Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Guo Jing dan Chi Yue


Swuuush! Niu langsung bergegas melaksanakan perintah Cao Yuan. Cao Yuan sendiri kini sedang mengumpulkan sedikit Qi untuk berjaga jaga ketika perjalanannya nanti, Selama lima belas menit akhirnya ia berdiri dan melihat hasil pembantaian yang dilakukan oleh dirinya bersama Niu.


"Kenapa aku menjadi kejam. " gumam Cao Yuan bergidik ngeri melihat semua mayat yang berserakan.


"Tapi itu adalah hal yang pantas mereka dapatkan. " gumam kembali sambil memunguti Cincin ruang yang berserakan.


Tiba tiba ia teringat dengan aura yang pernah membuatnya penasaran, ia kemudian mencoba bermeditasi untuk mencari aura itu.


"Hemm ternyata di bawah danau itu" ucap Cao Yuan kemudian menghampiri danau yang terdapat istana ditengah danau itu.


Karena rasa penasarannya yang sangat tinggi, dengan segera ia melompat dan menyelam ke dasar danau, tiba tiba saja matanya melotot saat dirinya merinding tak karuan saat melihat sebuah telur didasar danau. Telur yang Cao Yuan lihat lumayan besar dan terus mengeluarkan aura mengerikan dari dalam telur itu.


Dengan cepat ia kemudian membawa keluar telur itu dan kembali ke permukaan danau.


"Huh! akhirnya sampai juga." ucap Cao Yuan dengan nafas tak teratur akibat menyelam terlalu lama. Kini ia tengah memandangi telur yang ambil dari dasar danau.


Tiba tiba saja Niu mengagetkan Cao Yuan yang tengah fokus memperhatikan apa yang membuat telur itu memiliki aura yang mengerikan.


"Tuan Muda! semua telah saya rampas harta dan juga sumber daya yang terdapat di seluruh isi sekte! " ucap Niu.


Cao Yuan yang kaget kemudian melemparkan telur itu kearah danau kembali.


"Niu! lihatlah telur temuanku jadi jatuh lagi. " gerutu Cao Yuan.


"Hehehe maaf Tuan muda! biarkan aku yang mengambilnya untuk anda." ucap Niu merasa bersalah kemudian langsung menyelami danau itu.


Selama lima menit akhirnya Niu berhasil membawa kembali telur itu, tapi terlihat wajah Niu seperti terkejut ketika sampai dipermukaan danau.


"Apa yang membuatmu terkejut Niu? " tanya Cao Yuan.


"Emm ini t..e..l..u.r ikan pelahap langit! " ucap Niu sedikit bergidik ngeri.


Cao Yuan hanya diam sambil memandangi wajah Niu yang serius, karena ia baru kali ini mendengar nama telur yang mungkin akan menetas nanti.


"Apakah berbahaya? Niu? " tanya Cao Yuan cepat.


"Tidak! hanya saja jika ia menetas sendiri tanpa induknya atau pemilik telor ini tidak membimbingnya, bisa saja ia menjadi sangat berbahaya, ketika tau dirinya memangsa seorang kultivator bisa untuk menambah kekuatannya." ucap Niu sambil menyerahkan telur itu.


"Jadi lebih baik kita apakan telur ini? " tanya Cao Yuan bingung.


"Tentu saja Tuan muda harus menetaskan di dalam Dunia Jiwa, agar menambah pasukan tuan muda kelak. " ucap penjelasan Niu.


Niu kemudian menjelaskan kebenaran Ikan Pelahap Langit tersebut. Niu menjelaskan secara teliti dari masalalu tentang kedatangan Ikan Pelahap Langit yang tiba tiba menyerang alam Dewa dan membunuh ribuan pasukan Dewa .


Cao Yuan mendengarkan dengan perasaan sedikit ngeri, tak hanya itu saja ia menyimpulkan bearti Ikan Pelahap Langit tersebut mampu menjadi sangat kuat, bahkan ribuan pasukan Dewa saja mampu terbunuh.


"Tapi bagaimana cara menetaskan dan membimbingnya? " tanya Cao Yuan.


"Tuan muda! berilah setetes darah emas anda untuk merangsang telur tersebut, dan setelah itu anda harus terus menerus mengirimkan darah emas anda agar ikan tersebut mengenali anda sebagai induknya. " penjelasan Niu .


"Hemm baiklah! " ucap Cao Yuan kemudian menggigit jarinya, setelah itu ia mengoleskan pada telur itu.


Swuuung! tiba tiba telur itu bergetar dan darah yang dioleskan Cao Yuan langsung terserap masuk kedalam telur itu.


"Baiklah! aku memintamu menjaganya di Dunia Jiwa, laporkan setiap reaksi dari telur itu. " ucap Cao Yuan kemudian membuka gerbang Dunia Jiwanya.


Niu pun mengikuti perintah Cao Yuan, ia juga membawa telur itu kedalam dunia jiwanya. Setelah itu Cao Yuan kemudian menancapkan sebuah tombak dan ia menulis sebuah kertas yang ditancapkan di atas tombak itu yang bertulis.


"Sekte Teratai Hitam dihancurkan oleh Cao Yuan! anak dari Cia San Tong dari Sekte Pedang Naga Langit." setelah itu ia langsung melesat menggunakan ilmu meringankan tubuhnya menuju gerbang teleportasi.


"Yuaner! " tiba tiba Guo Jing yang sedang duduk santai bersama Chi Yue melihat kedatangan adiknya.


"Yueer! ini adik angkat ku yang tadi aku ceritakan. " ucap Guo Jing memperkenalkan adiknya.


Chi Yue pun menghampiri adik Guo Jing.


"Salam kenal, saya Chi Yue tuan muda! " ucap Chi Yue memperkenalkan dirinya.


Cao Yuan pun mengenalkan dirinya dengan baik, tanpa sadar Guo Jing menatap baju Cao Yuan yang sedikit terdapat bercak darah.


"Yuaner! apakah kamu baik baik saja? " tanya Guo Jing dengan raut wajah khawatir.


"Tenang kak! aku baik baik saja, oiya dendam kita sudah terbalaskan! " ucap Cao Yuan membuat Guo Jing dan Chi Yue terkejut.


"Ter..ba.ala..skaan? " ucap mereka berdua terbata bata dan kompak.


Cao Yuan hanya mengangguk saja, setelah bercerita mengada ngada atau tidak membocorkan kebenaran tentang Niu, ia hanya menjelaskan bahwa semua murid serta tetua hingga ketua tewas akibat terkena racun yang telah ia beli.


Guo Jing dan Chi Yue pun hanya diam dan tiba tiba berlutut pada Cao Yuan.


"Terimakasih telah membalaskan dendam kami!" dengan sedikit air mata yang menetes.


"Apa yang kalian lakukan! berdirilah, dan aku akan membiarkan kalian mencari jalan kalian sendiri, aku hanya bisa menemani kalian sampai disini. " ucap Cao Yuan sembil menyuruh mereka untuk berdiri.


"Tapi, bolehkah kami berdua mengikutimu? " tiba tiba Guo Jing meminta untuk mengikuti Cao Yuan dan disetujui oleh Chi Yue.


Cao Yuan hanya terdiam dan memikirkan sesuatu.


"Baiklah! aku akan membawa kalian ke sebuah sekte, kalian bisa tinggal bersamaku disekte itu." ucap Cao Yuan membuat Guo Jing dan Chi Yue senang.


Karena mereka sendiri tak tahu harus kemana, karena kini mereka berdua tak memiliki tempat berteduh akibat sekte Teratai Hitam yang membunuh keluarga mereka.


Setelah itu Cao Yuan mengajak mereka berdua untuk melanjutkan perjalanan mereka, jika mereka lapar mereka pasti akan berburu hewan yang dapat mereka makan.


Hingga tak terasa seminggu telah berlalu dan kini mereka bertiga telah sampai didepan gerbang Sekte. Sang penjaga gerbang yang melihat kepulangan Tuan muda mereka langsung membuka pintu.


"Hormat kami pada Tuan Muda sekaligus Ketua Sekte! " ucap penjaga gerbang itu dengan hormat.


Tiba tiba saja Chi Yue dan Guo Jing terkejut dan sedikit lemas, karena didepan mereka ternyata adalah Ketua sekte termuda dan tentunya mereka mengira kekuatan Cao Yuan sangat rendah, sehingga mereka berpikiran Cao Yuan adalah murid sekte biasa.


Cao Yuan hanya tersenyum kecut, dan kemudian ia mengajak kakaknya untuk segera mengikutinya. Setiap berpapasan dengan para murid hingga tetua mereka pasti memberikan hormat mereka.


"Guru! " tiba tiba Tetua Lu Ye melihat Cao Yuan bersama dua orang menghampiri kediaman Cao Yuan.


Chi Yue dan Guo Jing kembali terkejut dan saling berpandangan ketika mendengar ucapan salah satu tetua memanggil adiknya dengan sebutan guru.


"Hehehe! terbongkar deh rahasiaku! " ucap Cao Yuan sambil menggarukan kepala belakangnya yang tidak gatal.


"Ada apa paman? " tanya Cao Yuan yang sedikit risih di tatap oleh Guo Jing dan Chi Yue.


"Apakah tuan muda benar benar telah menghancurkan sekte Teratai Hitam? " tanya Tetua Lu Ye sambil menatap guru kecilnya dengan serius.


"Hehehe baiklah akan aku ceritakan semuanya! tapi bagaimana paman bisa tau? " tanya Cao Yuan heran.


"Jadi benar Guru? " ucap lagi Tetua Lu Ye ingin memastikan.


"Hais sudahlah lebih baik kita bercerita didalam, karena aku membawa tamuku sekaligus kakak angkat untuk tinggal bersamaku. " ucap Cao Yuan kemudian mengajak Guo Jing dan Chi Yue memasuki kediamannya.


Cao Yuan sedikit kagum dengan kebersihan kediamannya, hingga debu pun tak terlihat di rak buku yang ada di sekitar ruangan itu.


BoNuS