
"Hentikan bodoh! apakah kau ingin membunuh bagian dari dirimu sendiri! " ucap Sosok yang menyerupai Cao Yuan.
Senyum tengil ala ala pemuda tampan Cao Yuan perlihatkan, senyum yang bahkan mampu membuat seorang wanita meleleh. Disela sela menyerang lautan Dantiannya sendiri walaupun dirinya sedikit merasa ngilu, namun tetap saja Cao Yuan melanjutkan aktifitasnya bahkan seringai kemenangan ia perlihatkan ketika melihat tubuh sosok yang menyerupai dirinya terus meringis kesakitan.
"Bukannya menghentikan tindakan bodohmu itu! kau malah terus melakukannya! apalagi kau kini tersenyum seolah olah kau pemuda yang tertampan di Benua ini! " ucap Sosok tersebut menggerutu.
Swuuuushh! Baaaamss! tiba tiba sosok tersebut mengibaskan tangannya dan mengeluarkan satu buah bola kecil terbuat dari Qi dan melemparkannya kearah Cao Yuan.
"Akhhh! " pekik Cao Yuan yang terpental sejauh sepuluh meter.
"Jika kau memang ingin mati, baiklah aku akan melakukannya. " ucap Sosok tersebut kemudian akan meledakan seluruh energinya.
Dantian milik Cao Yuan kini bergetar hebat saat sosok yang menyerupainya sedang merapal mantra. Cao Yuan yang merasakan firasat buruk jika tidak menghentikannya segera memikirkan caranya.
"Berhenti! " teriak Cao Yuan panik.
Tiba tiba sosok yang menyerupainya menghentikan mantranya dan tersenyum kearah Cao Yuan.
"Apakah kau akan menyerahkan dirimu? " ucap sosok tersebut mengira dirinya akan mendapat kendali penuh tubuh asli Cao Yuan.
"Huh! siapa yang mengatakannya. " ucap Cao Yuan menghela napas.
Sosok yang menyerupainya tiba tiba menaikan sebelah alisnya mendengar Cao Yuan yang sepertinya tak ingin memberikan kendali penuh terhadap tubuhnya.
"Bagaimana jika kita bertarung saja? siapa yang kalah akan memegang kendali tubuhku? " tanya Cao Yuan percaya diri.
Sedangkan sosok tersebut malah tertawa yang membuat Cao Yuan terdiam.
"Hahahahaha! sungguh bodoh! dengan kekuatanmu saat ini walaupun ada satu juta dirimu tidak akan mampu membunuhku. " ucap sombong sosok tersebut.
Cao Yuan masih terdiam, karena dirinya juga tidak dapat mengukur ranah kultivasi sosok tersebut.
"Tapi jika itu keinginanmu maka tidak masalah! " ucap Sosok tersebut yang tiba tiba mengaum dan mengeluarkan ranah kultivasi Kaisar Dewa yang membuat lautan dantian Cao Yuan bergejolak.
"I..n.i! " ucap Cao Yuan seketika langsung berlutut ketika merasakan ranah Kaisar Dewa menekan dirinya.
Sosok yang menyerupainya tersenyum penuh kemenangan.
"Hahaha lihatlah! belum bertarung juga kau hanya bisa berlutut seperti semut yang melawan gajah. " ucap Sosok tersebut bangga.
"Cihh! jika berani maka kita bertarung secara adil. " ucap Cao Yuan.
"Hahaha secara adil bagaimana? " tanya Sosok tersebut.
Cao Yuan seketika tersenyum melihat sosok tersebut terpancing jebakannya.
"Simple saja, ranah kultivasimu harus ditekan sama denganku, dan kamu tidak boleh menaikan ranah kultivasi disaat kamu terpojok! jika kamu melanggar peraturan tersebut kamu dikatakan kalah olehku. " ucap Cao Yuan.
Sedangkan sosok tersebut kini terlihat seperti sedang memikirkan keputusannya.
"Baiklah aku terima! lagian jika seperti itu aku dapat membagi dua jiwaku untuk mengendalikan tubuhmu dan menyerang ras para peri untuk dijadikan makananku. " ucap sosok tersebut.
Sosok yang satu menghilang pergi untuk mengendalikan tubuh Cao Yuan , dan yang sosok satunya kini sedang bertatap tatapan dengan Cao Yuan yang asli. Selang beberapa menit mereka bertatap tatapan, Cao Yuan dan sosok tersebut kini saling melesat berlawanan arah.
Swuuush! Swuuush! Baaaams! Dhuaaar! dua tinju yang bertemu membuat daya kejut di Dantian milik Cao Yuan bertambah bergejolak.
Cao Yuan kini terhuyung sejauh dua puluh meter namun berbeda dengan sosok tersebut, walaupun dia juga terpental sejauh dua puluh meter, namun wajah sedikit terkejut diperlihatkan oleh sosok tersebut.
"Ternyata ini hanya pancingan agar dia dapat memenangkan taruhan ini! " ucap sosok tersebut dengan nada sedikit marah.
Senyum tengil Cao Yuan kembali perlihatkan, karena saat benturan dua tinju Cao Yuan memiliki satu kelebihan, yaitu wujud rohnya adalah pemilik asli dari tubuh yang dikendalikan oleh sosok tersebut, dan itu membuat Cao Yuan akan mampu mengalahkan sosok tersebut jika berduel dengan ranah kultivasi yang sama.
"Kenapa? sepertinya kau sangat menyesal bertaruh denganku? " tanya Cao Yuan.
"Cihh! aku hanya kalah dalam siasat namun dalam bertarung aku tidak akan kalah walapun kekuatanmu lebih tinggi sedikit dengan ranah kultivasiku yang ditekan ini. " ucap sosok tersebut.
Swuuush! sosok tersebut kembali melesat dengan kecepatan puncak ranah surga. Cao Yuan yang tak ingin kembali memblokir serangan tinju sosok tersebut, dengan lihainya dia langsung menghindari serangan tinju ssosok tersebut.
Pertukaran serangan kini sudah dimulai, kecepatan yang sama, serta kekuatan yang lebih unggul sedikit membuat Cao Yuan juga harus tetap berhati hati dalam setiap serangan yang mengarah pada dirinya. Hingga tiba tiba Cao Yuan melihat sebuah celah dipergerakan kaki sosok tersebut.
"Awas kakimu! " teriak Cao Yuan langsung menyerang kaki kiri sosok tersebut dengan kaki kanan miliknya.
Buuugh! Brruuugh! tiba tiba sosok tersebut kehilangan kendalinya dan terjatuh kedalam lautan dantian milik Cao Yuan saat kakinya ditendang oleh Cao Yuan. Selang beberapa detik, sosok tersebut kembali muncul dihadapan Cao Yuan, namun wajah dari sosok tersebut terlihat sangat kesal.
"Hyaaaaat! " teriak sosok tersebut memulai serangan kembali.
Cao Yuan dengan tenang menghindari segala serangan yang mengarah keseluruh tubuhnya, bahkan dia tak tanggung tanggu untuk memutar tubuhnya atau bersalto. Ditengah tengah pertukaran serangan, Cao Yuan kembali melihat sebuah celah diarea dada sosok tersebut.
"Awas dadamu! " teriak Cao Yuan yang membuat fokus sosok tersebut terpecah.
Baaaamsss! alhasil sosok tersebut kembali terpentah kebelakang sejauh sepuluh meter dan mau tak mau ia harus merasakan sakit diarea dada bekas serangan tadi.
"Kaauu! " ucap Sosok tersebut yang merasa geram karena Cao Yuan dapat melihat semua celah yang dimiliki setiap serangannya.
Cao Yuan hanya menjulurkan lidahnya mencoba untuk membuat sosok tersebut bertambah emosi, dan Cao Yuan akan memanfaatkan momen tersebut untuk membuat sosok tersebut babak belur.
Swuuush! Cao Yuan kini yang melesat kearah ssosok tersebut setelah menjulurkan lidahnya. Sosok tersebut dengan sigap juga menghindari serangan yang terus mengarah padanya, hingga tak terasa seratus pertukaran serangan telah mereka lewati, dan tidak ada celah dari keduanya membuat pertempuran tersebut terlihat berimbang.
"Jika begini terus tidak ada yang akan menang" ucap dalam hati Cao Yuan kini memikirkan rencana kembali.
Sedangkan sosok tersebut kini menggerutu dalam hatinya saat semua serangannya mampu dihindari bahkan Cao Yuan juga kadang membuatnya harus terpojok.
Sebuah ide terlintas di otak Cao Yuan.
"Awas kakimu! " ucap Cao Yuan kemudian menyerang wajah sosok tersebut.
Sosok tersebut yang sedang fokus tiba tiba terkejut mendengar teriakan Cao Yuan yang menyebabkan kakinya ia angkat, namun alangkah terkejutnya saat tangan Cao Yuan mampir diwajahnya.
Baaaams!