Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Akhir kekacauan


Dengan ketenangan yang dimiliki Cao Yuan, ia kemudian mengibaskan tangannya.


Swuuush! Bamms! Bammms! tiba tiba muncul telapak tangan dari langit menghantam puluhan murid, dan langsung menjadi bubur daging.


Para murid elit yang berhasil menghindari serangan itu hanya merasakan perasaan yang sulit diartikan. Ketua Sekte sendiri Chu Tai bergidik ngeri melihat pemuda itu sepertinya sudah bisa mengendalikan Qi.


"Siapa kamu? " tanya Chu Tai menatap tajam Cao Yuan.


"Hemm, lihat pedang ini, apa kamu lupa? " balas Cao Yuan sambil menunjukan pedang milik ayahnya .


"I..t..uu! Kaau! "


"Benar! aku bukan murid sektemu, aku hanya seorang pengacau pada orang yang telah menyentuh orang orangku. Apalagi membunuh orang tuaku sendiri, maka seluruh sekte ini akan aku hancurkan menjadi debu! " ucap Cao Yuan dingin.


"Apakah aku terlihat takut? hanya saja aku terkejut kamu mampu mengendalikan Qi. " Chu Tai sedikit menahan kekesalannya.


Tiba tiba Chu Tai merogoh sakunya dan memecahkan sebuah batu giok. Setelah batu Giok itu hancur, tiba tiba saja aura menjadi sangat mengerikan, bahkan Cao Yuan sendiri sedikit bergetar saat merasakan aura yang tiba tiba ia rasakan.


Swuuush! tiba tiba muncul seekor Hewan Iblis berwujud gurita raksasa didepan Cao Yuan.


"Bunuh dia untukku! " setelah itu Chu Tai memerintahkan pada gurita itu untuk membunuh Cao Yuan.


Cao Yuan sedikit terkejut saat mengukur kekuatan gurita tersebut. Apalagi aura kegelapan yang ia rasakan berasal dari Hewan Iblis tersebut, ranah Kultivasi dari gurita tersebut berada di tingkat Alam lima yang dapat diartikan di Benua Rendah, ranah kultivasi Alam lima sangat sulit ditemukan lawan mereka.


Setelah mendapat perintah dari majikannya gurita itu langsung menggunakan tentakelnya untuk menyerang Cao Yuan. Dengan lihainya Cao Yuan menghindari setiap tentakel yang seperti pecut itu menyabetkan kearah tubuhnya.


Sekali lagi Cao Yuan mengibaskan tangannya ketika ia mendapat celah untuk mundur dari serangan tentakel tersebut.


Swuuush! Bamms! ledakan terdengar di area pertempuran itu.


Cao Yuan terkejut melihat lawannya tak mempan ketika ia menggunakan teknik telapak Ilahi.


"Tuan muda! biarkan aku menghadapinya. " ucap tiba tiba Niu dipikiran Cao Yuan.


Swuuuush! tiba tiba Niu muncul didepan Cao Yuan dan membuat gurita serta Chu Tai kebingungan. Munculnya seorang pria berumur tiga puluh tahunan, yang langsung menarik tentakel gurita tersebut dan langsung memotong dengan tangannya yang seperti pedang.


Slassh! "Uugh!" suara itu dari mulut gurita yang merasa tentakelnya terpotong.


"Tuan Muda! gurita kecil ini serahkan padaku, silahkan Tuan muda membunuh sisanya! " ucap Niu kemudian.


Swuuush! Cao Yuan menggunakan ilmu meringankan tubuhnya langsung menghajar murid elit yang tersisa. Telapak Tangan Ilahi pun menambah keramaian kekacauan tersebut, hingga sebuah teriakan menggema dari Chu Tai terdengar .


"Brengseek! hentikan! " ucap Chu Tai yang tak sanggup melihat murid elitnya terbunuh tanpa perlawanan.


Cao Yuan tiba tiba menyisakan tiga murid yang tersisa, dengan tatapan dingin serta datarnya ia menatap Chu Tai.


"Jika kamu ingin menghentikan ku, maka lakukanlah sendiri! " ucap Cao Yuan dingin.


"Kauu! " Swuuush! Chu Tai langsung melesat menuju kearah Cao Yuan.


Dengan kelihaian yang dimilikinya, Cao Yuan menghindari serangan tiba tiba Chu Tai dengan menggunakan tangan kosongnya.


Pertarungan semakin kacau, sedangkan para penjaga gerbang teleportasi menuju sumber kekacauan ketika mendengar suara kekacauan didalam dunia kecil sekte Teratai Hitam itu. Ada juga yang langsung kabur tapi hanya sedikit orang saja yang berhasil kabur karena Niu melemparkan energi Qinya membuat murid yang kabur meledak secara tiba tiba.


Pertarungan semakin Kacau, Niu sendiri kini tengah menahan geli ketika tentakel yang tajam dimiliki gurita lawannya menyentuh tubuhnya.


"Gurita jelek! berhenti menggelitikiku , ehhhe... hahahahahaa. " ucap Niu tertawa kegelian.


Gurita yang merasa sangat marah akibat lawannya malah seperti menikmati tentakel yang mengandung racun dan juga sangat tajam membuat ia segera menggunakan tujuh tentakel yang tersisa untuk menjerat Niu.


Niu malah semakin keras tertawanya, karena merasa sangat geli akibat tentakel lawannya terus menyentuh seluruh tubuhnya. Karena ia sudah sangat lemas membuatnya ingin segera mengakhiri pertarungan itu.


Swuuush! Bamms! sebuah energi listrik dari tangan Niu menjalar ke tentakel hingga keseluruh tubuh gurita tersebut, dan menyebabkan gurita itu langsung hancur berkeping keping.


Tingkah Niu ternyata membuat Cao Yuan dan Chu Tai menghentikan pertarungannya.


"Bagaimana manusia itu mampu dengan mudah mengalahkannya? padahal aku sendiri tak mampu mengalahkannya "gumam Chu Tai tapi terdengar jelas oleh Cao Yuan.


Senyum kecil Cao Yuan sunggingkan ketika mendengar itu. Seketika ia mengibaskan tangannya kembali dan tiba tiba muncul telapak tangan dari langit yang membuat Chu Tai terpental karena serangan tiba tiba itu.


Bamms! "Akhh! brengsek! " ucap Chu Tai setelah terpental dan mengelap darah dari bibirnya.


Kini Niu yang telah menyelesaikan tugasnya hanya diam, tiba tiba saja ia merasakan banyak aura yang mendekat dipertarungan itu.


Cao Yuan hanya mengangguk ketika ia juga merasakan ratusan aura yang mendekat kearah mereka.


"Ciih! walaupun kalian kuat apakah kalian mampu melawan seluruh murid dan Sekte Teratai Hitam yang tersisa. " ucap Chu Tai .


Tiba tiba setelah perkataan Chu Tai berhenti muncul ribuan murid serta tetua yang ternyata di rahasiakan keberadaannya oleh Sekte.


"Hehehe tenang saja pak tua! aku pasti akan membunuh mereka semua setelah aku melumpuhkanmu! " ucap Cao Yuan langsung melesat.


Niu kini juga sedang melesat kearah para lawannya yang kini melesat kearahnya. Niu yang mantan seorang pengawal Dewa atau bawahan seorang Dewa membuat ia hanya mengibaskan tangannya dan membuat para tetua serta murid yang melesat kearahnya seketika langsung meledak.


Semua murid dan tetua yang melihat pria itu membunuh dengan mudah membuat mereka bergidik ngeri.


"Monsterrr! tolongg! " teriak salah satu murid yang dikejar oleh Niu.


Cao Yuan kini juga telah bertukar serangan dengan Ketua Sekte, karena kekuatannya bisa dianggap imbang melawan Chu Tai membuat kecepatan mereka mampu berimbang.


"Gerakan dua puluh Naga! " teriak Cao Yuan mengeluarkan jurusnya, seketika gerakan Cao Yuan bertambah cepat dan membuat Chu Tai kewalahan.


Hingga dua puluh jurus itu akan selesai, tiba tiba saja tangan Cao Yuan meledakkan dantian Chu Tai.


"Argghhh! " teriak Chu Tai tergeletak lemas. dengan cepat ialangsung memasukan tubuh Chu Tai kedalam Dunia Jiwanya.


Setelah melumpuhkan Chu Tai, dengan santainya ia menatap Niu yang sedang asik membunuh lawan didepannya.


Sedikit ngeri ketika melihat wajah Niu yang tersenyum ketika telah membunuh lawan dengan mudah.


"Mengerikan" gumam Cao Yuan.


Tiba tiba saja sebuah pedang mengarah padanya, dengan kelihaian yang dimilikinya ia mampu menghindari serangan yang tiba tiba itu dan mengambil pedang milik ayahnya didalam Cincin ruang.


Slaash! setelah itu kepala orang yang menyerang Cao Yuan langsung terpisah dengan tubuhnya.


"Huh! sampah! " ucap Cao Yuan kemudian mengeluarkan teknik Telapak Ilahi terus menerus.


Ledakan terus terdengar hingga menyebabkan Dunia Kecil sekte Teratai Hitam bergetar. Guo Jing dan Chi Yue yang telah keluar dari Dunia Kecil itu langsung penasaran dengan apa yang telah terjadi.


"Yuer!lebih baik kita pergi saja." ucap Guo Jing.


"Tapi, aku..." ucap Chi Yue seperti menyembunyikan sesuatu.


"Kenapa? " tanya Guo Jing.


"Aku belum membalaskan dendam ku! " ucap Chi Yue sambil setengah berteriak seperti sangat benci terhadap sekte Teratai Hitam.


Guo Jing kemudian menenangkannya, ia meminta Chi Yue untuk menceritakan dendam yang dimaksud. Dengan menghela napas Chi Yue kemudian menceritakan semuanya, dan tujuannya yang membuat Guo Jing malah tersenyum.


"Kenapa kamu malah tersenyum? " tanya Chi Yue.


"Karena tujuan kita sama! " ucap Guo Jing sambil menatap langit.


"Maksudmu? membunuh ketua Sekte? " tanya lagi Chi Yue.


Guo Jing hanya menganggukkan kepalanya, dan ia pun pada akhirnya menceritakan kenapa ia membawa Chi Yue keluar dari Dunia Kecil itu. Karena adiknya kini telah membuat kekacauan dan meminta untuk ia dan Chi Yue segera keluar dari dunia kecil itu.


"Jadi? kamu sebenarnya sudah mengetahui tujuanku? " ucap Chi Yue menatap serius Guo Jing.


"Tidak! hanya saja aku tak melihat aura membunuh yang terkumpul ditubuhmu, sehingga adikku memintaku untuk membawamu keluar dari dunia kecil itu. " ucap Guo Jing membuat Chi Yue terdiam.


Niu dan Cao Yuan malah terus menerus membunuh lawannya , hingga satu jam berlalu para tetua hingga murid tak tersisa di dalam Dunia Kecil itu.


Cao Yuan benar benar telah kehabisan energi Qinya, ia juga telah menelan beberapa pill penambah energi untuk menstabilkan energinya.


"Tuan muda tugasku telah selesai! " ucap Niu sambil melihat para mayat yang banyak tergeletak di dunia kecil itu.


"Terimakasih! tapi aku meminta permintaan lagi. " ucap Cao Yuan.


"Apa itu Tuan muda? aku pasti akan melakukannya dengan baik! " ucap Niu tegas.


"Tolong rampas semua harta yang ada di Dunia Kecil ini, aku akan mengembalikan sedikit Qiku sebentar dan kemudian kita akan bertemu didepan gerbang teleportasi sekte.