
Chu Lei ternyata menggunakan kekuatan penuhnya untuk menumbangkan lawannya, sehingga murid yang terkena serangan Chu Lei langsung muntah darah.
Ia sengaja melakukan itu karena sudah sangat geram ketika tidak melihat keberadaan Guo Jing.
Pertarungan kembali berlanjut hingga tak terasa kini turnamen itu telah berada di final.
Cao Yuan masih dengan kegiatannya yang tengah mengumpulkan energi sebanyak yang ia bisa. Hingga pertarungan Final dimenangkan oleh Chu Lei, yang dinobatkan menjadi peringkat pertama dan dianggap sebagai jenius sekte.
Sorakan yang sangat ramai terdengar, hingga menyebabkan Cao Yuan tak fokus dan langsung menghentikan aktifitasnya.
"Hehehe ternyata katak itu yang menang! " ucap Cao Yuan menyeringai.
Chu Lei dengan arogannya menatap semua murid dengan tatapan acuh, ia sendiri kini tengah mencari keberadaan Guo Jing dan Cao Yuan.
Para tetua pun kini beranjak dari tempat duduk mereka dan memberi hadiah pada Chu Lei. Dengan sikapnya yang merasa tinggi sendiri membuat ia tak menghormati para tetua, bahkan untuk berjabat tangan ia tak mau menunduk dan menghormati para tetua sekte.
"Hemm! jika begini terus maka aku tak bisa melakukan kekacauan ku! " gumam Cao Yuan kemudian melangkahkan kakinya menuju panggung.
Para murid yang tadi berteriak menyorakan kemenangan Chu Lei terdiam saat melihat bocah cilik menuju panggung.
"Lihat lihat! bukankah dia yang memprovokasi Chu Lei? " ucap salah satu penonton yang membuat para penonton lainnya mendengar ceritanya.
"Apakah dia akan mencari mati untuk datang ke sarang macan? " timpal teman lainnya.
"Mau apa pemuda cilik itu? "
Banyak sekali komentar untuk Cao Yuan, yang menyebabkan para tetua hingga ketua sekte menatap Cao Yuan dengan heran.
"Anak muda? ngapain lu kesini? " tanya tetua yang waktu lalu membantu membersihkan bangku penonton.
"Emm, aku ingin memberi hadiah pada Tuan muda! " ucap Cao Yuan sambil tersenyum.
"Hadiah? hahaha baiklah silahkan! " ucap tetua itu langsung minggir.
Tapi reaksi dari Chu Lei malah menjadi marah ketika melihat Cao Yuan berani menghampirinya.
"Hei Sampah! bagaimana jika kita bertarung? apakah kamu lupa tantangan ku? " tanya Chu Lei.
"Emm memang aku maju kepanggung ini untuk menerima tantangan mu itu, dan setelsh itu aku juga sudah menyiapkan hadiah untukmu. " balas Cao Yuan sambil tersenyum.
Sedangkan para penonton hanya diam melihat perbincangan mereka, tapi mereka dengan jelas melihat raut wajah Chu Lei yang sepertinya marah.
"Hem baiklah! itu lebih bagus, sehingga aku tak perlu mencarimu sampah! " ucap Chu Lei kemudian memerintahkan para tetua untuk turun dari panggung.
Ayah Chu Lei atau ketua sekte pun hanya diam saja, ketika melihat anaknya yang memang diajarkan untuk arogan dan kejam akan menghajar bocah cilik yang sepertinya mereka terlibat permusuhan.
Kini mereka berdua tengah saling pandang, Chu Lei yang melihat ranah kultivasi Cao Yuan berada di tingkat perak lima membuat ia tersenyum geli melihat bocah itu berani menerima tantangannya. Bahkan semua orang pun sama .
"Lihat ranah kultivasinya saja sangat rendah, bagaimana bisa mengalahkan Chu Lei!"
"Aku bertaruh satu pukulan Chu Lei pasti akan membuat pemuda itu tewas! "
"Pemuda itu mungkin dua pukulan Chu Lein akan tewas! "
Swuuush! Chu Lei langsung melesat dan menyerang Cao Yuan dengan tangan kosongnya. Ia juga mengarahkan tinjunya yang menggunakan seluruh tenaganya ke wajah Cao Yuan.
Dengan santainya Cao Yuan menghindari serangan tersebut, Chu Lei terlihat marah saat lawan mampu menghindari serangannya, dengan cepat ia terus menyerang dengan tangan kosongnya.
"Cih! hebat juga kau sampah! " ucap Chu Lei yang melihat Cao Yuan hanya menghindar.
"Sampah? " tanya Cao Yuan malah terprovokasi dan diam menerima tinjuan Chu Lei dengan wajahnya.
Para penonton memejamkan matanya ketika pemuda cilik lawan Chu Lei hanya diam dan membiarkan wajah pemuda cilik itu terkena tinjuan Chu Lei.
Bamms! suara tinju Chu Lei yang mengenai wajah Cao Yuan terdengar. Setelah itu para penonton membuka mata mereka lebar lebar, saat Cao Yuan tak bergeming sedikitpun dan terlihat Chu Lei yang sedang memegangi tangannya yang merasa patah akibat meninju wajah pemuda itu.
Ketua sekte pun terkejut, serta tetua yang melihat itupun tak luput dari keterkejutan mereka, hingga tanpa sadar Cao Yuan menggerakkan jarinya dan membuat energi Qi transparan lalu ia menyentilnya kearah Dupa yang mengandung racun yang ia letakan di tempat duduk tetua hingga ketua sekte. Dupa itu pun terbakar perlahan, asap racun juga sudah menyebar. Setelah misi pertamanya berhasil dengan cepat ia melesat kearah Chu Lei, ia langsung meninju wajah Chu Lei dengan tangannya.
Bamms! "Akkhh! " pekik Chu Lei yang merasakan hidungnya patah.
Tak berhenti disitu saja ia pun dengan segera mengeluarkan pedang milik ayahnya, dan langsung menebas lengan kiri Chu Lei.
Slaash! lengan kiri Chu Lei tertebas yang membuatnya langsung tak sadarkan diri. Ketua sekte yang melihat bocah cilik itu memotong lengan anaknya menjadi sangat marah, tapi tiba tiba ia terkejut saat menghirup dupa racun yang pernah ia buat sendiri.
Cao Yuan yang melihat ketua sekte berdiri dan seperti mencium asap dupa racun membuat rencana keduanya harus segera dilakukan.
Bamms! Bammms! Swuuush! tiba tiba arena turnamen itu kacau akibat sebuah suara kecil dari setiap bangku penonton, tak hanya itu saja asap mulai memenuhi area turnamen itu.
"Racuun! cepat tahan nafas kalian! " tiba tiba suara Ketua Sekte menggema yang membuat para murid langsung menahan nafas mereka, tapi mereka yang menghirup asap itu saling bertarung sama lain.
Bunyi dentingan pedang hingga tangan kosong yang menghantam para murid terdengar, Situasi tiba tiba menjadi sangat kacau. Cao Yuan yang memanfaatkan situasi itu dengan cepat menghampiri Chu Lei dan memasukannya kedunia Jiwa.
"Tuan muda! untuk apa sampah ini dimasukan kedalam dunia jiwamu! " tiba tiba suara dipikiran Cao Yuan terdengar, Suara Gerutuan Niu.
"Diamlah! lihat saja aksiku! " ucap Cao Yuan .
Kemudian ia menuju tengah panggung dan menggenggam pedang milik ayahnya itu, dengan santai ia terus menunggu asap racun menghilang.
Ketua Sekte akhirnya menggunakan kekuatan jiwanya untuk membuat elemen angin agar asap itu cepat menghilang.
Setelah asap itu benar benar menghilang, Ketua Sekte langsung terkejut melihat para murid serta tetua yang saling bertarung, bahkan terlihat sudah ada juga yang tewas. Seketika ia wajahnya memerah saat melihat siapa dalang dari semua ini. Karena ia juga menghirup racun dupa buatannya sendiri, dengan cepat ia langsung memakan dua Pill berwarna berbeda saat itu juga.
"Apakah kau yang membuat kekacauan ini! " tanya Ketua sekte dengan nada dingin.
Cao Yuan hanya mengangguk saja sambil melihat dengan asik para murid yang sedang bertarung.
Tiba tiba saja ketua sekte mengeluarkan sebuah kembang api sebagai tanda panggilan untuk murid elit yang dimiliki sektenya.
Swuuush! Jdaaar! kembang api itu meledak dilangit, Cao Yuan malah terdiam serta kagum melihat kembang api, karena baru pertama kali ia melihatnya.
"Apakah aku akan membunuh seorang bocah yang bodoh? cepat tangkap pemuda bodoh itu" ucap kembali Ketua sekte dengan munculnya ratusan murid elit yang diam menunggu perintah.
Murid elit yang diperintahkan oleh Ketua Sekte langsung melesat kearah Cao Yuan.