
Kakek tua atau sang kultivator Tongkat Naga juga tidak tahu bahwa yang berada dikamarnya bukanlah Cao Yuan, melainkan Niu yang diperintahkan Cao Yuan untuk tetap berada didalam kamar, sedangkan Cao Yuan sendiri kini telah tiba disebuah bukit yang memiliki aura Iblis yang sangat kental. Saat hendak menuju kedalaman bukit, tiba tiba Cao Yuan menghentikan langkahnya.
"Ini... " ucap Cao Yuan melihat sebuah mantra formasi yang sangat rumit, bahkan dirinya sampai terkejut dibuatnya.
Namun keterkejutannya segera menghilang setelah merasakan aura yang ia kenali mendekat kearahnya.
"Gawat! " ucap Cao Yuan kemudian menghilangkan semua auranya, dan ia kemudian melesat kearah pohon yang memiliki diameter batang yang lumayan besar untuk bersembunyi.
Swuuuush! Kultivator Tongkat Naga atau Kakek tua yang pernah menjadi lawan Cao Yuan tiba tiba langsung memberikan hormatnya didepan mantra formasi tersebut.
"Hormat pada Yang Mulia Pangeran Kegelapan." ucap Kakek tersebut.
Cao Yuan membelalakkan matanya mendengar itu, namun tidak sampai disitu saja rasa keterkejutannya.
"Apakah kamu tak sadar bahwa ada tikus yang sedang memata mataimu. " tiba tiba suara menggema didalam mantra formasi menggema.
Cao Yuan yang mendengar itupun segera melesat pergi dengan kecepatan puncaknya menuju kembali ke kamarnya. Sedangkan kakek tua itu malah kebingungan dengan ucapan Pangeran Kegelapan.
"Maaf pangeran! apakah ada yang memata mataiku? " tanya kakek tua tersebut, karena sejak tadi ia tidak merasakan aura yang dirasakan oleh pangeran kegelapan.
"Dasar kakek bodoh! " gerutu suara tanpa wujud yang dipanggil dengan nama Pangeran Kegelapan.
Sang kakek tua tersebut hanya bisa menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal. Sedangkan untuk Cao Yuan sendiri kini telah sampai di kamar yang di berikan oleh Kultivator Tongkat Naga padanya.
"Tuan muda? sepertinya anda dikejar setan dimalam hari ini? " tanya Niu heran.
"Niu! huh untung saja, apakah waktu aku pergi ada keanehan diruangan ini? " tanya Cao Yuan.
Niu hanya menggelengkan kepalanya, ia juga masih bingung dengan tingkah Cao Yuan yang sepertinya ketakutan.
"Tuan muda? Apakah anda baik baik saja? " tanya sekali lagi Niu.
Cao Yuan kemudian menghela napas panjang kemudian menceritakan apa yang telah terjadi.
"Pangeran kegelapan? " tanya Niu tersentak kaget.
Kali ini Cao Yuan sendiri yang dibuat bingung dengan tingkah Niu yang sepertinya memiliki cerita tentang sosok tersebut.
"Sepertinya kamu mengenalnya Niu? tanya Cao Yuan.
"Tuan muda maafkan aku! aku bukan hanya mengenalnya, namun nama Pangeran Kegelapan sudah menjadi legenda ribuan tahun lalu di alam Dewa, dia adalah seorang anak dari Kaisar Iblis Dewa Kegelapan. Tentu saja kekuatannya sangat mengerikan, namun ribuan tahun yang lalu pangeran Kegelapan telah disegel oleh orang tua tuan muda sendiri. " ucap Niu menjelaskan panjang lebar.
Cao Yuan kini malah yang tersentak kaget mendengar cerita Niu, wajahnya kini pun menjadi seriuss.
"Jadi menurutmu aku harus berbuat apa? " tanya Cao Yuan yang tidak bisa berpikir jernih.
"Tuan muda! Mari kita bicarakan bersama yang lainnya didalam Dunia Jiwa." ucap Niu.
Cao Yuan mengangguk dan kemudian ia membuka gerbang Dunia Jiwa, setelah itu mereka berdua memasukinya dan muncul didepan istana buatan Cao Yuan.
"Hormat pada tuan muda! " ucap Shen Huo An, Luo Luo dan Hao Shi kompak.
Cao Yuan mengangguk dan kemudian ia menanyakan kabar tentang Lylia.
"Tuan muda! Lylia sedang berlatih bersama Meilan. " ucap Shen Huo An.
"Bagaimana? apakah saran dari Shen Huo An dapat kita terima? " tanya Cao Yuan.
Hao Shi, Luo Luo dan Niu mengangguk setuju. Cao Yuan kemudian menatap mereka semua dengan hangat.
"Terimakasih kalian mau membantuku, dan kuharap rencana ini akan berhasil. " ucap Cao Yuan kemudian ia kembali ketubuh nyatanya.
"Apakah rencana memperkuat segel yang akan aku lakukan akan berhasil. " gumam Cao Yuan.
Karena rasa kekhawatirannya mulai muncul, Cao Yuan tak bisa berpikir jernih, bahkan kini ia mencoba untuk mengistirahatkan tubuhnya namun tetap saja matanya tidak mau terpejam.
"Tidak ada salahnya mencoba, namun jika gagal aku harus segera pergi dari dunia ini, walaupun kekuatan Niu dan lainnya berada di tingkat Kaisar Dewa tapi melawan pasukan Iblis yang memiliki ketahanan tubuh lebih kuat sama saja bunuh diri. " gumam Cao Yuan yang menebak Dunia Naga Hitam yang ia singgahi adalah dunia kecil yang dibuat para Iblis untuk membebaskan Pangeran Kegelapan.
Setelah lama berpikir dengan rasa khawatir yang berlebihan, Cao Yuan kemudian mencoba untuk meditasi agar kekhawatirannya mulai menghilang. Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, kini matahari telah bersinar yang diartikan bahwa hari telah pagi, sebuah ketukan pintu kamar terdengar yang membuat Cao Yuan terbangun dari meditasinya.
Tok! Tok! Tok!
"Bocah! Apakah kau sudah bangun? " tanya Kultivator Tongkat Naga.
"Iya sebentar. " jawab Cao Yuan kemudian menghilangkan semua mantra formasi yang terpasang.
Setelah itu ia membuka pintunya, dan sang Kultivator Tongkat Naga atau Kakek tua yang pernah menjadi lawan Cao Yuan kini tersenyum kearahnya.
"Ada apa kek? " tanya Cao Yuan pura pura tidak mengerti apapun yang terjadi.
Sedangkan kakek itu masih tersenyum dan mencoba mengukur ranah kultivasi serta kebocoran aura yang ada ditubuh Cao Yuan. Melihat kakek tersebut sepertinya mengukur serta mencoba merasakan aura yang keluar dari tubuhnya, Cao Yuan dengan akting handalnya ia berpura pura menanyakan alasan kedatangan kakek tersebut.
"Kek? Bukankah kakek sibuk? " tanya Cao Yuan.
"Ehh.. Tentu tidak jika waktu pagi hari seperti ini, aku hanya ingin mengajakmu sarapan pagi. " ucap kakek tersebut yang kaget karena terlalu lama mencoba mengukur ranah kultivasi pemuda didepannya.
"Benar kata Pangeran Kegelapan, sepertinya dia yang telah memata mataiku. " ucap dalam hati kakek tersebut, sambil memimpin Cao Yuan menuju keruang makan.
Cao Yuan masih mencoba tetap tenang dan mengikuti kakek tua tersebut berjalan menuju ruang makan, namun setelah sampai kakek tua tersebut menghentikan langkahnya.
"Bocah, aku ingin kedapur untuk menyiapkan makanan untukmu. " ucap sang Kakek tua tersebut.
Cao Yuan hanya mengangguk, namun dirinya sedikit gelisah karena kakek tua itu sepertinya mencurigainya.
****
Didapur.
"Apakah tadi malam kau melihat pemuda itu keluar dari kediaman? " tanya Kultivator Tongkat Naga.
"Tidak tuan? Memang ada masalah apa? " tanya Pembantu dikediaman Kultivator Tongkat Naga.
"Tidak apa apa, sekarang kau siapkan saja makanan untuknya. " ucap kakek tua tersebut kemudian kembali menuju keruang makan dengan pikiran yang berkecamuk di otaknya.
Sedangkan Cao Yuan mencoba menenangkan pikirannya hingga kakek tua telah berada disamping Cao Yuan, dan kecanggungan terjadi pada mereka berdua.
"Kek! Mengenai turnamen yang diadakan di Kekaisaran Meiga, memang aliran apa saja yang mengikutinya? " tanya Cao Yuan membuka topik.