
Setelah memberikan arahan, Cao Yuan segera keluar dari Dunia Jiwa. Dan tiba tiba Cincin ruangnya kembali bergetar.
"Tuan muda! kelompok yang kami ikuti ternyata orang yang menyamar sebagai anda. Dan kini mereka tengah menyerang sebuah kota kecil, apakah kami harus turun tangan? " ucap Niu dipesan giok.
"Niu, Luo Luo! jika bisa kalian selamatkan lah semua orang secara diam diam, aku segera datang ke lokasi*. " pesan giok yang dikirimkan kepada Niu.
Setelah itu Cao Yuan melesat dengan kecepatan puncaknya menuju sebuah kota kecil, selama diperjalanan Cao Yuan juga tak berhenti mengumpat setelah mendapat pesan dari Niu yang melihat seorang yang menyamar sebagai dirinya.
Tak terasa ternyata kota kecil tersebut tak terlalu jauh dari kota yang Cao Yuan singgahi, kini dia telah berada didepan gerbang kota kecil yang kini tengah diserang. Jeritan dari para warga terus menyayat hatinya. Dengan amarah yang menggebu gebu Cao Yuan langsung mengibaskan tangannya untuk mengeluarkan teknik Ilahi ketika melihat anggota sekte Pedang Naga Langit trah kedua yang ia lihat.
Swuuuush! Swuuuush! Baaams! Baaaamss! Cao Yuan terus mengibaskan tangannya yang mengakibatkan sebuah tangan raksasa muncul dari langit dan menghantam tubuh para murid trah kedua.
Niu serta Luo Luo yang kini tengah menyelamatkan orang, terkejut melihat jurus yang dimiliki oleh majikan mereka digunakan oleh orang lain.
"Siapa dia! namun auranya seperti tuan muda. " gumam Luo Luo.
Sedangkan Niu sendiri malah kagum, karena Cao Yuan dapat menggunakan Ilmu Menyamarkan tingkat sempurna. Bahkan para Dewa tak ingin mencoba ilmu tersebut karena jika gagal mereka akan menjadi orang yang ditiru dan tak akan berubah ke wajah asli orang tersebut.
"Adik! apakah dia tuan muda! " ucap Luo Luo memastikan. Niu tak lama membalas perkataan Luo Luo.
Cao Yuan kini sedang mencari seorang yang menyamar sebagai dirinya. Namun dia sendiri tak mengetahui keberadaan orang tersebut. Niu yang melihat Cao Yuan seperti mencari targetnya mengaktifkan Mata Dewanya.
"Tuan muda! orang yang menyamar menjadi dirimu kini berada di sebuah rumah sederhana berwarna coklat! dia ingin melucuti seorang wanita yang cantik. " ucap Niu dipikiran Cao Yuan.
Cao Yuan seketika mengalihkan pandangannya melihat rumah yang diarahkan oleh Niu, dengan sekali lesatan dirinya mendobrak pintu rumah sederhana tersebut. Alangkah terkejutnya saat melihat wanita yang sangat sangat cantik bahkan melebihi kecantikan dari Su Yue terlihat sedang.menjerit jerit ketika dipaksa untuk melepas pakaiannya.
Cao Yuan yang melihat adegan tak senonoh itu sangatlah marah dan juga tak bisa mengendalikan emosinya akibat pemuda tersebut menggunakan wajahnya untuk memperko*a wanita itu.
Swuuuushh! Plaaak! Plaaak! Plaaaak!
Cao Yuan langsung melesat dan juga menampar wajah seorang yang menyamar dirinya yang hendak melanjutkan melucuti pakaian si wanita cantik itu.
"Siapa! " ucap pemuda yang menyamar sebagai Cao Yuan marah.
"Lalu kamu sendiri siapa! " ucap Cao Yuan dingin dan mengeluarkan jubahnya, langsung melemparkan kearah wanita yang setengah Bu*il itu.
"Cihh! apa kau tidak tahu aku siapa! " ucap Teylishan.
"Siapa memang! " ucap Cao Yuan tenang.
"Cao Yuan.. " ucap Teylishan dingin.
"Hahahahahahahahahahaa! " Cao Yuan tertawa lantang, namun disetiap tawanya mengandung sebuah kebencian serta amarah yang besar.
"Apakah kau ingin ku bunuh! " ucap Teylishan heran.
Sreeet! Swuuuush! baru Teylishan berbicara dirinya langsung terikat oleh sebuah Qi dan dimasukan kedalam Dunia Jiwa. Setelah itu Cao Yuan menghubungi Niu dan Luo Luo agar menangkap sisa anggota murid trah kedua.
Sedangkan wanita cantik yang akan diperk*sa oleh Teylishan hanya diam melihat lelaki yang ingin memper*osanya telah hilang entah kemana.
Cao Yuan tersenyum, entah mengapa kini hatinya yang tadinya marah tak terkendali, kini malah menjadi tenang tanpa amarah ketika melihat wanita cantik itu.
"Apakah kau baik baik saja? " ucap Cao Yuan.
"Untung tuan muda datang tepat waktu, Cao Yuan tadi kenapa menghilang tiba tiba. " ucap wanita tersebut yang masih heran.
Swuuush! Cao Yuan berubah menjadi dirinya sendiri.
"K..a..u! " ucap wanita tersebut langsung mundur dan takut ketika melihat lelaki yang sama didepannya.
"Tenanglah nona! aku bisa menjelaskannya! " ucap Cao Yuan.
Sang Wanita cantik kini masih ketakutan, Cao Yuan yang melihat itu seketika menjadi sangat bersalah, namun apa boleh buat nasi menjadi bubur.
Niu, Luo Luo yang membawa sepuluh orang yang telah terikat oleh Qi mereka kini mendatangi rumah yang Cao Yuan masuki, namun mereka terkejut melihat Cao Yuan yang sedang kebingungan mengatasi seorang wanita yang takut padanya.
"Tuan muda! " ucap mereka berdua dan mengagetkan Cao Yuan maupun wanita cantik itu.
"Huh! buat jantungan saja! " gerutu Cao Yuan.
Mereka berdua tersenyum kecut mendengar gerutuan Cao Yuan, namun setelah itu mereka berdua menghampiri wanita cantik tersebut untuk menjelaskan apa yang telah terjadi. Cao Yuan sendiri yang melihat kepekaan dua bawahaannya mengalihkan pada sepuluh orang murid sekte trah kedua dengan menyeringai ganas.
Swuuuush! tubuh mereka semua masuk kedalam dunia Jiwa. Setelah itu ia menatap wanita cantik yang tengah menatapnya sambil mendengarkan penjelasan Luo Luo. Cao Yuan yang bertatap tatapan menjadi salah tingkah.
"Tu-tuan maafkan aku yang tidak tahu! " ucap wanita tersebut sujud sambil meminta maaf setelah mendengar semua penjelasan Luo Luo serta Niu dihadapan Cao Yuan.
"Tidak masalah! namun aku meminta tugas kecil untukmu apakah kamu mau menuruti perintahku? " ucap Cao Yuan.
Wanita tersebut mengangguk, setelah itu Cao Yuan menjelaskan rencanannya. Dan dia juga menugaskan Luo Luo, Niu untuk mengabarkan suratnya pada Raja Xin, serta ketua sekte yang pernah menuduhnya untuk hadir di sekte Pedang Naga Langit trah kedua dalam waktu tiga hari kedepan.
Setelah Niu dan Luo Luo pergi, mereka berdua yang seruangan malah merasa canggung.
"Maaf nona! siapa nama nona ini. " ucap Cao Yuan tersenyum mencoba membuka topik.
"Aku lylia tuan " ucap Lylia juga canggung.
"Emm, aku Yuan! dan aku harap kamu mau membantuku." ucap Cao Yuan ramah.
Melihat pemuda yang sangat tampan tersebut berbeda dengan pemuda yang tadi ingin memperko*anya membuat Lylia percaya pada pemuda yang bernama Cao Yuan itu.
"Ba-baik tuan. " ucap Lylia masih canggung.
Cao Yuan yang bingung harus mengatakan apa akhirnya hanya bisa menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.
"Dimana orang tuamu? " tanya Cao Yuan.
"..." Lylia diam dan menatap diluar rumah spasang suami istri yang telah tewas, Cao Yuan yang melihat raut wajah Lylia sepertinya sangat bersedih akhirnya mengikuti mata Lylia yang menuju kearah spasang suami istri yang baru tewas tersebut.