
"Adik! apakah bisa kita tinggal di Dunia..." ucap Guo Jing lupa akan nama dunia itu.
"Dunia Jiwa. " ucap Cao Yuan.
"Nah itu maksudku." ucap Guo Jing tersenyum.
Cao Yuan berpikir sejenak, namun melihat raut wajah kakaknya yang terlalu berharap membuatnya tak tega untuk menolaknya.
"Baiklah baiklah! aku memperbolehkannya tapi. " ucap Cao Yuan.
"Tapi apa katakan saja yang sebenarnya! " ucap Guo Jing bersemangat.
"Tapi kamu nikah dulu sama kak Chi Yue. " ucap Cao Yuan melirik Chi Yue yang kini wajahnya memerah.
Guo Jing melotot mendengar permintaan tersebut, karena dirinya sendiri belum siap menjadi seorang ayah dari anak Chi Yue kelak.
"Ta..." ucap Guo Jing ingin protes namun terpotong.
"Tidak ada kata tapi! " ucap Cao Yuan kemudian menghilang dari Dunia Jiwa.
Setelah keluar dari Dunia Jiwa, Cao Yuan segera menghilangkan mantra formasi, seketika matanya melirik jendela yang ternyata kini telah malam hari.
"Cepat sekali pergantian waktunya. " gumam Cao Yuan kemudian melihat kediamannya yang sepi.
Karena tidak adanya kegiatan yang harus ia lakukan, Cao Yuan merasa sedikit kantuk, pada akhirnya ia menuju kamar yang biasa ia gunakan untuk tidur.
Sesampainya Cao Yuan tertidur, hingga tanpa sedari Rohnya terbawa kesuatu tempat yang sangat aneh. Bahkan dia sendiri tidak mengetahui tempat tersebut. Dunia yang indah, namun tempat tersebut sangat sepi hanya terdapat satu istana megah yang berdiri di dunia tersebut.
"Aku dimana? " ucap Cao Yuan masih kebingungan.
"Energi Langit dan Bumi disini sangatlah tebal." gumam Cao Yuan sambil membiasakan dirinya.
Namun ketika ia sedang mencoba mengangkat ngangkat kaki, tiba tiba seseorang yang memiliki kulit yang sangat lembut memeluknya.
"Ehhh.. siapa ini. " ucap Cao Yuan kemudian mencoba melepaskan pelukan tersebut.
Namun semakin dirinya ingin melepas pelukan tersebut. Pelukan itu malah bertambah erat.
"Yuaner! Hik! Hik! Hik! " ternyata seorang wanita yang memeluknya, dan yang membuatnya heran wanita tersebut mengetahui namanya.
Walaupun sangat penasaran namun dirinya tak bisa melepas pelukan tersebut, dan hanya bisa pasrah. Tanpa ia sedari hatinya terasa sangat nyaman sekali ketika dipeluk oleh seorang yang belum ia lihat,dan kenal tengah memeluknya. Selang beberapa menit, pelukan tersebut terlepas dan Cao Yuan kemudian membalikan badannya.
Deggg! jantungnya berdetak kencang, melihat satu wanita berumur tiga puluhan tahun yang sangat cantik bahkan kecantikannya sama persis dengan Lylia.
"Maaf siapa anda. " ucap Cao Yuan sopan.
Wanita tersebut menghapus air matanya, dan kemudian menatap wajah tampan anaknya itu.
"Nak ini ibumu . " ucap wanita tersebut kemudian membelai rambut sang anak.
"Ibu? " gumam Cao Yuan mencoba mencerna perkataan tersebut.
Wanita tersebut hanya mengangguk dan kemudian menghela napas panjang, seolah olah beban yang ia terima sangatlah berat.
Cao Yuan semakin kebingungan, bahkan untuk menjawab pertanyaan dari wanita itu saja ia sudah tak bisa untuk menjawab.
"Tidak usah bingung nak! mari kita bertemu dengan ayahmu! " ucap wanita tersebut membuat Cao Yuan pusing tujuh keliling.
Tiba tiba wanita tersebut mengibaskan tangannya dan sebuah energi berwarna kebiruan menutupi tubuh Cao Yuan, namun hatinya merasa hanya ingin mengikuti wanita tersebut kemana saja. Alangkah terkejutnya melihat wanita tersebut dapat melayang dan menuju kesebuah istana megah yang memang hanya ada satu istana di Dunia yang tak ia kenali. Sesampainya, perisai yang melindungi Cao Yuan menghilang.
"Nak! soal pertanyaanmu nanti ibu dan ayahmu akan menjelaskannya. " ucap wanita tersebut kemudian menuntun anaknya ke dalam istana itu.
Cao Yuan hanya diam dan mengikuti langkah wanita tersebut, walaupun pikirannya kini tengah kemana mana. Sesampainya, Cao Yuan terdiam melihat seorang pria berumur tiga puluh tahunan, wajahnya sangat mirip dengannya. Tanpa ia sedari tiba tiba ia teringat akan mimpinya diwaktu ia tertidur diatas bukit.
"Akkkk! " pekik Cao Yuan yang terus mengingat mimpi tersebut.
Ibunya yang panik ingin segera memberikan Qinya pada Cao Yuan, namun pria yang bernama Kaisar Langit menghentikan istrinya.
"Biarkan saja sayangku, Yuaner kini sedang mengingat sebuah peristiwa." ucap Kaisar Langit.
Dewi Lianhua hanya mengangguk, walaupun dirinya tak tega melihat anaknya tengah kesakitan dibagian kepalanya. Selang beberapa menit Cao Yuan tak merasakan sakit dan tiba tiba dirinya berlutut didepan Kaisar Langit dan Lianhua.
"Apakah kalian ibu dan ayah kandungku. " ucap Cao Yuan tiba tiba.
"Benar! " ucap Kaisar Langit.
"Namun! kenapa kalian membuangku! " ucap Cao Yuan sedikit penekanan dinadanya.
"Nak! dengarkanlah cerita ini. " ucap Kaisar Langit kemudian mengibaskan tangannya untuk membuat Cao Yuan berdiri dan seketika Roh Cao Yuan terbawa kedalam masalalu ketika ia belum lahir.
*******
Cao Yuan tiba tiba hadir disebuah Medan peperangan, baju dari semua orang yang tengah berperang bukan seperti prajurit kerajaan, tapi baju yang mereka kenakan seperti Jirah emas serta banyaknya manusia yang dapat melayang sungguh membuatnya kagum. Namun kekaguman tersebut seketika lenyap setelah melihat seorang yang memiliki wajah persis dengannya tengah bertarung dengan manusia yang ditubuhnya mengeluarkan asap kehitaman. Dia juga melihat sosok Dewa Naga yang ia kenali wajahnya, karena dirinya sendiri telah bertemu dengan Dewa Naga itu sendiri.
Pertarungan tersebut terhenti, akibat Dewa Naga yang mengamuk dan membantai semua musuh didepannya, namun alangkah terkejutnya ketika melihat para Dewa yang dipihaknya ikut menyerangnya.
"Brengsek! Yang Mulia Kaisar Langit! kaburlah lebih dulu! karena semua Dewa ingin membunuh kita! " ucap Dewa Naga yang tiba tiba berteriak.
Wajah yang persis dengan Cao Yuan yang dipanggil dengan sebutan Kaisar Langit tiba tiba mengeluarkan seluruh kekuatannya. Dan membuat dunia yang Cao Yuan tak ketahui bergetar secara mengerikan, Setelah mengeluarkan kekuatan puncaknya Kaisar Langit segera menjauhi dari pertempuran, bahkan rohnya Cao Yuan kini mengikuti Kaisar Langit yang pergi kesuatu tempat hingga sampai disebuah istana.
Istana yang sangat sepi, tidak ada siapapun selain Kaisar Langit sendiri yang kini tengah memasuki tempat yang pernah ada dimimpinya itu.
"Istriku! " ucap Kaisar Langit yang berada ditempat yang gelap namun terlihat dekat dengan para bintang yang menyala terang.
Adegan yang sama persis Cao Yuan lihat, dia sendiri kini sedang menyimpulkan semua kejadian serta mimpi yang ia dapatkan. Dan setelah itu Rohnya tersedot kembali dan muncul didepan Kaisar Langit, serta Dewi Lianhua.
"Apakah ini kebenarannya? " ucap Cao Yuan lirih kemudian matanya memerah serta membendung air mata yang akan menetes.
"Benar nak! itu semua yang terjadi, dan berkat Dewa Naga aku dapat pergi dari peperangan itu serta menyelamatkanmu, tak hanya itu saja kami kira ayah dan ibumu ini akan tewas ditangan mereka, namun sebuah keberuntungan hadir pada kami, namun keberuntungan itu juga membuat kami khawatir tentang keadaanmu karena telah membuangmu ke Alam Fana. " ucap Kaisar Langit.
Cao Yuan yang mendengar penjelasan kembali tiba tiba menangis sejadi jadinya, Ibunya serta Kaisar Langit pun memeluk anaknya yang kini telah Remaja, dan tentunya mereka kembali menceritakan siapa yang telah menyelamatkan mereka berdua, hingga kedua orang tuanya menjelaskan kepadanya bahwa Cao Yuan telah berada di Dunia milik salah satu Buddha, atau biasa disebut alam Bodisat
.