
Amarahnya juga membuat fenomena awan mendung, disertai petir yang menggelegar kesegala penjuru. Ranah Kultivasinya yang berada dipuncak ia keluarkan juga membuat guncangan yang sangat keras di Benua Rendah, gunung yang mengeluarkan lava, ombak dilaut bergelombang sangat tinggi, bahkan tanah dibawah Cao Yuan membuat kawah besar.
Swuuuush! Swuuuush! Swuuuush! Baaaams! Baaams! Dhuaar! Dhuaaar! Ribuan tangan dari langit Cao Yuan keluarkan, ia tak ingin menanyakan alasan, karena itu ia segera menyerang mereka menggunakan telapak Ilahinya. Para iblis yang tidak bisa bergerak akibat aura yang menindas tubuh mereka hanya bisa menatap tangan yang besar dibaluti api serta petir mengarah pada mereka.
Ledakan serangan telapak Ilahi terus menggetarkan setengah dari luasnya benua rendah. Setelah melancarkan serangan telapak Ilahi, Cao Yuan mencari sumber aura yang ia kenali. Matanya melebar melihat tetua Lu Ye yang sedang tergeletak lemas disamping Liyan yang memeluk tubuh Su Yue.
"Paman Lu Ye, Su Yue, Liyan. " ucap Cao Yuan muncul didepan mereka kemudian memasukan tubuh mereka kedalam dunia jiwa.
Ia juga menatap arah dimana para murid yang terkena dampak akibat ia mengeluarkan seluruh aura naga hingga kekuatannya. Sedikit penyesalan, karena apa yang ia lakukan membuat para murid yang sedang bertarung pingsan akibat aura miliknya. Namun apa boleh buat, semua telah terjadi dan setelah itu ia memandangi aula sekte yang terlihat dari pijakannya.
"Baguslah setidaknya tidak semua manusia di benua rendah tewas akibat para iblis. " ucap Cao Yuan memperkuat mantra perisai yang menutupi aula sekte.
Setelah itu ia segera melesat kesana kemari memasukan para murid dan beberapa tetua yang tak sadarkan diri akibat merasakan aura Naganya. Sesudah menyelamatkan para murid, Cao Yuan kembali melayang dengan tatapan membunuh sisa para iblis yang masih terkena tekanan aura Naganya.
"Aku tak akan membiarkan kalian pergi dari sini hidup hidup, jadi bersiaplah menerima kematian kalian. " ucap Cao Yuan.
Ia kembali menutup seluruh kawasan sekte sejauh sepuluh kilometer dari pijakannya dengan mantra formasi pelindung buatannya, setelah itu ia melayang lebih tinggi lagi. Segel tangan ia kembali peragakan, sesaat setelah mengeluarkan segel tangan.
"Amarah Naga! "
"Murka Naga! "
Swungg! Lingkaran segel bergetar dengan munculnya ribuan naga berukuran lima meter, serta munculnya naga emas berukuran panjang seratus meter dari lingkaran segel buatan Cao Yuan. Swuuuush! Cao Yuan mengibaskan tangannya, seketika naga yang ia buat melesat dan menerjang kearah jutaan iblis yang hanya bisa berlutut merasakan aura naga miliknya. Namun perbedaan daya hancur kali ini berbeda dengan apa yang ia lakukan pada awal pertemuan melawan iblis yang menuju kearah barat. Kini Cao Yuan mengeluarkan sebesar enam puluh persen kekuatannya sehingga ledakan yang lebih dahsyat terdengar, getaran getaran cinta eh getaran yang mengguncang tanah pun terasa lebih keras.
Ledakan terus terjadi, dengan teriakan para iblis yang menjadi kabut darah, selang sepuluh menit menunggu kematian para iblis Cao Yuan kembali mengedarkan kekuatan jiwanya.
"Heeem sebenarnya apa yang dilakukan mereka. " gumam Cao Yuan kemudian melesat kearah aula sekte, dimana para warga diungsikan. Ia juga tak lupa menghilangkan aura Naganya.
Sesampainya ia segera menghilangkan perisai buatannya dan menatap hangat para manusia biasa yang kini tubuh mereka bergetar melihat manusia yang memiliki mata bercahaya keemasan, dengan Jirah perang serta pedang dipunggungnya.
"Tenanglah, setelah ini kalian dapat kembali membangun desa dan kota diBenua ini. " ucap Cao Yuan kemudian memperlihatkan para iblis yang sudah musnah, hanya terlihat banyak sekali kawah yang sangat besar hingga paling kecil berdiameter dua meteran.
Manusia biasa yang diungsikan melongo melihat hal tersebut, mereka kemudian menatap pemuda yang matanya bercahaya keemasan dengan tangis haru terlihat diwajah mereka.
"Te..terimakasih tu.." ucap salah satu orang tua yang sudah sepuh.
"Kek panggil namaku saja Cao Yuan. " ucap Cao Yuan kemudian tersenyum.
Setelah itu ia mengibaskan tangannya, jutaan keping emas muncul didepan mereka semua, emas yang menggunung tidak membuat para manusia biasa merasa senang.
"Ca..o Yu..a.n iniii..." ucap salah satu diantara mereka.
"Ini buat kalian untuk membangun desa ataupun kota. Namun aku meminta kalian tidak keluar dari aula sekte ini selama tiga jam dari sekarang. Aku akan mencari para iblis yang tersisa sehingga kalian akan merasa aman. " ucap Cao Yuan.
Semua orang hanya mengangguk, tak berselang lama Cao Yuan membuat segel untuk melindungi aula sekte, setelah itu ia kembali menjelaskan para warga dengan jelas.
"Aku membuat perisai untuk melindungi kalian dari para iblis, cara membukanya cukup simple kalian perlu menarik tali yang ada disini, setelah itu pelindung ini akan hilang. Ingatlah buka pelindung ini setelah tiga jam dari sekarang. " ucap Cao Yuan kemudian membuat segel tangan simple.
Swuuung! Segel teleportasi muncul setelah ia menghentikan gerakan tangannya.
"Jaga diri kalian baik baik. " ucap Cao Yuan memasuki segel teleportasi lalu muncul diatas langit.
Para manusia yang tersisa ratusan orang didalam aula sekte hanya diam melihat kepergian pemuda yang baru pernah mereka lihat tampilannya.
"Bukankah dia dewa! " ucap salah satu mereka tersadar dari lamunannya.
"Benar sekali tidak mungkin dia seorang kultivator, tadi siapa namanya Cao ....." timpal lainnya.
"Cao Yuan! "
"Benar sekali, dia benar benar dewa kita tak mungkin salah. Setelah benua kita aman dari para iblis kita buatkan patung yang besar untuk mengingat sang Dewa Cao Yuan. " timpal lagi lainya.
"Setuju! "
"Hormat pada Dewa Cao Yuan yang telah menyelamatkan kita. " ucap mereka sambil memberi hormat walaupun tidak adanya Cao Yuan didepan mereka.
Cao Yuan hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar apa yang sedang dibicarakan diaula sekte, karena ia sendiri masih ada diatas sekte milik ayahnya sambil menyisiri seluruh kawasan dengan kekuatan jiwanya.
"Ayaah! " gumam Cao Yuan muncul didepan kuburan ayah Cia San Tong.
Sesampainya mata yang bercahaya emas langsung redup dengan air mata yang membasahi pipinya. Setelah itu ia bersujud tiga kali didepan makam ayahnya.
"Ayah terimakasih telah merawatku sejak kecil, karena mu aku kini dapat menemukan jati diriku sendiri, dan tentunya aku telah menemukan orang tua kandungku sendiri. Maafkan aku yang tidak bisa melindungi sekte milikmu, sehingga kini sekte milik ayah telah hancur tinggal kenangan saja. " ucap Cao Yuan menangis terharu.
Cao Yuan curhat beberapa yang pernah dialaminya saat berpetualang, setelah sudah selesai mengungkapkan apa isi hatinya ia segera bersujud tiga kali didepan makam dan berdiri lalu mengelap air matanya.
"Ayah aku akan kembali setelah menikah dan membawakan istriku nanti setelah tugas ini selesai. " ucap Cao Yuan menghilang muncul diatas langit
Swuuuush! Cao Yuan melesat dengan kecepatan puncaknya menyisiri semua kawasan di benua rendah, namun dia hanya melihat satu dua iblis yang masih berkeliaran. Tentunya ia tidak membiarkan para iblis tersebut, dengan mudahnya ia membunuh dan kembali melesat kesana kemari mencari iblis yang tersisa.
***
Tiga Budha Shu Lai, Dewi Kwan In, Hao Xiang.
"Sancai sancai. Yuaner tugasmu masih ada diBenua Tengah, dan tentunya Benua Tengah masih bisa terselamatkan. " ucap Shu Lai.
"Lai hal ini akan membuat perubahan yang sangat besar di Benua Rendah, kini Benua Rendah mungkin tidak lagi ada Kultivator, mereka yang hidup di Benua Rendah hanyalah manusia biasa." ucap Hao Xiang.
"Benar sekali, aku tidak menyangka bahwa dunia yang kita ciptakan salah satunya telah hancur(Benua Rendah). Namun sayangnya kita tidak dapat ikut campur apa yang telah kita ciptakan, sehingga takdir yang akan menentukan kehidupan Benua Rendah. " ucap Dewi Kwan In menimpal.
"Setidaknya kita mengawasi Cao Yuan tadi dan memperkuat ketahanan Benua Rendah, sehingga energi yang dilepaskannya tidak membuat Benua Rendah hancur. " ucap Hao Xiang lagi, dua Budha hanya bisa tersenyum kecut melihat Dewa Naga yang baru melepas seluruh kekuatannya di Benua Rendah karena memiliki energi bumi dan langit yang tipis, sehingga jika ranah kaisar dewa puncak melepas energinya akan membuat kehancuran.
Tiga Buddha pencipta alam semesta saling berbincang bincang, didalam perbincangannya sosok Cao Yuan juga mereka bincangkan.
****
"Arghhhh! Cao Yuan kau sungguh mengacaukan rencanaku. " teriak Pangeran Kegelapan murka memecahkan cermin yang ada dihadapannya.
"Te-tenang saja tuan muda! Bukankah prajurit kita juga sedang membunuh dan menyerap jiwa manusia di Benua Tengah. " ucap salah satu sosok dengan wajah menyeramkan.
"Heemm. " ucap Pangeran Kegelapan yang melihat segel buatan gurunya terus merapuhkan segel yang mengekang Dantiannya.
"Setidaknya aku butuh satu juta energi manusia lagi. " ucap Pangeran Kegelapan.
###
Gimana kak alurnya? Author jadinya kek harus cepet cepet nulis jadi ga bisa mastiin alur hem.