
Apalagi saat melihat Cao Yuan menuju ke tempat para tetua, yang seketika membuatnya sangat takut. Karena pikirannya sendiri telah mengetahui identitas seorang pemuda yang telah singgung.
Dia adalah Cao Yuan yang telah menggemparkan dunia persilatan hingga kota kota kecil di Benua Rendah dengan aksinya yang menghancurkan Sekte Teratai Hitam sendiri.
Setelah itu Tetua Lu Ye yang diikuti tetua lainnya pun menuju kursi yang memang disiapkan untuk mereka. Para murid seketika langsung berbaris rapi ditempat mereka masing masing. Suasana menjadi hening ketika Cao Yuan telah menduduki kursi ketua Sekte.
" Terimakasih untuk anggota sekte yang telah berkumpul hari ini, aku harap kalian semua mendengarkan baik baik tentang nasehatku, aku juga akan membahas kenapa kalian dikumpulkan kembali dihalaman ini." ucap Cao Yuan membuka pembicaraannya.
Para tetua dan murid saling pandang sejenak, tapi mereka semua tak ada yang berani membicarakan sesuatu yang tak perlu mereka bicarakan.
"Yang pertama, setinggi apapun kekuatan yang kalian miliki bukanlah hal layak untuk dipamerkan. Tapi kekuatan itu untuk melindungi diri kalian, membela kebenaran dan tentu saja melindungi orang yang disayangi kalian. " nasehat Cao Yuan dan kemudian melirik pemuda yang telah ia berikan pelajaran. Cao Yuan sendiri memiliki wibawa kepemimpinan yang bijaksana, tapi terdapat kekejaman yang ia sembunyikan ketika membabat habis musuhnya.
"Nasehat kami terima Ketua! " ucap mereka semua kompak.
"Dan yang kedua, aku meminta kalian berbaris sesuai dengan faksi grup kalian masing masing. Untuk murid baru kalian silahkan memisahkan diri, tetua Lu Ye harap anda membimbing barisan murid baru" ucap Cao Yuan tegas sambil memerintahkan tetua Lu Ye.
Para murid dan tetua yang ditugaskan segera berhamburan untuk mengikuti perintah Ketua sekte. Setelah lima menit mereka telah berbaris rapi.
"Hemm, tetua Zhu Kuai, tetua Li Chan serta tetua Hong Bao silahkan memilih tiga faksi untuk kalian bimbing! " ucap Cao Yuan kembali.
Setelah tiga tetua tersebut memilih faksi yang akan mereka bimbing, kemudian Cao Yuan mengeluarkan Ribuan tiga plat identitas yang berbeda.
"Tetua Zhu Kuai, ambilah plat Naga emas dan berikan pada anggota seluruh faksi Naga emas." perintah Cao Yuan.
Dengan cepat tetua Zhu Kuai langsung menjalankan perintah Cao Yuan dan memasukan semua plat yang bercorak Naga Emas kedalam Cincin ruang, setelah itu ia menuju barisan faksi Naga Emas untuk membagikan plat tersebut.
"Tetua Li Chan, ambilah plat faksi Rajawali Emas dan bagikan plat tersebut pada anggota faksi. " ucap Cao Yuan.
Tetua Li Chan kemudian memasukan plat tersebut kedalam Cincin ruangnya, dan setelah itu ia menghampiri anggota faksi Rajawali Emas untuk membagikan plat mereka.
"Tetua Hong Bao, silahkan ambil plat faksi Panah Langit. " ucap lagi Cao Yuan.
Setelah itu tetua Hong Bao pun mengikuti perintah Cao Yuan. Tiga tetua yang diperintahkan Cao Yuan kemudian membagikan semua plat tersebut ke anggota mereka.
Setelah selesai mereka semua kembali berada didepan barisan setiap faksi yang mereka pimpin. Cao Yuan tersenyum melihat semua murid memandangi plat yang diberikan tiga tetua tersebut.
"Aku tahu kalian penasaran, plat itu identitaas bagi murid yang melaksanakan tugas mereka yang diberikan oleh sekte. Dan tentu saja kalian hanya boleh memberitahu identitas faksi kalian untuk sesama anggota sekte, jika selain anggota sekte kalian hanya boleh menggunakan identitas yang akan aku jelaskan nanti." ucap Cao Yuan menjelaskan.
"Baik ketua! " jawab semua anggota sekte.
"Tetua Lu Ye, tetua Cao Li, tetua Lixe, serta tetua Qing kalian semua kemari, dan kini untuk para murid silahkan berbaris dengan tingkatan kultivasi dari yang terendah hingga tertinggi." perintah kembali Cao Yuan.
"Baik! " ucap para murid kompak, setelah itu mereka semua mencari barisan mereka masing masing, tergantung ranah kultivasi yang dimiliki.
Setelah sepuluh menit, mereka semua telah berbaris dengan rapi.
"Tetua! bagikan plat identitas anggota luar, dalam dan elit sesuai dengan tingkatan mereka." ucap Cao Yuan kembali mengeluarkan sebuah plat yang memiliki tiga tanda yang berbeda.
Perak tingkat satu hingga lima akan dianggap sebagai anggota luar, sedangkan baja tingkat satu sampai lima dianggap sebagai anggota dalam. Sedangkan Emas tingkat satu sampai lima dianggap anggota elit yang akan melaksanakan tugas lebih berat lagi.
Anggota yang memiliki plat Elit ternyata masih terlihat ratusan murid. Cao Yuan kemudian menganggukan kepalanya setelah melihat semua perintahnya dilakukan dengan baik.
Setelah selesai membagikan semua plat dan menjelaskan setiap kegunaan plat, Cap Yuan memberikan kembali nasehat yang membuat semua tetua dan murid kagum.
"Ingatlah kalian semua yang berada di sekte adalah keluargaku, dan begitu juga sebaliknya, jika keluarga kalian diserang maka kita harus balas dendam, nyawa balaslah dengan nyawa! Dan kalian harus saling bekerja sama. Tidak ada perbedaan anggota, maupun faksi yang kalian miliki! Kita semua sama! " ucap Cao Yuan.
"Hidup ketua sekte! " ucap mereka semua kompak.
Setelah itu Cao Yuan juga kembali mengingatkan para tetua dan murid untuk segera memperkuat kekuatan mereka masing masing.
"Aku meminta para murid dalam waktu satu bulan ini berhati hati ketika keluar dari sekte, karena ada kelompok yang kami tak ketahui mencoba untuk mencelakai hingga membunuh anggota sekte yang bepergian keluar sekte. Jadi kalian diperbolehkan keluar sekte hanya ketika memiliki misi sekte, ataupun kepentingan yang memang kalian harus keluar dari sekte. " ucap terakhir Cao Yuan.
Setelah pertemuan itu selesai, para murid dan tetua kembali bubar, dan melanjutkan aktivitas mereka masing masing.
Cao Yuan yang melihat pemuda yang telah diberi pelajaran olehnya pun menghampiri pemuda tersebut.
"Hei kamu! kemari. " ucap Cao Yuan sambil tersenyum.
Tiba tiba saja pemuda yang bernama Liyan menghadap Cao Yuan dan langsung berlutut, tubuhnya pun bergetar karena ia mengira dirinya akan dihukum atas kearoganannya dan menyinggung ketua sekte yang kini banyak dibicarakan oleh kalangan masyarakat.
"Berdirilah! aku tak ingin orang berlutut seperti itu diddepanku! " ucap Cao Yuan risih.
"Ba-baik ketua! " jawab Liyan tak berani memandangi wajah Cao Yuan.
"Panggil namaku saja Cao Yuan. " ucap Cao Yuan ramah.
Liyan hanya bisa diam, dia merasa heran karena sepertinya ketua sekte hendak mengajaknya berbicara.
"Siapa namamu? " tanya Cao Yuan.
"Liyan tuan muda! " ucap Liyan yang tak ingin menyebut langsung nama sang ketua sekte.
"Sudah kukatakan panggil saja namaku! " gerutu Cao Yuan.
"Ba-baik! " ucap Liyan yang merasa canggung.
"Mari ikut ke kediamanku. " ucap Cao Yuan yang ingin mengenal Liyan, karena ia akan membimbing Liyan sendiri agar menjadi pondasi kekuatan sektenya kelak.
Liyan hanya terdiam, dan akhirnya mengikuti Cao Yuan menuju kediamannya. Selama perjalanan menuju kediaman Cao Yuan, Liyan menjadi canggung. Liyan yang tak berani berbicara, sedangkan untuk Cao Yuan juga bingung untuk membicarakan sesuatu disaat situasi yang canggung itu.
Baru bisa satu episode besok jika author banyak waktu mungkin tiga episode.
Terimakasih telah membaca