Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Perang 2


Diatas langit.


"Kakak ke enam! apa yang harus kita lakukan? " ucap Niu panik ketika mendengar hitungan mundur dari Cheng An.


"Jika pertempurannya benar benar pecah maka kita bantu saja sekte Pedang Naga Langit, namun kita membantu secara diam diam. " ucap Luo Luo.


"Gawat! kini mereka mulai bertempur! " ucap Luo Luo.


"Tunggu kakak! aku merasakan aura tuan muda! " ucap Niu menunjuk sebelah timur yang terdapat Cao Yuan yang sedang membuat sebuah segel pelindung.


****


Cao Yuan yang dapat merasakan pasukan sekte Shijing sudah dekat dengan sektenya dengan cepat menghentikan aktivitas menyerap energi langit dan bumi.


"Heemm terlalu cepat!" gumam Cao Yuan yang belum menyempurnakan pondasinya.


Dengan cepat ia keluar dari area terlarang, setelah itu ia melesat menuju barat dengan kecepatan puncaknya.


Swuuushhhh! Cao Yuan hanya membutuhkan waktu lima menit berada diatas gerbang sekte, dan dia juga sudah melihat pertempuran sudah dimulai, namun belum terlalu pecah atau kacau. Dengan cepat ia membuat pembatas untuk melindungi anggota sektenya.


Swuuuungg!! sebuah perisai yang terbuat dari segel tangan Cao Yuan muncul didepan para anggota sekte Pedang Naga Langit, mereka yang sedang bertempur juga terpental kebelakang.


"Apa itu? " ucap salah satu sekte Pedang Naga Langit yang melihat perisai emas yang membatasi mereka.


"Ternyata kalian datang terlalu cepat. " suara Bocah namun menggelegar kesegala penjuru sekte.


Tetua Lu Ye, serta semua tetua sekte Pedang Naga Langit akhirnya bernafas lega. Namun untuk Cheng An yang mengenali suara itu hanya terdiam.


"Untuk para anggota sekteku, terimakasih atas keberanian kalian yang ingin membela sekte milik ayahku. " ucap Cao Yuan langsung menghentakan kakinya dan melesat ke sebelah tetua Lu Ye.


Cao Yuan yang masih menggunakan baju murid sekte Shijing membuat banyaknya tetua serta murid sekte Shijing yang merasa heran, namun berbeda dengan Cheng An yang benar benar terkejut melihat murid kesayangannya masih hidup namun berada dipihak musuh.


"Yuaner! " ucap Cheng An.


"Tuan muda! " ucap mereka semua anggota sekte Pedang Naga Langit.


"Hahahaa apa kah kamu terkejut? " ucap Cao Yuan dingin.


Cheng An terdiam dan mencoba mencerna kejadian yang pernah ia lewati.


"Kau berkhianat! kau hanyalah mata mata! kau adalah yang sebenarnya ketua sekte yang telah menghancurkan sekte Teratai Hitam? " tanya Cheng An baru sadar.


Cao Yuan mengangguk.


"Brengsek! hancurkan perisai dan bunuh semua orang yang terdapat di sekte Pedang Naga Langit! " teriak Cheng An murka.


"Niu! Luo Luo! bantu aku memperkuat perisai! biarkan aku yang menyelesaikannya! " ucap Cao Yuan dipikiran dua bawahannya.


Semua tetua dan murid sekte Shijing yang bisa menggunakan Qi langsung melempar Qi tersebut untuk menghancurkan perisai buatan Cao Yuan.


Swuuush! Swuuuush! Niu dan Luo Luo muncul membuat tetua sekte Pedang Naga Langit waspada.


"Tenang! dua temanku ini akan membantu melindungi kalian!" ucap Cao Yuan melesat keluar perisai dan melesat secara zig zag disertai kibasan tangan untuk mengeluarkan teknik telapak Ilahi, Cao Yuan menyerang tetua dan murid yang berusaha menghancurkan perisai buatannya.


Sebuah telapak tangan dari langit yang mengarah pada murid dan tetua sekte Shijing membuat mereka kocar kacir.


Bamms! Baamms! Baaams! ledakan terus menggema ketika telapak Ilahi membentur tubuh murid dan tetua sekte Shijing.


Cao Yuan terus mengibaskan tangannya bagaikan menampar sebuah lalat, dan sekibasan tangan Cao Yuan akan membunuh sepuluh hingga puluhan murid sekte Shijing.


Semua anggota sekte dan tetua sekte Pedang Naga Langit hanya kagum melihat anak angkat Cia San Tong yang dulunya sampah kini menjadi seorang monster yang dapat membunuh dengan mudah lawan yang sangat banyak.


Para murid sekte Shijing dengan cepat berhamburan kesegala arah untuk menghindari serangan Cao Yuan. Karena melihat banyaknya yang ingin meninggalkan pertempuran.


Cao Yuan dengan cepat melakukan gerakan tangan untuk membuat perisai sejauh tiga kilometer untuk membasmi semua anggota tetua sekte Shijing yang telah bertamu.


Swuuung! munculnya perisai yang menutupi area sejauh tiga kilometer dari sekte Pedang Naga Langit. Para murid yang telah meninggalkan pertempuran langsung membentur sebuah perisai, kini semua orang terkurung dalam perisai dan mencoba menghancurkan perisai tersebut.


"Sekarang kalian basmi anggota sekte yang lari dari pertempuran! " ucap Cao Yuan yang menghentikan aksinya, ia langsung menghilangkan pembatas yang ia buat kepada anggota sektenya dan suaranya menggelegar ke segala penjuru arah.


Sesuai perintah Cao Yuan, anggota murid serta tetua sektenya langsung bergerak ke segeala penjuru arah.


Tetua Lu Ye, Niu, Luo Luo kini berada disamping Cao Yuan.


"Luo Luo! Niu! panggil namaku saja didepan tetua Lu Ye dan lainnya nanti! " ucap Cao Yuan dipikiran Niu.


Tiba tiba Liyan, Guo Jing, Chi Yue juga berada disebelah Cao Yuan.


"Adik! "


"Guru! maaf keterlambatan kami, karena kami baru saja pulang dari sebuah misi sekte. " ucap Liyan.


Cao Yuan mengangguk, dan kini ia menatap Cheng An dan pasukan yang memiliki ranah kultivasi emas satu hingga alam.


"Kakak, Kakak ipar, Liyan kalian semua menyerang anggota yang berada ditingkat Emas! namun jangan memaksa. " ucap Cao Yuan.


"Tetua Lu Ye! kamu mencari lawan yang memiliki ranah alam satu hingga dua, dan lainnya pasrahkan aku bertiga. " ucap Cao Yuan melesat kedepan arah Cheng An.


Sedangkan Guo Jing, Chi Yue , Liyan serta tetua Lu Ye ikut melesat mengikuti arahan Cao Yuan.


"Kau benar benar Yuan muridku? " ucap Cheng An memastikannya.


"Benar! kenapa? aku hanya berpura pura bodoh saja didepanmu, dan kenapa aku membawamu keluar sekte? karena aku tahu ada hewan pelindung sektemu dan juga seorang yang memiliki ranah kultivasi master tiga. " ucap Cao Yuan memperjelas.


"Kau! " ucap Cheng An geram.


"Tapi nyatanya kalian terlalu arogan, dan memasuki jebakanku." ucap Cao Yuan dingin dan menyerang Cheng An.


Cheng An dengan sigap menghindari serangan muridnya, namun dia benar benar sadar ketika awal pertemuan dengan Cao Yuan yang mampu menghindari serangan tiba tibanya.


Pertukaran serangan sudah terjadi, Cao Yuan dengan lihainya menghindar serta membalas serangan Cheng An.


Cheng An terkejut dengan kecepatan dan serangan yang sama sama seimbang dengannya. Hingga sebuah dua tinju yang bertemu.


Bammms! Baaaamss! Cao Yuan terpental lima meter, dan juga Cheng An sama, namun Cheng An merasa tangannya mati rasa.


"Kualitas tulangnya sangat tinggi! " gumam Cheng An terkejut..


Cao Yuan tanpa memberi ruang untuk keterkejutannya Cheng An kembali melesat.


"Gerakan dua puluh Naga! " ucap Cao Yuan, seketika gerakannya bertambah cepat, serangannya susah ditebak membuat Cheng An sedikit kewalahan.


Hingga gerakan kedua puluh naga telah usai, Cheng An hanya selalu merasakan kebas tangannya saat bertukaran serangan dengan Cao Yuan.