendengarkan cerita adik ketujuhnya dengan rasa terharu, ia juga meneteskan air matanya ketika mendengar kematian Dewa Naga.
"Hormatku pada penerus Dewa Naga! " tiba tiba setelah itu Luo Luo berlutut didepan Cao Yuan.
"...." Cao Yuan yang diam kini langsung mengangkat tubuh wanita cantik berumur tiga puluh tahunan itu.
"Tidak perlu seformal itu bi..." ucap Cao Yuan bingung memanggil nama wanita itu dengan sebutan apa.
"Hemm baiklah! " ucap Cao Yuan yang hatinya merasa gembira mendapat pasukan baru.
Mereka bertiga pun berbincang bincang santai, sesekali tawa kecil mereka bertiga juga terdengar akibat Niu yang menceritakan kecerobohan Cao Yuan serta kenekatannya selama ia melihat Cao Yuan di dalam Dunia Jiwa.
Setelah puas bercerita dan mendekatkan diri pada Luo Luo, ia kemudian membuka gerbang Dunia Jiwanya, setelah itu ia keluar dari ruangan tersebut dan memasukan semua sumber daya serta tanaman langka kedalam Dunia Jiwa. Setelah semua benar benar tak ada yang dapat dilakukan, ia kemudian melangkahkan kakinya menuju mulut Goa untuk membuat segel formasi untuk menutupi keberadaannya.
Cao Yuan yang ingin belajar menempa, ia memutuskan untuk menggali informasi di ilmu sejuta pengetahuan dipikirannya untuk mengetahui cara menempa senjata.
Selama satu jam ia mempelajari caranya, ia kemudian memasuki Dunia Jiwa untuk berlatih menempa didalam Dunia Jiwa.
"Hormat kami penerus Dewa Naga! " ucap kompak Niu dan Luo Luo.
"Hais kalian ini, panggil saja Tuan muda atau namaku langsung juga tak masalah. " ucap Cao Yuan yang memang risih.
"Baik tuan muda! " ucap kompak mereka berdua.
Cao Yuan kini melihat wajah Niu yang selalu tersenyum dan sepertinya beban dipikirannya perlahan menghilang.
"Niu! karena aku ingin belajar menempa senjata, maka aku membutuhkan beberapa bahan untuk menempa senjata tingkat Langit, tolong ambilkan bahan bahan yang tertulis dikertas ini. " ucap Cao Yuan sambil memberikan kertas yang sudah tertulis bahan kebutuhan untuk menempa senjata.
Luo Luo terkejut atas kata kata majikannya.
"Tuan muda maaf, jika anda belajar menempa kenapa tak membuat senjata yang lebih rendah dari tingkat Langit? " tanya Luo Luo dengan hormat.
Cao Yuan hanya tersenyum, tapi Niu yang menepuk bahu Luo Luo.
"Kakak, tuan muda memiliki bakat yang luar biasa di usianya yang masih muda ini, dan tentu saja kakak akan terkejut atas penuturannya, tapi nanti lihat saja ketika ia menempa. " ucap Niu langsung menghilang dan mencari bahan yang perlu disiapkan.
Sepuluh menit telah berlalu, Niu membawa beberapa bahan yang majikannya inginkan. Setelah itu ia menghampiri kakaknya yang tengah memandangi langit Dunia Jiwa yang terlihat sangat cerah.
"Kakak, lihat tuan muda menempa mungkin kakak nantinya minta dibuatkan senjata. " ledek Niu sambil melirik Cao Yuan.
Luo Luo akhirnya melihat majikan ciliknya yang kini tengah membuat segel formasi pembentukan pedang.
Luo Luo kemudian terkejut lagi saat majikannya mampu membuat segel formasi dengan sangat baik dan terlihat tak ada kecacatan disegel formasi yang dilihatnya.
"Bahkan aku tak mampu membuat segel formasi sesempurna tuan muda. " gumam Luo Luo yang didengar oleh Niu.
"Nah kan aku sudah katakan, di usianya yang sangat muda hanya tuan mudalah yang memiliki bakat seperti ini, bahkan kakak pertama kalah dalam membuat sebuah pill. " ucap Niu yang lagi lagi membuat Luo Luo membuka mulutnya lebar lebar.
"Ja..d.i tuan muda mampu menguasai alchemis, segel formasi, dan penempa senjata? " tanya Luo Luo yang kini telah menghilangkan rasa terkejutnya.
"Jika penempa senjata mari kita lihat dulu, apakah ia mampu membuatnya. " ucap Niu sambil memakan Buah Dewa, ia juga memberikan pada Luo Luo.
Setelah membuat segel formasi pembentukan pedang, Cao Yuan kemudian mengeluarkan Api Ilahi dengan tingkat panas yang sangat tinggi. Bahan yang sudah disiapkan ia terbangkan dengan kekuatan jiwannya, setelah itu dengan cepat Api ditangannya melelehkan semua bahan yang didepannya.
Proses peleburan membutuhkan waktu dua puluh menit, Cao Yuan kini telah mengeluarkan keringat ditubuhnya karena terus menerus menggunakan Api Ilahi, apalagi dengan tingkat panas yang tinggi membuat ia benar benar kelelahan.
Setelah prosses peleburan selesai dengan cepat ia menurunkan semua bahan yang telah meleleh kedalam segel formasi pembentukan pedang.
"Fiuuuh! tinggal menempa! " ucap Cao Yuan sambil mengelap keringat di wajahnya.