
Kaisar langit juga dengan jelas dapat mengingat kejadian tersebut, namun ada hal yang sedikit menurunkan kekhawatirannya, yaitu segel yang ditanamkan sang Budha pada dantian milik pangeran kegelapan.
"Sayang lebih baik kamu meditasi saja agar menghilangkan rasa kekhawatiran mu itu. " ucap Dewi Lianhua.
Kaisar langit mengangguk kemudian ia menghilangkan formasi bintang yang telah ada ia keluarkan. Setelahnya ia kembali ketempat dimana ia sering melakukan meditasi entah untuk pencerahan dalam mencari solusi ataupun lainnya.
***
Cao Yuan kemudian menatap langit yang mulai gelap dengan mata yang bingung.
"Aku harus melaksanakan tugas ayahku dengan cepat. " gumam Cao Yuan kemudian mengumpulkan energi Qi dengan cara manual.
Tak terasa hari telah berganti pagi, dan sinar mentari yang cerah menerpa tubuh Cao Yuan dengan hangat.
"Saatnya kembali melanjutkan perjalanan. " gumam Cao Yuan kemudian menatap arah timur.
Swuuush! Sekali hentakan Cao Yuan terbang dengan kecepatan puncaknya. Disela sela perjalananya Cao Yuan menatap kota kota dan kerajaan yang ia lewati dengan tajam. Jika adanya kekacauan yang disebabkan oleh iblis maka Cao Yuan pasti akan menghentikan terbangnya dan ikut campur dalam urusan tersebut, namun dalam perjalanannya kini ia tidak melihat ataupun merasakan aura Iblis yang terdapat di kerajaan serta kota yang ia lewati.
Hari terus berlalu dengan cepat, selama perjalanan Cao Yuan juga pasti akan istirahat ataupun mengumpulkan energi Qi yang banyak terkuras. Tepatnya kini tujuh hari sebelum turnamen diadakan Cao Yuan kini telah sampai didepan gerbang kekaisaran Meiga.
"Sangat ramai sekali. " ucap dalam hati Cao Yuan melihat antrian yang panjang, entah dari sekte yang berbeda maupun pengunjung yang sengaja datang ke Kaisaran.
Namun pandangan Cao Yuan menatap kearah para penjaga gerbang dengan tajam, aura iblis yang sedikit bocor ia rasakan dari jauh.
"Semua prajurit disini memiliki aura iblis. " gumam Cao Yuan dengan tenang.
Hingga ia tiba tepat didepan gerbang kekaisaran dan sang penjaga langsung memeriksa identitasnya.
"Maaf penjaga, aku rakyat biasa yang ingin menonton turnamen bergengsi ini, apakah ada cara lain untuk memasuki kota? " tanya Cao Yuan ramah, padahal dalam hatinya ia ingin segera menghabisi para prajurit yang memiliki aura iblis.
"Biaya masuk 10 keping emas untukmu yang tidak memiliki identitas. " ucap penjaga gerbang.
Cao Yuan tak mempermasalahkannya dan langsung memberikan keping emas sesuai permintaan sang penjaga. Setelah memasuki kota, Cao Yuan terdiam menatap banyaknya murid sekte hingga warga yang berlalu lalang.
"Jika begini lebih baik aku mencari penginapan terlebih dahulu. " gumam Cao Yuan kemudian berjalan mencari penginapan, bermaksud mencari penginapan yang tidak terlalu mewah.
Namun sayangnya setelah berjalan lima belas menit lebih, semua penginapan tidak memiliki kamar kosong yang dapat ia sewa untuk menunggu turnamen diadakan.
"Haiish! Kenapa tidak ada kamar kosong. " gerutu Cao Yuan, namun dirinya tak menyerah begitu saja.
Tiba tiba senyumnya terkembang setelah melihat tulisan " Ada kamar! " sebuah papan besar yang tertulis dan dipajang di depan rumah yang sangat besar. Karena melihat banyaknya pengunjung yang akan memasuki penginapan tersebut, Cao Yuan mempercepat langkah kakinya hingga ia tiba didalam penginapan.
"Selamat siang tuan muda? Apa ada yang bisa saya bantu? " tanya sang pelayan.
Cao Yuan mengangguk dan kemudian menatap pelayan itu dengan ramah.
"Apakah ada kamar yang kosong? " tanya Cao Yuan.
"Tuan muda! kami hanya memiliki tiga kamar VIP yang tersisa, apakah tuan muda bersedia menyewanya? " tanya sang pemilik penginapan.
Cao Yuan mengangguk, dan kemudian menanyakan biaya sewa selama tujuh hari lebih, walaupun harganya mahal namun Cao Yuan tak memiliki pilihan lain selain menyewa kamar VIP tersebut.
" ucap sang pelayan.
"Baiklah silahkan antarkan saya keruangan tersebut. " ucap Cao Yuan mengeluarkan tujuh puluh keping emas dari Cincin ruangnya.
Sesampainya didalam kamar.
Swuuush! Swuuush! Swuuush! Meilan, Hao Shi, dan Lylia keluar dari dunia jiwa.
"Hormat pada tuan muda! " ucap mereka berdua.
Berbeda dengan Lylia seperti biasanya dia langsung memeluk tubuh Cao Yuan.
"Hem, duduklah. " uca Cao Yuan menatap Lylia dengan lembut.
Setelah mereka bertiga duduk, Cao Yuan menjelaskan akan rencanannya. Beberapa perubahan rencana yang telah ia pikirkan ia sampaikan kepada Hao Shi dan Meilan. Setelah semuanya disampaikan oleh Cao Yuan kemudian ia meminta Hao Shi untuk menjaga kamarnya, karena Cao Yuan sendiri ingin memasuki Dunia Jiwa untuk berkultivasi menunggu waktu turnamen berlangsung.
"Meilan, Lier! Kalian berdua masuklah kedalam dunia jiwa, karena aku tak ingin kecantikan kalian berdua membuat masalah dikekaisran ini. " ucap Cao Yuan.
Mereka berdua kemudian mengikuti perintah Cao Yuan, dan setelah memasuki dunia jiwa Cao Yuan pergi ketempat penampungan sumber daya yang telah ia rampas maupun buatannya sendiri.
"Heem apakah ada yang cocok untuk menaikan ranah kultivasiku? " tanya dalam hati Cao Yuan.
Sedikit malas ia harus memilih sumber daya untuk dirinya, karena ia harus menyerap sumber daya yang benar benar langka, atau lebih banyak dari pada Kultivator pada umumnya ketika ingin menaikan tingkat kultivasi mereka.
Lima belas mencari sumber daya yang dibutuhkan, Cao Yuan akhirnya menemukan sebuah kristal berbentuk pedang kecil.
"Apakah kau ingin menggunakannya untuk menggantikan ku sebagai pedangku? " tiba tiba suara pedang Naga milik Cao Yuan terdengar.
Cao Yuan terkejut karena setelah lama ia baru mendengar kembali suara roh naga yang terdapat didalam pedang tingkat Dewa milik leluhur sekte Pedang Naga Langit.
"Ehh kemana saja kamu selama ini? " ucap Cao Yuan dengan nada sedikit malas.
"Bukankah aku ada dibelakang bahumu? " tanya roh pedang sedikit heran.
"Ohh kukira kamu terlepas dari bahuku ketika aku bertempur. " ucap Cao Yuan.
"Ada apa kamu baru menghubungiku lagi? " tanya Cao Yuan masih menggunakan nada malas.
"Hehehe, dari pada kamu mencari sumber daya yang tak berguna untukmu, lebih baik kamu mengumpulkan energi Qi yang lebih banyak lagi, agar kamu mampu menggunakanku sebagai senjatamu. " ucap Roh pedang.
Cao Yuan tiba tiba bersemangat setelah mendengar penjelasan Roh naga yang mendiami pedang tingkat dewa tersebut.
"Benar juga katamu. " ucap Cao Yuan kemudian menghilang dan muncul didepan istananya.
Memang terdapat bangunan dikhususkan untuk berkultivasi ataupun lainnya, namun Cao Yuan tidak pernah menggunakannya. Karena ia lebih menyukai ketenangan dengan alam yang ada didekatnya.
Ia kembali bersila dan kemudian memejamkan matanya untuk fokus dalam pembentukan atau penyerapan energi Qi. Sang roh naga sebenarnya ingin memberikan usulan disetiap Cao Yuan menemukan masalah, namun kehadiran Niu dan lainnya membuatnya lebih baik diam mendengarkan rencana mereka dari pada ia harus ikut campur yang akan menambah masalah lain nantinya.