Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Kota Shonin


Daya kejut kembali mereka rasakan, namun mereka tak terpental karena dua serangan yang beradu tak berada di dekat para pasukan masing masing.


"Hebat juga kau anak muda! " ucap Ketua kelompok pembunuh bayangan.


Cao Yuan tak menanggapinya, melainkan ia langsung menyerang dengan tangan kosongnya. Ketua kelompok yang kini beradu serangan dengan Cao Yuan membalas setiap gerakan yang diberikan Cao Yuan. Hingga lima puluh serangan kosong masih bertukar, Cao Yuan mengeluarkan jurusnya.


"Dua puluh gerakan Naga! " ucap Cao Yuan kemudian merubah pola serangannya.


Serangan yang lebih cepat dan tak bisa ditebak membuat ketua kelompok sedikit kewalahan. Hingga sebuah tinju mungil menghantam perutnya.


Baaams! ketua kelompok terhuyung sepuluh meter.


"Jika dia mampu membunuh kedua adikku maka pantas saja, gerakannya dan pola serangannya cepat serta tak bisa ditebak. " gumam Ketua kelompok yang tengah merasakan sakit diarea perutnya.


Pertarungan antar komandan prajurit kota serta pasukannya melawan kelompok pembunuh bayangan masih sengit, kini pasukan kota juga terlihat mendominasi serangan.


Cao Yuan dan ketua kelompok masih bertatap tatapan. Dan sebuah gerakan sangat cepat dari ketua kelompok yang melesat mengarah kepada Cao Yuan membuatnya harus segera menghindar.


Namun alangkah terkejutnya, tanpa sedari ketua kelompok telah menggenggam pedangnya dan ujung pedang mengenai lengan kiri Cao Yuan.


Walaupun tak terluka parah, namun darah sedikit menetes dari lengannya membuat ia harus berhati hati lagi.


"Apa! padahal aku sudah menggunakan jurus kilatku! " gumam Ketua kelompok terkejut, karena dia tidak berteriak untuk menggunakan jurus.


Tapi lawannya Cao Yuan, walaupun kecepatan dalam meringankan tubuhnya ditingkat yang sama, tapi Cao Yuan memiliki insting yang kuat, sehingga serangan mendadak tidak mungkin dapat melukainya dengan parah.


"Aku akui kecepatan mu sungguh mengagumkan, tapi kamu berurusan dengan orang yang salah! " ucap Cao Yuan dingin, wajahnya menjadi datar, dan sebuah pedang milik ayahnya ia genggam.


Swuuush! sekali lesatan Cao Yuan berada didepan ketua kelompok tersebut, ketua kelompok yang melihat musuh ciliknya melesat dengan cepat ia juga bersiap siap memblokir serangan dengan pedang yang ia genggam.


Ting! Ting! Ting! adu pedang dari Cao Yuan dan ketua kelompok pembunuh bayangan kembali terdengar. Cao Yuan dengan lihai menyerang serta menghindari serangan ketua kelompok tersebut.


Namun disela sela pertukaran serangan senjata, Cao Yuan melihat banyak celah yang dimiliki lawan.


Swwuush! Slaaash! Cao Yuan menggunakan celah tersebut untuk memotong lengan lawan.


"Akkhh! Bajingan! " ucap Ketua kelompok yang tengah menotok peredaran darahnya.


Tanpa persiapan kembali Cao Yuan kembali membalikan tubuhnya dan langsung menebas leher ketua kelompok tersebut.


Slaaash! ketua kelompok langsung tewas dengan diakhirinya pedang Cao Yuan yang berlumuran darah. Setelah itu ia kembali menatap pertempuran para prajurit kota dengan sisa anggota kelompok pembunuh bayangan.


Tak ingin menambah korban dipihak kota, Cao Yuan memasukan pedangnya dan melesat, ia lalu mengeluarkan teknik telapak Ilahinya.


Melesat secara zig zag dan selalu menggunakan teknik telapak Ilahi benar benar membuat lawan tak bersiap menerima sebuah tangan dari langit yang menghantam tubuh lawan.


Satu persatu tubuh lawan meledak menjadi kabut darah, para prajurit kota segera mundur karena mereka takut terkena imbas pemuda yang sedang melesat kesana kemari.


Tersisa satu anggota yang kini tengah berlutut didepan Cao Yuan.


Cao Yuan terdiam sejenak, hati lunaknya sebagai bocah polos membuat hatinya tersentuh.


"Baiklah! kali ini aku akan melepaskan mu, bertobatlah, jika aku melihatmu masih melakukan kejahatan jangan salahkan pedangku akan membunuh mu. " ucap Cao Yuan.


"Ba-baik! " ucap Anggota tersebut langsung membalikan badan dan segera berlari, dan tanpa Cao Yuan sedari sunggingan licik dari anggota tersebut terlihat ketika sudah menjauh dari Cao Yuan.


Komandan dan para prajurit segera menghampiri Cao Yuan yang kini tengah melihat mayat yang berserakan didepan gerbang kota.


"Tuan muda, saya dan kota Taichi berterimakasih pada tuan muda, dan aku juga bingung kelompok pembunuh mencari pemuda siapa? " tanya Komandan yang bernama Lu Cheng.


"Sudahlah, yang penting kota dan pemuda yang dicarinya sudah aman dari kelompok mereka, sekarang ikutlah aku menuju kota Shaoming untuk mengangkat kamu sebagai walikota yang baru. " ucap Cao Yuan, karena dialah yang sebenarnya dicari oleh kelompok tersebut.


Lu Cheng setelah itu mendekati para prajurit untuk mengobati luka mereka, dan dia ijin untuk menuju kota Shao Ming untuk menggantikan tugas walikota Taichi. Tak lupa ia meminta prajuritnya untuk meredakan kepanikan warga kota dan Thai Lu serta Thai Hao diberikan hukuman menurut warga kota yang ingin memberi hukuman.


Cao Yuan sedikit terkejut dengan ketegasan Lu Cheng, namun dia sendiri kagum. Di balik ketegasannya namun terlihat Lu Cheng memang bisa membuat prajurit tersebut mengikuti perintahnya.


Tanpa melanjutkan perbincangan mereka Lu Cheng menatap Cao Yuan.


"Tuan muda! jika boleh tau siapa nama tuan muda? " ucap Lu Cheng ramah.


"Yuan paman! " ucap Cao Yuan tenang.


"Emmm, baiklah tuan muda Yuan. Mari kita menuju kota Shao Ming. " ucap Lu Cheng.


Cao Yuan kemudian mengangguk dan melanjutkan perjalanannya menuju kota Shao Ming. Untuk menuju kota Shaoming, Cao Yuan dan Lu Cheng harus melewati sebuah kota yang terkenal dengan kota Shonin. Dan kini Lu Cheng sedang membahas mengenai kota tersebut.


"Shonin... seperti nama kotanya yang terkenal sebagai pedagang. " ucap Cao Yuan kemudian mengerti.


"Benar tuan muda Yuan! tak hanya berjualan senjata. Mereka juga menjual sumber daya serta tanaman herbal yang dibutuhkan oleh sekte maupun individual sebagai pendekar. " ucap Lu Cheng.


Tak sadar berjalan selama dua jam akhirnya sampai di kota Shonin. Sesampainya didepan gerbang Cao Yuan dan Lu Cheng diberhentikan penjaga gerbang.


"Tuan tuan! mohon identitasnya! " ucap penjaga gerbang tegas.


Lu Cheng yang melihat Cao Yuan akan memberikan identitasnya langsung dihentikan olehnya dan dia sendiri yang memberikan Plat komandan prajurit kota Taichi.


"Silahkan masuk komandan, dan mohon maaf atas gangguannya! " ucap Penjaga gerbang ramah dan membuka pintu kota.


Setelah itu Cao Yuan dan Lu Cheng memasuki kota Shonin dengan kagum. Karena kota tersebut sangat ramai dan juga banyak sekali pedagang serta pendekar yang saling tawar menawar.


"Benar benar kota pedagang! " ucap Cao Yuan dan disetujui oleh Lu Cheng.


Karena mereka tak ingin berbelanja, Cao Yuan dan Lu Cheng menuju sebuah resto untuk beristirahat sejenak. Dan tentunya mereka tak merasa kesulitan mencari letak resto yang terdapat di kota Shonin tersebut. Kota Shonin yang terkenal sebagai kota pedagang tak membuat sebuah resto yang megah berdiri di kota tersebut.


***Note; Jangan Lupa like biar author tambah semangat.


Ntar malem update, author lanjut kerja kasih pakan ikan dan jualan pakan ikan terimakasih***!