Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Satu komplotan


"Gege, kalung ini. " ucap Lylia seketika dantiannya terasa terisi penuh oleh energi kalung tersebut.


Cao Yuan hanya diam, namun ia sungguh tak menyangka, kalung yang berisi energi kehidupan yang sangat pekat, dan memiliki aura yang agung memasuki kedalam tubuh Lylia. Begitu juga dengan Kaisar Langit, Shen Huo An dan Dewi Lianhua.


",Lier, sepertinya kalung tersebut sama halnya dengan sumber daya, maka jangan sia siakan energi yang memasuki tubuhmu, segeralah berkultivasi." saran kaisar langit.


Lylia menatap Cao Yuan yang juga membenarkan ucapan ayahnya. Melihat semuanya setuju, Lylia segera bersila dan berkultivasi didepan mereka semua.


"Lebih baik kita bicarakan Budha sesat di istana. Karena Lylia kini membutuhkan ketenangan. " ucap Shen Huo An dan disetujui lainnya.


Sesampainya diaula istana, terlihat hanya Shen Huo An, Kaisar Langit, dan Dewi Lianhua, karena semua orang sedang berlatih diluar istana.


"Yuaner, apakah tiga Budha utama memberikan pesan lain? " tanya Kaisar Langit.


Cao Yuan menggelengkan kepalanya, dan kemudian ia melamun sejenak.


"Ayah, kini kita semua tidak bisa berbuat apa apa untuk membunuh Budha sesat tersebut, karena kebangkitannya hanya dapat dirasakan oleh kita semua saat ia tersadar dia lahir dari rasa benci para iblis yang telah musnah. " ucap Cao Yuan menghela napas sejenak.


"Emmm jika begitu maka kita benar benar tidak bisa berbuat apa apa, selain menunggu kelahiran Buddha tersebut. " ucap Kaisar Langit.


"Baiklah, lebih baik kita fokus pada para dewa saja. Aku rasa mereka mulai mencari keberadaan kita semua. " ucap Kaisar Langit.


Setelah itu mereka semua berbincang bincang membahas strategi yang akan mereka lakukan saat penyerangan kealam dewa.


****


Dialam Dewa.


Fusen yang telah berkomplot dengan Kaisar Kegelapan sedang membahas Cao Yuan yang telah memusnahkan alam iblis dengan Kaisar Langit.


"Benar benar anak Cao Lian kepa*t. " ucap Kaisar Langit geram.


Kaisar Langit yang tadinya bertarung dengan mereka berdua, namun melihat kekuatan kakek tua yang tak lain Fusen diatas nalar akhirnya membiarkan mereka berdua memasuki istana. Dan bekerjasama untuk memusnahkan Cao Yuan.


"Namun aku rasa dengan kekuatan kalian berdua kalian tidak akan mampu membunuh mereka. " ucap Fusen santai.


Mereka terdiam, karena sampai saat ini kekuatan kaisar dewa puncak tiga adalah ranah kultivasi tertinggi yang dimiliki oleh para dewa. Sehingga Kaisar Kegelapan, dan Langit menjadi heran, Fusen nyatanya mengerti raut wajah mereka.


"Haiiss! Kalian ini memang kaisar berlawanan yang bodoh. " ucap Fusen kemudian membuat segel tangan , munculah perisai pelindung di dalam ruangan, lalu Fusen mengeluarkan ranah kultivasi kaisar dewa puncak lima.


Seketika tubuh kaisar langit dan kegelapan langsung jatuh berlutut merasakan aura yang menindas mereka berdua.


"Be-berhenti! " ucap Kaisar Langit tak kuasa menahan tekanan.


Fusen menghilangkan ranah kultivasi puncaknya dengan senyum kecilnya.


"Bagaimana jika Cao Yuan, dan Kaisar Langit Cao Lian memiliki ranah kultivasi setingkat denganku, apakah kalian dapat bertahan satu detik saja? " ucap Fusen.


Keduanya menelan ludah mereka mendengar ucapan Fusen.


"Ba-baiklah aku percaya, tapi..." ucap Kaisar Langit terpotong.


Seketika mata mereka berdua bersinar mendengar hal tersebut.


"Katakanlah. " ucap Kaisar Langit.


Fusen menjelaskan pada mereka berdua, agar mereka berdua menyerap energi kehidupan manusia dialam fana sebagai sumber daya mereka. Seketika Kaisar Langit terkejut mendengar hal tersebut.


"Ti-tidak tidak, bisa bisa tiga Budha utama menghukumku. " ucap Kaisar Langit Xao Li.


"Pikirkanlah caraku itu, jika kamu masih bersikukuh dengan pendirianmu itu, maka jangan salahkan aku jika kedudukanmu akan hilang selamanya, dan tentunya kamu sudah tau sudah terlahir dua belas dewa yang akan menggantikan peran Dewa lama. " ucap Fusen menghilang.


Kaisar Kegelapan dan Langit saling bertatapan, walaupun kaisar kegelapan seorang iblis, namun hanya dia saja yang taat pada peraturan langit. Ia tidak berani menggunakan energi manusia tuk dijadikan sumber dayanya. Dan yang terpenting kaisar kegelapan tidak mengerti ddengan jelas penyebab kematian anaknya.


****


Hari terus berganti, pasukan sekte Abadi hingga Shen Huo An, dan lainnya selalu berlatih dari pagi hingga sore hari. Tidak ada rasa bosan yang dirasakan mereka, hanya ada rasa semangat saat Cao Yuan terus memberikan arahan pelatihan pada mereka. Pelatihan yang berat selalu diberikan oleh Cao Yuan, namun tidak ada yang menyerah, mereka berusaha membuat Cao Yuan bangga memiliki mereka. Terutama tetua Lu Ye, dan murid lainnya, karena ranah kultivasi mereka yang tertinggal dan pengalaman bertarung yang kurang membuat pelatihan mereka dua kali lebih berat.


Tak terasa waktu satu tahun telah berlalu, tidak ada masalah apapun, dan tentunya waktu tersebut juga telah membuat pasukan Cao Yuan terlihat sangat kuat, gerakan serangan yang dilatih oleh Cao Yuan dapat mereka gunakan dengan baik. Celah yang selalu ada disetiap serangan mereka mulai tertutup.


"Sudahi latian hari ini." ucap Cao Yuan kemudian menatap tempat kediamannya, karena sampai saat ini Lylia belum keluar dari tempat Kultivasinya.


"Baik tuan muda. "jawab mereka semua kompak.


Cao Yuan menatap mereka kembali dengan hangat, terutama tetua Lu Ye yang kini memiliki kekuatan Kaisar Dewa, walaupun hitungan dalam pasukan sekte Abadi tetua Lu Ye memiliki ranah kultivasi terendah, namun tidak ada yang berani merendahkan ataupun membuly keluarga baru yaitu mantan sekte Pedang Langit tersebut.


"Paman Lu Ye. " ucap Cao Yuan.


Tetua Lu Ye seketika langsung berlari dan membungkuk memberi hormat pada Cao Yuan.


"Maaf tuan muda, apa ada yang bisa saya bantu? " tanya Tetua Lu Ye ramah.


Cao Yuan tersenyum lembut dan kemudian menatap serius tetua Lu Ye.


"Paman, apakah paman bersedia menuruti keinginanku? " ucap Cao Yuan membuat tetua Lu Ye penasaran.


"Jika hamba bisa melakukannya pasti hamba akan melakukan yang terbaik. " ucap Tetua Lu Ye hormat.


"Baguss, aku tahu paman pasti bisa menuruti keinginanku, jadi langsung saja, aku ingin paman menjadi jendral perang pasukan sekte abadiku, apakah paman bersedia? " tanya Cao Yuan.


Seketika tetua Lu Ye terkejut setengah mati mendengar hal tersebut, matanya melirik salah satu sekte Abadi atau pasukan Cao Yuan yang berlalu lalang dengan tatapan ngeri.


"Kenapa diam paman? " tanya Cao Yuan.


"Tapi, ranah kultivasiku masihlah rendah tuan muda, tak mungkin aku dapat memimpin mereka semua yang memiliki ranah kultivasi lebih tinggi dariku. " ucap Tetua Lu Ye.


Cao Yuan tersenyum mendengar hal tersebut, namun ia segera menjelaskan apa arti dari pemimpin pada tetua Lu Ye.


"Paman, kekuatan yang tinggi bukan bearti dapat menjadi seorang pemimpin, pemimpin dapat membimbing anggotanya untuk belajar dari kesalahan mereka, dan tentu saja seorang pemimpin harus memiliki ketegasan serta kecerdasan dalam menanggapi masalah dengan bijak. Semua yang aku bicarakan ini, bukankah paman telah memilikinya semua? " tanya Cao Yuan membuat tetua Lu Ye membisu.