Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Disergap


Prajurit yang memeriksa nafas Jendral Tyrant dan juga Jendral Liong kemudian mengerutkan dahinya, karena nafasnya terhenti namun nadinya juga masih berdenyut.


Kemudian mereka mengecek keadaan pemuda yang bersama dua Jendral tersebut, namun mereka merasa aneh yang melihat pemuda tersebut keracunan namun senyum dibibirnya terlihat.


"Jendral Laose! denyut nadi mereka masih ada namun... " ketika prajurit tersebut memberi laporan.


Jendral Tyrant, Jendral Liong dan Cao Yuan menguap yang membuat Jendral Laose dan tetua Sekte Shijing terkejut. Tetua Shijing langsung bersiaga disaat itu juga, namun tiba tiba prajurit yang mengecek keadaan Cao Yuan tiba tiba tewas seketika. tanpa mereka sedari, Cao Yuan mengeluarkan sebuah dupa racun dan membakarnya dibawah meja, tapi akibat Jendral Tyrant, dan Jendral Liong yang diberi penawar buatan Cao Yuan, sebuah penawar yang mampu menghilangkan beberapa efek racun tertentu membuat mereka tak terkena efeknya .


"Hoaams! eh Jendral Laose bodoh! kukira kamu dipenjara oleh prajuritmu sendiri, tapi sepertinya kamu memang telah merencanakan semuanya matang matang. " ucap Cao Yuan yang membuat Tetua Shijing terkejut.


"B.aa.gai..maana... bisa mereka mampu menahan racun buatanku! " ucap Tetua tersebut .


"Dan ini..... racun! cepat tutup hidung kalian dan segera keluar dari ruangan ini! " ucap Tetua Shijing yang mencium sebuah asap racun.


Karena panik mereka ingin segera keluar dari ruangan itu, namun saat hendak keluar, sebuah perisai transparan buatan Cao Yuan membuat mereka semua terpental.


"Akhh! " pekik mereka bersamaan.


Sekibasan tangannya Cao Yuan melilit Jendral Laose, serta tetua sekte Shijing dengan energi Qinya.


"Lepaskan aku! " teriak tetua sekte Shijing.


"Lepaskan? maaf nih, aku tidak mungkin membiarkan seseorang yang ingin menyelakai diriku sendiri! " ucap Cao Yuan dingin dan menghampiri tetua tersebut. Setelah menghampirinya Cao Yuan menpar wajah tetua tersebut. Ia juga memberikan sebuah Pill penawar pada tetua Sekte Shijing dan juga Jendral Laose.


Plaak! Plakk! Cao Yuan terus menampar wajah tetua sekte Shijing tersebut. Jendral Liong, serta Jendral Tyrant sungguh terkejut saat melihat pemuda tersebut mampu menggunakan Qi, padahal mereka melihat ranah kultivasi Cao Yuan hanya berada ditingkat baja lima.


"Tamparan itu untuk hukuman karena kamu berani meracuni ku." ucap Cao Yuan.


"Pemuda i..t..u! " ucap terbata bata Jendral Tyrant.


Setelah menampar wajah tetua sekte Shijing, Cao Yuan kembali menatap Jendral Tyrant dan juga Jendral Liong.


"Jendral, lebih baik anda bawa mereka berdua ke kerajaan secepatnya, aku rasa tetua Sekte Shijing telah memanggil bantuan. " ucap Cao Yuan mencurigai gerak gerik tetua Shijing yang kini sedang memejamkan matanya.


"Baik! " ucap mereka berdua kompak kemudian memerintahkan para prajurit.


Mereka bertiga bersama prajurit langsung turun dari ruang VIP untuk melanjutkan perjalanan ke kota Shao Ming.


Sesampainya disebuah hutan, Cao Yuan merasakan beberapa ratus orang yang tengah mengawasi mereka.


"Hati hati, ada sekelompok orang yang tengah mengawasi kita, aku rasa mereka adalah anggota sekte Shijing. " ucap Cao Yuan membisiki Jendral Tyrant bersama Jendral Liong.


Kedua Jendral tersebut hanya mengangguk, dan mereka kini juga tengah meningkatkan kewaspadaan mereka.


Swuush! Swuuush! tiba tiba ratusan anak panah melesat kearah mereka. Cao Yuan yang sudah waspada dengan cepat membuat segel pelindung untuk melindungi rombongannya.


"Jendral! setelah panah ini berhenti kalian langsung menyerang kearah pemanah kelompok tersebut.! ucap Cao Yuan yang bersiap siap menghilangkan segelnya.


"Prajurit jaga dua tawanan tersebut! " ucap Jendral Liong.


"Baik! " ucap para prajurit cepat, langsung mewaspadai area sekitar mereka.


Cao Yuan juga tak hanya diam ia juga ikut melesat dan mengibaskan tangannya untuk mengeluarkan teknik telapak Ilahi.


Bamms! Bamms! Baams! tiga telapak tangan dari langit menghantam para kelompok misterius tersebut. Anggota kelompok misterius yang terkena serangan itu seketika langsung menjadi kabut darah. Jendral Tyrant dan Jendral Liong yang baru membunuh tiga pemanah langsung bergidik ngeri melihat pemuda itu membunuh dengan mudah.


"Ti..dak mungkin dia masih tingkat baja lima! " ucap Jendral Liong yang disetujui Jendral Tyrant yang masih menebas para musuh yang tiba tiba menyerang mereka.


Jendral Laose beserta tetua Shijing terkejut melihat seorang pemuda dengan mudah membunuh anggota sektenya sendiri.


"D..iaa! apakah dia pemuda yang telah menghancurkan sekte Teratai Hitam! " ucap terkejut tetua tersebut.


Cao Yuan terus mengeluarkan teknik telapak energi walaupun energi Qi yang digunakan lumayan besar. Ia juga tak menghiraukan komentar para jendral dan tetua Shijing itu.


Ledakan terus mengisi keheningan malam hari tersebut hingga sebuah suara menggema keseluruh sudut hutan.


"Hentikan anak muda! aku lawanmu! " suara menggema yang membuat tetua Shijing tersenyum.


Cao Yuan dan Dua Jendral kemudian mencari sumber suara tersebut.


Swuuush! Bamms! Jendral Tyrant tiba tiba terpental ketika seorang pria berumur tiga puluh tahunan tiba tiba muncul. Jendral Liong yang melihat temannya terpental langsung menghampirinya dan mencoba menyeimbangkan tubuh Jendral Tyrant.


Cao Yuan terdiam dan menatap baju tetua tersebut yang menggunakan baju bercorak tengkorak, dan di tengah bajunya terdapat tulisan Shijing.


"Emm, menyerang secara diam diam apakah ini cara sekte kalian? " tanya Cao Yuan membuka topik.


"Hehehe, bertarung untuk membunuh tak hanya membutuhkan kekuatan yang kuat, namun kecerdikan dan juga jika perlu kelicikan aku gunakan. " ucap Tetua tersebut percaya diri.


"Jika aku tak salah tebak kamu adalah ketua Sekte Pedang Naga Langit bukan? " ucap Pria tersebut kembali dan menatap Cao Yuan.


Cao Yuan hanya diam dan menatap tajam tetua tersebut, dia sedang memikirkan bagaimana cara tetua tersebut mengetahui identitasnya.


"Jika kamu hanya diam bearti dugaanku benar! " ucap lagi pria tersebut sambil tersenyum.


Jendral Laose, Jendral Tyrant, dan juga Jendral Liong langsung terkejut mendengar percakapan tersebut.


"Dia Ketua Sekte termuda yang telah menghancurkan Sekte Besar Aliran Hitam? " tanya Jendral Tyrant.


"..." Jendral Liong hanya bisa diam, dia juga sedang mencerna percakapan satu pemuda dan juga satu pria berumur tiga puluh tahunan.


"Hebat juga dugannmu, tapi apakah hanya menebak kamu dapat mengalahkan ku? Ucap Cao Yuan dingin.


"Hahaha! Sekte Teratai Hitam bagiku hanya semut, lantas apa yang membuatmu berani melawanku di tingkat Alam tiga? " ucap Pria tersebut langsung mengeluarkan aura pembunuh serta ranah Kultivasimya yang ditingkat Alam tiga.


Cao Yuan masih tetap tenang, namun ia juga tidak menurunkan kewaspadaannya. Secara diam diam ia mengeluarkan telapak Ilahi.


Swuush! Sebuah tangan muncul dari langit dan tetua Sekte Shijing tersebut dengan cepat menghindari serangan yang tiba tiba tersebut.


Baamss! ledakan telapak Ilahi yang membentur tanah kosong.